Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
164


__ADS_3

Raline dihubungi oleh Ayahnya untuk segera datang ke rumah Aydin dan Kiki. Namun sayangnya Raline masih dalam perjalanan pulang dari acara study tour yang diadakan sekolahnya.


Raditya mengabarkan pada Raline jika Aydin sudah bisa berjalan dan mengirim foto-foto serta video yang dikirim oleh Kiki di grup yang beranggotakan sahabat-sahabat mereka.


Tentu saja Raline sangat senang, bahkan dia bersorak dan berjingkrak kegirangan mendapatkan kabar baik yang selama ini dia tunggu-tunggu. Sampai-sampai teman-temannya heran dan bertanya padanya.


"Ada apa Ra? Apa ada berita bagus?" tanya Tristan pada Raline.


Tristan salah satu dari cowok keren yang paling keren di sekolah tersebut. Dia menjadi ketua klub basket di sekolah Raline. Dan memang dari dulu, sejak Raline pindah ke sekolah itu Tristan sudah menyukainya dan ingin sekali menjadikan Raline sebagai pacarnya.


Namun rencananya selalu gagal, karena setiap dia mendekati Raline selalu saja ada Kenshin yang menjadi penghalangnya. Hingga semua orang menyebut Kenshin sebagai pacar Raline.


Raline menoleh pada Tristan yang sudah berada di dekatnya. Namun Raline tidak menjawab, dan dia hanya tersenyum lebar dan kembali melihat foto-foto dan video Aydin ketika berjalan menghampiri Kenshin dan Miyuki.


"Foto siapa itu Ra?" tanya Tristan pada Raline.


"Keluargaku," jawab Raline dengan mata yang berbinar karena terlalu bahagia.


Tristan memandang Raline. Dia terpesona dengan wajah cantik Raline dan senyumnya yang mempesona. Dari dulu sejak bertemu dengan Raline, Tristan tidak bisa melupakan wajah Raline yang dengan cepatnya masuk ke dalam hatinya.


Kamu cantik Ra, aku ingin kamu menjadi milikku, Tristan berkata dalam hatinya.


Kemudian guru pembimbing mereka menyerukan perintahnya agar mereka semua masuk ke dalam bus untuk melakukan perjalanan pulang.


Di dalam bus pun, Tristan duduk di deretan samping Raline sehingga dia bisa melihat wajah Raline dengan puas. Sepertinya Tristan memang sedang kasmaran dengan Raline hingga pandangan matanya tidak lepas dari Raline. Dan tanpa sepengetahuan Raline, banyak foto Raline yang diabadikan oleh Tristan melalui kameranya pada saat kegiatan study tour itu berlangsung.


Sesampainya di sekolah mereka, Raline menghubungi Raditya untuk menjemputnya. Sayangnya ponsel Raditya tidak bisa dihubungi. Bahkan Raline berkali-kali menghubungi Raditya dan tetap saja ponsel Raditya tidak bisa dihubungi.


Akhirnya Raline menghubungi nomer ponsel Kiki untuk menanyakan ayahnya, karena setahunya semua sahabat ayahnya menginap di rumah Kiki dan Aydin. Sebenarnya Raline enggan menghubungi Kiki di jam yang sangat larut seperti itu, tapi dia tidak punya pilihan lain karena dia juga menghubungi Renita dan Kenan tidak diangkat-angkat sedari tadi.


"Assalamu'alaikum, Mi apa ayah ada disitu?" Raline bertanya pada Kiki setelah mendengar suara Kiki di seberang sana.


Wa'alaikumussalam, ada apa cantik? jawab Kiki.

__ADS_1


"Ayah gak bisa dihubungi Mi, tante Rere sama Om Kenan juga gak angkat-angkat teleponnya. Raline nunggu di sekolahan Mi," Raline mengadu pada Kiki seperti biasanya.


Sebentar, kamu di sekolahan? Kamu udah pulang cantik? tanya Kiki yang juga merasa cemas.


"Iya Mi baru aja sampai sekolahan. Ini Raline gimana Mi, udah malam," suara Raline terdengar gelisah.


Bentar ya, Mami lihat ayahmu dulu, tadi masih sama yang lainnya. Nanti Mami hubungi lagi ya. Kamu hati-hati ya cantik dan jangan ke mana-mana, ucap Kiki memberi perintah.


"Ok Mi, Raline tunggu. Assalamu'alaikum...," Raline menutup pembicaraannya di telepon dengan Kiki.


Wa'alaikumussalam..., jawab Kiki sebelum mengakhiri teleponnya.


"Sayang gawat. Raline...." ucap Kiki pada Aydin.


"Raline kenapa Mi?" tanya Aydin yang ikut panik.


