
Raline, Kenshin dan Miyuki menangis melihat Papi mereka tergeletak dengan bersimbah darah. Sedangkan Kiki segera berlari untuk mendekati Aydin. Raditya dan Kenan pun mendekati Aydin.
Mereka gagal menghentikan mobil tersebut, mobil yang telah menabrak Aydin yang sepertinya memang disengaja.
"Kalian berdua tolong jaga anak dan istriku. Raditya, cintai mereka seperti diriku mencintai mereka. Aku tau kamu masih mencintainya," Aydin berusaha berbicara dengan terbata-bata pada Raditya dan Kenan.
"Tapi Bang, aku sudah janji pada Abang tidak akan me-"
"Ini permintaanku," Aydin menyahuti ucapan Raditya yang belum selesai.
"Diam! Jangan berbicara terus dan tetaplah sadar! Ini perintah dari istrimu. Kamu bilang sendiri kan bahwa ucapanku adalah perintah bagimu. Dan sekarang aku memerintahkan kamu harus tetap sadar dan jangan coba-coba untuk memejamkan mata!" Kiki mengucapkannya dengan tegas layaknya memerintah, namun suaranya bergetar dan sering tersendat oleh isakan tangisnya yang ditahannya sekuat tenaga.
Kenan menghafal nomer mobil tersebut dan segera melaporkannya pada pihak polisi. Dan Kenan pun memberikan kabar pada Ayah Aydin. Sedangkan Raditya mengangkat tubuh Aydin dengan bantuan Kiki secara hati-hati agar tidak terjadi hal yang fatal dengan tubuh Aydin. Kenan begitu saja berlari ke dalam restoran setelah berbicara dengan Ayah Aydin.
"Bang, kita ke rumah sakit dulu. Nanti susul ke sana!" Raditya berteriak dari dalam mobil yang dia lajukan mendekati Kenan yang sudah masuk ke dalam restoran.
Kenan menoleh dan memberikan tanda jempol pada Raditya. Dan setelah itu Kenan kembali masuk ke dalam restoran, sedangkan Raditya melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Kiki, Raline, Ken dan Miyuki berlinang air mata di dalam mobil melihat Aydin yang masih berusaha sadar karena perintah dari Kiki.
"Sadar... sadar.. jangan tidur! Jangan merem... hiks.. hiks...," Kiki memerintahkan dengan linangan air mata.
Aydin berusaha tersenyum dan tangan Kiki yang memegang tangan Aydin berusaha Aydin dekatkan pada bibirnya untuk dicium seperti biasanya.
"A-ku men-cin-ta-i-mu," kata-kata itu diucapkan Aydin dengan terbata-bata.
Kiki menggenggam erat tangan Aydin dengan air mata yang tidak berhenti mengalir dan berkata dengan suara yang tercekat karena tangisnya,
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, jangan tinggalkan aku. Tolong jangan pergi. Ini perintah."
Kiki menagis sesenggukan dengan menciumi tangan Aydin. Sedangkan Raline memeluk Kenshin dan Miyuki yang tidak hentinya memanggil Papinya dengan tangisan yang tidak kalah dengan Maminya. Dan Raditya mencoba fokus berkendara dengan kecepatan tinggi dan hati-hati agar cepat sampai di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Aydin segera dipindahkan ke ruang IGD, di sana sudah ada Ayah dan Bunda serta jajaran para dokter andalan rumah sakit milik mereka. Kiki terasa lemas bersimbah darah seluruh baju dan tubuhnya ketika Aydin dibawa masuk untuk ditangani para dokter tersebut.
Serasa dunia Kiki berbalik, dia tidak bisa menopang tubuhnya dan kepalanya berputar-putar hingga suara-suara yang didengarnya seperti menjauh darinya.
Bruk!!!
Badan Kiki terkulai lemas jatuh di lantai.
"Kiki!"
"Mami!"
Tubuh Kiki segera diangkat Raditya masuk ke ruang IGD untuk mendapatkan pemeriksaan. Raline, Kenshin dan Miyuki bertambah keras tangisnya mendapati Maminya ikut tumbang di depan mata mereka. Mereka takut jika ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.
Ayah dan Bunda bertambah panik dan mereka baru sadar jika kedua orang tua Kiki belum mereka kabari. Bunda pun segera mengabari kedua orang tua Kiki. Dan pada saat itu juga berbarengan dengan Kenan yang baru datang dengan berlari menuju ruang IGD.
"Bagaimana, apa kamu mendapatkan sesuatu?" Ayah bertanya pada Kenan yang baru saja datang.
