Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
142


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa? Kamu gak sedang datang bulan kan?" tanya Pak Gunawan yang sangat tidak mau jika acara liburannya bersama dengan Linda kacau karena tamu halangan Linda.


Linda menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Takut banget sih aku halangan," ucap Linda dengan senyum agar Pak Gunawan tidak curiga padanya.


"Terus kenapa kamu diam aja sejak pulang dari melihat matahari terbit tadi?" tanya Pak Gunawan yang merasa sangat heran sejak tadi pada perubahan sikap Linda yang tiba-tiba menjadi diam.


Linda berpindah duduk dari kursinya, dan kini dia duduk di pangkuan Pak Gunawan.


"Gapapa, cuma sedih aja besok kita udah gak barengan lagi," ucap Linda.


Linda menutupi semuanya dengan sangat baik. Dia memang sudah terbiasa beralasan untuk menutupi semua tingkah lakunya semenjak berselingkuh dengan Riko ketika masih menjadi istri Raditya.


Pak Gunawan tersenyum senang mendengar alasan Linda yang bersedih karena tidak mau berpisah dengannya, dan Pak Gunawan sangat senang dengan sikap manja Linda padanya. Seperti sekarang ini, dia duduk dipangkuan Pak Gunawan dengan posisi yang sangat menguntungkan Pak Gunawan.


Langsung saja tangan Pak Gunawan bergerak lincah menyibak rok mini Linda dan melepas kain penutup miliknya yang berada di dalam rok Linda. Tangan itu mulai bergerilya tanpa berhenti hingga Linda mengeluarkan suara hang membuat Pak Gunawan semakin tertantang dan semangat untuk membuat Linda semakin menjadi-jadi.


Tanpa diminta pun Linda mulai membuka semua penutup kain di tubuhnya seolah seperti kesurupan. Dia juga membuka resleting celana Pak Gunawan dan memasukkan barang yang ada di dalam celana itu ke dalam mulutnya.


Pak Gunawan pun merasa puas dengan layanan Linda padanya. Selalu saja Linda tidak pernah mengecewakannya. Dia selalu tahu caranya membuat Pak Gunawan senang dan tidak pelit mengeluarkan uang untuknya.


Entah mengapa Pak Gunawan sangat menyukai layanan dari Linda, padahal dia juga memiliki istri di rumah yang selalu menunggunya dari pulang dari kerja.

__ADS_1


Linda dan Pak Gunawan bebas mengekspresikan gaya mereka di villa ini. Villa ini khusus disewa Pak Gunawan untuk menghabiskan weekend nya bersama dengan Linda selama istrinya sedang mengunjungi orang tuanya di kota lain. Selalu saja begitu, jika Pak Gunawan berniat menghabiskan waktunya bersama dengan Linda, pasti dia selalu menyuruh istrinya untuk menjenguk orang tuanya di kota lain dan memberinya uang saku yang berlebih.


Mereka berdua di dalam villa itu saling melayani, saling memberi kepuasan dan saling memuji. Memuji kehebatan mereka pada saat melakukan ini dan saling mengatakan kata cinta, sehingga mereka berdua lebih terpacu dan semangat sampai tujuan mereka tercapai.


Setelah mereka merasa puas, mereka kini berpindah dari ruang tamu ke dalam kamar mandi dengan Linda yang digendong oleh Pak Gunawan ala bridal style.


Tangan Linda mengalung di leher Pak Gunawan dan tak henti-hentinya mereka berciuman hingga mereka masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam bersama sembari memberikan pelayanan tambahan pada pasangan mereka.


Setelah ritual mandi yang tidak biasa itu, Pak Gunawan dan Linda merilekskan tubuh mereka di teras villa sambil menikmati pemandangan di sana.


Linda teringat kembali dengan kejadian tadi pagi ketika dia menabrak Raline. Dan di sana Linda juga mengingat-ingat siapa saja yang ada bersama Raline.


Raline tadi memanggil Kiki dengan sebutan Mami? terus anak laki-laki tadi juga memanggil Kiki dengan sebutan Mami dan Raditya dengan sebutan Ayah? Apa artinya ini semua? Lalu mengapa Kak Aydin tadi diam saja? Ada apa ini? Apa mereka berbagi istri? pertanyaan-pertanyaan itu hanya mampu ditanyakan oleh Linda di dalam hatinya saja.


