Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
5


__ADS_3

"Kenalin,nama aku Riri.Senang berkenalan dengan kalian semua",ucap Riri sambil mengajukan tangannya untuk mengajak Kiki berjabat tangan.


"Aku Kiki.Semoga kita bisa jadi teman dekat ya",jawab Kiki sambil menjabat telapak tangan Riri.


"Aku Aldo,ini Raditya",sahut Aldo karena sedari tadi Riri seakan takut untuk mengajak berjabat tangan Aldo dan Raditya.


Baru saja Aldo akan mengarahkan tangannya mengajak Riri berjabat tangan,namun suara Bu Rani menginstruksi semuanya untuk memperhatikan ke depan karena Bu Rani akan memberitahukan sesuatu.


"Nah,tempat duduk sudah,sekarang kita memilih pengurus kelasnya.Menurut kalian siapa yamg pantas menjadi ketua kelas?" tanya Bu Rani kepada mereka semua.


"Raditya",seru Aldo.


Sontak saja Raditya menoleh ke belakang,ke arah Aldo berada,sambil mengarahkan kedua jarinya ke matanya kemudian ke mata Aldo,sebagai tanda bahwa dia mengawasi Aldo.


Aldo hanya memeletkan lidahnya sambil nyengir.


"Bagaimana anak-anak,kalian setuju Raditya sebagai ketua kelas atau mungkin ada calon lainnya jadi bisa kita adakan voting saja?" tanya Bu Rani kemudian.


"Aldo bu.....",seru Raditya tiba-tiba.


"Oke ada dua calon,kalau begitu kita adakan voting saja", ajak Bu Rani kepada murid-muridnya.


Aldo melotot ke arah Raditya sambil meraih bajunya untuk menoyor kepalanya.


Raditya hanya tertawa puas karena berhasil menghindari tangan Aldo yang hendak mendarat di kepalanya.


"Mungkin ada yang mencalonkan menjadi ketua kelas lagi selain dua orang tadi?" tanya Bu Rani kemudian kepada murid-muridnya.


Namun semuanya hanya saling menengok melihat sesama temannya.


"Baiklah kalau begitu kita mulai voting saja.Sama seperti tadi,kalian hanya menuliskan satu nama kandidat calon ketua kelas di secarik kertas,kemudian kumpulkan ke dalam box ini!" perintah Bu Rani sambil menunjuk box yang ada di atas meja guru.


Setelah diadakan voting,hasil di papan tulis menunjukkan bahwa Raditya lah yang mendapat suara terbanyak.


"Wah,Raditya banyak pendukungnya ya ternyata.Baiklah yang menjadi ketua kelas Raditya dan Aldo menjadi wakil ketua kelas.Setelah itu kalian berdua tentukan siapa yang jadi bendahara,sekretaris dan pengurus kelas lainnya.Jika sudah selesai,kumpulkan ke saya.Dan jadwal pelajaran sudah ada di papan pengumuman.Sekretaris untuk perwakilan kelas mencatat jadwal pelajaran yang ada di papan pengumuman",ucap Bu Rani sebelum meninggalkan kelas.


"Baik bu.....",seru sebagian murid yang ada di kelas tersebut.


Setelah kepergian Bu Rani,Raditya pun berdiri dari duduknya dan berkata,


"Teman-teman ada yang mau jadi sekretaris dan sebagainya gak? Sini daftar biar aku tulis namanya"


"Semprul lu,disuruh milih malah nawarin",ucap Aldo sambil tertawa.


"Hei,mana ada milih pengurus kelas malah nyuruh mengajukan diri?" tanya Kiki.


"Dari pada ribet kan mending secara suka rela.Udahlah kamu aja yang jadi sekretaris.Dan kamu Ri yang jadi bendahara",ucap Raditya sambil menunjuk Kiki dan Riri ketika menyebutkan nama mereka.


"Kok kita sih?Udah sono keliling kelas nyari kandidat",seru Kiki.


"Udah pokoknya fix aku milih kalian sebagai sekretaris dan bendahara.No debat.Untuk milih pengurus kelas lainnya biar Aldo yang menyelesaikan.Laksanakan wahai wakil ketua kelas",ucap Raditya sambil tertawa dan mengarahkan telapak tangannya yang terbuka ke atas kepada Aldo sebagai tanda mempersilahkan.


