
Di kampus Kiki.
Dosen baru saja keluar kelas.Kiki sudah tidak tahan lagi untuk pergi ke toilet.Disaat kakinya akan melewati pintu,dia dikagetkan oleh getaran ponsel yang ada di saku celananya.
Diambilnya ponsel itu dan dibukanya kunci ponselnya.Kiki kaget karena mendapat pesan di salah satu aplikasi chatnya.Orang yang tidak pernah dikira Kiki akan menghubunginya setelah sekian lama.Antara bingung dan bimbang,apakah dia akan membacanya atau tidak.Naasnya,pada saat Kiki keluar dari pintu,matanya masih menatap pesan di ponselnya.Akibatnya....
Bruuk....
Kiki menabrak Dinda yang sedang berjalan beriringan dengan Sekar melewati kelasnya.
Bisa dipastikan,si angkuh Dinda pasti amat sangat marah pada Kiki.Lebih baik Kiki menghindar saja,dari pada menanggapi Dinda,yang ada malah jadi viral dan akhirnya persembunyian Kiki terbongkar.Kiki tidak mau itu terjadi,maka dari itu dia harus minta maaf dan diam saja jika dimaki.
"Hei,buta ya?Gak bisa liat ada orang? Main tabrak aja",bentak Dinda pada Kiki.
"Tuh kan bener",batin Kiki sambil menunduk.
"Diem aja,bisu ya"ejek Dinda sambil tersenyum meremehkan.
"Maaf,aku buru-buru"jawab Kiki yang masih dengan menundukkan kepalanya dan setelah itu beranjak pergi hendak ke toilet.
Namun,baru saja satu langkah,lengannya dicekal oleh Dinda.
"Maaf...maaf... Dasar culun !!! ",sarkas Dinda sembari menoyor kepala Kiki.
Mata Kiki terpejam dan tangannya mengepal menahan amarahnya.
"Udah lah Lin,gak usah diurusin.Gimana ini urusan kita,jadi gak?" sela teman Dinda,Sekar.
Dinda berbalik badan dan berjalan beriringan dengan Sekar meninggalkan Kiki yang masih berdiri mematung disitu.
"Ya jadilah.Yuk ah ke toilet dulu",ucap Dinda yang masih bisa didengar oleh Kiki.
"Yaelah,mau ke toilet aja dari tadi sulit banget.Kalau aku ke toilet sekarang,pastinya si Mak Lampir itu pastinya tambah marah",keluh Kiki yang masih enggan beranjak dari posisi mematungnya tadi.
"Ah bodo amat,udah kebelet ini.Nunggu dia di luar pintu aja",ucap Kiki sambil berjalan menuju toilet.
Kini,Kiki berada di depan pintu toilet,karena pada saat dia akan masuk,malah di depan wastafel ada Dinda dan Sekar yang sedang merapikan make up nya sambil mengobrol.
Sebenarnya Kiki sudah tidak bisa menahan hajatnya,namun dia tidak mau bertengkar dengan Dinda.Jadilah dia di depan pintu masuk toilet yang terbuka.Dan dia bisa mendengar obrolan Dinda dan Sekar dengan jelas,bahkan mau merekam video mereka pun bisa karena posisi Kiki yang tidak terlihat oleh mereka.
"Apa kita akan tetap menjalankan rencana kita?" tanya Sekar sambil memakai maskaranya.
"Tugas kamu hanya memanggil Raditya ke ruang latihan band,setelah itu kamu panggil orang-orang ,siapapun itu,kalau perlu dosen,agar bisa cepat diproses",jawab Linda yang masih menepuk-nepukkan sponge bedak Cushionnya ke wajahnya.
"Beneran ini? Dia udah punya istri loh,mau lahiran juga.Gimana kalau istrinya tau dia ngelecehin kamu?" tanya Sekar yang kini beralih menatap Dinda.
__ADS_1
"Biar cerai sekalian.Aku akan menuntut pertanggung jawabannya untuk menikahiku",senyum licik Dinda terlihat dari kaca di depannya.
"Perfect"ucap Kiki dalam hati.
Tanpa mereka berdua ketahui,Kiki diam-diam merekam semuanya,apa yang mereka bicarakan,rencana-rencana licik mereka untuk menjebak dan memfitnah Raditya.
Mereka tidak mengetahui jika ada Kiki di balik pintu toilet yang bisa mendengar bahkan melihat mereka dari sana tanpa mereka ketahui.Memang sebelum mereka berbicara tentang rencananya itu,mereka sudah memastikan bahwa di semua bilik toilet tidak ada orang sama sekali.Namun rupanya mereka tidak kepikiran jika antara pintu toilet dan wastafel itu ada tembok pembatas untuk menaruh perlengkapan kebersihan toilet.Dan disitulah Kiki bersembunyi sambil merekam Dinda dan Sekar yang sedang membicarakan rencana mereka.
Kiki segera keluar dari toilet,karena dirasa bukti yang dia dapat sudah cukup.Sesaat rasa ingin ke toiletnya mendadak hilang karena kaget mendengar rencana licik Linda dan Sekar.
Bagaimana bisa demi rasa ingin memiliki cowok yang tidak mencintainya,dia rela melakukan hal keji seperti itu pada cowok yang katanya dicintainya.Bahkan si cowok tidak pernah memperlakukan si cewek dengan perlakuan yang sangat manis.
