Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
182


__ADS_3

Ternyata tidak sesuai dengan perkiraan dari Tristan. Raditya yang tidak diketahui oleh Tristan siapanya Raline malah melarang Raline untuk balik ke villa dengan Tristan. Aydin hanya terkekeh mendengarnya, karena Aydin paham jika anak perempuan harus dijaga dengan hati-hati.


Akhirnya Raline benar-benar pulang bersama Aydin dan Raditya. Resti sengaja bersembunyi agar tidak bertemu dengan Raline. Entah mengapa dia jadi kesal dengan Raline yang mempunyai semua hal yang dia inginkan.


Setelah Raline, Aydin serta Raditya pergi dari cafe itu, segeralah Resti keluar dari tempat persembunyiannya untuk kembali ke mejanya karena dia yakin Ali pasti akan banyak bertanya jika dia terlalu lama berada di toilet.


"Lama bener Yang. Kamu beneran gak sakit kan?" benar sekali tebakan Resti, kini Ali bertanya pada Resti dengan khawatir.


Sebenarnya Resti senang bisa menjalin hubungan dengan Ali karena dia sangat perhatian dan mencintainya. Bahkan semua keinginannya selalu dipenuhi oleh Ali. Namun entah kenapa, Tristan sangat ingin dimilikinya. Baginya Ali tidak sebanding dengan Tristan. Dan seperti apa kata semua orang, Tristan itu seperti paket komplit, semua yang disukai cewek ada sama dia. Jadi wajar aja semua orang tergila-gila sama Tristan.


"Beneran kan kamu gak sakit?" Ali bertanya kembali pada Resti.


"Enggak kok, udah yuk kita pergi dari sini," ucap Resti sambil berdiri dari kursinya.


Namun sayangnya, Tristan dan Naufal terlebih dahulu berjalan melewati mereka, sehingga mereka memergoki Resti yang sedang bersama dengan Ali.


Tristan tersenyum meremehkan pada Resti. Dan tanpa berhenti dia berjalan menuju mobilnya.


"Eh Bro, apa laki-laki itu pacarnya Resti?" Naufal bertanya pada Tristan setelah mereka duduk di dala. mobil.


"Gak tau dan gak mau tau," jawab Tristan dengan entengnya.


"Bukannya gitu, kalau mereka pagi-pagi udah ada di sini, berarti mereka nginep dong?" Naufal mengatakan apa yang dipikirkannya.


"Au ah gelap. Kali aja berangkat pagi," jawab Tristan tanpa berpikir.

__ADS_1


"Bro, ini akhir pekan, jadi mau berangkat jam berapa supaya bisa sampai sini pagi? Mereka udah dari tadi loh," ucap Naufal mencoba memberitahukan apa yang ada dipikirannya.


"Iya kali. Udah ah terserah mereka, yang penting aku sama Raline sekarang lebih dekat," Tristan memberitahukan apa yang dirasakannya saat ini.


Naufal hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, namun mobil mereka disalip oleh motor yang sepertinya pasangan yang sedang berboncengan. Namun pada saat motor tersebut berbelok ke suatu villa yang biasanya disewakan, Naufal jadi tahu jika pikirannya memang benar.


"Tuh kan bener," ucap Naufal sambil terkekeh melihat perempuan yang dibonceng motor tadi turun dan menghadap ke arah jalan sehingga Naufal mengetahui jika cewek tersebut adalah Resti.


"Kenapa?" tanya Tristan yang berkonsentrasi mengemudi malah heran mendengar ucapan Naufal.


"Cewek tadi yang dibonceng cowok nyalip mobil kita tadi itu Resti dan cowok yang tadi di cafe. Mereka belok ke villa milik Pak Tejo. Villa itu kan disewakan, berarti....," Naufal menjelaskan pada Tristan dan menggantung ucapannya ketika akan mengatakan bahwa mereka menginap mulai dari semalam.


"Udah biarin aja. Asal dia gak ganggu kita aja," ucap Tristan yang masih anteng dengan kemudinya.


"Semoga aja dia gak ganggu bos Tristan lagi," ucap Naufal sambil terkekeh.