"Ada Pak, ini," Kenan memberikan ponselnya dan memperlihatkan video yang memperlihatkan penumpang mobil penabrak Aydin.
"Tadinya sepertinya target utamanya adalah Kiki, hanya saja Aydin yang melindungi Kiki, jadi Aydin lah yang tertabrak dan Kiki selamat," Kenan memberitahukan pendapatnya ketika melihat video tersebut.
"Baiklah, cepat laporkan Cindy pada polisi sekarang juga. Jangan sampai dia bisa lolos pergi dari negara ini," Ayah Aydin benar-benar emosi melihat video tersebut, sedangkan Bunda menangis melihat tayangan video rekan dari CCTV yang berada di area restoran tersebut.
__ADS_1
Bunda menangis histeris melihat Aydin yang melindungi Kiki sehingga dirinya terpental jauh karena sengaja ditabrak oleh mobil Cindy. Tangisan Bunda itu tidak sebanding dengan Raline, Kenshin dan Miyuki ketika melihat dengan nyata Papi mereka tergeletak dengan bersimbah darah.
Semua sahabat Aydin dan Kiki sudah datang ke rumah sakit, Mama dan Papa Kiki pun tergesa-gesa datang ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Bunda Aydin.
Setelah beberapa jam Aydin mendapatkan pertolongan di ruang operasi, Kiki yang berada di ruang IGD sadar dari pingsannya bertepatan dengan Aydin yang dipindahkan ke ruang ICU.
Semua orang lega karena Aydin bisa tertolong, tapi mereka harus waspada karena Aydin belum sadar dan dokter belum bisa menyatakan mereka berhasil menolong Aydin jika Aydin belum sadar. Kini mereka semua berharap-harap cemas mengenai kondisi Aydin.
Kenshin dan Miyuki kelelahan menangis hingga mereka tertidur. Mereka berdua dipindahkan oleh Raditya dan Kenan ke ruang VVIP untuk tidur dijaga oleh Raline. Sedangkan Max yang ikut dengan Kevin dan Vina juga ikut tertidur di ruangan tersebut. Tinggal Lucas yang belum datang ke sana karena Kenan melarang Renita untuk datang sekarang, dia menyuruh Renita datang ke rumah sakit ketika Lucas sudah bangun.
Kiki dengan setia menunggu Aydin di dalam ruang ICU dengan pakaian khusus. Dia tidak mau sedetik pun meninggalkan Aydin walaupun hanya untuk sekedar makan dan minum saja.
Kiki ingin menunjukkan kesetiaannya pada Aydin dengan selalu berada di sampingnya dan berbicara padanya dengan tidak melepaskan sedikitpun genggaman tangannya.
Kiki tidak baik-baik saja. Hati dan mentalnya sedang diuji. Sekelebat ingatan ketika dia didorong untuk diselamatkan Aydin waktu itu membuatnya menangis kembali, dan air mata itu bertambah deras ketika mengingat tubuh Aydin yang terpental jauh dan tergeletak dengan darah di sekujur tubuhnya.
Ya Allah... tolonglah suamiku... tolong sembuhkan dia. Jangan ambil dia sekarang Ya Allah... aku belum siap, dan anak-anak kami masih butuh sosok Papinya, Kiki berdoa dalam hatinya.
Seketika, Kiki berdiri dan beranjak keluar dari ruang ICU untuk menuju ke mushalla rumah sakit. Dia ingin bersujud dan berdoa pada sang kuasa agar suaminya dapat berkumpul kembali dengannya dan anak-anaknya.
Raditya yang memang berjaga di depan ICU mengikuti Kiki. Dia tidak berani bertanya pada Kiki karena Raditya tahu jika Kiki saat ini masih berselimut kesedihan, jadi dia akan menjaganya dari jauh sesuai perintah Aydin padanya.
Raditya lega ketika melihat Kiki mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Untung saja tadi pihak keluarga Kiki membawakan baju untuk Kiki sehingga dia bisa melaksanakan shalat sekarang ini. Raditya pun ikut melaksanakan shalat malam dengan memanjatkan doa yang sangat khusyu pada Allah untuk kesembuhan Aydin.
Terdengar isakan tangis dari ruang sebelah di saat Raditya berdoa. Setelah Raditya selesai, dia melihat di ruangan tersebut hanya ada Kiki yang berdoa dengan berlinang air mata dan isakan tangisnya menyayat setiap orang yang mendengarnya.
Ya Allah... tolonglah kabulkan doa Kiki agar dia bisa bahagia bersama keluarganya. Amin, doa Raditya dalam hati melihat Kiki yang masih memanjatkan doanya dengan khusyu disertai tangisnya.
__ADS_1