Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
140


__ADS_3

Linda mengabadikan semua barang mahal dan bermerk miliknya yang baru saja dibelinya menggunakan uang yang diberikan oleh Pak Gunawan. Hanya dengan melayaninya selama seminggu saja dia bisa membeli barang-barang mahal yang dia inginkan.


Foto-foto barang-barang mahal yang bermerk itu diunggah ke dalam media sosialnya. Dia ingin memberitahukan pada seluruh orang di dunia jika dia tidak sengsara seperti yang mereka bayangkan. Dia kini hidup nyaman dan banyak uang sehingga bisa membeli semua barang yang dia inginkan.


Semua barang-barangnya disimpan di apartemen milik Pak Gunawan karena jika disimpan di kos-kosan Riko, Linda takut semua barangnya akan rusak. Hanya beberapa saja yang dibawanya dan disimpan di kos-kosan tempat Riko dan dirinya tinggal selama ini.


Linda tersenyum puas melihat unggahannya yang menurutnya terlihat sangat memuaskan, membuatnya seperti seorang selebgram berduit yang bisa membeli apa saja.


"Apa ini? Apa mereka berdua memang bersama? Apa yang tidur di sebelah Raline itu anak mereka? Lalu bagaimana dengan Kak Aydin?" ucap Linda ketika melihat postingan Kiki dan Raditya yang muncul di berandanya hanya dalam jarak beberapa menit saja.


Dan kekepoan Linda pun mulai. Kini dia melihat media sosial milik Aydin, namun Aydin tidak pernah mengunggah apapun selain fotonya pada jaman kuliah dengan sahabat-sahabatnya, dan itupun sudah beberapa tahun yang lalu. Sudah sangat lama sekali Aydin tidak pernah mengunggah foto apapun.


"Apa mereka berdua pisah? Apa Kak Aydin sudah sadar bahwa Raditya dan Kiki tidak bisa dipisahkan? Berarti mereka sekarang pisah dong. Yes ada kesempatan buat aku. Eh tapi yang waktu itu, mereka pernah barengan kan? Ah itu kan udah lama, pasti sekarang mereka udah berpisah," Linda berkata dengan dirinya sendiri tanpa meraba-raba kejadian yang mungkin terjadi pada waktu itu dan dia tidak mengamati jika anak laki-laki yang tidur bersama Raline adalah anak yang sama dengan yang dilihatnya waktu itu, anak laki-laki yang bergandengan tangan dengan Raline.


......................


"Mereka lucu ya Sayang. Semoga mereka bisa akur sampai kapanpun dan jangan pernah mereka bertengkar hingga memutuskan tali persaudaraan mereka yang dibangun sejak mereka kecil," ucap Aydin ketika melihat foto Ken dan Raline yang tidur saling berpelukan seperti kakak beradik.


"Habis ini mereka akan bertiga sama ini," Kiki mengambil tangan Aydin dan mengusapkannya pada perutnya.


"Semoga mereka bisa akur terus ya Mi," ucap Aydin sambil mencium telapak tangan Kiki yang berada di atas perut Kiki.


Kiki pun mengangguk dan tersenyum bahagia sambil mengusap-usap perutnya yang diciumi oleh Aydin.


"Eh tunggu Mi, dari mana Mami tau kalau cuma ada satu bayi di sini? Kali aja ada dua atau tiga mungkin?" tanya Aydin pada Kiki.


"Ya belum tau sih Pi. Tapi kan kita gak ada turunan kembar," ucap Kiki sambil terkekeh.


"Kali aja Mi, kan waktu di Jepang kita melakukannya berkali-kali," ucap Aydin sambil tersenyum lebar dan menaik turunkan alisnya.


"Hahaha.. iya ya Pi, sampai gempor loh Mami, rasanya remuk semua," ucap Kiki diselingi tawanya dan disahuti tawa oleh Aydin.

__ADS_1


Tring!


Suara notifikasi dari ponsel Aydin membuat tawa Aydin dan Kiki terhenti.


"Gila! Edan!" ucap Aydin sambil tersenyum licik.


"Siapa Sayang?" tanya Kiki ingin tahu karena suaminya mengumpat ketika melihat layar ponselnya.


Aydin segera memperlihatkan notifikasi tersebut. Ternyata notifikasi dari inbox di media sosial milik Aydin.


"Kok bisa dia ngirim pesan seperti itu sih Sayang? Maksudnya apa ya?" tanya Kiki pada Aydin masih dengan melihat-lihat akun media sosial si pengirim pesan tadi.


"Masih belum kapok juga dia. Apa perlu kita beri dia pelajaran lagi?" tanya Aydin pada Kiki dengan senyum yang penuh dengan dendam.


