Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
106


__ADS_3

Flashback


Malam yang sangat membahagiakan bagi Kiki cs dan Aydin cs. Namun bagi Raditya malam ini adalah malam awal yang harus dia lalui demi dirinya, keluarganya dan Raline.


Raditya menghampiri Aydin yang duduk di bangku taman setelah menidurkan Baby Ken di dalam kamar.


"Bang, maaf atas semua perbuatanku yang membuat Abang marah. Dan terima kasih atas semua pertolongan Abang dan semuanya untuk menolongku. Sumpah demi Allah Bang aku gak ada niat merebut ataupun berselingkuh dengan Kiki, ya meskipun rasa itu masih ada sedikit di lubuk hatiku yang paling dalam. Tapi aku akan berusaha menghilangkannya karena aku tau rasanya jika istri kita berselingkuh dengan orang lain. Aku janji akan terus menjadi sahabat baik Kiki dan menjaganya seperti Abang menjagaku dan Raline saat ini," ucap Raditya dengan suara sendu dan menatap ke bawah, dia tidak mampu memandang siapapun dengan kesedihannya.


"Tenang Bro, aku juga pernah merasakan itu. Mangkanya aku selalu marah melihatmu dekat dengan Kiki karena masalahku yang dulu membuatku harus berhati-hati dengan sahabat dari istriku. Dan sekarang aku harap kamu tepati janjimu untuk menjadi sahabat yang baik bagi Kiki, melindunginya layaknya seorang sahabat," Aydin merangkul pundak Raditya, dan Raditya menoleh ke arah Aydin dengan menganggukkan kepalanya.


"Ok, bagus Bro. Aku pegang janjimu," ucap Aydin seraya mengajak Raditya berdiri dan bergabung dengan yang lainnya.


Flashback end


Kini perasaan Raditya sedikit lega, pasalnya sudah tidak ada lagi yang dia khawatirkan. Hanya Raline, putrinya satu-satunya itu harus dia perhatikan dan berikan limpahan kasih sayang sebagai orang tua tunggal.


Dan juga dia harus beradaptasi dengan status yang dia sandang saat ini. Duda, status yang sedikit yaaah... bisa dibilang agak mengerikan bagi Raditya yang masih sangat muda dan juga tampan.


Dilihatnya wajah damai Raline yang sedang tertidur di ranjang baru miliknya. Kini untuk sementara kamar Raditya pindah di kamar lain, karena kamarnya di renovasi untuk menghilangkan jejak dan memory kelam bersama Linda.


Termasuk ranjang yang ada di kamar Raditya pun dipindahkan entah kemana oleh Kang Suta. Raditya sudah tidak mau memiliki kenangan bersama Linda lagi, dan hatinya sudah tertutup untuk Linda yang kini sudah menjadi mantan istrinya.


Pikiran Raditya menerawang, sebenarnya dia takut menghadapi hari esok dengan statusnya sebagai single parent. Raditya takut jika dia tidak bisa menjadi panutan bagi Raline dan dia tidak bisa memberikan perhatian layaknya seorang Ibu.


Namun, keluarganya dan semua sahabat-sahabatnya meyakinkannya bahwa mereka akan selalu ada untuk Raditya dan juga Raline.


Sebuah berkah yang diperoleh baginya di samping kenyataan pahit yang harus dia terima. Semua berlaku adil dalam kehidupan. Ada kalanya memberi dan ada kalanya menerima. Sebagai manusia kita harus ikhlas menjalaninya. Ikhlas dan sabar kunci utama untuk bahagia, namun itu semua tidak gampang. Inilah yang sedang Raditya rasakan sekarang ini.


Linda pulang ke kosan Riko dengan uring-uringan. Di samping dia kesal karena kalah dalam hak asuh, dia juga tidak mendapatkan apa-apa, selain status janda yang entah kapan dia akan bisa menghilangkan status itu.

__ADS_1


Bahkan sekarang Riko pun tidak muncul untuk membantunya. Linda sangat kesal dipermalukan di persidangan oleh Raditya dan dipermalukan diluar persidangan oleh Renita tadi.


"Aaaarghhhhhhhh.......!!!" Linda berteriak histeris di dalam kamar.


Untung saja penghuni kos yang lain sedang bekerja semua, jadi suasana kos sangat sepi. Kini kesepian dirasa oleh Linda. Dia merasa tidak rela melepaskan keluarga kecilnya, tapi dia juga tidak rela melepaskan kebahagiaan semunya bersama Riko.


Kedua orang tua Linda sudah tidak mau tahu tentang Linda. Dan entahlah mereka tahu atau tidak putusan pengadilan hari ini.


