
Kevin terbengong melihat adik dan adik iparnya yang ada di hadapannya itu.Melihat Kevin yang hanya berdiri di tengah pintu,terdiam,tidak masuk ke dalam meskipun pintu sudah terbuka,Kenan langsung saja ikut nyelonong masuk dan seketika dia juga terbengong,terdiam terhipnotis oleh pemandangan di depannya.Begitupun juga mereka yang tadinya berjalan di belakang Kenan,kini mereka semua terdiam berjejer di tengah pintu melihat Aydin yang memangku Kiki dengan keadaan tertidur.
Raditya merasa hatinya terbakar api cemburu,marah,hatinya sakit,ingin dia teriak dan mengambil Kiki dari pangkuan dan dekapan Aydin,namun tubuhnya lemas,kaku,tidak bisa digerakkan.
Aydin memberi kode pada mereka untuk diam dengan jari tangannya yang masih menempel di bibirnya.Kemudian dia berbisik di telinga Kiki,dengan mengelus-elus punggungnya.
"Sayang,tidur di kamar ya,Abang pindahin",suaranya berbisik,namun masih bisa didengar dengan jelas oleh mereka yang berdiri di tengah pintu kamar itu,karena memang keadaan kamar dan villa yang begitu sepi dan sunyi.
Kiki menggeleng,dia malah mempererat pelukannya pada tubuh Aydin dan menelusup kan kepalanya pada ceruk leher Aydin,sehingga kepala Aydin agak miring ke kiri.
Semua yang berdiri di tengah pintu kamar itu merasa syok dengan apa yang mereka lihat.
Kevin memberi kode melalui mata pada Aydin untuk membawa Kiki masuk ke dalam kamar.
Aydin pun mengerti,dia bangkit dari duduknya dan posisi Kiki masih di depan tubuh Aydin,memeluknya dengan erat.
Aydin membawa Kiki masuk ke dalam kamar dengan posisi gendongan seperti anak kanguru.Dan tidur Kiki tidak sedikitpun terganggu,dengan pulasnya dia masih tertidur dalam gendongan Aydin yang seperti anak kanguru digendong induknya.
Kenan tersadar ketika Aydin dan Kiki sudah tidak ada di hadapannya.Kenan mengerjap-ngerjapkan matanya dan menepuk pundak teman-temannya disitu untuk menyadarkan mereka.
"Kalian lihat?" Kenan tanya dengan suara pelan.
Semuanya mengangguk.Kemudian Kenan menatap ke arah Kevin dan menggerakkan dagunya seolah bertanya tentang apa yang mereka lihat tadi.Semua menatap Kevin.
"Tanya Aydin aja sendiri",jawab Kevin dengan santai.
"Adik kamu digituin gak marah?" tanya Kenan yang memaksa meminta kejelasan apa yang dilihatnya tadi.
"Urusannya sendiri-sendiri,selama dia gak sakiti dan buat nangis Kiki sih aku gapapa",Kevin menjawab dan berlalu duduk di kursi sofa disitu.
Kamar Aydin ini memang di desain khusus oleh Aydin untuk dirinya sendiri.Kamar ini sudah seperti apartemen,dengan kamar tidur,ruang TV yang hampir seperti ruang tamu,mini bar dan kamar mandi,namun di dalam kamar tidur pun terdapat kamar mandi,jadi total kamar mandi ada dua di dalam kamar Aydin di villa nya itu,hanya dapur saja yang memang ditiadakan olehnya,karena cukup memakai dapur di villa saja jika ingin memasak sesuatu.
Untuk kamar yang lain tetap besar,namun tak sebesar dan semewah kamar Aydin.
Sekitar sepuluh menitan Aydin keluar dari kamarnya,dia meninggalkan Kiki yang sudah terlihat lelap dalam tidurnya.
__ADS_1
Aydin berjalan menuju sofa dimana teman-temannya kini menunggunya.
Aydin duduk di dekat Kevin.Semua mata mengarah padanya,seolah-olah meminta penjelasan Aydin tanpa mereka bertanya secara langsung.
"Jelaskan!" suara Kenan menyadarkan mereka dari keterdiaman,pelan namun tegas.
Aydin menghirup nafas dalam-dalam kemudian menghelanya pelan dan mengeluarkannya lewat mulut,kemudian dia berbicara.
"Kiki sudah menjadi istriku sejak beberapa bulan yang lalu,kami sudah menikah sah secara agama dan negara,namun belum sempat untuk mengadakan pesta pernikahan.Kami tidak berniat menyembunyikannya dari kalian,hanya kami pikir kalian akan tau dengan sendirinya nanti pada saat kami mengadakan pesta pernikahan",Aydin menjelaskan dengan sangat tenang.Dia melihat reaksi Raditya yang seperti dunianya begitu hancur.
Mereka semua melongo,tidak percaya dengan apa yang dibicarakan Aydin.Kecuali Kevin yang hanya memandangi reaksi mereka semua satu-persatu.Kevin mengetahui bahwa Raditya dan Kiki saling menyukai,namun dia tidak mau bertanya pada mereka berdua karena belum ada waktu yang tepat dan menurut Kevin mereka masih baik-baik saja dengan pertemanan mereka.Belum sempat Kevin bertanya pada Kiki,malah Kiki tiba-tiba menikah dan sekarang hidup bersama dengan Aydin,suaminya yang juga merupakan sahabat Kevin.Tidaknada kesempatan bagi Kevin untuk menanyakannya.
