Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
124


__ADS_3

Siang ini karena Kiki sedang bebas tugas Aydin mengajak Kiki dan juga Ken mengunjungi restoran mereka. Seperti biasa, Ken berlarian kemana-mana tanpa ada yang berani melarangnya. Entah apapun itu tingkah Ken tidak ada yang berani menegurnya. Lagipula siapa yang berani menegur calon bos besar mereka, penerus keluarga Permana.


Aydin sedang memeriksa keuangan restoran bersama manager dan staf keuangan.Sedangkan Kiki membantu Aydin untuk berkeliling melihat keadaan restoran serta apa saja yang kurang dari restoran mereka.


Tadinya Ken mengikuti Maminya berkeliling restoran, namun akhirnya Ken lebih tertarik berada di dapur. Tanpa memperhatikan anaknya Kiki tetap saja berjalan sesuai panduan dari asisten manager restoran dan membicarakan tentang keadaan restoran mereka. Tanpa disadari oleh Kiki, Ken tertinggal di dapur bersama para Chef dan koki yang berada di sana.


Setelah berkeliling restoran, Kiki kembali duduk di tempat yang sama, yaitu bergabung di meja Aydin dengan menikmati minuman dan menu andalan dari restoran mereka.


Pembicaraan Aydin dengan managernya terhenti dan matanya beralih pada istrinya ketika istrinya duduk di sebelahnya.


"Ken mana Mi?" tanya Aydin ketika melihat Kiki duduk di sebelahnya tanpa ada Ken di dekatnya.


"Loh bukannya tadi ngintilin Mami ya di belakang?" Kiki mencari-cari sosok Ken yang kecil dan imut namun berbadan bongsor itu dimana-mana.


"Sepertinya tadi berhenti mengikuti kita setelah di dapur Nyonya," si asisten manager menyampaikan pendapatnya.


"Tolong kamu lihat apa Ken ada di dapur," Aydin menyuruh asisten manager tersebut untuk mencari keberadaan Ken di dapur.


Setelah itu Manager dan staf keuangan meninggalkan meja tersebut karena Aydin ingin mengakhiri pembicaraan mereka.


"Sayang... suapin dong, laper....," Aydin merengek pada Kiki yang sedang memakan cake buatan pastry restoran mereka. Kiki terkekeh melihat tingkah manja suaminya yang tidak kalah manja darinya semenjak ada Kenshin diantara mereka. Kiki pun memberikan suapan cake itu pada suaminya, dan dengan senyum senangnya Aydin memandang Kiki.


"Enak?" tanya Kiki ketika melihat Aydin yang meletakkan satu tangannya di meja dan tangan itu menumpu kepalanya sehingga Aydin bisa melihat Kiki dengan nyaman.


Aydin menganggukkan kepalanya dengan senyumannya yang mengembang.


"Lebih enak lagi kalau nyuapinya menggunakan ini," Aydin meletakkan jari tangannya ke bibir Kiki dan mengusapnya lembut.

__ADS_1


Kiki tersenyum dan tersirat rona merah di pipinya. Dia malu mendengar ucapan dari suaminya. Sudah bertahun-tahun mereka menikah, namun rasanya masih tetap sama, perhatian, kasih sayang dan cinta Aydin semakin bertambah pada Kiki. Dan keromantisan mereka masih saja sama seperti dulu, karena mereka tidak ingin rasa cinta mereka berkurang, mereka ingin rasa cinta mereka bertambah di pertambahan usia mereka.


Setelah beberapa saat kemudian, si asisten manager tersebut berjalan cepat dengan sedikit berlari menuju meja Aydin dan Kiki berada.


"Tuan, Nyonya, maaf, Kenshin sedang bermain di dapur," asisten manager tersebut merasa ragu dan tidak enak mengatakan pada Aydin dan Kiki.


"Oh... ya sudah biarkan saja asal dia tidak mengganggu," Aydin kembali meminta Kiki untuk menyuapinya.


Si asisten manager masih saja berdiri.di hadapan Aydin dan Kiki dengan tatapan bingung dan malu. Bingung karena ingin mengatakan yang sesungguhnya tentang Kenshin, dan dia malu melihat keromantisan dari bos nya dengan istrinya yang berada di hadapannya.


