Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
169


__ADS_3

Kiki tidak ingin jika Raditya termakan oleh emosinya hingga berakhir memberi pelajaran pada Linda. Kiki tidak ingin jika nama Raditya dan nama Kiki tercemar, tentu saja nantinya akan membawa nama Aydin juga jika mereka menjadi gunjingan orang.


Dan satu lagi, jika mereka meladeni Linda dan berakhir percekcokan, Kiki takut akan menjadi buah bibir khalayak ramai dan akhirnya Aydin akan tahu tujuan mereka datang ke butik saat ini. Jika hal itu terjadi, tujuan utama Kiki untuk membuat surprise party untuk Aydin bisa dipastikan akan gagal total.


"Di, udah biarin aja. Yuk pulang," Kiki menarik tangan Raditya menjauhi Linda.


Namun baru beberapa mereka melangkah, Linda kembali mencari gara-gara pada Raditya dan Kiki melalui mulutnya. Kata-kata yang sangat menyakiti hati mereka keluar dari mulut Linda.


"Kasihan ya Kak Aydin yang sangat baik malah dikhianati oleh istrinya yang gak tau diri," Linda menyindir Kiki dengan angkuhnya.


Kiki yang mendengar hal itu langsung dengan telinganya sendiri tidak bisa menahan kemarahannya. Kiki memutar tubuhnya kembali menghadap Linda. Dengan gerakan cepat Kiki mendekati Linda.


Plak!


Tangan Kiki tidak bisa ditahan lagi. Tangan itu mewakili kemarahan dan emosi Kiki saat ini. Dia tidak mau orang yang disayanginya dihina oleh orang lain, terlebih orang yang sangat hina seperti Linda.


"Tutup mulut kotormu itu! Jangan sekali-kali kamu menghina orang-orang yang aku sayangi dengan mulut kotormu itu!" ucap Kiki dengan sangat emosi.


"Lihatlah dirimu sebelum kamu membicarakan orang lain! Bukannya apa yang kamu bicarakan tadi semuanya mengarah pada dirimu sendiri?" Raditya tidak kalah emosi dengan Kiki, bahkan dia menyindir Linda dan menertawakannya.


"Sayangnya kamu bukan Kak Aydin. Jika yang menjadi suamiku Kak Aydin, aku tidak akan meninggalkannya dengan orang lain," ucap Linda dengan angkuh dan tidak tahu diri.


"Hei bangunlah! Jangan bermimpi! Bang Aydin gak akan mau dengan wanita rendahan dan tidak tau diri seperti dirimu ini," Raditya kembali merendahkan Linda.


"Kamu yang buta. Wanita seperti ini saja gak bisa kamu lupakan. Sekarang lihatlah aku yang diperebutkan banyak lelaki," Linda kembali berkata angkuh di hadapan Raditya dan Kiki.


"Laki-laki yang hanya ingin dilayani olehmu maksudnya?" jawab Raditya dengan senyuman yang meremehkannya.

__ADS_1


Linda tidak bisa berkata-kata karena semuanya memang benar adanya. Dia hanya memandang kesal Raditya dengan menatapnya penuh permusuhan.


"Apa? Mau marah? Memang benar kan adanya? Fakta tidak bisa dipungkiri. Bahkan pria tua pun kamu layani jika dia berduit," Raditya kembali merendahkan Linda.


Kiki tidak mau memperpanjang perdebatan ini. Dia segera ke kasir dan menyuruh mereka untuk membungkus dan membayar semua baju pesanan mereka.


"Ayo Di," Kiki menarik tangan Raditya yang masih menatap tajam Linda.


Setelah beberapa langkah, Raditya menghadap depan dan dia yang menarik tangan Kiki agar cepat keluar dari butik tersebut. Seperti biasanya, barang-barang mereka sudah dibawakan oleh pelayan butik ke dalam mobil mereka. Sehingga merek tidak perlu bertemu kembali dengan Linda yang sangat membuat mereka emosi di siang hari yang terik ini.


"Pas banget ya Di cuacanya panas, jadi tambah panas kita sekarang," ucap Kiki yang ditertawakan oleh Raditya.


"Harusnya kita berendam di dalam air es Ki, biar hati dan tubuh kita adem," Raditya terkekeh ketika mengatakan itu.


Kiki memandang Raditya dengan kesal, namun beberapa detik kemudian Kiki tersenyum.


