Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
55


__ADS_3

Kiki menggunakan celana panjang glossy yang ketat dengan one shoulder crop tank top hitam glossy dan anggota lainnya memakai pakaian bermodel beda namun tetap berwarna hitam semua.


Mereka membawakan cover dance Loco dan Mafia in the Morning,ITZY pada saat performance di MAMA 2021. Yang membuat mereka berbeda dengan peserta yang lain adalah mereka tampil dengan bantuan dari anggota teater. Pertama - tama mereka melakukan dance dengan irama lagu Loco , kemudian Kiki melakukan akting aksi laga melawan geng mafia yang diperankan oleh anak - anak teater. Kiki melakukan aksi menendang, menangkis, memelintir tangan lawannya bergantian karena mereka berjumlah lebih dari lima orang menyerang Kiki yang seorang diri. Kemudian dia menangkis kayu balok yang dipakai oleh anggota mafia untuk memukulnya, lalu dia memukulkan kayu tersebut pada tubuh lawannya, yang menarik perhatian yaitu kayu itu benar - benar patah. Dia juga melakukan aksi kayang juga. Ada juga adegan yang seolah badannya terbang karena tangannya bertumpu pada pundak lawan kemudian dia berputar dan menendang lawannya dari arah samping. Kiki ditodong senjata pistol, namun dia berhasil merampas pistol tersebut dan dia juga berhasil menghajar si pembawa pistol dan anggota mafia yang datang dari arah lain pun bisa dia tangkis pukulannya.Dia pun berhasil menghajarnya dengan tendangannya dan akhirnya sampailah dia di tempat bos mafia yang duduk melihat anak buahnya melawan Kiki. Diarahkannya pistol yang dia rebut tadi ke arah bos mafia yang masih santai duduk dan mengeluarkan makian pada Kiki. Dua detik setelah bos mafia tersebut berbicara, Kiki menarik pelatuk pistolnya dan menembak ke arah jantung bos mafia tersebut. Darah segar keluar dari dada bos mafia yang masih terduduk dengan memegang dadanya yang tertembak dengan raut wajah menahan rasa sakit karena tertembak. Kemudian Kiki mengarahkan pistolnya ke kepalanya dan berkata, "I'm a mafia". Setelah itu terdengar musik lagu yang berjudul Mafia in the Morning dan mulailah mereka melakukan dance kembali hingga musik selesai dimainkan.


Gaya mereka begitu keren seperti seorang mafia dengan tarian yang seolah - olah memegang pistol, tarian yang begitu enerjik dan ditambah lagi aksi laga yang diperankan oleh Kiki, begitu sempurna untuk penampilan mereka kali ini.


Sukses sudah penampilan mereka membuat sorak sorai dan tepuk tangan yang begitu meriah. Raditya, Aldo dan Gio pun begitu terpukau melihat penampilan Kiki.


Gio membulatkan tekatnya, setelah ini dia akan memberikan bunga yang sudah dia siapkan untuk diberikan pada Kiki ketika dia turun dari panggung.


Raditya terbengong dan begitu terpukau melihat penampilan Kiki. Aldo menyikut perut Raditya, "Jangan ngeces, masih siang, otaknya difokuskan dulu, habis ini kita tampil".


Raditya tersadar dan mencebik, "Ck, gimana bisa move on kalau tampilannya kayak gini, yang ada bikin spot jantung. Lama - lama gak sehat nih jantung" Raditya memegang dadanya. Aldo terkekeh mendengar ucapan sahabatnya ini. Kemudian dia mengajak Raditya menemui Kiki dan Renita di belakang panggung untuk menunggu mereka turun dari panggung.


"Bini lu keren Bro", Kenan mengacungkan dua jempol pada Aydin.


"Gawat nih, kayaknya bakalan banyak saingan nih Sob", Dion memanas - manasi Aydin, dan dia mendapatkan tatapan membunuh dari Aydin.


"Vin, itu kamu tahu?" tanya Aydin pada Kevin yang berada di sebelahnya.


Kevin mengangguk, "Sorry Bro, dia minta dirahasiakan, katanya sih mau bikin kejutan buat Bang Ay", Kevin meledek Aydin dengan menirukan gaya bicara Kiki.


"Ck, pantesan akhir - akhir ini dia minta ikutan latihan taekwondo di Dojo ku, minta diajarin beberapa gerakan yang katanya untuk menjaga diri dari bahaya. Ternyata ini to....", Aydin tersenyum bangga pada istrinya.


"Bro... bro... itu beneran Renita kan? kok aku gak ngerti kalau dia ikutan?" Kenan menepuk - nepuk pundak Aydin dan Kevin bergantian.


"Lu aja yang gak baca data profil peserta. Renita memang terdaftar, yang aneh tuh ada profil Riri tapi malah anaknya gak ada, eh malah Kiki yang ada sekarang di panggung, padahal profil Kiki gak ada di pendaftaran", sahut Aydin sembari menoyor kepala Kenan.