"Sial,jadi aku kan yang kena getahnya.Nasib...nasib....",ucap Aldo sambil membawa alat tulis beranjak dari tempat duduknya untuk berkeliling kelas mencari kandidat pengurus kelas lainnya.


"Udah Ki,kamu mencatat jadwal pelajaran di papan pengumuman aja",perintah Raditya kepada Kiki.


"Sekarang?" tanya Kiki kepada Raditya.


"Entar pulang sekolah aja gimana sekalian kita ngedate?" jawab Raditya menanggapi pertanyaan Kiki sambil menaik turunkan alisnya.


"Isssh...nanya beneran juga",jawab Kiki sambil memanyunkan bibirnya.


Melihat Kiki yang merajuk sambil memanyunkan bibirnya,Raditya serasa ounya mainan baru,dia tertawa lebar sambil menjapit bibir Kiki dengan jarinya.


Sontak saja Kiki memukul-mukul tangan Raditya berharap Raditya melepaskan tangannya dari bibirnya.


Namun,tangan Raditya tak kunjung lepas dari bibirnya,sehingga kejadian itu berlangsung selama beberapa menit sampai Aldo sudah berada di tempat duduknya kembali.


"Pacaran mulu,lama-lama kawinin nih",ucap Aldo yang sudah duduk di kursinya.


Riri yang melihat interaksi Kiki dan Raditya sedari tadi hanya senyum-senyum tanpa ada niatan melerai mereka.Menurutnya mereka berdua seperti sepasang kekasih,sangat serasi.


Setelah itu Kiki berhasil melepaskan bibirnya dari japitan jari tangan Raditya.


"Dih,mana ada pacaran.Yang namanya pacaran tuh romantis-romantisan,nah kita malah pukul-pukulan.Lagian nih ya heran banget aku tuh,kenapa hari ini bibir **** aku dijapit mulu sih sama mereka.Padahal semalem mimpi indah deh,kenapa jadi dianiaya begini?" cerocos Kiki dengan muka ngambeknya.


Sontak mereka bertiga tertawa mendengar ocehan Kiki.


"Mereka? Siapa? Kan dari tadi cuma aku yang menganiaya bibir kamu?" tanya Raditya disela tawanya.


"Ada,tadi pas nganter aku di mobil ngelakuin sama persis seperti apa yang kamu lakukan barusan.Hobi banget dia begituin aku kalau aku lagi ngambek",jawab Kiki sambil mengeluarkan buku dan alat tulisnya dari tas.


"Pacar kamu?" tanya Raditya.


"Yaaa dia cemburu",sela Aldo sambil tertawa dan menunjuk ke arah Raditya.


"Kan nanya,apa salahnya",jawab Raditya dengan santainya.


"Bukan,kakakku",ucap Kiki menengahi.


"Yaa dia jomblo",ledek Raditya kepada Kiki.


"Single,bukan jomblo",jawab Kiki sambil melotot kearah Raditya.


"Udah deh tunda dulu mesra-mesraannya.Nih daftar pengurus kelas.Setorin gih ke Bu Rani di kantor.Takutnya udah ditungguin dari tadi",perintah Aldo sambil menyerahkan selembar kertas ke arah Raditya.


"Oke,thanks bro,Kerja lu bagus.Gak salah gue milih lu jadi wakil gue",ucap Raditya disertai tawanya.


Aldo hanya mengacungkan jempol kanannya ke arah Raditya.


"Ya udah aku nulis jadwal pelajaran dulu ya",ucap Kiki sambil berdiri akan meninggalkan tempat duduknya.


"Yuk neng abang antar",ucap Raditya.


"Iiih ogah.Udah gede ini gak bakalan nyasar",jawab Kiki.


"Yeee...orang aku mau sekalian nyerahin ini ke Bu Rani.Lagian kan searah.Barengan aja yuk biar kelihatan akur",ucap Raditya sambil tertawa.


"Udahlah sana kalian berdua sekalian mampir KUA",seru Aldo.