"Dia udah sampai sekolah sekarang, tapi Raditya gak bisa dihubungi, Renita dan Kenan juga. Sebentar, aku akan melihat Raditya dulu," ucap Kiki tergesa-gesa turun dari ranjang.


Ternyata mereka sudah tidur di ruang tengah dengan televisi yang masih menyala. Sedangkan Renita, Kenan dan Lucas sudah berada di kamarnya. Begitu juga dengan Kevin, Vina dan Max tidur di kamar mereka yang biasa mereka gunakan jika menginap di rumah tersebut.


"Di, bangun. Raline udah di sekolah, kamu gak jemput?" Kiki membangunkan Raditya, namun tidur Raditya tidak terusik sama sekali.


"Emmm... kenapa Ki? Nih anak teler baru minum obat flu, gak enak badan dia," jawab Aldo dengan mata sedikit terbuka yang tidur di sebelah Raditya.


"Terus gimana dong? Siapa yang jemput? Bang Ay gak mungkin, dia barusan sembuh," ucap Kiki kesal.


"Udah Sayang, kita suruh sopir aja yang jemput. Kamu tenang aja ya. Lebih baik kamu hubungi Raline aja sekarang," Aydin memberikan solusi pada Kiki.


"Aku ikut ya?" Kiki mencoba bertanya pada Aydin.


Namun seperti dugaannya, Aydin menggelengkan kepalanya. dia tidak akan pernah membiarkan istrinya ke mana pun tanpa dirinya, apalagi selarut itu.


Di sekolah, Raline cemas karena sudah banyak temannya yang meninggalkan sekolah, hanya masih tertinggal beberapa saja yang masih belum pulang dan beberapa satpam yang pasti menunggu di sana.

__ADS_1


"Ra, bareng aku yuk. Aku antar kamu pulang. Ini udah larut banget loh Ra. Gak baik kamu di sini selarut ini," Tristan mencoba keberuntungannya untuk bisa mengantarkan Raline pulang.


"Mmm... gimana ya... barusan Mami bilang aku disuruh tunggu di sini sampai dijemput," Raline berusaha menolak, namun sebenarnya dia juga ingin diantar oleh Tristan karena sudah sangat larut jika dia harus menunggu di sekolah.


"Gini aja deh.Kamu telepon aja Mami kamu, bilang kalau kamu aku antar pulang. Aku janji deh akan mengantarkan kami dengan selamat dan gak ngapa-ngapain kamu," ucap Tristan sambil menunjukkan kesungguhannya.


"Bentar deh aku tanya Mami dulu ya," akhirnya Raline mencoba menghubungi Kiki untuk mengatakan sesuai dengan yang disarankan oleh Tristan.


Akhirnya Raline menghubungi Kiki dan memberitahukan bahwa dia akan diantarkan pulang oleh Tristan ke rumah Maminya. Namun seperti biasa, Kiki tidak begitu saja percaya, akhirnya Kiki melakukan panggilan video dengan Raline untuk berbicara pada Tristan dan ingin mengetahui wajah Tristan.


Kiki pun merekam pembicaraan tersebut karena dia belajar dari yang sudah-sudah, dia tidak mau terjadi apa-apa dengan Raline, terlebih Raline adalah seorang gadis.


Raline pun diantar oleh Tristan setelah mendapat persetujuan dari Kiki dan Aydin. Raline diantar menuju rumah Aydin dan Kiki, di mana semua orang telah berkumpul di sana.


Kiki dan Aydin menunggu Raline di teras rumah mereka karena mereka ingin menyambut Raline dan ingin mengetahui sosok Tristan yang sebenarnya untuk mengucapkan terima kasih.


"Mami.... Papi....," Raline berlari dan memeluk Kiki serta Aydin bergantian.


Tristan tersenyum melihat Raline yang sepertinya sangat dicintai dan dimanja oleh kedua orang tuanya. Tristan turun dari mobilnya untuk menghampiri Aydin dan Kiki.


"Om... Tante...," Tristan menyapa Aydin dan Kiki dengan bersalaman.


"Terima kasih ya udah mengantar anak Papi pulang," Aydin berterima kasih pada Tristan.


"Sama-sam Om," ucap Tristan yang sedikit malu.


"Apa kamu pacarnya anak cantik Mami ini?" Kiki bertanya untuk menggoda Raline.


"Aiih Mami....," Raline malu dan memeluk Kiki.


Mereka tertawa melihat tingkah Raline yang sangat menggemaskan.


Sepertinya keluarga ini sangat menyenangkan. Apa aku bisa masuk dalam keluarga ini? Tristan bertanya dalam hatinya setelah dia berpamitan pulang dan masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2