
"Sayang, tunggu bentar lagi ya, ini aku dalam perjalanan ke rumah sakit," Aydin menghubungi Kiki untuk memberitahunya agar menunggu dirinya.
Aydin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena jarak antara kantornya dengan rumah sakit tidaklah jauh.
Dipertengahan jalan yang agak sepi, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menghentikan mobil Aydin secara mendadak dengan melompat di depan mobilnya.
Aydin menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Kaget? Tentu saja Aydin kaget tiba-tiba saja ada seseorang yang melempat di depan mobilnya untuk menghentikan mobil Aydin.
Aydin bernafas lega ketika wanita tersebut masih berdiri secara utuh di depan mobilnya. Dan dia sangat kaget ketika wanita tersebut mendongakkan wajahnya ke depan, tepatnya menghadap ke Aydin.
Aydin sangat geram dan marah melihat wanita tersebut ternyata adalah Linda. Wanita yang akhir-akhir ini membuat keluarganya tidak tenang dan waspada.
Sebenarnya dia siapa? Bukan siapa-siapa, tapi kenapa dia berani sekali mengganggu Aydin bahkan berani mendekati Aydin yang secara terang-terangan tidak menyukainya.
Linda berjalan ke samping pintu mobil Aydin dan mengetuknya. Linda kira Aydin akan membukakan pintu mobilnya dan akan bertanya padanya serta memberi tumpangan padanya. Jangan harap dan jangan bermimpi!
Seorang Aydin hanya takluk pada seorang wanita saja, dan itu adalah Kiara Anggara Putri, istri sahnya di mata agama dan hukum. Dan sekarang sudah menjadi ibu dari anaknya, Kenshin Anggara Permana.
Aydin menoleh ke samping, ke arah jendela mobilnya yang terdapat Linda di sana. Tatapan mata Aydin sangat mengerikan bagi Linda, namun Linda mencoba mengacuhkannya, dia tersenyum manis dan menggoda Aydin dari luar jendela mobilnya.
Dress ketat yang sangat minim dengan memperlihatkan belahan di depan dadanya yang membuat Linda nampak seperti wanita yang siap menggoda siapa saja.
Cih gak sudi aku liat kamu! Dipikir aku doyan apa sama barang sisa gonta ganti pemakai? Najis! Aydin membatin dengan tatapan mata yang terlihat seperti seorang pembunuh.
Seketika Aydin menjalankan mobilnya melesat dengan kecepatan tinggi agar tidak bisa lagi diikuti oleh Linda.
Linda terjengkang ketika mencoba meraih dan mempertahankan pegangan tangannya pada handle pintu mobil Aydin.
Aydin tersenyum puas melihat Linda terjatuh karena keras kepalanya dia untuk mempertahankan pegangan tangannya di pintu mobil Aydin.
Linda tertawa getir menertawakan kebodohannya dan menertawakan nasibnya.
__ADS_1
"Hahahaha.... apa yang sedang aku lakukan di sini? Harusnya aku berada di rumah bersama anakku, bersama keluarga suamiku dan pastinya aku juga mempunyai seorang suami, tidak seperti sekarang yang menjadi seorang janda yang hanya digunakan saja oleh Riko tanpa ada status pernikahan," gumam Linda lirih yang masih duduk di atas aspal jalan yang untungnya jalan tersebut masih sepi tidak ada yang lewat pada jam tersebut.
Diraihnya ponsel yang berbunyi dari dalam tasnya.
"Halo, ada apa?" jawab Linda dengan nada ketus.
Setelah mendengarkan yang dikatakan oleh orang yang berada di seberang sana melalui telepon, Linda berangkat menuju lokasi yang diberikan oleh Riko.
Ya, yang meneleponnya tadi adalah Riko. Dia menyuruh Linda untuk datang ke suatu tempat. Linda tidak bisa menolak apapun yang dikatakan dan diperintahkan oleh Riko.
Disinilah Linda sekarang berada. Di depan rumah sakit besar yang dia ketahui tempat itu adalah tempat bekerja Kiki saat ini.
Apa rencana Riko selanjutnya sehingga membuatku datang kemari? batin Linda sembari melihat kearah megahnya bangunan rumah sakit ini berdiri.
Riko menunggu Linda di parkiran. Dia segera menarik tangan Linda ketika tahu Linda sudah berada di sana.