"Sayang, apa kita akan di sini sampai besok? Aku bisa mengatur semuanya jika kamu mau," ucap Pak Gunawan sambil meraih tubuh Linda untuk lebih mendekat padanya dan menciumi pipinya.


Sebenarnya Linda mau saja diajak menginap di tempat itu lebih lama lagi karena jujur saja dia lebih suka tidak bekerja dan menikmati hidupnya daripada menghabiskan waktu untuk bekerja dan hanya mendapatkan kelelahan serta uang yang hanya sedikit menurutnya.


Uang yang diberikan oleh Pak Gunawan memang sangat banyak, sehingga Linda tidak bisa jika menolak semua keinginan Pak Gunawan meskipun sangat mendadak. Linda dengan sigap membuat alasan Pada Riko untuk bisa bersama dengan Pak Gunawan, kapanpun itu. Dan tentu saja Riko mengijinkan karena dia juga menikmati uang dari Pak Gunawan dan dia bisa menghindari kemauan Linda untuk memintanya menikahinya.


Memang setelah Linda menikmati hubungannya dengan Pak Gunawan, dia sudah tidak meminta Riko untuk menikahinya lagi..Mungkin karena Linda juga takut tidak akan bisa bepergian dengan Pak Gunawan jika dia menikah dengan Riko. Dan akhirnya, sampai sekarang ini hubungan Riko dan Linda hanya sebatas itu, teman ranjang, teman rumah dan teman hidup, tidak lebih dari itu.


Riko juga tidak pernah memberi Linda uang nafkah karena Linda bukan istrinya, dan Linda juga tidak pernah memintanya karena dia mendapatkan banyak uang dari Pak Gunawan. Dan Riko pun menyukai hubungannya dengan Linda yang hanya sebatas ini saja.

__ADS_1


"Semuanya akan baik-baik saja jika aku yang mengurusnya," jawab Pak Gunawan sambil mencium telapak tangan Linda.


Linda diam memandang Pak Gunawan yang memperlakukannya dengan sangat manis padahal dia bukan istrinya sendiri.


"Kenapa Sayang?" tanya Pak Gunawan heran melihat Linda yang diam saja memandangnya.


"Sayang, apa kamu juga bersikap seperti ini dengan istrimu?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari bibir Linda.


Sontak saja Pak Gunawan melepaskan tangan Linda, ekspresinya berubah yang tadinya tersenyum, kini menjadi datar dan mengalihkan pandangannya dari wajah Linda kini memandang lurus ke depan.


"Kenapa kamu bertanya tentang itu?" ucap Pak Gunawan dengan kesal.


"Karena aku ingin menjadi seorang istri yang diperlakukan seperti ini," jawab Linda.


Linda tahu jika sekarang Pak Gunawan tidak menyukai pertanyaannya. Oleh sebab itu dia mulai mengembalikan mood Pak Gunawan seperti semula.


"Aku mau. Aku mau di sini sampai kapanpun Sayang," ucap Linda sambil berpindah duduk ke pangkuan Pak Gunawan.


Pak Gunawan diam saja karena dia ingin tahu bagaimana caranya Linda membujuknya. Matanya terbelalak ketika mendapatkan bibir Linda sudah mendarat di bibirnya serta memainkan lidahnya dan bermain-main di dalam sana. Linda memimpin ciuman itu sehingga Pak Gunawan senang dan dia pun ikut larut dalam permainan Linda.


Pak Gunawan tidak diam saja, dia juga menyambut ciuman Linda dengan melakukan apa yang Linda lakukan. Hingga mereka lupa jika mereka berada di teras Villa yang bisa dilihat oleh orang yang lewat.


Sofyan, Dion, Aldo dan juga Riri ditugaskan untuk membeli bahan makanan untuk mereka melakukan kegiatan barbeque malam nanti. Karena rencananya mereka akan pulang besok pagi-pagi sekali, sehingga mereka ingin malam nanti melakukan kegiatan malam sepuasnya di villa itu.

__ADS_1


Mereka naik motor berboncengan. Sofyan berboncengan dengan Dion sedangkan Aldo berboncengan dengan Riri. Mereka berkendara dengan menggunakan GPS untuk penunjuk jalan. Dan alangkah kagetnya mereka ketika melihat dua orang sedang berciuman sangat panas dengan durasi yang sangat lama di depan teras.


"Bukannya itu orang tadi?"


__ADS_2