"Jangan dulu, kita lihat saja dulu dia bagaimana nantinya," jawab Kiki sambil melihat-lihat postingan foto-foto si pemilik akun yang mengirimi Aydin pesan tadi.


"Wuiiiih udah kaya dia. Lihat ini Sayang, barang-barangnya mahal-mahal dan bermerk semua," Kiki memperlihatkan foto-foto yang ada di akun media sosial tersebut.


"Dih sok tau," ucap Kiki sambil mencubit hidung Aydin.


"Beneran. Kapan hari aku sama Kenan melihat dia bersama bapak-bapak keluar dari kamar hotel yang akan kita buat proyek bulan depan," jawab Aydin meyakinkan Kiki.


"Hah?! Terus Riko gimana? Apa mereka gak jadi nikah?" tanya Kiki penasaran.


"Gak tau Sayang, dan juga gak mau ngurusi. Buang-buang waktu aja," ucap Aydin yang memainkan lidahnya di permukaan perut Kiki membuat Kiki tertawa kegelian.


"Kasihan Raline ya Pi. Kalau bisa jangan sampai Raline tau kelakuan ibunya seperti itu. Sampai kapanpun kita harus merahasiakannya," Kiki meminta persetujuan Aydin.


Aydin pun mengangguk, kemudian dia mengambil ponselnya dari tangan Kiki.


"Di blokir aja ya Sayang akunnya dia," Aydin menekan tanda blokir pada akun media sosial Linda.

__ADS_1


"Jangan. Yaaa... udah diblokir," seru Kiki menghalau Aydin agar tidak memblokir akun media sosial Linda.


"Kenapa Sayang?" tanya Aydin kaget mendengar seruan Kiki yang melarangnya untuk memblokir aku. media sosial Linda.


"Ya pengen tau aja apalagi yang akan dia lakukan sama Papi," jawab Kiki dengan senyum lebarnya.


"Papi yang gak mau tau apa-apa tentang dia," ucap Aydin sambil menggesek-gesekkan hidung mancung Aydin pada hidung mancung Kiki.


"Cuma pengen ngerti aja Sayang, dia itu senekat apa sih sama Papinya Mami ini," Kiki membalas menciumi pipi Aydin berkali-kali bergantian antara pipi kiri dan kanan.


"Aku cuma mau hidup tentram dan bahagia bersama dengan istriku dan anak-anakku. Aku gak mau berurusan dengan orang-orang yang ingin mengganggu kebahagiaan keluargaku," ucap Aydin sambil memegang kedua pipi Kiki menggunakan kedua telapak tangannya.


"Ya udah, kita sekarang tidur yuk. Sini Papi peluk Mami," Aydin segera meraih tubuh Kiki dan membawanya dalam pelukannya.


Suasana malam yang sangat hening itu tidak membuat mereka takut karena sebenarnya Villa Aydin dijaga oleh beberapa satpam. Dan juga karena dalam keadaan berkemah serta Ken minta untuk tidur di dalam tendanya sendiri, maka Aydin menyuruh bodyguard nya untuk mengawasi tenda-tenda mereka dari jarak yang aman.


Kokok ayam membangunkan mereka semua dari tidurnya. Masih sangat dini hari, dan mereka sengaja bangun agar bisa menyaksikan matahari terbit dari tempat yang indah.


Raline dan Ken sangat antusias melihat matahari terbit karena mereka sangat jarang sekali melihatnya, bisa dibilang tidak pernah.


Raline dan Ken bersorak bahagia melihat matahari terbit tersebut seolah menyapa mereka untuk mengawali hari. Setelah mereka semua puas melihat matahari terbit, mereka berjalan untuk menikmati udara pagi yang bebas dari polusi dan pemandangan yang tidak pernah mereka lihat di kota.


Tiba-tiba saja ada sepasang wanita dan perempuan yang membalikkan badannya dan menabrak Raline dan Ken.


"Auuuch...," Raline merintih kesakitan karena jatuh dengan posisi duduk dan telapak tangannya menyentuh kerikil-kerikil yang tajam.


"Maaf, saya tidak sengaja," ucap wanita yang menabrak Raline tadi.


"Tante harus hati-hati dong. Kakak cantik jadi jatuh. Kasihan kan, pasti sakit," Ken memarahi wanita tersebut sehingga wanita itu mendongak ke atas untuk melihat anak kecil yang memarahinya.


"Kamu....," ucap Renita yang menggantung karena mulutnya segera dibekap oleh Kiki.

__ADS_1


"Sayang kamu gapapa kan?" Pak Gunawan mencoba menyadarkan Linda yang masih dalam posisi kaget sehingga dia bengong tanpa sadar.


__ADS_2