"Apaan sih, gak penting banget. Jadi nyesel dulu nerima perjodohan itu. Seandainya aku gak nerima perjodohan itu mungkin kita....," Raditya tidak meneruskan ucapannya karena dia sadar ucapannya mengarah pada hal lain.


"Cieee gak bisa move on. Cieee....," Kiki mencoba meledek kembali agar Raditya tidak meneruskan ucapannya.


"Cieee yang cemburu. Cieee....," Raditya balik meledek Kiki dan itu membuat Kiki menjadi sebal karena mengingatkan akan masa SMA nya yang merasakan sakit hati karena Raditya.


"Udah cepetan anterin aku ke kantornya Bang Ay, dan antar semua ini ke rumah. Bilang pada Bik Darmi suruh naruh di ruang belajarku dan suruh Bik Darmi untuk menguncinya," perintah Kiki pada Raditya.


"Siap Bu bos," jawab Raditya dengan sangat sopan.


Kiki tersenyum mendengar jawaban dari Raditya. Dia merasa terhibur hanya dengan perlakuan sederhana Raditya pada Kiki.

__ADS_1


Kini mereka sudah sampai di gedung yang tinggi menjulang dan sangat besar tentunya. Kiki turun dari mobil Raditya dan masuk ke dalam gedung tersebut tanpa melalui customer service terlebih dahulu karema mereka semua sudah tahu jika wanita yang sedang berjalan masuk ini merupakan istri tercinta dari bos mereka.


Semua kepala menunduk menghormat pada Kiki ketika berpapasan dengan Kiki seperti mereka menghormati bos mereka, Aydin.


Langsing saja Kiki menuju ruangan Aydin. Tanpa disadari oleh Kenan, Kiki sudah berada di sampingnya dan menahan tawanya ketika dia mendengar omelan Kenan sambil memegang ponselnya menggerutui Kiki.


Seolah sedang curhat, Kenan bertanya pada ponselnya dan dijawab sendiri olehnya yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Aydin.


Kiki meniup telinga Kenan untuk menyadarkannya bahwa Kiki kini berada di sebelahnya. Kenan terperanjat kaget ketika mendapati Kiki sudah berada di sampingnya. Dan dengan secepat kilat Kenan berlari melarikan dirinya, dia takut jika kena omelan dari Kiki.


Kiki terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Setelah itu dia masuk ke dalam ruangan Aydin untuk memberikan kejutan pada Aydin atas kedatangannya.


"Tara....," Kiki berteriak di hadapan Aydin.


Benar saja Aydin terperanjat kaget mendapati Kiki sudah berada di depannya.


"Sayang, kamu di sini? Maaf ya aku banyak sekali kerjaan, padahal aku tadi akan pergi menemuimu siang tadi. Tapi Kenan sialan itu datang kemari membawa semua ini dan harus aku selesaikan hari ini juga," ucap Aydin penuh dengan penyesalan.


Kiki melihat kesungguhan pada wajah Aydin. Dia jadi merasa bersalah karena menyuruh Kenan untuk menahan Aydin di kantor dengan cara apapun. Kiki meminta maaf pada Aydin dalam hatinya, namun untuk kenyataannya Kiki meminta maaf pada Aydin melalui cara lain.


Kiki tersenyum dan mendekat pada Aydin. Kemudian dia duduk dipangkuan Aydin seperti biasanya. Tangannya berada di leher Aydin dan matanya menatap intens mata Aydin.


"Sudah lama ya Sayang kita melewatkan hal seperti ini," ucap Kiki yang masih menatap mata Aydin sangat dalam.


"Iya, dan rasanya kita harus kembali membuat jadwal honeymoon hanya berdua saja. Biarkan Dave dan Laura dengan nenek kakek dan oma opa mereka," jawab Aydin yang juga ikut menatap mata Kiki.


Lama kelamaan mereka tidak bisa menahan perasaan mereka. Mereka larut dengan perasaan dan keadaan mereka saat ini. Wajah mereka berdua perlahan-lahan mendekat, dan.....

__ADS_1


"Bro ini yang harus di.... ehem... sorry, sedikit sengaja ganggu kalian," ucap Kenan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Aydin bersamaan dengan bibir Aydin dan Kiki yang sedang saling bertautan.


__ADS_2