Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
82


__ADS_3

Wanita yang memakai dress ketat yang memperlihatkan kedua belahan gundukannya itu berjalan mendekat ke arah mereka yang sedang duduk di ruang keluarga.


Kiki menatapnya tajam penuh permusuhan. Bunda memegang tangan Kiki untuk menyatakan dukungannya pada Kiki.


"Duduklah," perintah Ayah singkat pada Pak Hermawan dan Caroline.


Pak Hermawan dan Caroline duduk dan memulai perbincangan bisnis Pak Hermawan dengan Ayah Aydin.


Setelah itu suara Bik Narsih membuat mereka menghentikan pembicaraan bisnis itu dan beralih ke meja makan.


Sebelum duduk di kursi makan, Kiki menghentikan Caroline duduk.


"Stop. Kamu berdiri disitu dulu jangan dekat-dekat dengan meja makan," perintah Kiki pada Caroline.


Tentu saja Caroline dan yang lainnya bingung. Namun kebingungan itu terjawab sudah ketika Kiki menyemprotkan desinfectant spray yang ada di rak dekat ruang makan.


Kiki menyemprotkan desinfectant spray itu ke seluruh tubuh Caroline.


Aydin tertawa terbahak-bahak melihat Kiki melancarkan aksinya pada caroline.


"Kamu gila?" tanya Caroline dengan emosi.


"Biar steril, biar gak kegatelan lagi kalau dekat suami orang," jawab Kiki enteng.


Terlihat Caroline yamg sangat emosi, dia bergerak maju akan menggapai tubuh Kiki. Namun dengan sigap Aydin memeluk Kiki dan melindunginya.


Bunda dan Ayah yang menahan tawanya melihat aksi Kiki tadi menjadi marah ketika melihat Caroline akan melakukan kekerasan fisik pada menantunya yang sedang mengandung.


"Kamu, berani kamu menyakiti menantu saya?" tanya Ayah dengan penuh kemarahan menunjuk wajah Caroline dengan telunjuknya.


" Om.. saya.. saya tidak bermaksud... dia yang mulai Om. Om lihat sendiri kan tadi dia nyemprot saya pakai deinfectan," Caroline membela dirinya sebagai orang yang dianiaya.


"Ya kan memang harus disemprot dulu. Karena menantuku sedang hamil anak Aydin, jadi kita tidak mau ada virus yang masuk dalam rumah ini," jawab Ayah dengan wajah yang masih terlihat kesal.


Aydin melotot tajam pada Caroline ketika Caroline melihatnya. Aydin akan membawa Kiki meninggalkan ruang makan, namun Ayah menyuruh Aydin dan Kiki untuk duduk dan makan bersama mereka.


Aydin menolak, namun Ayahnya mengatakan bahwa ada hal penting yang akan Ayah sampaikan.


Mendengar ada hal penting yang akan disampaikan oleh Ayah Aydin, Caroline tersenyum senang karena dia berpikir jika rencananya berhasil.

__ADS_1


Caroline berjalan berlenggak-lenggok bak model menuju meja makan. Dia menyeringai melihat Kiki yang berwajah penuh amarah melihatnya.


Aydin mendudukkan Kiki di dekatnya. Sengaja Aydin memilih kursi yang tidak berdekatan dengan Caraoline agar kegiatan makan malam ini tidak berakhir dengan pertengkaran.


Semua itu hanya keinginan Aydin saja, pasalnya Caroline tetap melancarkan aksinya meskipun dia tidak duduk berdekatan dengannya.


Caroline mengambil nasi dan lauk yang diletakkan di atas piring, kemudian dia memberikannya pada Aydin.


"Sayang, ini makanan favorit kamu," sambil tersenyum manis Caroline meletakkan piring tersebut di depan Aydin.


Kiki tidak mau kalah, karena dia sudah berjanji pada dirinya agar tidak lemah seperti dulu. Kiki akan mempertahankan rumah tangga dan suaminya jika memang suaminya masih menginginkan mereka bersatu sebagai suami istri.


Kiki mengambilkan Aydin nasi dan lauk yang berbeda dengan yang diambilkan oleh Caroline. Kemudian Kiki menaruh piring itu tepat di depan Aydin, sehingga piring Caroline tadi bergeser beberapa sentimeter dari hadapan Aydin.


