Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
219


__ADS_3

Malam ini Tristan tidak mujur sama sekali. Dia sudah berpenampilan rapi dan mempersiapkan semuanya untuk lebih dekat lagi dengan Raline. Hingga dia berharap agar keinginannya untuk dijodohkan dengan Raline bisa disetujui oleh Aydin dan juga Kiki.


Tapi naasnya keinginan Tristan untuk lebih dekat dengan Raline malam ini tidak bisa terwujud. Raline dijaga ketat oleh Kenshin dan Miyuki pun turut serta membantu Kenshin untuk menjauhkan Tristan dari Raline.


Apalagi sekarang dia harus menggendong Miyuki ke dalam rumah setelah dia menolongnya dari dalam kolam renang dan memberinya nafas buatan.


Apes... apes... sial bener deh malam ini, niatnya pengen dapetin Raline, eh malah dapet bocil ini, Tristan berkata dalam hati ketika menggendong tubuh Miyuki untuk memindahkannya ke dalam rumah.


"Taruh di dalam kamar ini saja," perintah Kiki pada Tristan sambil menunjuk kamar tamu yang berada di lantai bawah.


Tristan hanya menurut apa yang diperintahkan padanya saja, dia tidak berniat sama sekali untuk menjawab ataupun mengeluarkan pendapatnya.


Diletakkannya tubuh Miyuki di atas ranjang yang ada di dalam kamar tamu tersebut. Dan tanpa pikir panjang lagi Tristan keluar dari dalam kamar itu.


"Tristan tunggu! Sebaiknya kamu ganti dulu bajumu," Kiki berseru memanggil Tristan.


"Tidak usah Tan, lebih baik saya-"


"Ini cepat ganti bajumu sebelum kamu sakit. Setelan jas ini baru, belum aku pakai sama sekali. Kalau gak percaya tanya saja sama Mami," tiba-tiba Kenshin menyela ucapan Tristan dan dia memberikan setelan jas yang masih baru.


"Oh setelan jas itu. Iya benar itu masih baru loh Tristan, Tante sendiri yang membelikannya. Memang kemarin Tante membelikan Kenshin dua setelan jas baru, dan ternyata berguna juga," sahut Kiki menjelaskannya dengan kekehannya di akhir ucapannya.


"Ayo cepat ambil!" Kenshin berseru pada Tristan.


Dengan tatapan tajamnya pada Kenshin dia mengambil setelan jas tersebut. Kemudian dia berjalan akan keluar dari kamar tersebut. Namun sebelum dia melangkah keluar kamar, dia berbalik dan bertanya pada Kenshin,


"Gantinya di mana?"


Namun Kenshin diam saja tidak menjawab, karena menurutnya Tristan tidak sopan dan tidak memanggil namanya sehingga dia tidak merasa Tristan bertanya padanya.


"Pakai saja kamar tamu di sebelah Tris," jawab Kiki menggantikan Kenshin.


Tristan menatap Kenshin dengan tatapan permusuhan sebelum dia keluar dari kamar tersebut menuju kamar tamu yang berada di sebelah kamar tersebut.


"Untung aja nih baju masih baru, belum di pakai sama tuh anak. Coba aja kalau baju ini bekas di pakai sama dia, bisa alergi gatal-gatal badanku," ucap Tristan ketika berada di depan cermin sambil merapikan kemeja dan jasnya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Miyuki Ken?" tanya Raline pada Kenshin ketika Kenshin baru saja duduk di dekatnya.


Memang tadi Raline tidak diperbolehkan oleh Kenshin untuk ikut dengannya. Biarlah Raline berada di area pesta agar tidak seolah-olah mengikuti Tristan masuk ke dalam rumah.


"Dia baik-baik saja. Sekarang sedang ganti baju. Palingan sebentar lagi dia juga akan kembali ke sini," jawab Kenshin sambil mendekatkan kursinya pada kursi yang diduduki oleh Raline.


"Syukurlah kalau begitu. Apa aku gak perlu ke sana Ken? Barangkali aja Mami atau Miyuki membutuhkan bantuanku," Raline bertanya pada Kenshin.


"Gak usah. Mereka kalau butuh bantuan pasti manggilnya pelayan, bukannya kamu," jawab Kenshin dengan entengnya.


"Ih Ken kok gitu sih kamu. Kali aja Mami atau Miyuki butuhnya sama aku bukan sama pelayan," ucap Raline dengan kesal.


Kenshin terkekeh melihat Raline yang kesal padanya sehingga wajahnya terlihat menggemaskan menurutnya.


"Yang butuh kamu itu aku. Jadi.... kamu di sini aja sama aku. Ngerti?" ucap Kenshin sambil memainkan kedua pipi Raline sehingga wajahnya terlihat lucu.


