Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
246


__ADS_3

Kiki bergegas masuk ke dalam mobilnya menuju ke rumah baru Kenshin. Dia tahu jika suaminya yang over protective itu tidak akan melepasnya begitu saja. Terbukti sekarang ini dia tahu jika suaminya itu mengikutinya meskipun tidak terlalu dekat jarak mobil mereka.


Senyum Kiki terukir di bibirnya. Dia sangat beruntung sekali mempunyai suami seperti Aydin.


"Hanya kali ini aja Pi Mami ingin memberi Papi pelajaran. Mangkanya jangan sok memutuskan apa-apa seorang diri. Memangnya Mami bukan siapa-siapa Papi? Rasain tuh!"


Kiki berkata dalam mobil dengan tersenyum puas melihat mobil Aydin yang berusaha mengikutinya tanpa terlihat oleh Kiki.


Kiki memang tidak menutup-nutupi keberadaan Kenshin dari Aydin, dia langsung menuju rumah Kenshin tanpa mengecoh suaminya agar tidak bisa mengikutinya. Dia sadar jika Aydin berhak mengetahui di mana dan bagaimana keadaan Kenshin, anak sulung mereka.


Mobil Kiki diparkirkan di depan rumah Kenshin agar dia tidak terlalu jauh berjalan masuk ke dalam rumah.


"Mami... Mami... kamu itu unik, kelihatannya aja kesal sama Papi, marah, tapi kamu tetap tidak merahasiakan apapun dari Papi," ucap Aydin yang berada di dalam mobil yang berada di luar gerbang rumah Kenshin.


"Eh tapi Kenshin kenapa ya? Kenapa Mami bisa sepanik itu? Apa terjadi sesuatu dengan Kenshin?" Aydin bermonolog di dalam mobilnya.


"Kenapa tidak tanya pada Pak Joni dan Bik Ratmi aja ya? Dari tadi kek kepikiran kayak gitu. Aydin... Aydin... ditinggal Kiki sebentar aja sudah gak bisa mikir jernih," ucap Aydin kembali menyalahkan dirinya sambil terkekeh.


Kemudian dia mengambil ponselnya dari saku celananya dan menghubungi nomer ponsel Bik Ratmi.


Hanya sekali berdering saja Bik Ratmi langsung mengangkatnya. Sepertinya Bik Ratmi selalu siaga dengan ponselnya dan membawanya ke mana-mana untuk menjalankan tugas dari majikannya.


Bik Ratmi menjelaskan apa yang terjadi pada Kenshin selama dia berada di rumah tersebut. Bahkan dia juga melaporkan jika saat ini Kiki berada di sana untuk memeriksa keadaan Kenshin dan menyuapinya makanan hangat yang baru saja dibuatkan Bik Ratmi atas perintah Kiki pada saat berada di jalan tadi.


Aydin merasa serba salah, dia hanya ingin rencananya bisa dilaksanakan oleh anak-anaknya. Hanya saja mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh istrinya, cara dia untuk mewujudkan rencananya itu salah. Dan dia sekarang merasa kebingungan sendiri bagaimana menyikapi masalah itu selanjutnya.


"Ken, pulang aja ya? Di sini kamu sendirian dan tidak ada yang merawat."


Kiki mencoba membujuk anak sulungnya itu sambil menyuapinya layaknya anak-anak yang masih membutuhkan bantuan ibunya ketika makan.


"Ken masih ingin di sini Mi," jawab Kenshin setelah menelan makanan yang disuapkan Kiki padanya.


"Tapi Ken, lihatlah, kamu baru saja sedikit baikan dan kamu berendam dalam kolam renang sampai badanmu seperti ini. Apa kamu tidak mau sembuh?"


Kiki mengomel pada Kenshin dengan menyuapkan kembali makanan ke dalam mulut anak sulungnya itu.

__ADS_1


"Mami kalau kesal-kesal aja, gak usah menyalurkan lewat makanan. Kalau Ken tersedak gimana? Iya kalau masih hidup, kalau langsung mati gimana?"


Kenshin mencoba mengalihkan pembicaraan Maminya agar tidak menyuruhnya kembali pulang ke rumah mereka.


"Astaghfirullahaladzim.... huss... gak boleh ngomong sembarangan seperti itu. Mami gak suka kamu ngomong kayak gitu lagi."


Kiki kembali mengomel sambil membersihkan mulut Kenshin menggunakan tisu yang dia raih dari meja di sampingnya.


"Mami sih, kan Ken cuma-"


"Udah, ini diminum obatnya dulu. Setelah itu kamu tidur, dan jangan ke mana-mana lagi."


Perintah Maminya itu merupakan hal yang sulut untuk dilanggarnya. Sedari kecil Kenshin dan Miyuki selalu diajarkan untuk menurut pada Mami dan Papinya dan mereka sudah terbiasa selalu mentaati apa yang telah diperintahkan oleh kedua orang tuanya. Hingga sampai sekarangpun mereka sangat sulit untuk menolak permintaan dari kedua orang tuanya.


