Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
244


__ADS_3

Brak!


Kenshin menutup pintu kamarnya dengan sangat keras. Dia meluapkan kekesalannya pada pintu kamarnya.


Papi tidak menyetujui hubungan kalian


Kalimat yang diucapkan Aydin terngiang-ngiang di indera pendengarannya.


Dilemparkannya bantal yang kini dia gunakan ke sembarang arah.


"Aaaaaaaaaaaggghhhh...."


Kenshin berteriak meluapkan kekesalannya dan sesak yang ada dalam dadanya.


"Ken, ada apa?"


Kiki tiba-tiba masuk ke dalam kamar Kenshin dan bertanya padanya.


Kenshin hanya menatap penuh kemarahan pada Maminya. Sekarang ini Kenshin sedang dikuasai oleh amarah dan kekesalannya akibat tidak mendapatkan restu dari Papinya.


"Kenapa Mi? Kenapa? Kenapa Papi tidak merestui hubungan kami?"


Kenshin berteriak bertanya pada Maminya.


"Ken, tenanglah dulu. Kamu harus tenang dan pikirkan bagaimana caranya mengambil hati Papimu. Kamu harus buktikan pada Papimu bahwa kalian bisa bertanggung jawab dengan perasaan kalian."


Kiki mencoba menenangkan Kenshin. Dia tahu sejak keluar dari ruangan kerja Aydin, wajah Kenshin sangat marah.


Kiki mengerti bagaimana sikap dan sifat anak-anaknya. Karena itulah Kiki menyusul Kenshin ke kamarnya, dan benarlah dugaan Kiki, Kenshin meluapkan amarahnya seorang diri di dalam kamarnya.


"Tapi Mi, harusnya Papi gak ngomong seperti itu. Harusnya Papi......"


Kenshin tidak bisa meneruskan kata-katanya, suaranya tercekat tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Namun suara tangis kini yang keluar darinya. Badan Kenshin luruh, dia terduduk di lantai.


Kiki sangat prihatin dengan keadaan Kenshin saat ini. Hatinya sakit melihat anak laki-lakinya menangis karena hatinya terluka. Kiki tidak bisa membayangkan bagaimana jika Kenshin patah hati, pasti dia akan lebih terluka daripada sekarang.


Dipeluknya badan Kenshin dan diusapnya perlahan punggung Kenshin sambil berkata,


"Semuanya akan baik-baik saja. Kalian pasti akan bahagia. Kalian harus berusaha, tapi jangan sampai mengecewakan Mami, Papi, dan Ayah kalian. Mami mendukung kalian berdua. Jangan lupakan itu."


Kenshin membalas pelukan Maminya. Dia mengadu pada Maminya melalui pelukan mereka. Tangisan Kenshin seketika reda karena merasa lega menangis dalam pelukan Maminya.


"Mi, Ken mau menenangkan diri dulu. Mami jangan khawatir, Ken tidak akan berbuat yang tidak-tidak. Ken hanya butuh waktu dan tempat untuk sendiri. Ijinkan Ken ya Mi," ucap Kenshin sambil menatap intens mata Maminya.

__ADS_1


"Ken, kenapa harus pergi? Dan kamu akan pergi ke mana?" Kiki panik mendengar Kenshin akan meninggalkan rumah untuk sementara waktu.


"Ken tidak akan ke mana-mana Mi. Ken hanya ingin menenangkan diri di rumah baru Ken saja. Mami mengijinkan bukan?" Ken kembali menjelaskan pada Kiki.


"Apa Ken bisa janji pada Mami?"


Bukannya Kiki menjawab pertanyaan Kenshin, dia malah bertanya balik pada Kenshin.


"Janji apa Mi?" tanya Kenshin dengan mengernyitkan dahinya.


"Janji jika akan pergi ke mana-mana harus meminta ijin Mami," ucap Kiki.


Sebenarnya Kiki ingin tahu ke mana saja nantinya anaknya akan pergi. Karena baru kali ini Kenshin akan tinggal di luar rumah seorang diri.


"Ken janji Mi," jawab Kenshin dengan cepat.


"Berapa lama kamu akan tinggal di sana Ken?" tanya Kiki kembali.


"Ken tidak tau Mi. Mungkin sampai Ken benar-benar bisa menerimanya," ucapnya lirih menelan kekecewaan.


