
Berita tentang Kenshin memukul Tristan membuat Aydin dan Raditya mengumpulkan Kenshin dan Raline di ruang keluarga untuk disidang.
Kiki yang juga hadir bersama Miyuki berstatus sebagai saksi. Sedangkan Raline dan Kenshin diharuskan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.
"Raline, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu bisa luka?" Raditya yang memulai lebih dulu untuk bertanya pada Raline.
Raline menunduk, dia tidak berani menceritakan semuanya. Bukan karena dia takut dimarahi oleh ayahnya, lebih tepatnya dia takut jika Resti akan dikeluarkan dari sekolahan oleh Aydin, papinya.
Raline tahu sikap Aydin yang menomor satukan keluarganya. Dan Raline sudah dianggap sebagai anaknya sendiri, jadi tidak salah jika Raline mengkhawatirkan Resti yang telah menyakitinya.
"Raline.... katakan!" Raditya mengulangi perintahnya dengan tegas pada Raline.
Mata Raline terpejam, dia kaget mendengar seruan dari ayahnya dan tangannya gemetar seolah dia telah melakukan kesalahan besar.
Raline bertambah menciut nyalinya ketika digertak seperti itu oleh ayahnya. Dia merasa ingin mengatakan namun mulutnya tidak bisa terbuka karena hatinya menyuruhnya untuk tidak mengatakannya.
Kenshin melihat Raline yang duduk di sampingnya sedang ketakutan. Di genggamnya kedua tangan Raline yang tangannya menggenggam jadi satu di depan pangkuannya.
Dia ingin menenangkan gadis cantik itu agar tidak lagi ketakutan dan dia ingin mengatakan lewat genggaman tangannya jika semua akan baik-baik saja ketika dia bersamanya.
Raditya, Aydin dan Kiki melihat Kenshin yang menggenggam tangan Raline. Mereka membiarkannya saja karena mereka tahu jika Kenshin ingin menenangkannya.
"Raline...., jawab apa yang ayahmu tanyakan," kini Aydin yang memberikan perintah pada Raline.
"Ayo ceritakan," ucap Kenshin pada Raline dengan suara lirih dan lembut.
Raline pun mengangguk dan dia menceritakan awal mula dia bisa terluka.
"Tadi, tidak sengaja ketika berjalan bertabrakan dengan teman," jawab Raline dengan kepala menunduk, dia tidak berani melihat siapa pun karena pasti mereka tahu jika Raline berbohong.
"Katakan yang benar Raline!" Raditya berseru membuat Raline semakin mengkerut.
__ADS_1
"Katakan Raline, kami tau kamu berbohong," perintah Aydin pada Raline dengan tegas dan itupun membuat Raline semakin memejamkan matanya dengan rapat karena ketakutan.
Kenshin yang mengetahui itu menatap Raditya dan Aydin dengan bengis karena membentak dan membuat takut Raline, namun sedetik kemudian dia sadar bahwa Raditya dan Aydin adalah orang tua mereka yang harus dihormati dan alasan mereka memarahi dan membentak Raline pun bukan untuk menyakitinya.
Kenshin kini menatap Raline dan genggaman tangannya dipererat lagi sehingga Raline menoleh ke arahnya, kemudian Kenshin menganggukkan kepalanya dan tersenyum padanya, serta berkata,
"Katakan yang sebenarnya."
Raline pun mengangguk dan menghadap ke depan untuk berbicara pada Raditya dan Aydin. Kemudian dia menceritakan apa yang terjadi, karena dia juga merasa percuma saja jika menutupinya, pasti mereka akan mencari tahu lebih lanjut dengan cara apapun.
"Sialan!"
"Brengsek!"
Raditya dan Aydin memaki secara bersamaan setelah mendengar cerita dari Raline. Mereka merasa marah pada Resti yang tidak tahu terima kasih pada Raline.
"Sudah ayah bilang jika dia itu tipe orang yang akan terus mengganggumu," Raditya berkata dengan emosi yang meluap-luap.
"Ini untuk pelajaran kamu cantik, kamu harus bisa menilai orang dengan baik. Dan jangan percaya begitu saja dengan orang lain, meskipun dia sudah lama dekat dengan kamu," Kiki menyahuti pembicaraan mereka untuk memberi saran pada Raline.