__ADS_1


"Gak bisa bro,belum punya ijazah",kata Raditya menanggapi omongan Aldo.


"Lah ada apa dengan ijazah?" tanya Aldo heran.


"Kan syarat nikah harus pakai ijazah SMA.Hahahaha.....",jawab Raditya sambil merangkul bahu Kiki mengajaknya keluar kelas,namun tangannya dihempas oleh Kiki.


Aldo yang melihat interaksi mereka hanya menggeleng-geleng kan kepalanya sambil tersenyum.


Raditya dan Kiki berjalan beriringan di koridor kelas menuju ke kantor ruang guru.


Kebetulan papan pengumuman berada disebelah kantor guru.


Setelah itu Raditya masuk ke ruang guru untuk menyerahkan daftar pengurus kelas kepada Bu Rani.


Sedangkan Kiki menulis jadwal pelajaran yang ada di papan pengumuman.


"Perlu ditungguin neng?" tanya Raditya yang baru saja berada di sebelah Kiki.


"Gak usah,balik aja ke kelas duluan.Ini juga mau selesai",jawab Kiki.


Raditya melihat catatan Kiki dan berkata,


"Nah tuh selesai,yuk ah barengan ke kelas",ajak Raditya kepada Kiki.


Kiki hanya nyengir menampilkan deretan gigi putihnya menghadap ke arah Raditya.


"Yuk ah,let's go.....",seru Kiki.


Raditya hanya tersenyum melihat kelakuan Kiki.


Entah bagaimana mereka bisa seakrab ini.


Padahal Raditya tidak pernah seakrab dan sedekat ini dengan cewek lain,kecuali satu orang yang telah mengisi hatinya.


Kiki juga demikian,dia tidak pernah sedekat ini dengan cowok.


Banyak teman cowok yang mendekati,tapi Kiki hanya merespon hanya sebatas teman saja.Ditambah lagi sang kakak yang overprotective kepada Kiki.Dan hasilnya,sampai sekarang Kiki tidak pernah pacaran.selain karena sifat overprotective kakaknya,dia juga belum merasakan suka dan sayang pada lawan jenisnya.Hatinya belum terisi oleh nama cowok.


Setelah sampai di kelas,segera Kiki menuliskan jadwal pelajaran di papan tulis.


Bel istirahat berbunyi.Semua murid berhamburan keluar kelas.


Kiki dan Riri kini berada di kantin.


Setelah mereka memesan bakso dan minuman,mereka duduk dan meletakkan makanan dan minuman mereka di meja.


Untung saja masih ada meja dan bangku yang masih kosong di kantin tersebut,meskipun meja itu berada di pojok belakang.


Tapi tak masalah buat mereka,yang penting mereka bisa duduk sambil menikmati makanan mereka.


Baru saja mereka duduk,Raditya dan Aldo datang menghampiri mereka.


"Ki Ri",sapa Raditya kepada Kiki dan Riri.


"Ri Ki",sapa Aldo kepada Riri dan Kiki.


Aldo mendudukkan dirinya di kursi sebelah Riri.


Karena Raditya sudah mendudukkan dirinya di kursi sebelah Kiki.


Kini posisi mereka,Kiki berhadapan dengan Riri,dan Aldo berhadapan dengan Raditya.


Mereka seperti dua pasang kekasih yang sedang makan bersama.


"Yaaa ketemunya mereka lagi.Sengaja ya ngikutin kita?" tanya Kiki kepada Aldo dan Raditya sambil memakan baksonya.


"Gak ada meja kosong lagi neng.Liat aja tuh udah penuh semua mejanya",jawab Raditya sambil menunjuk seluruh kantin dengan dagunya.


"Oooh kirain....",ucap Kiki kemudian sambil memakan kembali baksonya.


Sedangkan Aldo yang melihat Riri diam saja dan asik memakan baksonya,seketika dia punya ide jahil.


Siapa suruh dia hanya menjadi penonton saja setiap melihat teman-temannya ini berinteraksi.


Aldo mengambil es teh Riri yang berada di sebelah mangkok baksonya.


Riri kaget,tapi dia tidak berani protes.