"Ken, apa kamu tidak bisa hanya tinggal di sini? Di dalam kamarmu saja, hanya merenung di sini," Kiki mencoba menggagalkan rencana kepergian Kenshin.


"Ken ingin menenangkan diri Mi. Ken kesal dengan Papi. Jadi Ken tidak bisa melihat Papi," jawab Kenshin dengan menunduk sedih.


"Baiklah, Mami ijinkan. Asal kamu selalu ingat janji kamu."


Kenshin segera menyambar tas yang diisinya dengan pakaiannya dan semua perlengkapannya. Serta dia mengambil kunci mobil yang ada di atas meja belajarnya.


"Mi, Ken berangkat dulu," ucap Kenshin seraya mencium pipi Maminya.


"Ken, Mami ikut ya," tukas Kiki sambil memegang tangan Kenshin agar berhenti.


"Yakin Mami bisa ninggalin Papi?"


Kenshin meledek Maminya karena seperti yang Kenshin bilang bahwa Aydin dan Kiki tidak pernah terpisah, ke mana pun mereka pergi selalu berdua. Bahkan jika Aydin sedang keluar kota pun Kiki selalu menemaninya.


Kenshin dan Miyuki sudah hafal dengan Mami dan Papinya. Mereka tidak pernah merasa risih ketika Aydin dan Kiki saling menunjukkan kemesraan mereka di hadapan Kenshin dan Miyuki.


Malah itu menjadi suatu contoh bagi Kenshin dan Miyuki agar selalu menyayangi pasangannya kelak ketika mereka sudah berumah tangga.


Kemesraan dan keharmonisan Aydin dan Kiki selalu membuat motivasi bagi anak-anak mereka. Hingga dalam hati masing-masing anak mereka menginginkan seperti Mami dan Papinya bersama pasangan mereka.


Kenshin dan Miyuki juga sangat mendukung Mami dan Papinya agar selalu berdua dalam setiap kesempatan. Dan mereka akan menghalangi siapapun yang akan merusak hubungan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Udah Mami di rumah aja sama Papi. Ken yakin Papi gak bakalan bisa tidur jika Mami gak di rumah. Mami juga gak bakalan bisa tidur jika terpisah dari Papi," ucap Kenshin.


Kiki tersenyum mendengar ucapan Kenshin yang sangat benar. Dia tidak menyangka jika anaknya kini sudah dewasa, sudah mengerti perasaan kedua orang tuanya, bahkan anaknya itu sudah ingin menikahi gadis yang dicintainya.


Kenshin keluar dari rumahnya menuju mobilnya. Dan itu membuat Aydin bertanya-tanya karena dirinya yang sedang duduk di ruang tamu tidak dipamiti oleh Kenshin.


"Mi, mau ke mana Kenshin malam-malam begini?" tanya Aydin pada Kiki yang sedang berjalan menuju kamarnya.


"Minggat!"


Kiki berseru menjawab pertanyaan suaminya sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Brak!


Pintu kamar di tutup oleh Kiki dengan kerasnya hingga membuat Aydin berjingkat kaget.


"Mami!"


Aydin berseru memanggil Kiki seraya berjalan menuju kamarnya.


"Kenshin minggat? Beneran Mi?"


Aydin seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.


"Apa muka Mami seperti sedang berbohong?" jawab Kiki dengan kesal.


"Lalu Ken pergi ke mana Mi?" tanya Aydin kembali yang merasa ingin tahu ke mana tujuan Kenshin saat ini.


"Mana Mami tau. Yang namanya orang minggat itu ya gak ngasih tau. Kalau ngasih tau namanya pamit."


Kiki menjawab dengan kesal, tidur dengan membelakangi Aydin dan menutup telinganya dengan bantal.


"Mi, kok hadap sana sih, hadap Papi dong," Aydin berusaha merayu Kiki agar tidak mengacuhkannya.


"Ogah! Tidur aja di luar!"


Kiki berseru tanpa mengubah posisi tidurnya.


"Mi, Mami kok gitu sih. Masa' Papi dicuekin?"


Aydin mencoba merayu Kiki dengan mengusap-usap punggung Kiki.


"Mami gak mau tau. Bawa Kenshin kembali ke rumah atau Papi tidur di luar," Kiki kembali mengancam Aydin.

__ADS_1


"Papi gak mau tidur di luar Mi, dingin," jawab Aydin mencoba merengek pada istrinya.


"Kalau gitu Mami yang tidur di luar!"


__ADS_2