Namun semua karyawan di semua perusahaan, restoran, cafe dan rumah sakit tahu jika Aydin dan Kiki memang selalu romantis. Karena di mana pun mereka berada, mereka selalu menebarkan keromantisan mereka berdua.


"Kenapa Pak?" Kiki bertanya pada asisten manager itu karena nampak bingung.


"Eh itu, Kenshin...," ucapan asisten manager itu menggantung.


"I-itu Ken bermain beras di dapur," akhirnya kalimat ini berhasil keluar dari mulut si asisten manager tadi.


"Main beras?" Kiki dan Aydin saling menatap heran dengan apa yang dikatakan oleh asisten manager tersebut.


Akhirnya mereka sadar jika Kenshin, putra mereka sangat jahil dan banyak akal untuk bermain. Tak ayal mereka selalu kerepotan di rumah untuk menaklukan Ken, tapi mereka tidak pernah melarangnya selagi itu tidak membahayakan dan merugikannya. Justru mereka merasa sangat terhibur oleh tingkah Ken yang sangat kreatif menurut mereka.


"Yuk Sayang kita lihat, apalagi ulah putra ajaib kita itu sekarang," Aydin menggandeng tangan Kiki menuju ke dapur.


Mata Aydin dan Kiki membelalak ketika melihat putra mereka Kenshin sudah berada di dalam tempat penyimpanan beras dan memainkannya. Ken masuk ke dalam wadah penyimpanan beras yang seperti gentong besar kemudian beras itu di guyurkan ke badannya dan dia tertawa terbahak-bahak seraya mengambil beras dan mengguyurkannya ke seluruh tubuhnya.


"Ken!" seru Kiki ketika melihat Ken sibuk bermain beras dan tertawa.

__ADS_1


"Mami... Papi... sini, lihat Ken mandi beras. Hahahaha....," Kena kembali mengguyur badannya dengan beras dan tertawa senang.


Semua staf dapur tertawa melihat tingkah lucu yang disebut Mami Papi nya sebagai tingkah ajaib Ken.


"Ken, itu beras Sayang untuk di masak menjadi nasi yang nantinya akan Ken makan," Kiki menjelaskannya pada Ken pada saat mendekatinya.


"Ken tau Mamiiiii.... Ken suka mandi beras. Hahahahaha...," Ken menjawab sambil bermain beras dan masih mengguyurkan beras itu ke badannya.


Aydin menahan tawanya sedari tadi, namun ketika Ken menjawab pertanyaan Maminya, Aydin tidak bisa lagi menahan tawanya. Aydin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu dan ajaib putranya itu.


"Papi!" seru Kiki ketika melihat Aydin tertawa.


Sebenarnya Kiki sendiri ingin tertawa seperti biasanya mereka menertawakan tingkah Ken di rumah, namun kali ini Kiki merasa sungkan pada para pekerjanya jika menertawakan tingkah lucu Ken itu yang mungkin dianggap kesalahan oleh orang lain.


Aydin mengerti maksud istrinya. Dengan segera Aydin mengangkat tubuh Ken dari rendaman beras, kemudian menggendongnya sambil berkata,


"Yuk Ken makan cake coklat dan es krim coklat, ok?!" Aydin mengalihkan perhatian Ken pada makanan kesukaannya.


"Yeeeee....," seru Ken kegirangan sambil bertepuk tangan di dalam gendongan Aydin.


Kiki tersenyum melihat putra dan suaminya yang seperti duplikat itu. Ternyata wajah dan perawakan Kenshin sama seperti Aydin di waktu kecilnya. Kiki melihat foto kecil Aydin dan mensejajarkannya dengan foto Kenshin ternyata sama persis. Namun sikap jahil Ken persis seperti Kiki.


Sedangkan para penghuni dapur menatap nanar beras yang dimainkan oleh Ken, tuan muda kesayangan mereka. Mereka harus membereskan beras yang berserakan di lantai itu.


"Mami, Papi, kalau mandi es krim enak kali ya? Apalagi mandi es krim coklat," ucap Ken yang masih polos dengan lahap memakan es krim coklatnya.


Aydin dan Kiki saling memandang, dan mereka berdua menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Oh no....!!!"


__ADS_2