Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
146


__ADS_3

Raline segera berlari mengejar Kenshin ke halaman belakang. Di sana merupakan tempat favorit Ken jika berada di rumah Raline.


"Ken... apa kamu mau berjanji denganku?" ucap Raline ketika duduk di samping Ken.


Ken menoleh ke samping, melihat wajah seorang gadis yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri sejak kecil. Gadis itu adalah gadis yang sangat dia rindukan jika tidak bertemu dengannya.


"Janji apa?" Ken bertanya dengan sedikit kesal.


"Kamu harus janji tidak akan melupakan aku dan kamu harus janji akan selalu menjengukku di Pondok Pesantren milik Eyangku," Raline mengeluarkan senyuman manisnya ketika berbicara pada Ken karena senyuman Raline membuat Ken tidak akan bisa marah padanya.


"Bagaimana denganmu? Apa hanya aku yang berjanji dan tidak boleh melupakanmu? Apa Kakak cantik boleh melupakanku?" Ken bertanya balik pada Raline.


"Tidak akan Tuan muda ganteng, Kakak cantikmu ini akan selalu ingat dan rindu sama Tuan muda yang ganteng ini," Raline menangkupkan kedua telapak tangannya pada kedua pipi Ken.


"Lucu banget sih kamu," ucap Raline sambil terkekeh melihat wajah Ken yang sangat menggemaskan ketika kedua tangannya masih di pipi Ken.


Kenshin menatap Raline yang sangat cantik dengan senyum manisnya itu. Entah kenapa Ken selalu merasakan rindu pada Kakak cantiknya itu jika tidak bertemu dengannya sama sekali.


"Ken, Ken... kamu janji kan?" tanya Raline kembali dengan posisi kedua telapak tangannya masih berada pada kedua pipi Kenshin.


Seperti terhipnotis, Ken pun mengangguk setuju pada janji yang diucapkan oleh Raline padanya.


"Ya udah, yuk Ken kita ke sana. Bukannya kita mau liburan ya?" Raline kembali memberikan senyumnya pada Ken dan menarik tangan Ken agar mengikutinya kembali ke dalam rumah.


"Ken, yuk berangkat," Kiki mencoba mengobati kesedihan Ken karena tersirat jelas di mata Ken jika dia merasa sedih dan kehilangan setelah mendengar Raline akan berada di Pondok Pesantren milik Eyangnya selama beberapa tahun.


"Mi, kita mau ke Villa kan? Ken mau berkemah seperti dulu sama Kakak cantik," ucap Ken yang membuat semuanya melongo karena diluar ekpektasi mereka.


Tadinya mereka akan menginap di hotel baru milik Aydin yang tidak jauh dari pantai, dan Aydin yakin semuanya akan senang berada di sana.


"Tapi Sayang, kita akan ke pantai. Kita akan menginap di hotel baru Papi," ucap Aydin dengan sangat lembut agar Ken mau menerimanya.


"Sambil berkemah ya Papi, dan harus pakai tenda milik Ken. Ok Papi?" Ken membuat kesepakatan dengan Papinya.


Aydin melihat istrinya, dan Kiki pun mengangguk setuju.


"Baiklah, mari kita ambil tenda milik Tuan muda ganteng ini dulu. Sekarang kita kembali ke rumah dulu untuk mengambilnya," ucap Aydin sambil melayangkan tangannya untuk melakukan tos tangan ala bapak anak itu.


Ken menyambut tangan Papinya dan mereka melakukan tos bersama, setelah itu seperti biasanya, Ken mencium semua bagian wajah Mami dan Papinya ketika keinginannya dituruti.

__ADS_1


Mereka kembali ke rumah Aydin dan Kiki untuk mengambil tenda milik Ken. Sedangkan Miyuki dan Max asyik dengan permainan game mereka, sehingga tidak ada suara atau kegaduhan yang mereka ciptakan.


"OMG... Papi... Mami...," Ken berteriak dari taman depan rumahnya.


