
Kemudian Kiki menuju kamar Baby Raline untuk meminjam kelambu box bayinya.Jadilah sekarang Linda yang menunggui baby Raline yang sedang tidur karena kelambunya dipinjam oleh Kiki.
Kiki meminjam kelambu box bayi milik baby Raline sebagai ganti kain tile yang dipakai di nanti tampil menirukan penampilan Tzuyu,Mina dan Joengyoen yang memakai kain tile sebagai penutup kepala yang menjuntai ke bawah sampai badan untuk bait lagu yang pertama.Kemudian kain itu dibuka dan barulah mereka menari mengikuti alunan lagu.
Kiki melepas jaketnya,dia hanya memakai crop tank top warna putih dan hot pant hitam yang dia pakai tadi,ditambah dengan kain kelambu box bayi milik baby Raline yang dipakainya sebagai penutup kepala sampai badannya.
Karena kain kelambu cuma ada satu,jadi Riri dan Renita yang berjanji untuk menemaninya dance juga akan masuk pada saat Kiki sudah melepas kain penutup kepalanya.
Namun pada saat Kiki mulai penampilannya sampai membuka penutup kepalanya itu,semua mata terpesona,bahkan seperti akan meneteskan air liur,jadi Riri dan Renita memutuskan untuk mundur,tidak ikut dalam penampilan Kiki.Toh juga Kiki tidak akan tahu,karena formasi mereka berdua ada di belakang Kiki,namun ada kalanya mereka di samping dan di depan Kiki sebentar seharusnya.Tapi pada saat waktu itu tiba,malah mereka tidak ada disekitar Kiki,dan Kiki hanya merutuki mereka dalam hati.
Tak sengaja mata Kiki menatap ke arah samping dan agak jauh darinya,ternyata Riri dan Renita hanya jadi penonton saja yang menyemangati Kiki.Mereka mengepalkan tangan mereka ke atas menyemangati Kiki dan berbisik "Fighting!!!" 💪🏻
Mereka semua bertepuk tangan dengan keras ketika Kiki sudah selesai dengan penampilannya.Mereka semua terpukau dengan penampilan Kiki yang begitu seksi dengan tariannya itu,karena biasanya dia terkesan energik.
Aldo menyenggol lengan Raditya,dan kemudian di balas senyum oleh Raditya.
"Sabar bro,godaan",bisik Aldo di telinga Raditya.
Sontak saja Raditya menoyor kepala Aldo.
Kenan berdiri dari duduknya,ia berjalan ke arah Kiki dan merangkul pundak Kiki.
"Bang Ke iiih....Awaaaas....",berontak Kiki melepaskan tangan Kenan dari pundaknya.
"Ki,jadi pacar Abang ya.Kamu kan gak punya pacar",Kenan menatap Kiki dengan senyum manisnya dan tangannya tetap berada di pundak Kiki meskipun Kiki sudah berontak untuk melepas tangannya.
Memang sih,gank Kevin cs ini ganteng-ganteng,tapi yang paling ganteng Bang Aydin lah menurut Kiki,eh ada lagi Kak Kevin,masa' iya sih kakak sendiri gak dibilang ganteng,durhaka nanti bisa kualat.
"Sok tau.Iiiih lepasin gak?" Kiki tetap memberontak namun tak kunjung dilepaskan oleh Kevin dan sia-sia saja Kiki memberontak,badan dia yang kecil itu tidak akan bisa menandingi kekuatan cowok.
Aydin sangat geram dengan kelakuan Kenan.Tangannya mengepal,rasanya ingin sekali menghajarnya.Namun dia tahan karena memang Kenan belum tau jika Kiki adalah istrinya dan dia juga tidak mau merusak momen liburan mereka.
Kevin mendekati Aydin,dan berbisik,
"Gak marah?"
Aydin hanya menatap datar Kevin.Namun Kevin tau jika ekspresi Aydin seperti itu pasti dia sedang marah.Untuk lebih amannya,Kevin menjauh dari adik iparnya itu dan kembali ke tempat duduknya semula.
"Bang On,Bang Of,iiiih....ini kandangin! " rengek Kiki memanggil Dion dan Sofyan untuk meminta pertolongan mereka.
__ADS_1
"Yaelah Ki,dikira Abang binatang peliharaan apa pakai di kandangin segala",tanya Kenan.
"Lah kan buaya",jawab Kiki sambil menginjak keras kaki Kenan sehingga dia bisa terlepas dari tangan Kenan dan dia berlari mencari perlindungan di belakang Kevin.
"Hahahaha...",tawa mereka semua bebarengan.
"Wah parah,masa' disamain sama buaya",kejar Kenan kemudian.
Kevin pun berdiri karena Kiki menariknya untuk berdiri.Kiki bersembunyi dibalik punggung Kevin yang besar.
Disaat Kenan mengejarnya ke belakang punggung Kevin,Kiki bergerak ke depan badan Kevin,Kenan pun mengejarnya,begitulah mereka berputar-putar berkejar-kejaran di badan Kevin.
Akhirnya Kiki pun berlari ke arah Aydin yang masih terduduk di kursinya sambil menatap marah ke arah mereka.