Caroline menatap penuh kemarahan pada Kiki karena menggeser piring yang dia sajikan untuk Aydin.


Aydin tersenyum pada Kiki dan dia mulai menyendokkan nasi ke dalam mulutnya. Namun ditahan oleh seruan dari Caroline.


"Sayang, makan aja yang tadi udah aku ambilin, kamu kan suka banget sama lauk itu," Caroline berseru manja menghentikan suapan Aydin ke dalam mulutnya sendiri.


Aydin memakan makanan yang sempat terhenti ketika akan masuk ke dalam mulutnya. Dia mengunyah sambil menatap Caroline dengan mata yang penuh emosi.


Kiki hanya melihat saja tingkah suaminya sambil memakan makanannya. Dia tidak melepaskan penglihatannya dari Aydin. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan suaminya itu disaat berada dalam situasi seperti ini. Jujur saja meskipun Kiki sudah memaafkan kejadian tadi siang di restauran, namun dia tidak bisa terima dengan sikap Aydin yang mudah dijadikan permainan oleh Caroline.


"Dengar ya, aku sangat suka sekali semua makanan yang diberikan Kiki karena dia istriku yang sangat aku cintai. Dan aku sudah tidak menyukai makanan ini setelah mengetahui penghianatanmu padaku. Jadi, kamu mengerti kan, makanannya aja aku tidak suka, apalagi orangnya?" jawab Aydin dengan ketus dan menunjuk makanan yang dia maksud ketika mengucapkannya.


Kiki tersenyum puas ketika mendengar jawaban Aydin dan Kiki teramat sangat puas melihat wajah Caroline yang kaget mendengar jawaban dari Aydin.


Yaelah, baru gini aja udah stres aku. Gimana kalau punya bini dua? Bisa-bisa struk aku kalau tiap hari kayak gini , Aydin membatin sambil memakan makanannya kembali.


Caroline menatap kesal pada Kiki yang tersenyum penuh kemenangan padanya.


"Ehem... Caroline, saya minta kamu berhenti mengganggu Aydin. Apalagi jika kamu mengganggu rumah tangganya, saya tidak akan membiarkannya dan bisa saya pastikan kamu akan hancur jika mengganggu rumah tangga anak saya" Ayah Aydin mulai mengeluarkan ancamannya karena geram dengan Caroline yang menghancurkan acara makan malam mereka.


"Om...," Caroline meminta pertolongan Pak Hermawan.


"Begini Pak Hermawan, saya berterima kasih sekali pada bapak yang selama ini bekerja sama dengan perusahaan kami. Tapi maaf, saya tidak akan mau bekerja sama lagi jika memang anda menekan anak saya untuk menerima keponakan anda yang dulu pernah sangat menyakiti anak saya. Meskipun yaa... resikonya mungkin akan terjadi kekacauan pada kondisi keuangan perusahaan, gapapa, kita akan berusaha untuk mengatasinya," ucap Ayah Aydin pada Pak Hermawan sebelum Pak Hermawan mengatakan sesuatu pada mereka.


Pak Hermawan memandang Caroline dan berpikir. Dia memang menyayangi keponakannya itu karena sedari kecil Caroline selalu manja padanya.

__ADS_1


Beberapa detik Pak Hermawan diam berpikir, dan sampailah dia pada keputusannya. Akhirnya dia menyerah pada syarat yang dia ajukan pada Aydin karena sejujurnya perusahaannya sangat bergantung pada perusahaan Ayah Aydin. Namun pada saat dia mengancam Aydin seolah-olah perusahaannya tidak butuh dengan perusahaan yang dipegang Aydin sekarang dan perusahaan Aydin lah yang membutuhkan mereka.


Caroline sangat marah dan kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Om nya yaitu Pak Hermawan. Dia memendam kekesalannya dalam hatinya yang serasa akan meledak sekarang ketika melihat kemesraan Aydin bersama dengan Kiki dihadapannya.


Dalam hati Caroline yang meletup-letup kemarahannya, dia berjanji akan mencari cara kembali untuk memisahkan mereka. Dia tidak mau Aydin dimiliki wanita manapun kalau bukan dia yang memilikinya.


Akhirnya acara makan malam yang menguras emosi pun telah usai. Caroline berniat berpamitan pada Aydin dengan menciumnya, namun sayangnya satpam cantik yang juga sebagai pemilik hati Aydin pun ini menjaga ketat Aydin agar tidak tersentuh oleh Caroline.