"Kenapa Ken?" tanya Aydin dan Kiki yang berlari tergesa-gesa menuju taman depan.


"Coba lihat Pi.. Mi...," Ken menunjuk kolam ikan yang ada di sana.


"Ada apa sih?" Miyuki tiba-tiba berada di sana dan menyahuti teriakan kakaknya.


"OMG... kenapa ikannya pada mabuk ya Pi? Apa mereka mabuk-mabukan Pi?" pertanyaan Miyuki membuat semua orang menjadi tertawa.


"Ini sudah pasti ulah kamu Princess, tadi kamu masuk ke dalam kolam kan? Sekarang ikannya pada mati semua itu," ucap Kenshin dengan kesal sambil mencubit pipi kiri Miyuki.


Namun tangan Ken di tarik oleh Miyuki dan digigit dengan gemasnya oleh Miyuki hingga Ken berteriak kesakitan. Sayangnya tidak ada yang bisa menghentikan ulah Miyuki sebelum dia sudah merasa puas.


Semuanya sudah berkumpul di rumah Aydin dan mereka berangkat dengan membawa mobil masing-masing agar anak-anak bisa leluasa dan tidak berdesak-desakan.


"Waaaah... pantaiiiii....," Kiki berteriak mirip seperti dirinya waktu pertama kali berada di Jepang.


Aydin tersenyum senang melihat belahan jiwanya bahagia dengan sesuatu yang dilakukannya. Dirangkulnya tubuh istrinya itu dan segera digendong menuju pantai. Dan hal itu membuat yang lain menjadi terperangah, mereka tidak menyangka jika Aydin bisa melakukan itu di hadapan orang banyak, terutama dihadapan anak-anaknya.


"Kenapa? Kita sering lihat Mami sama Papi gendong-gendongan kok. Aku juga mau gendong kakak cantik tapi belum kuat, kalau gendong Miyuki sih sering, males ah berat. Ken mau gendong Kakak cantik aja, tapi nunggu Ken besar dulu ya Kakak cantik," ucap Ken yang membuat Kevin terperangah.


Dasar Mami Papi kampret, anak-anaknya jadi ikut mau gendong-gendongan," Kevin menggerutu membuat semuanya tertawa melihat Kevin yang seolah ditolak oleh anak-anak Aydin dan Kiki.


"Hai kalian....," terdengar suara seorang anak laki-laki yang sangat familiar suaranya oleh telinga mereka.


"Lucas!" seru Raline, Kenshin, Miyuki dan Max bersamaan menyebut nama anak laki-laki dari Kenan dan Renita.


"Lama banget Bro," Kevin menyapa Kenan yang baru datang dengan Renita dan Lucas anak mereka.


"Mana yang punya hajat?" Kenan bertanya pada Kevin namun matanya mencari-cari sosok Aydin dan Kiki.


"Noh di pantai," Kevin menunjuk seorang laki-laki yang menggendong belakang seorang wanita berjalan menuju pantai.


"Wah masih bucin juga si Aydin," ucap Kenan sambil terkekeh.


"Kayak pergi udah tahunan aja, padahal cuma seminggu dan ini udah balik lagi ke sini, tapi lagaknya kayak pergi tahunan," cibir Kevin.

__ADS_1


"Sans Bro, gak usah darah tinggi gitu," Kenan mengeluarkan candaannya bermaksud untuk menghibur Kevin, namun sayangnya sepatu Kevin sudah on the way menuju Kenan.


"Yess!" teriak Kevin sambil melayangkan tangannya yang mengepal ke atas sebagai selebrasi keberhasilannya melempar tubuh Kenan tepat pada sasarannya.


"Wah parah nih, gua gadein juga nih sepatu," ucap Kenan kesal karena mukanya terkena sol sepatu Kevin.


"Gapapa, aku tinggal ngomong sama Aydin aja biar gaji kamu dipotong buat bayar sepatu itu, mau?" Kevin mengancam Kenan dengan sesuatu yang sangat dia takuti.