"Sepertinya dia suka sama kamu. Tadi aja ngeliatnya ke kamu beda sama ngeliatnya ke aku," Naufal memberitahukan pada Tristan penilaiannya tentang Resti.


"Kalau memang benar, berarti tugas kamu agar dia gak dekat-dekati aku lagi," Tristan memberitahu tugas Naufal.


"Siap Bos, laksanakan!" ucap Naufal dengan penuh percaya diri.


Sesampainya di villa, Tristan dan Naufal sengaja melewati villa Aydin yang ternyata benar-benar sepi.


"Sepertinya mereka benar-benar ke perkebunan Bro," ucap Tristan pada Naufal.

__ADS_1


"Apa kita perlu ke sana mencarinya?" tanya Naufal pada Tristan sambil terkekeh.


"Gila, perkebunan teh seluas ini milik mereka yang mana? Gimana kita bisa nyari?" ucap Tristan sambil berpikir.


"Kita jalanin aja mobilnya tanpa diparkir, kita cuma liat dari jalan aja," Naufal kembali memberi saran pada Tristan disertai kekehannya yang sebenarnya dia juga geli dengan idenya.


Namun tanpa di duga, Tristan malah menyalakan kembali mobilnya dan dia benar-benar mengikuti saran dari Naufal.


"Gila... beneran nih Bro?" Naufal tertawa karena Tristan benar-benar melakukan apa yang dia utarakan padanya.


Padahal Naufal hanya berniat bercanda saja memberi ide tersebut pada Tristan, namun nampaknya Tristan sudah tidak mempunyai ide yang lain sehingga ide Naufal lah yang dipakainya saat ini.


Di tempat lain, masih di villa yang di sewanya, Ali benar-benar memperlakukan Resti layaknya seorang ratu. Namun dengan angkuhnya Resti masih saja memperlakukan Ali sama seperti sebelumnya, padahal kesuciannya sudah dia berikan pada Ali semalam.


Ali masih belum pindah ke lain hati meskipun Resti sudah sering melukai perasaannya. Wajar saja Resti masih memilih yang terbaik dari semuanya, pernah dia berkata seperti itu pada Ali ketika Resti memutuskan hubungannya dengan Ali.


Ali tidak mempermasalahkannya karena Ali selalu memantau Resti dan dia tidak mempunyai teman di sekolah elitnya. Jadi sangat tidak mungkin jika dia memiliki pacar dari kaum elit di sekolah tersebut.


Dan benar saja dugaan dari Ali, memang Resti tidak mempunyai teman baik ataupun sahabat, semuanya hanya berteman biasa saja dengan Resti. Dan kemarin Resti malah ditolak oleh Tristan tanpa mengungkapkan perasaannya terlebih dahulu.


Ali memang anak orang kaya, tapi dia setia dengan hatinya. Dia tidak pernah mengkhianati Resti, dia tidak pernah berhubungan dengan perempuan lain meskipun mereka sudah putus waktu itu.


Karena sikap Ali yang seperti itulah membuat Resti semakin percaya diri dan sombong. Harusnya dia bersyukur Ali setia padanya dan sebenarnya Ali tidak berniat untuk mengambil kesucian Resti, namun Resti sendiri yang menyombongkan dirinya dengan mengatakan bahwa dia memiliki pacar yang lebih keren dan kaya daripada Ali, sehingga Ali pun emosi dan membuat taruhan dengan Resti.


Dan ternyata benar apa yang diprediksi oleh Ali, Resti kalah dan dia harus menyerahkan kesuciannya pada Ali serta menuruti semua kemauan Ali termasuk menikah dengannya.

__ADS_1


Tapi tidak hanya begitu saja Ali memperlakukan Resti, dia juga memberikan uang yang sangat banyak sesuai dengan permintaan Resti agar terbiasa nanti jikalau mereka sudah menikah. Sangat beruntung sekali bukan Resti? Sayangnya Resti menjadikan Ali sebagai cadangan saja apabila dia tidak mendapatkan laki-laki sempurna sesuai dengan kriterianya.


__ADS_2