"Ya kan memang Riri gak ikut. Kiki pinjam data dan foto Riri buat daftar", sahut Kevin.

__ADS_1


"Wah pelanggaran, liat aja bakal aku kasih hukuman nanti", terlihat smirk di bibir Aydin ketika melihat Kiki yang akan turun panggung.


"Jangan dihukum dong, boncel kesayangan gua tuh", protes Kevin.


"Istri lu juga ege", sambung Kevin berbisik di telinga Aydin.


"Tenang aja kakak ipar ku yang terhormat, hukumannya enak kok", Aydin menyeringai.


"Woooo.......", teman - temannya berseru mendengar jawaban Aydin.


"Yuk Bro kita ke sana. Temui dan hukum tuh bidadari lu!" Kevin merangkul pundak Aydin menuju belakang panggung.


Di sana sudah ada Gio yang membawa bunga untuk diberikan pada Kiki. Raditya dan Aldo pun berada di sana, dan juga Linda yang baru saja bergabung menyusul ke belakang panggung karena melihat Raditya dan Aydin yang berada di sana. Aydin dan teman - temannya berada di depan tangga namun berjarak sekitar tiga meter dari panggung, karena di sana banyak panitia yang artinya mereka adalah rekan BEM Aydin.


Tampak teman - teman dari dancer Kiki yang turun dari panggung, kemudian tampaklah Kiki turun dari panggung, ditapakinya tangga selangkah demi selangkah, dia mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok yang dia cari, suaminya berada di depannya. Dia tidak memperhatikan Gio yang membawa bunga tepat di hadapannya. Kiki bergegas menuruni tangga dan menyingkirkan tubuh Gio yang menghalangi jalannya. Dia berlari lurus ke arah Aydin, kemudian dia sukses mendarat di dada Aydin dengan kaki yang menggantung dan mengunci kakinya di belakang pinggang Aydin. Reflek Aydin menahan bokong Kiki dengan tangannya agar tidak jatuh dan dia menyeimbangkan dan menahan tubuh Kiki agar tidak jatuh. Kini Kiki berada dalam gendongan favoritnya dengan Aydin, yaitu gendong depan seperti bayi kangguru. Aydin yang terkaget akan sikap Kiki yang kini sudah dalam gendongannya, dia reflek berputar - putar seperti kebiasaan mereka jika sedang dalam mode seperti itu, membuatnya dan Kiki tersenyum bahagia. Mereka sudah sering melakukannya di rumah, karena ini sudah menjadi gendongan favorit Kiki. Kini mereka sudah lupa jika berada di keramaian, tepatnya semua orang yang mengenal mereka.


Gio melongo membuka mulutnya dan bunganya pun jatuh di tanah. Dia tersadar ketika Aldo menepuk pundaknya, "Udah gak ada harapan Bro", sambil tersenyum dia menguatkan Gio. Namun Gio tidak merasakan efek menguatkan dari senyuman Aldo, dia begitu lemas dan kecewa, dan akhirnya dia kembali duduk di kursi peserta dengan membawa luka hati yang bahkan belum memulainya.


Raditya diam saja menyaksikan adegan yang begitu romantis yang disuguhkan Kiki bersama Aydin. Ya, memang benar hatinya masih sakit, namun dia tidak mau memperlihatkannya karena Linda kini berada di sampingnya. Linda tersenyum miris, dia melihat Kiki dan Aydin yang memang benar - benar sulit untuk dipisahkan. Mereka begitu penuh dengan cinta, jadi dia putuskan untuk menyerah walaupun kadang rasa ingin memiliki Aydin masih ada.


Sari yang memang dari awal berada disitu bersama Ranti merasa kaget, geram dan marah. Dia tidak terima lelaki yang dicintainya dipeluk dan dicium oleh wanita yang dinilai Sari begitu genit. Ranti yang tahu perasaan Sari kini menenangkannya, dia mengatakan pada Sari jika Kiki dan Aydin merupakan pasangan yang tidak mungkin dipisahkan. Hati Sari begitu hancur, matanya berkaca - kaca, namun sebelum dia pergi meninggalkan Ranti dia sempat berbicara, "Masih bebas sebelum janur kuning melengkung!!!" Ranti hanya menggeleng tidak menyangka dengan sikap keras kepala sahabatnya itu.


"Ehem... mau mesra - mesraan di kamar aja woiii" Kevin berseru menyadarkan Aydin dan Kiki yang masih larut dalam ciuman hangat mereka.


Kiki yang merasa malu turun dari gendongan Aydin. Kemudian dia memeluk erat tubuh suaminya dan menenggelamkan kepalanya pada dada Aydin. Sedangkan Aydin hanya terkekeh dan membelai lembut rambut Kiki.


