Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
97


__ADS_3

Kevin mengejar istrinya yang keluar kamar dengan kemarahan padanya. Kevin tidak mengerti alasan dari kemarahan istrinya. Kemudian dia teringat akan istrinya yang marah setelah melihat ponselnya.


Kevin kembali ke kamar dan mengambil ponsel yang berada di ranjang yang keadaannya berantakan tanpa aktifitas suami istri.


"Sia**n! Wanita gak tau diri. Harusnya aku blokir dari dulu nomernya jika tau dia akan senekat ini," omel Kevin ketika melihat berapa banyaknya telepon masuk dari Ranti dan pesan yang benar-benar membuat Kevin marah.


Pantas saja Vina marah, karena pesan dari Ranti memperkeruh keadaan rumah tangganya yang hanya hanya baru beberapa hari menikah.


Vina kesal dan marah pada Ranti yang selalu menggangu Kevin. Vina tahu jika Kevin tidak akan pernah mengkhianatinya, namun dia takut jika Ranti dengan sengaja menjebak atau mendekati suaminya terus-terusan.


Vina berdiam diri di dalam kamar sebelah. Kini mereka menempati rumah Vina karena orang tuanya jarang pulang ke rumah, mereka selalu berada di luar negeri.


Kevin mencari Vina di setiap sudut rumah dan setiap ruangan. Namun dia lupa belum mencari di kamar sebelah kamarnya.


Dasar Kevin oon, kamar lainnya dibuka kamar sini kok enggak? Apa dia udah tau ya aku ada di sini, mangkanya dia sengaja gak buka kamar ini biar aku keluar sendiri. Aaaah... nyebeliiiin.... batin Vina memberontak.


Pada saat Kevin hendak kembali ke kamarnya, dia melihat kamar di sebelahnya yang lupa belum dia periksa. Kevin berdiri di depan pintu kamar tersebut berniat hendak membukanya.


Namun ketika tangannya berada di gagang pintu bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka. Kevin kaget, begitu pula dengan Vina yang berada di depannya.


Begitu kesadarannya kembali, Kevin segera mendorong istrinya ke dalam kamar tersebut dan mencium istrinya dengan paksa. Vina menolak karena dia masih marah pada suaminya.


Bisa-bisanya suaminya itu masih menyimpan nomer mantannya. Paling tidak harus diblokir nomernya, itu yang diharapkan oleh Vina.


Vina yang menolak ciuman Kevin lama-kelamaan ikut terhanyut dan menikmatinya. Melihat Vina yang sudah tidak menolaknya, ciuman Kevin kini berubah lembut dan tidak kasar serta menuntut seperti yang tadi dia lakukan.


Vina membalas ciuman Kevin, dan mereka berdua menikmati ciuman itu hingga Kevin membawanya ke ranjang kamar tersebut dengan keadaan masih sedang berciuman.


Setelah itu Kevin merebahkan tubuh istrinya dan mendekap erat tubuh istrinya agar tidak bisa lepas lagi dari sisinya.


"I love you my wife," bisik Kevin ditelinga Vina kemudian dia mengecup lama dahi Vina.


Vina tersenyum dan mengeratkan tangannya di pinggang Kevin kemudian kepalanya di sandarkan pada dada bidang Kevin. Terasa hangat dan nyaman sekali bagi Vina. Dia tidak mau kehilangan sosok Kevin dalam hidupnya.

__ADS_1


Kini mereka tidur di kamar sebelah, bukan kamar mereka sendiri yang sejak sedari tadi mereka buat berantakan.


Pasangan pengantin lawas yang kini sudah memiliki seorang anak sedang kewalahan mengurus anak mereka yang sedang menangis di malam hari.


Kiki dan Aydin memang tidak mau memakai jasa pengasuh bayi, karena mereka masih mampu untuk mengasuhnya. Hanya Bik Darmi saja yang membantunya ketika siang hari jika Kiki sedang butuh bantuan.


"Sayang, itu jangan dikasih Baby Ken semua. Aku nanti gak kebagian," ucap Aydin sambil memindahkan tangan Baby Ken dari atas ***** Kiki.


"Ya ampuuun, masih lama kelarnya. Masih juga berapa hari. Lagian sama anak sendiri gak mau kalah," heran Kiki yang melihat suaminya selalu mendekat ketika anaknya diberikan ASI.


"Kan pengen sayang," ucap Aydin mengiba.


"Katanya pengen anak, ya harus terima dong sampai waktunya," ucap Kiki dengan ekspresi mengejek.