"Kenapa kamu menyuruhku kemari Sayang? Ada apa? Kenapa kita tidak bertemu di cafe biasanya saja?" Linda memandang heran pada Riko.
"Awww... sakit," Linda mengadu kesakitan tangannya yang tadi terluka karena bergesekan dengan aspal pada saat menghadang Aydin.
Riko menoleh ke belakang, dimana Linda berjalan dibelakangnya.
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Riko kaget ketika melihat tangan Linda yang banyak goresan seperti habis jatuh.
"Aku tadi...," Linda ragu mengatakan pada Riko karena takut dia dimarahi karena gagal menggoda Aydin.
"Kenapa? Ayo cerita!" ucap Riko dengan tegas.
Riko mengajak Linda untuk duduk di taman rumah sakit. Kemudian Linda bercerita pada Riko apa yang terjadi.
Jarak beberapa meter Aydin dan Kiki menyaksikan Riko dan Linda yang sedang berbicara di taman. Aydin tadi dihubungi oleh orang suruhan Raditya dan Kenan yang membuntuti Linda dan Riko bahwa mereka berdua sedang berada di rumah sakit.
__ADS_1
Tadi Aydin sempat marah karena mereka tidak melaporkan padanya jika Linda berniat mencegatnya di jalan yang agak sepi. Namun mereka juga baru tahu pada saat kejadian, karena rencana Riko sebenarnya Linda harus mendekati Aydin dengan datang ke kantornya tiap hari.
Riko memang tidak tahu jika Linda tidak bisa masuk ke kantor Aydin lagi karena Linda tidak memberitahunya. Oleh karena itu Linda berinisiatif mencegat Aydin di jalan yang biasa dia lewati.
Riko mempunyai ide baru, yaitu dengan mendaftarkan Linda sebagai pasien untuk periksa pada Dokter Kiki.
Di tempat pendaftaran Riko bersikukuh untuk Linda diperiksa oleh Dokter Kiki, namun petugas memberitahukan bahwa tidak ada yang bernama Dokter Kiki di sana. Tapi tetap saja Riko mempertahankan pendapatnya, hingga terjadi sedikit keributan yang memancing pihak keamanan untuk turun tangan.
Detik itu juga Linda baru ingat jika nama Kiki sebenarnya adalah Kiara. Akhirnya mereka dipersilahkan mendaftar dengan syarat tidak diperbolehkan memicu keributan di area rumah sakit. Dan akhirnya mereka dipersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu ruangan praktek Kiki.
Aydin mengetahui semua itu karena tindakan bodoh Riko yang memicu keributan, sehingga pihak keamanan turun tangan dan Aydin pada saat itu bersama Kiki berada di ruang CCTV keamanan. Kebetulan juga orang-orang suruhan Raditya dan Kenan melapor untuk kesekian kalinya, kali ini mengenai kejadian di tempat pendaftaran pasien.
Kiki kembali ke ruangannya sebelum Riko dan Linda sampai di ruangan Kiki. Aydin menghubungi bagian pendaftaran agar mengukur waktu pasien yang mereka data sekarang, siapa lagi kalau bukan Linda dan Riko. Sehingga Kiki dan Aydin tidak terburu-buru untuk sampai ke ruangan Kiki.
Tok... tok.. tok..
Perawat membukakan pintu untuk Linda dan Riko masuk. Sebenarnya jam praktek Kiki sudah habis, tapi demi menjalankan rencana ini, Kiki mau menemui Riko dan Linda sebagai pasien yang berobat kepadanya.
"Linda?" Kiki berpura-pura kaget mendapati Linda berada di depannya.
"I-iya Ki, ini... apa aku mau periksa," Linda terbata-bata karena merasa tidak nyaman.
Bukankah setelah persidangan cerai Linda bersama Raditya terjadi keributan di luar ruangan yang disebabkan oleh Linda mengatakan sesuatu yang buruk tentang Kiki, dan sekarang dia berada di depannya sebagai pasien.
"Periksa apa?" tanya Kiki tegas.
"I-ini, ini tadi-"
"Dia dianiaya seseorang tadi dijalan. Ada seseorang yang memaksanya untuk menemaninya dan memuaskannya, tapi dia tidak mau, jadilah dia diberi pelajaran oleh orang tadi," sahut Riko yang kini sudah duduk di samping Linda.
"Maaf anda siapa ya? Kenapa ada di sebelah Linda?" tanya Kiki berpura-pura ingin tahu.
__ADS_1