Kiki saja yang sangat dekat dengan Raditya dan bahkan Raditya sangat care dan berperilaku sangat manis kepadanya tidak akan pernah sampai hati untuk melakukan hal seperti itu pada Raditya meskipun hatinya sangat terluka akan rasa cintanya.
Ketika melihat kontak Kiki di aplikasi chat sedang online,seketika Renita mengirim pesan pada Kiki.
[Hai mbak Kiki apa kabar? ]
[Rere kangeeeeeeen 🥺😢]
Dilihatnya lama,namun tidak ada respon dari Kiki.Bahkan pesannya belum dibaca.
Renita menghela nafasnya pelan.Dia berfikir,apa mungkin dia ada salah pada Kiki sehingga pesan-pesannya sedari dulu tidak pernah dibalas,bahkan tidak bisa dihubungi.
Mata Renita melotot ketika pesannya sudah di baca,namun tidak ada tanda-tanda Kiki untuk menulis balasan pesannya.
Drrrt.....
Getar ponsel Kiki menyadarkan lamunannya tentang apa yang dia dengar di toilet tadi.
Nama Mama tertera di layar ponselnya.Seketika dia angkat telepon itu dan begitu kaget karena Mama menyuruhnya untuk segera datang dan Kak Kevin sudah menunggu di depan gerbang kampus Kiki.
Mama dan Kevin memang sudah mengetahui jika Kiki sudah tidak ada jadwal sekarang.
Kiki bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.Apakah dia akan Raditya ke ruang latihan band,ataukah dia menemui Mamanya sekarang?Aaah....pikirannya kacau.Dia tidak bisa berfikir jernih sekarang,karena Mama tidak mengatakan alasannya.Kiki takut jika terjadi sesuatu pada Mamanya.Karena Mamanya tidak memberi kesempatan pada Kiki untuk berbicara.Telepon langsung ditutup oleh Mama setelah dia selesai berbicara.
Setelah beberapa detik,akhirnya dia mengambil keputusan bahwa dia akan menemui Mamanya.
Untuk masalah Raditya,dia percaya Raditya akan baik-baik saja.Raditya pasti bisa menyelesaikannya.
Dan jika memang diperlukan,maka dia yang akan memberikan bukti yang dia dapat tadi.
Kiki melangkahkan kakinya menuju gerbang kampus.Nampak Kevin sudah menunggunya di dalam mobil.Diperjalanan menuju mobil Kevin,Kiki merasakan getaran dari ponselnya yang berada di saku celananya.
Ternyata Renita yang menelepon.Kiki sungguh bingung antara menjawabnya atau tidak.Ditambah dia juga sedang diburu waktu untuk segera sampai di tempat Mamanya.
__ADS_1
Sungguh amat tidak tenang Kiki saat ini.
Akhirnya Kiki mengabaikan telepon Renita.
Dan ketika dia sudah masuk mobil Kevin,Kiki segera mengirim pesan pada Renita.Betapa kagetnya dia mendapati pesan Renita yang sudah terbaca olehnya.Padahal seingatnya dia belum membaca pesan Renita.
Aaah,dia ingat sekarang,tragedi tabrakan dengan Linda,mungkin pada saat itu dia tidak sengaja membuka pesan Renita.Pantas saja dia menelepon,mungkin karena belum mendapat balasan darinya,merasa diabaikan.
[Maaf Re,mbak gak bisa angkat
telepon kamu sekarang ]
[Next time,Ok😉 ]
Kiki cemas ketika berada di dalam mobil,namun hening,karena Kevin berakting seolah-olah dia juga cemas dan tidak tahu apa-apa.
Saat Kiki bertanya tentang Mamanya,Kevin hanya menjawab jika dia diperintahkan oleh Mama untuk menjemput Kiki.
Kiki terkaget ketika mendapati ponselnya bergetar.
Drrrt....
Dibukanya kunci ponselnya itu dan dibacanya pesan balasan dari Renita.
[Ok mbak Kiki cantik,kabari Rere
secepatnya ya.Ditunggu.]
Kiki hanya tersenyum tipis membaca pesan dari Renita.Kemudian dia memasukkan ponselnya dalam tas.
Tanpa disadari Kiki,mobil yang dikendarai oleh Kevin sudah berhenti.Kiki melihat sekitar tempat mereka berhenti,dan ternyata.....
Kiki menatap Kevin dengan penuh tanda tanya.Kevin hanya mengedikkan bahunya dengan ekspresi datar mengisyaratkan dia tidak tahu apa-apa.
"Kenapa kesini kak?" tanya Kiki karena Kevin sedari tadi tidak menjawab ketika Kiki bertanya lewat tatapan matanya.
"Mama yang nyuruh",jawab Kevin singkat.
Tidak seperti biasanya jika sedang bersama Kiki,pasti ada saja yang mereka ributkan.
Kevin turun dari mobil,diikuti Kiki yang juga turun dari mobil.Kemudian Kiki berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Kevin karena Kevin sudah berjalan terlebih dahulu.
Sambil berjalan dari parkiran ke pintu masuk tempat yang ada dihadapannya,Kiki merasa aneh dan heran.
"Kenapa cafe ini sepi?Kok gak ada tanda-tanda kehidupan?Apa mungkin cafe ini usaha baru Mama?" batin Kiki sambil melihat ke seluruh arah.
__ADS_1
Baru selangkah kaki Kevin dan Kiki masuk.....