"Ck, ngadu. Nih gua balikin," Kenan balas melempar sepatu Kevin ke arah Kevin, namun sayangnya yang terkena lemparan sepatu Kenan adalah Miyuki. Kaki Miyuki terkena lemparan sepatu dari Kenan.


"Mami.. Papi... uncle cerewet nakal....," Miyuki berteriak hingga Aydin dan Kiki yang sudah berada di pantai menoleh ke arah mereka yang jaraknya sudah sangat jauh.


"Wow... suara Ponakan Lu emejing Bro," ucap Kenan berbisik yang kini sudah bersembunyi di belakang tubuh Kevin karena takut Aydin akan melihatnya.


"Awas ya Uncle cerewet akan Yuki aduin ke Mami sama Papi," Miyuki menarik-narik celana Kenan dan mengancamnya.


"Jangan dong Princess manis... nanti Uncle kabulkan semua permintaan Princess. Ok?" Kenan mencoba menegosiasi Miyuki.


"Ok. Awas kalau bohong," Miyuki kembali mengancam Kenan dan ditertawakan oleh Kevin.


Mereka tidak mengira jika Miyuki adalah jelmaan Kiki namun lebih parah, sehingga mereka harus bisa mencari aman dengan Miyuki, karena Aydin tidak akan pernah membiarkan anak-anaknya menangis.


Semua orang sibuk memindahkan semua barang mereka ke dalam cottage milik Aydin yang bersebelahan dengan hotel miliknya. Sejak tadi ketika Kenan dan Kevin berdebat dengan anak-anak, yang lainnya sibuk memindahkan barang sedangkan Aydin dan Kiki sibuk bermesraan di pantai.


"Sayang, jika aku tiada kamu janji tidak akan melupakan aku kan?" tiba-tiba Aydin bertanya pada Kiki di saat mereka melihat pantai yang sudah tidak ada sinar matahari yang menyinarinya.


Aydin memeluk Kiki dari belakang dan melingkarkan tangannya di pinggang Kiki. Sontak saja Kiki menoleh setelah mendengar pertanyaaan dari Aydin padanya.


"Jangan berkata seperti itu, karena aku tidak akan bisa hidup tanpamu Sayang," Kiki memeluk suaminya dengan erat dan meneteskan air matanya karena dia benar-benar takut kehilangan suami yang sangat di cintainya.


"Aku hanya bertanya Sayang, aku tidak akan pernah tega meninggalkan kalian, terutama istri tercintaku ini," ucap Aydin yang kemudian mereka larut dengan suasana dan keadaan sehingga bibir mereka menyatu dan saling beradu hingga mereka lupa jika anak-anak mereka menunggu dengan sahabat-sahabat mereka.


"Woiii...," seru seseorang dari kejauhan.


Aydin dan Kiki pun menoleh ke belakang, mereka lupa jika mereka berada di tempat umum saat ini. Dan ternyata orang yang menghentikan ciuman mereka adalah Kenan, kini Kenan berjalan mendekat ke arah mereka. Dan dengan sigapnya Aydin melempar Kenan menggunakan sandalnya. Tepat sekali sasaran. Lagi-lagi Kenan terkena lemparan alas kaki oleh sahabatnya. Karena kekesalannya, Kenan melemparkan sandal Aydin ke arah dekat pantai.


"Bro, cari sandal gua. Awas kalau gak ketemu," Aydin mengancam Kenan dan menepuk-nepuk punggung Kenan yang terlihat syok mendengar perintah dari bosnya.


"Pantai seluas ini harus mencari sandal? Mampus Lu Kenan," ucap Kenan pada dirinya sendiri dan dia merutuki kebodohannya yang melempar sandal dari bosnya sendiri.

__ADS_1


"Bang Ke...! Selamat bersenang-senang," Kiki berteriak dari kejauhan dengan tawa dari Aydin yang menyertainya.


__ADS_2