Sementara itu papa Tristan kembali berbicara pada Aydin setelah keluar dari rumah untuk menemani tamu-tamunya.


"Pak Aydin, bagaimana dengan Tristan, tidak mengecewakan bukan?" tanya papa Tristan pada Aydin.


"Ya namanya orang kepepet Pak, mungkin hanya itu yang bisa dia pikirkan pada saat itu. Tapi untungnya saja bisa selamat," papa Tristan terkekeh menanggapi jawaban dari Aydin.


"Ya bagaimanapun kami berterima kasih pada Tristan Pak, karena dia putri kami bisa selamat," ucap Aydin kemudian.


"Mungkin karena perasaannya itu Pak, hingga Tristan berbuat seperti itu. Dengan cepatnya dia menolong putri Bapak tanpa memikirkan apapun," tukas papa Tristan pada Aydin.


Aydin tersenyum, dia diam beberapa saat hingga kemudian dia berkata pada papa Tristan,


"Baiklah Pak, saya setuju dengan perjodohan anak kita. Tapi dengan syarat, mereka menikah pada saat umur Miyuki sudah cukup."


Dan hal itu disambut gembira oleh papa dan Mama Tristan. Mereka sangat bersyukur bisa mempunyai menantu yang merupakan anak dari Aydin Permana.


"Kami sangat setuju sekali Pak. Kami bahagia sekali bisa menjadi besan dari Pak Aydin," ucap papa Tristan sambil mengulurkan tangannya pada Aydin untuk berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan mereka.


Aydin pun menjabat tangan papa Tristan dan tertawa bersama papa Tristan dan diikuti oleh Mama Tristan.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar tamu, Miyuki sedang memakai gaunnya yang lain untuk menggantikan gaunnya yang basah karena tercebur di kolam renang tadi.


"Sini Sayang biar Mami bantu make up lagi," ucap Kiki sambil membenarkan make up Miyuki yang menurutnya harus dibenahi.


"Ini masih bagus Mami... Tuh lihat, gak ada yang luntur sama sekali. Kalau gini mah seminggu gak perlu make up masih bagus nih," Miyuki berkata sambil memeriksa wajahnya di depan cermin.


"Ya dirapikan sedikit-sedikit aja. Lagian ngawur aja kamu itu, seminggu gak dihapus gitu make up nya maksud kamu?" ucap Kiki sambil membubuhkan kembali bedak pada wajah Miyuki.


"Beneran deh Mi, make up Mami ini juara. Kasihan Papi, pasti harus membelikan Mami make up yang mahal-mahal ini," ucap Miyuki sambil menunjuk semua make up yang ada dalam box make up milik Kiki.


"Sembarangan kamu. Mami belinya pakai duit Mami sendiri," sahut Kiki tidak terima.


"Tapi uangnya dari Papi kan?" Miyuki menggoda Kiki dengan menaik turunkan alisnya sambil tersenyum lebar.


"Enggaklah, Mami kan kerja. Mangkanya Miyuki harus sekolah yang pinter supaya bisa kerja dan tidak bergantung dengan uang dari suami," Kiki menasehati Miyuki.


"Oh iya, princess manisnya Mami ini kalau misalkan ada pangeran yang mau menikahi kamu gimana?" tanya Kiki pada Miyuki.


"Emang ada Mi? Eh tapi Yuki masih kecil Mami... masih belum waktunya nikah," ucap Miyuki dengan mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Ya nanti nikahnya kalau princess nya Mami ini sudah cukup umur. Dan pastinya pangeran itu benar-benar pangeran karena Mami dan Papi tidak akan memberikan princess kesayangan kami ini pada sembarang orang. Bagaimana?" ucap Kiki.


"Emmm boleh juga sih Mi. Tapi Mi, mmmm.... itu... apa... mmm...," Miyuki ragu meneruskan ucapannya.


"Apaan sih Sayang? Ngomong yang jelas supaya Mami ngerti," ucap Kiki dengan tegas.


"Tadi yang menolong Yuki siapa Mi?" tanya Miyuki ragu.


"Tristan, dia yang menolong princess Mami ini dari dalam kolam renang, dan setelah itu dia memberikan nafas buatannya padamu," jawab Kiki tanpa berpikir.


"Apa? Berarti bibir Yuki udah tercemar dong? Huwaaaaa.... ciuman pertamaku... hiks... hiks... hiks..."


"Mami, apa aku akan hamil?" tanyanya pada Kiki dan disambut tawa oleh Kiki.


"Gawat! Harusnya yang menolong dan menciumku kan pangeran yang akan menikah dengan princess. Huwaaaaaa.... Mami......"

__ADS_1


__ADS_2