Raditya seolah tak bernyawa dan tidak sadar akan kehadiran orang lain disekelilingnya.
Belum dingin hatinya karena melihat adegan Kiki dipangkuan Aydin tadi,lalu diantar ke kamar dengan di gendong di depan ala kanguru dan Aydin tidak langsung keluar,malah selang sepuluh menitan baru keluar dari kamar dan sekarang dia mengatakan bahwa mereka sudah menikah berbulan-bulan yang lalu.
Bagai tersambar petir,dan tersapu angin ****** beliung,badannya tidak bisa digerakkan karena tidak ada tenaga serasa badannya tidak bertulang,hatinya terlalu sakit hingga membuat matanya berkaca-kaca,dia berpikir apakah seperti ini rasanya Kiki pada saat itu dimana dia melihatnya bersama Linda waktu itu membahas pertunangan.
Kevin melihatnya,dia bertambah bingung dengan Raditya dan Kiki yang memilih menikah dengan orang lain padahal mereka saling mencintai sejak lama.
"Bang Ay....Bang Ay dimana?"
Sontak semua mata menoleh ke arah kamar.
Namun tidak ada Kiki yang keluar dari sana.
"Kenapa tuh si Boncel?" tanya Kevin menjawil pundak Aydin.
"Kebangun kali.Padahal tadi dia sudah tidur lelap banget malah pas tak tinggal kesini",jawab Aydin dengan matanya yang masih melihat ke arah kamar,namun beberapa menit Kiki pun tidak keluar dari kamar.
Akhirnya mereka melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda karena mendengar suara teriakan Kiki.
Aydin memberi tahu mereka tepatnya kapan mereka menikah dan mengapa mereka belum mengadakan pesta pernikahan dan alasan mereka tidak memberi tahu teman-temannya,dia jelaskan semuanya sejelas-jelasnya.
"Sayang,dipanggil gak datang-datang sih,ditungguin juga dari tadi.Tadi katanya mau unboxing.Katanya kurang dikit lagi segelnya bisa dibuka.Ini malah ngilang,kan Bang Ay tau kalau Kiki gak bisa bobok kalau gak dipeluk sama Bang Ay.Sayang,kamu tuh- ",tiba-tiba Kiki keluar dari kamar dengan memakai lingerie warna merah yang sangat menggoda,dia keluar dari kamar dalam keadaan setengah merem dan dengan meluapkan kekesalannya.
__ADS_1
Ucapannya belum selesai karena Aydin langsung berlari mendekapnya.Menghalangi semua pandangan mata orang disitu dari tubuh istrinya yang sekarang ini sedang memakai baju dinasnya bersama suami.
Seketika mata Kiki terbuka karena kaget,kemudian dia mendongak ke atas,ke wajah Aydin,suaminya yang kini sedang mendekap erat tubuhnya.
Tubuh Kiki segera dipaksa jalan sambil tetap dipeluk erat oleh Aydin menuju dalam kamar tidurnya.
Mereka kembali dibuat melongo oleh ulah Kiki.
"Wow....sek- ",Kenan terperangah tetap menatap ke arah Kiki berada tadi meskipun kini sudah enyah dari situ.
" Si " ,Dion menyambung ucapan Kenan.
"Huss....tutup mata kalian kalau gak mau habis sama Aydin! " ,seru Kevin sambil menutup mata Kenan dengan tangan kanannya,kemudian menutup mata Dion dengan tangan kirinya.
"Ngapain ditutupin,orangnya udah gak ada",Kenan melepaskan tangan kanan Kevin.
"Udah yuk kita ke ruang tamu nonton pertandingan bola",Kevin merangkul teman-temannya mengajak keluar kamar Aydin.
"Gak jadi nonton bola,disini aja nonton mereka",
Kenan mencoba membalikkan badannya,namun tetap dihalau oleh Kevin.
"Nonton bola di sono noh",perintah Kevin sambil mendorong tubuh Kenan keluar dari kamar Aydin.
Mereka menonton bola di ruang tamu tanpa Aydin.Makanan,snack dan minuman yang mereka bawa tadi pun hampir habis mereka makan.
Pikiran Raditya tidak pada tempatnya.
Pikirannya masih memikirkan Kiki.Ah,pantas saja dia seperti pernah melihat kaos yang dipakai Kiki sewaktu dia melihat Kiki dipangku Aydin tadi,ternyata kaos yang digunakan Kiki adalah kaos lilac yang dia pilihkan bersama Aldo dan Aydin pada saat di Mall waktu itu,dimana Aydin meminta tolong menemaninya membeli kado ulang tahun seorang cewek.Dan iya,Raditya baru ingat ,jaket dan sepatu sneaker lilac yang dipakai Kiki tadi pada saat dance juga mereka pilihkan waktu itu.
Raditya membuang nafas kasar dan mengusap kasar wajah dan rambutnya.
Sama seperti Raditya yang syok melihat Kiki berada di kamar Aydin,teman-teman Aydin pun mengira Kiki tidur di salah satu kamar di villa ini,karena kebetulan ada lima kamar di villa ini.
Mereka sepakat untuk tidur sekamar berdua,kecuali Aydin yang memang mempunyai kamar pribadinya sendiri.Maklum yang punya villa mah bebas.
__ADS_1
Dion satu kamar dengan Sofyan,sedangkan Kevin satu kamar bersama Kenan.Nah,masih ada dua kamar lagi yang masih kosong,mereka kira Kiki akan menempati salah satu kamar yang kosong itu.Dan ternyata Kiki mendapatkan kamar spesial.