Semua panitia dan mahasiswa kampus Aydin yang menyaksikan adegan itu merasa heran karena Aydin yang kini tertawa bahagia. Suatu hal yang langka bagi mereka melihat seorang Aydin yang biasanya cuek, berwajah datar dan dingin kini tertawa dan berdekatan dengan wanita. Dari dulu mereka kenal Aydin tidak pernah sekalipun dia berinteraksi dan berdekatan dengan cewek. Melihat ini mereka menyimpulkan bahwa Aydin dan Kiki berpacaran. Patah sudah hati mereka yang sedari tadi sudah mengincar Kiki saat mereka melihat penampilan Kiki di panggung tadi. Semua terpesona akan kecantikan dan juga penampilannya yang begitu keren dan memukau.


Kiki selalu berada di sisi Aydin, tidak sedetikpun dia menjauh dari suaminya. Tangannya bergelayut manja pada lengan Aydin. Hingga Kevin jengah dengan sikap adiknya itu.

__ADS_1


"Dek pulang duluan sana, udah dapat juara pertama harusnya kamu sekarang merayakannya sama teman - teman kamu, bukannya jadi monyetnya Aydin", Kevin melirik Kiki jengah, tidak biasanya adiknya bersikap seperti itu.


"Ih biarin, orang aku nemplok nya sama Bang Ay kok, bukan sama kakak, wlee.... Lagian kalau aku ikut mereka merayakan kemenangan kami, pasti Bang Ay bakalan ngamuk, kan ada Raditya juga di sana yang juga merayakan kemenangannya", kini Kiki bukan lagi bergelayut di lengan suaminya, dia kini sudah memeluk erat pinggang Aydin, sehingga Aydin membalas erat pelukan istrinya, dia begitu gemas pada tingkah manja istrinya, hingga berkali - kali dia mencium gemas pipi istrinya dan menautkan hidung mereka dan memainkannya dengan menggesek - gesekkan hidung mereka. Kiki terkekeh geli dengan sikap suaminya yang tidak pernah ditunjukkan sebelumnya.


Teman - temannya merasa mereka hanya menjadi pajangan diantara Aydin dan Kiki. Mereka mengusir Aydin dan Kiki agar cepat pulang, toh acara pun sudah selesai. Mereka kini hanya memastikan jika semuanya sudah kembali bersih dan tidak ada yang kurang dalam hal apapun.


Aydin pun mengajak Kiki pulang. Sepanjang perjalanan menuju parkiran mobil Aydin, mereka berdua mendapatkan tatapan mata dari semua orang dan mereka membicarakan hubungan Kiki dan Aydin. Ada yang memuji mereka karena mereka pasangan yang tampan dan cantik, namun banyak juga yang menuduh Kiki telah menggoda habis - habisan Aydin karena mereka melihat kejadian Kiki disaat turun dari panggung tadi, jadi mereka mengira Kiki adalah gadis genit yang suka menggoda cowok dengan cara apapun. Mereka berdua tidak memperdulikan kasak - kusuk yang mereka dengar, karena mereka sangat lelah dan ingin segera beristirahat berdua untuk melaksanakan hukuman dari Aydin.


Pukul 10.25 pm


Erangan panjang dari kedua manusia yang sedang melakukan sunah malam itu terdengar tertahan. Mulut mereka sengaja mereka bungkam karena takut terdengar oleh Ayah dan Bunda yang mungkin saja mereka sedang berada di dekat kamar Aydin dan Kiki. Aydin menjatuhkan tubuh lelahnya di atas tubuh mungil Kiki, membiarkan milik mereka yang masih tertaut. Sedangkan Kiki matanya terpejam, mulutnya megap - megap karena lelah. Kemudian Aydin merebahkan tubuhnya di samping Kiki, karena dia tahu istrinya itu kelelahan menahan berat tubuhnya. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


"Sayang, mandinya besok aja ya", Aydin menatap ke samping, dimana istrinya itu masih ngos - ngosan.


Kiki menoleh, mengangguk dan tersenyum. Dia mendekat, melingkarkan tangannya pada punggung suaminya.


"Sayang, cuma bercocok tanam di ladang kecil aja capek ya, apalagi bercocok tanam di sawah ya? pasti langsung pingsan deh", lirihnya dalam dekapan suaminya.


"Hihihi.... Kamu ini ada - ada aja sih sayang. Jadi tambah gemes deh. Udah yuk bobok, dari pada nanti khilaf dan bercocok tanam lagi gimana?" Aydin tersenyum menggoda Kiki.


Kiki memukul dada Aydin. "Lagi...lagi... udah capek masih gayanya mau lagi, kalau pingsan gimana?" Kiki mendongak, Aydin tersenyum melihat bibir mungil istrinya yang mengoceh.


Reflek Aydin mengecup bibir istrinya itu untuk menghentikan ocehannya.


"Udah yuk bobok, biar gak capek", kemudian Aydin membisikkan di telinga Kiki,


"Makasih sayang, I love you", dan dia mengecup lama kening istrinya itu.


Kiki mengangguk dan menjawab, "I love you too", kemudian dia menelusup kan kepalanya di dada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2