"Hufft... Ken demi kamu Panda ngalah deh. Cepetan gede ya supaya Panda gak rebutan sama kamu lagi," Aydin mengusap lembut kepala Baby Ken sehingga matanya terpejam sempurna.


"Sayang, sini Baby Ken udah bobok, biar aku taruh di box nya," Aydin mengambil tubuh Baby Ken kemudian dia letakkan ke dalam box.


"Sekarang waktunya aku yang dikelonin sama Manda," Aydin meraih tubuh istrinya dan mendekapnya erat dari belakang dengan tangannya yang menelusup ke dalam piyama tidur Kiki.


"Bisa diem gak tangannya?" ucap Kiki dengan nada galak.


"Ya ampun sayang, udah lahiran masih galak aja, aku kangen nih...," Aydin merengek dan menyusupkan kepalanya ke ceruk leher Kiki.


"Cepetan tidur, besok kalau kesiangan gimana?" ucap Kiki dengan nada biasa sambil mengusap kepala suaminya.


"Gak usah masuk, di rumah aja. Kerja di rumah kan bisa," ucap Aydin yang sudah tidak dijawab lagi oleh Kiki karena kini Kiki sudah tertidur.


"Selamat tidur istriku tercinta, aku sangat mencintaimu," bisik Aydin di telinga Kiki, kemudian dia mencium bibir Kiki sekilas.


Dan benarlah, kini mereka kesiangan, Baby Ken juga sangat nyenyak tidurnya sesudah beberapa kali terbangun dan minum ASI semalam.


Suara ketukan pintu membangunkan mata Kiki. Kiki melangkah dengan mata masih mengantuk untuk membukakan pintu.

__ADS_1


"Bu, maaf itu sarapannya sudah siap," ucap Bik Darmi.


"Iya bentar Bik. Ini jam berapa ya Bik?" tanya Kiki sambil menguap.


"Jam sembilan Bu," jawab Bik Darmi.


"Ya ampuuuun kesiangan....," Kiki menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju ranjangnya.


"Bang... Abang... udah siang, bangun. Bang Ay, banguuuun... udah siang. Sayang banguuuun...," seru Kiki dengan menggoyang-goyangkan badan suaminya.


Namun apa yang dilakukan Aydin membuat Kiki tidak habis pikir. Disaat sudah tau kesiangan malah tubuh Kiki ditariknya dan didekap erat kembali oleh Aydin.


"Bang udah jam sembilan ini. Bik Darmi udah nyiapin sarapan di bawah," ucap Kiki yang terlena dalam dekapan suaminya dan menutup kembali matanya.


Raditya kini lebih memilih bekerja dari rumahnya. Dia mempercayakan urusan kantornya ada Aldo. Raditya mempunyai bisnis design dan percetakan kecil-kecilan. Dia dibantu oleh Aldo untuk mengelolanya.


Karena pertengkarannya dengan Linda waktu itu, Raditya kini lebih banyak meluangkan waktu untu Raline, anak semata wayangnya, karena dia tidak ingin jika anaknya itu kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Biarlah dia untuk saat ini menjadi Ayah dan Bunda bagi Raline. Dia sudah tidak berharap banyak lagi dari Linda. Bukti yang diberikan setiap hari dari orang suruhannya menjadi sangat lengkap dan terbukti bahwa Linda melakukan perselingkuhan dengan lelaki lain.


Sudah seminggu ini Raditya mendiamkannya. Dia juga tidak lagi mengantar Linda kerja, karena percuma saja menurutnya, diantar kerja dia juga masih bisa berselingkuh.


Raditya tidak habis pikir dengan Linda yang seperti anak ABG yang sedang puber dan jatuh cinta. Tidak sama sekali dia mempedulikan anaknya. Padahal seharusnya seorang Ibu lah yang lebih peduli terhadap anaknya. Namun ini kebalikannya.


"Ayo kita bicara," ucap Raditya pada Linda ketika Linda baru pulang.


Raditya berjalan terlebih dahulu dan Linda mengikutinya dari belakang. Raditya mengajak Linda masuk ke dalam kamar mereka.


"Duduklah," perintah Raditya pada Linda agar dia duduk di sofa dan Raditya duduk di ranjang, mereka saling berhadap-hadapan meskipun tidak berjarak dekat.


Linda pun menuruti perintah suaminya. Dia duduk di sofa dengan tenang.


"Sekarang apa mau kamu?" tanya Raditya pada Linda.

__ADS_1


"Aku mau..."


__ADS_2