Kenshin pun menuruti perintah dari Maminya. Dia meminum obat yang diberikan Maminya, setelah itu dia benar-benar merebahkan dirinya di ranjang dan memejamkan matanya.


Kiki menatap anak sulungnya itu dengan iba. Dia teringat kisahnya bersama dengan Raditya. Sangat sakit sekali mengingat hal itu. Namun dia yakin jika Allah memang memberikan jodoh terbaik untuknya. Dan terbukti jika saat ini dia merasa sangat bahagia dengan keluarganya.


Kasihan kamu Ken. Mami tidak ingin kamu merasakan sakit hati yang mendalam seperti apa yang Mami rasakan dulu. Tapi Mami juga belum tau apa yang bisa Mami lakukan untukmu. Mami hanya bisa berdoa agar kamu dan Raline diberikan jodoh terbaik dari Allah.


Kiki keluar dari kamar Kenshin dengan membawa mangkuk dan gelas air minum bekas Kenshin tadi.


"Mana piringnya Nya, biar saya bersihkan," ucap Bik Ratmi yang sedari tadi menunggu Kiki di dapur.


"Loh Bik Ratmi belum tidur? Istirahat saja Bik, ini sudah malam," ucap Kiki sambil memberikan piring dan gelas kotor tersebut pada Bik Darmi.


"Iya Nya, habis ini saya akan tidur. Eh tapi Nya, tadi Tuan Aydin menghubungi saya, beliau menanyakan tentang Tuan Muda Ken dan Nyonya."


Bik Ratmi memberitahukan pada Kiki sambil mencuci piring dan gelas kotor yang dibawa Kiki dari dalam kamar Kenshin.


"Terus Bik Ratmi bilang apa?" tanya Kiki penasaran.


"Saya ceritakan saja yang sebenarnya Nya tentang Tuan Muda Ken dan Nyonya yang sedang merawat Tuan Muda Ken."


Bik Ratmi menjawab dengan posisi masih dengan melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


"Terima kasih ya Bik. Sekarang Bik Ratmi istirahat saja. Biar saya yang menjaga Kenshin," ucap Kiki sebelum pergi beranjak dari tempat itu.


Dalam perjalanannya ke kamar Kenshin, ponsel Kiki berdering. Dia mendapati nomor suaminya yang tertera pada layar ponselnya.


"Halo, ada apa Pi?" tanya Kiki setelah menekan tombol hijau pada layar ponselnya.


Mi, Papi kangen. Papi gak bisa tidur sendirian di rumah. Papi masuk ke dalam rumah Ken aja ya. Papi mau bobo' bareng Mami seperti biasanya.


Terdengar suara Aydin yang sedang merengek layaknya anak yang merengek pada ibunya agar bisa ditemani tidur oleh ibunya.


Kiki menghela nafasnya sambil tersenyum menahan tawanya. Dia tidak mengira jika seorang Aydin yang sangat cuek dan dingin terhadap orang lain bisa semanja itu dengan istrinya.


"Papi di mana?" tanya Kiki yang sebenarnya dia sudah tau di mana keberadaan suaminya sekarang.


Di depan rumah Ken. Papi masuk ya Mi. Papi kangen banget loh Mi. Apa Mami gak kasihan sama Papi? Kan Mami tau kalau menolak keinginan suami itu dosa.


Aydin kembali mencoba merayu Kiki agar mau mengijinkannya bertemu dengan dirinya.


"Isss... Papi nih ya... paling bisa nyari alasan. Papi tunggu disitu, Mami akan menemui Papi."


Dengan kesalnya Kiki menyetujui permintaan suaminya untuk bertemu dengannya. Dia berjalan keluar rumah Kenshin masih dengan membawa ponselnya.


Dibukanya gerbang rumah Kenshin oleh penjaga atas perintah Kiki. Kemudian dia keluar menuju mobil suaminya yang terparkir di seberang jalan.


Kiki mengetuk pintu mobil Aydin dan bukannya kaca mobil Aydin yang terbuka, melainkan pintu mobil Aydin yang terbuka dan dengan cepatnya Aydin menyambar tubuh Kiki masuk ke dalam mobil.


Kini Kiki berada dalam pangkuan Aydin. Mata mereka saling beradu pandang. Benih-benih cinta mereka semakin mendalam. Terbukti ketika Kiki sedang dalam keadaan kesal pun dengan cepatnya luluh setelah mata mereka saling bertatapan.


"Papi kangen Mi," ucap Aydin.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu Aydin membungkam bibir Kiki yang menjadi candunya selama ini.


Sebenarnya Aydin sangat cemas saat melakukan itu, hingga ketika dia mencium bibirnya itu dia berkata dalam hatinya,


Apa dia akan marah padaku?

__ADS_1


__ADS_2