Caroline selalu dihalangi Kiki jika dia akan mendekati Aydin. Pak Hermawan sudah menarik tangan Caroline untuk memperingatinya, namun Caroline tetap saja tidak mau mendengarkan siapapun. Karena baginya, miliknya harus selalu menjadi miliknya meskipun dia meninggalkannya.


Aydin tersenyum puas dengan sikap istrinya yang mempertahankannya agar tidak disentuh wanita lain.


Aydin mengeratkan pelukannya di pinggang Kiki ketika berdiri di balkon kamar mereka.


"Sayang, makasih ya udah mempertahankan dan melindungi aku agar tidak tersentuh wanita lain," Aydin mengecup pelipis Kiki.


"Bukan itu maksudnya. Aku cuma males aja nyuruh kamu mandi kembang tujuh rupa lagi, percuma sialnya belum ilang juga kalau dia nempel lagi. Atau mau disuruh mandi pakai air got?" jawab Kiki sambil menatap Aydin yang terkejut mendengar jawaban dari istrinya.


"Ya jangan dong, nanti bau loh badan Abang, nanti kamu gak mau lagi dipeluk kayak gini," Aydin mempererat pelukannya di pinggang Kiki.


"Mangkanya jangan macem-macem. Sekali lagi deket wanita lain, langsung aku guyur pakai air got biar tidur sendirian sama tikus di gudang," ucap Kiki sewot.


"Kok gitu sih sayang...," ucap Aydin manja.


"Dih siapa yang mau tidur sama dipeluk orang yang bau comberan, aku mah ogah. Cuma tikus dan binatang ngerat lainnya yang mau. Kan enak tuh tidur di gudang bisa dicium-cium mereka bareng-bareng. Hahahaha....," Kiki masuk ke dalam kamar dengan tertawa lebar, membuat Aydin sedikit merinding. Aydin takut jika istrinya dimasuki makhluk halus. Pasalnya Kiki yang sedang hamil sekarang ini sangat berani dan kerap memarahi Aydin jika dia salah. Berbeda dengan sebelumnya yang sangat baperan dan sangat manja.


Besoknya Aydin menjemput Kiki ketika jam kerja Kiki selesai di sore hari. Aydin berniat mengajak Kiki jalan-jalan sore dan makan di tempat yang spesial dengan pemandangan yang indah.


Kiki sangat senang diajak Aydin jalan-jalan sore ke tempat yang berbeda dan tidak terbayangkan olehnya sebelumnya.


Tempat yang mereka tuju sangat indah karena pemandangan alamnya yang begitu alami disertai pemandangan sore menjelang malam yang sangat indah dipenuhi oleh gemerlap lampu dan hiasan bintang bergelantungan di langit.


Aydin membawa Kiki ke dataran tinggi yang sangat indah pemandangannya. Di sana memang tidak begitu ramai, hanya ada pengendara saja yang lewat.


Aydin membawa Kiki duduk di cap mobil dan melihat bintang di langit yang begitu indah. Tak lupa Aydin memberikan beberapa camilan dan minuman yang dia beli tadi sebelum menjemput Kiki di rumah sakit. Aydi harus selalu membawa camilan dan minuman setiap mereka pergi. Karena sejak Kiki hamil, dia selalu meminta camilan dan minuman di mana pun mereka berada. Sekarang ini camilan dan minuman sudah seperti sajen bagi Kiki.


Setelah mereka puas menikmati indahnya pemandangan di sana, Aydin membawa Kiki ke tempat makan yang tidak kalah indahnya dari tempat mereka sekarang berada. Tempat itu tidak jauh dari tempat yang mereka kunjungi saat ini.


Ternyata Aydin sudah reservasi tempat untuk mereka berdua. Aydin meminta tempat itu dihias dengan suasana romantis, namun memang tempat itu sengaja tidak dia sewa semua agar Kiki tidak curiga.

__ADS_1


Pada saat mereka sampai di sana, Kiki sangat senang dan takjub dengan semuanya. Aydin merasa puas karena dia sudah bisa membuat istrinya bahagia setelah kemarin dia membuatnya menangis.


"Kiara... kamu Kiara kan?" suara seorang lelaki yang membuat Kiki dan Aydin menoleh ke arah sumber suara tersebut.


__ADS_2