Kiki mendarat di pangkuan Aydin,dia duduk miring,kakinya menjuntai di samping kiri tangan Aydin.Tangam Kiki mengalung indah di leher Aydin.
Mereka semua yang berada disitu kaget melihat Kiki yang berada di pangkuan Aydin,seperti pasangan yang begitu mesra.
Aldo menyikut-nyikut lengan Raditya yang sedang terbengong melihat Kiki berada di pangkuan Aydin.
Aydin mendekatkan bibirnya pada telinga Kiki.
Glek..
Kiki menelan ludahnya.Kemudian dia menatap mata Aydin.
"Awas aja kalau gak dihukum",Kiki berbisik di telinga Aydin seolah dia tidak takut dengan hukuman suaminya itu,menantang harimau yang siap menerkam karena kelaparan.
Bibir Aydin kembali mendekat ke telinga Kiki dan berbisik,"Ok,siapkan dirimu istriku".
Jiah,sekarang Kiki yang kelabakan ketakutan,namun sok-sokan biasa saja seolah tidak takut sama sekali.
"Wah parah Kiki,manggil mereka aja aneh-aneh,namanya diganti-ganti,masih mending aku sama Raditya masih enak di denger panggilannya,lah mereka lucu banget",celoteh Aldo untuk menyadarkan mereka semua yang tercengang saat Kiki berada di pangkuan Aydin,dan anehnya mereka berdua sangat nyaman,itu yang membuat mereka semua diam,pikiran mereka dipenuhi pertanyaan yang sama.
Kevin yang mengerti dengan kode dari Aldo,ikut menanggapi"Keenakan tuh boncel,main nemplok aja"
Kiki menoleh ke arah suara berasal,ternyata suara Kevin,kakaknya itu tersenyum jahil.
Kiki melihat dirinya yang sedang berada di pangkuan Aydin,kemudian dia melihat ke semua orang yang menatapnya penuh tanya.
__ADS_1
"Eh...reflek",Kiki turun dari pangkuan Aydin.
"Mmm...modus",seru Kevin menjambak rambut Kiki ketika lewat di depannya.Dan Kiki pun mengaduh,reflek tangannya memukul dada Kevin ketika merasa rambutnya sakit karena dijambak seseorang.
Namun kejahilan Kevin masih tetap berlanjut,dia masih saja tidak melepaskan tangannya dari rambut Kiki meskipun tidak dijambak,cuma dipegang tapi kan Kiki merasa sakit karena dia bergerak-gerak memukul-mukul badan Kevin,jadi sama saja seperti terjambak rambutnya.
"Lepasin gak? Lepasin...lepasin!" Kiki memukul-mukul badan Kevin sekenanya.
"Ogah",jawab Kevin meledek dengan tertawa menertawakan penderitaan Kiki.
"Awas ya,bakalan aku aduin",ancam Kiki dengan mata melotot.
"Dih,tukang ngadu,mentang-mentang yang belain sekarang bertambah",Kevin melepaskan rambut Kiki.
Namun pada saat Kiki hendak melangkah dari tempat itu malah dia dijambak sekali lagi oleh Kevin,dan kemudian Kevin pun berlari bersembunyi.
Kiki menoleh mencari sosok kakak jahilnya itu,musuh bebuyutan dari kecil tapi juga kesayangan.
"Tiang listrik berjalaaaaan....",teriakan Kiki membuat semua orang menutup telinganya,kaget dengan suara yang keluar dari orang sekecil Kiki.
Kevin keluar dari persembunyian nya dan tertawa terbahak-bahak.
Mata Kiki mencari-cari barang yang bisa dia gunakan untuk melempar kakaknya itu,namun nihil,tidak ada barang yang bisa dilempar ke arah kakaknya.Adanya cuma pizza dan gelas minuman.Kan sayang kalau pizza dilempar,mending di makan bikin kenyang.
Kalau gelas yang dilempar,bahaya,serpihannya bisa melukai orang,dan yang paling parah nantinya dia yang akan repot membereskan pecahan gelas itu.
Maka dari itu Kiki mengalah,dia bermuka sebal,ngambek,seperti biasa mukanya di tekuk dan bibirnya mengerucut.
Kiki berjalan duduk ditempatnya tadi dan kembali memakan pizza nya.
Raditya hendak berdiri dari duduknya,berniat menghampiri Kiki untuk berbicara padanya.Dia ingin bertanya tentang hubungan kedekatan Kiki dengan Aydin.Mumpung juga istrinya berada di dalam kamar dengan anaknya.
Namun lengannya dicekal oleh Aldo dan dia menggeleng,
"Jangan sekarang,banyak orang",cegah Aldo.
Dan Raditya pun tidak jadi berdiri,dia akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Kiki.
Rasanya hati Raditya sangat berat untuk melihat Kiki berdekatan dengan cowok lain apa lagi sampai sedekat itu.Hatinya marah,berontak,ingin dia hanya berdua dengan Kiki saja di manapun,namun saat itu juga bayangan baby Raline membuyarkan niatannya itu.
__ADS_1