Bibir Riri hanya membuka dan menutup kembali seolah mau ngomong tapi tidak jadi.


Melihat reaksi Riri Aldo pun berkata,


"Kenapa,gak boleh es teh nya buat aku?" tanya Aldo sambil meminum es teh tersebut.


Mendengar perkataan Aldo sontak saja Kiki dan Raditya menoleh ke arah Aldo dan Riri.


"Bo...boleh,tapi.....",jawab Riri dengan nada takut.


"Tapi apa?kenapa sih kamu takut gitu?aku gak gigit kali.....",ucap Aldo sambil meminum kembali es teh Rini.


Kiki dan Raditya hanya memperhatikan mereka berdua yang ada di depannya.


Maklum,jarang sekali kejadian seperti itu.Biasanya juga Riri hanya menjadi pendengar dan penonton setia saja ketika Aldo,Raditya dan Kiki bercanda.


"I..itu udah aku minum tadi",jawab Riri sambil menunduk ke bawah,takut melihat reaksi Aldo.


"Hahahaha....ciuman secara gak langsung kalian",seru Raditya dengan tertawa puas.


Kiki pun juga ikut tertawa menanggapi ucapan Raditya.


Karena kepalang sudah malu,reaksi Aldo biasa saja.Malah meminum kembali es teh tersebut.


Dari pada reaksi yang berlebihan yang ada malah mengundang tawa kebahagiaan sahabatnya itu,dan sudah bisa dipastikan dia akan bertambah malu.


"Gapapa,vitamin",jawab Aldo dengan tenang.


"Cieeee....vitamin apaan?" tanya Kiki kini ikut-ikutan menggoda Aldo.


"Vitamin C .... ***** .... hahaha .... ",ucap Raditya dengan tertawa lebarnya.

__ADS_1


"Sialan lu .... ",seru Aldo sambil melemparkan tisu bekas ke arah Raditya.


Kiki yang mendengar ucapan Raditya pun melongo,kemudian ikut tertawa,padahal pada saat itu posisi sendoknya sudah berada di depan mulutnya untuk mengantarkan bakso bulat itu ke dalam mulutnya.


Naasnya,karena dia melongo dan tertawa itu akhirnya bakso yang ada di sendok itupun berpindah ke mulut Raditya.


Bakso yang ada di sendok Kiki yang ada di depan mulut Kiki tadi disambar oleh mulutnya Raditya.


Kiki pun melotot kaget dengan kejadian itu.


Berbeda dengan mereka yang sedang tertawa,Riri hanya menunduk malu karena ucapan Aldo dan Raditya tadi.


"Cieeee ..... yang udah main suap-suapan",ledek Aldo kepada Raditya dan Kiki.


"Issssh .... bakso ku.....",ucap Kiki dengan ekspresi sedihnya.


Raditya hanya senyum dengan wajah tanpa dosanya.


"Iiiih .... kenapa gak beli sendiri aja sih?" tanya Kiki sambil meminum es teh nya dan memasang wajah sebal kepada Raditya.


"Males,beda loh rasanya kalau disuapin",goda Raditya kepada Kiki.


Aldo hanya tertawa menanggapi ulah sahabatnya itu.


"Iiiih .... pokoknya gak mau tau,gantiin baksoku",rengek Kiki.


Sepertinya Kiki lupa pada siapa dia merengek,karena dia tidak merengek,merajuk atau manja kepada teman apa lagi teman cowok,biasanya hanya pada Kevin sang kakak aja dia melakukannya.


"Ya udah Al,kamu pesen makan sama minum sekalian buat Kiki sama Riri.Aku yang bayarin",perintah Raditya kepada Aldo sambil mengeluarkan uang lima puluh ribuan dan diberikan ke Aldo.


"Aku gak usah Al,udah kenyang",ucap Riri sambil menatap ke arah Aldo.


"Minum aja kalau gitu buat gantiin minuman kamu tadi yang aku minum",balas Aldo.


Setelah itu dia berjalan ke arah penjual bakso setelah mendapatkan anggukan dari Riri dan menerima uang dari Raditya.