Apa mereka sangat marah padaku sehingga mereka tidak mau lagi bertemu denganku? Apa mereka tidak mau mendengar tentang kabarku? Sebegitu kecewanya kah kalian padaku? Aku harus bagaimana Ya Allah.... batin Linda menerawang jauh mengingat kedua orang tuanya.


Kriet...


Suara pintu terbuka, menampakkan Riko yang pulang dengan tergesa-gesa. Riko mendapat kabar dari pengacara yang disewanya bahwa Linda tidak mendapatkan hak asuh anaknya, bahkan Linda ribut di luar persidangan dengan pihal dari mantan suaminya.


Riko memang sayang pada Linda, tapi entahlah apa yang dirasakan dan direncanakannya nanti. Akankah mereka tetap menjadi pasangan suami istri yang halal? Ataukah mereka akan hanya menjadi sekedar partner ranjang saja?


Riko memeluk Linda yang berwajah frustasi. Riko memberikan pelukan penenang baginya. Luluh sudah kemarahan Linda pada Riko yang sejak tadi ingin dia lampiaskan karena tidak menemaninya dalam persidangan.


Segurat senyum terlihat jelas di mata Riko. Senyum Linda yang merasakan kebahagiaan setelah bersenang-senang dengan Riko. Dibelainya wajah Linda dengan penuh kelembutan oleh Riko.


"Apa kamu lapar?" tanya Riko yang masih asik dengan kegiatannya menyentuh benda sensitif milik Linda.


Linda mengangguk sambil mengigit bibir bawahnya untuk menahan suara yang akan keluar dari mulutnya dan menahan gelenyar yang ada di dalam tubuhnya dikarenakan oleh tangan nakal Riko.


"Yuk kita cari makan sayang," ucap Riko yang tangannya masih setia pada tempatnya tadi.


"Tapi... tapi...," ucap Linda gelisah sambil menggigit kembali bibir bawahnya.


"Tapi apa sayang...," Riko sengaja menggoda Linda.

__ADS_1


"Tapi... aku udah gak ta... han...," Linda kini berada di atas tubuh Riko dan melakukan apa yang dia inginkan.


Riko tersenyum puas karena dia berhasil menggoda Linda, dan kini Linda yang memimpin permainan mereka.


Setelah pergulatan itu, Linda terkapar di samping Riko dengan nafas naik turun. Riko menggoda Linda kembali, tangannya mulai berada di tempat favoritnya, namun Linda segera mencegah tangan Riko.


"Aku lapar sayang...," ucap Linda lirih, sepertinya dia kehabisan tenaga.


Beginilah Riko jika sudah bersenang-senang dengan Linda. Berulang-ulang setelah istirahat, dan karena itulah Linda sering telat pulang ketika masih menjadi istri dari Raditya.


Jalanan malam sangat indah dengan gemerlap lampu kota. Linda dan Riko berkendara membelah ramainya jalanan, mereka mencari Tempat makan yang asyik untuk makan.


Berakhirlah mereka di taman kota yang banyak penjual makanan dan banyak kaum muda berpasangan di sana.


Linda dan Riko memesan pecel ayam dan pecel lele serta dua gelas es teh untuk mereka. Mata Linda menelusuri seluruh taman, namun kegiatannya itu berakhir ketika penjual mengantarkan pesanan mereka.


"Bayarin Yang, dompet aku ketinggalan," ucap Riko dengan menggeledah saku celananya setelah mereka selesai makan.


Linda menurut saja toh dia juga menumpang di kosan Riko, pemikiran Linda sesimpel itu untuk Riko, tidak ada rasa curiga ataupun dibodohi.


Riko dan Linda berjalan dengan bergandengan tangan menyusuri taman kota.


"Bunda....," suara teriakan anak kecil yang tidak asing membuat Linda menoleh.


Raline berlari ketika melihat Linda berjalan di taman. Raline memeluk kaki Linda, karena badannya masih sebatas kaki Linda jika memeluknya.


Raditya, Kiki ,Aydin, Kenan dan Renita lari menghampiri Raline. Mereka memang sedang berjalan-jalan di taman kota setelah acara makan bersama yang diadakan oleh Aydin di rumahnya untuk menghibur Raditya.


Tak disangka mereka akan bertemu dengan Linda dan Riko. Untuk Dion, Sofyan, Kevin dan Vina masih berada di rumah Aydin untuk menjaga Baby Ken.

__ADS_1


"Bunda... Kenapa Bunda gak pulang-pulang?"


__ADS_2