"Maaf, Raline akan hati-hati dan akan mendengarkan semua perkataan kalian," ucap Raline dengan penuh penyesalan.
"Lalu Ken, kenapa kamu memukul Tristan?" kini Aydin yang bertanya pada Kenshin.
"Aku dengar dari Pak Satpam jika kakak cantik terluka dan digendong masuk oleh Tristan," jawab Kenshin dengan entengnya.
"Lalu?" tanya Aydin kembali.
"Ken pukul dia karena dia kakak cantik terluka," jawab Kenshin kembali.
"Tapi kamu harusnya tanya dulu siapa yang membuat Raline terluka. Sekarang kamu tau kan perbuatanmu salah?" Aydin berkata dengan tegas.
__ADS_1
"Tetap aja dia salah. Kalau memang dia laki-laki, pasti dia gak akan biarin perempuan terluka, apalagi dia menyukainya, mungkin dia juga mencintainya," Kenshin menjawab dengan sedikit emosi.
Aydin, Kiki dan Raditya diam. Mereka berpikir kalau apa yang dikatakan oleh Kenshin adalah benar. Dan mereka bersyukur karena Kenshin sangat bertanggung jawab dan bisa diandalkan untuk menjaga para wanita di dalam keluarganya.
"Apa aku salah?" tanya Kenshin kemudian pada semuanya.
"Tidak, Tuan Muda kami ini tidak salah. Justru kami bangga padamu. Benar kan Mi?" Aydin menjawab pertanyaan Kenshin dan meminta dukungan dari Kiki.
"Kamu bisa diandalkan Ken. Pasti kamu bisa jaga Mami, Raline sama Miyuki. Hebat anak Mami," Kiki menanggapi perkataan Aydin sambil menghampiri Kenshin dan memeluknya.
"Tuan Muda Ken, Ayah sangat berterima kasih padamu. Niat kamu untuk menjaga Raline aja Ayah udah seneng banget, apalagi kamu benar-benar membuktikannya seperti tadi. Ayah sungguh bangga sama kamu," ucap Raditya sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Kenshin.
"Kalau gitu nikahin aja mereka Pi biar bisa jagain kakak cantik terus," ucap Miyuki sambil menjulurkan lidahnya pada Kenshin setelah berbicara.
Tentu aja aku mau, Ken berkata dan bersorak dalam hatinya.
Sedangkan Aydin, Raditya dan Kiki saling menatap mendengar apa yang diucapkan oleh Miyuki.
Niatan Miyuki memang hanya bercanda, namun mereka semua merasakan hal yang aneh ketika mendengarnya. Raditya, Aydin dan Kiki merasa Kenshin memang menyukai dan menyayangi Raline, namun untuk mencintai mereka tidak mengetahuinya.
Berbeda dengan Raline, dia hanya biasa saja menanggapi candaan Miyuki karena memang Raline tidak merasa bahwa Kenshin mencintainya dan menginginkan mereka untuk menjadi pasangan hidupnya.
Dulu memang ketika Raline pertama kali dalam masa puber dan Kenshin pun demikian, Raline merasa ada rasa yang aneh dalam dirinya ketika berhadapan dan berdekatan dengan Kenshin. Apalagi jika Kenshin menggandengnya.
Namun ketika orang tua selalu mengingatkan mereka untuk saling menjaga karena mereka bersaudara, Raline segera menghilangkan rasa itu agar dia tidak tersiksa nantinya.
Dan yang membuat Raline takut adalah jika Kenshin hanya menganggapnya sebagai kakaknya saja karena umurnya yang lebih tua daripada Kenshin. Raline tidak siap dengan resiko patah hatinya, sehingga dia harus menyerah untuk menghilangkan rasanya itu.
"Kok pada diem sih. Kan Yuki ngasih saran, kenapa malah pada diem aja? Ah gak seru nih," Miyuki merajuk sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kamu itu persis banget kayak Mami mu kalau lagi merajuk. Bibirnya itu loh kenapa di maju-majuin gitu sih?" Aydin mencoba mengalihkan pembicaraan Miyuki.
__ADS_1
"Seksi kan?" tanya Kiki pada Aydin sambil mengedipkan sebelah matanya, kemudian dia menaik turunkan alisnya untuk menggoda Aydin.