"Itu masih ada satu biji lagi baksonya,suapin abang dong neng",perintah Raditya kepada Kiki sambil menghadap ke arah Kiki dan menampilkan wajah imutnya.


"Sehat?" tanya Kiki sambil mengernyitkan dahinya menatap Raditya dan menempelkan telapak tangannya pada dahi Raditya.


Aldo yang baru saja datang dan melihat kejadian itu sontak meledek mereka,


"Cieeee .... makin mesra aja nih",ledek Aldo sambil meletakkan bakso yang dia bawa di depan Raditya dan Kiki.


Sedangkan bakso dan minumnya dibawakan oleh penjualnya.


"Nih bakso kalian.Suap-sauapan gih biar tambah hareudang",goda Aldo sambil tertawa.


"Jangan lah,entar kamu pengen",jawab Raditya sambil melepaskan tangan Kiki yang masih betah bertengger di dahi Raditya.


Entah kenapa jantung Kiki berdetak cepat seperti loncat-loncatan.Dia berfikir,


"Kenapa seperti ini,apa tiba-tiba aku terkena serangan jantung?" ucap Kiki dalam hati.


Sibuk dengan pemikirannya,Kiki tidak sadar jika tangannya dituntun oleh tangan Raditya untuk menyendok bakso yang sisa satu milik Kiki tadi mengarah ke mulut Raditya.


Setelah posisi sendok berada di mulut Raditya,dan Raditya sudah mengunyah bakso hasil suapan tadi,barulah Kiki tersadar dengan apa yang dilakukannya.


Sontak dia terperanjat kaget.Dan sang pelaku,Raditya hanya senyum sambil mengunyah bakso yang ada di dalam mulutnya.


"Aisss .... dari tadi live nontonin orang pacaran aja jadi pengen punya pacar nih",ucap Aldo sambil memakan baksonya.


"Sok atuh pacaran",jawab Raditya.


"Pacaran saama siapa?Kamu?",tanya Aldo sambil tertawa.


"Enak aja,noh sama Riri",ucap Raditya sambil menunjuk ke arah Riri menggunakan dagunya.


Riri yang disebutkan namanya hanya merasa malu dan dia mengaduk-aduk baksonya.


Berbeda dengan Kiki yang masih mematung,memikirkan apa yang barusan terjadi sambil mengaduk-aduk baksonya.


"Ri,mau jadi pacarnya abang?",goda Aldo kepada Riri.


Riri kaget dengan pertanyaan Aldo.


Wajahnya menunduk ke bawah karena malu.


"Yaaa ... diem aja,setuju tuh Al",ucap Raditya sambil tertawa,setelah itu dia menatap ke arah Kiki,heran kenapa dia tidak bersuara ketika mereka menjahili Riri.


Ternyata Kiki sedang sibuk melamun.


"Mau abang suapin gak?", tanya Raditya menggoda Kiki.


Seketika wajah Kiki tersadar ketika wajah Raditya menengadahkan wajahnya di depan wajah Kiki.


Kiki yang kaget langsung memakan baksonya dengan cepat.


Lama-lama disini tidak baik untuk kesehatan jantungnya,pikirnya.


"Ayo buruan dimakan,sebentar lagi bel masuk berbunyi",ucap Kiki sambil memakan baksonya.


"Busyet,kecil-kecil makanmu banyak ya Ki?", ucap Aldo disela makannya.


"Lagi masa pertumbuhan",jawab Kiki sekenanya sambil meminum es tehnya.


Mendengar jawaban Kiki,reflek Aldo tersedak.Mambuat Raditya tertawa.


Setelah itu Raditya dan Aldo melihat Kiki kembali yang sedang lahap memakan baksonya,mereka berdua hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara itu Riri hanya tersenyum menanggapi perkataan Kiki tadi.


Bel masuk berbunyi.Mereka meninggalkan kantin dan masuk ke dalam kelas karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai.


Pelajaran berlangsung sesuai dengan jadwal yang ada.Tidak terasa kini bel pulang pun berbunyi.


Sorak sorai dari semuanya ketika guru berpamitan dan keluar dari kelas.


Disini......

__ADS_1


__ADS_2