
Aydin dan Kenan menatap tidak suka pada sosok wanita yang ada di hadapannya.
"Berani sekali dia berada di wilayahku?" tanya Aydin pada Kenan.
Dan benar, lantai ini hanya untuk kantor Aydin dan Kenan saja, sedangkan sekretarisnya ada di depan ruang Aydin, dan itupun laki-laki. Jadi tidak ada makhluk yang bernamakan wanita yang bekerja di lantai milik Aydin.
Linda dengan gaya anggun memakai baju minim dan ketat memperlihatkan gundukannya berjalan berlenggak-lenggok mendekati Aydin.
Aydin menghindar tatkala tangan Linda akan memegang tubuhnya.
"Minggir, aku jijik sama kamu!" teriak Aydin kesal dan Aydin berjalan dengan terburu-buru masuk ke dalam ruangannya.
"Receh banget sih jadi wanita!" kini giliran Kenan berteriak memaki Linda dan ikut masuk ruangan Aydin.
Aydin segera menghubungi keamanan untuk menyingkirkan Linda dari kantornya. Pagi yang harusnya indah berganti menjadi buruk karena kehadiran Linda.
"Bagaimana bisa dia sampai di sini? di lantai ini?" teriak Aydin kesal dan marah.
"Sorry Bro, aku gak tau. Tapi aku akan cari tahu semuanya," ucap Kenan.
"Bilang ke keamanan jika dia bisa masuk ke dalam kantor ini, mereka akan aku pecat!" teriak Aydin marah.
Buset dah si Aydin kalau marah serem, Kenan bergidik ngeri.
"Maksudnya apa coba?" Aydin sangat kesal hingga terbawa pada pekerjaannya, semua karyawan yang mendekat pasti kena semprot Aydin.
"Kayaknya, dia masih ngebet sama Lu," Kenan menggoda Aydin.
"Gua yang kagak mau sama dia," Aydin kesal sampai membanting map yang ada di mejanya.
"Sans Bro, pasti bakalan aku selidiki," ucap Kenan sambil berpikir tentang Linda saat ini.
Apa ya kira-kira rencana Linda sampai nekat datang ke sini? Kenan membatin sambil berpikir.
Kenan menyuruh orang untuk menyelidiki Linda dan Kenan juga akhirnya menemukan cara lain yaitu bertanya pada calon adik iparnya, Raditya.
Sebenarnya Kenan tidak ingin jika Raditya mengingat kembali Linda, namun karena Kenan merasa ini ada kaitannya dengan Raditya, maka Kenan memberitahukan pada Raditya tentang Linda yang datang ke kantor Aydin pagi tadi.
Terdengar suara Raditya yang penuh akan amarah, sepertinya saat ini Raditya sangat emosi karena masalah Linda lagi.
Baru saja mereka tenang dan Raditya mulai menata hidupnya kembali, tapi Linda sudah berulah lagi dengan mendekati Aydin, suami dari Kiki, sahabat Raditya.
__ADS_1
Aldo yang melihat raut kemarahan dari Raditya, mengalihkan ponsel Raditya menjadi loud speaker sehingga Aldo pun mendengar apa yang dibicarakan oleh Raditya dan Kenan.
Aldo membantu Raditya untuk mencari tahu apa yang direncanakan oleh Linda. Namun Raditya melarangnya, karena tidak akan mendapatkan hasil jika yang menyelidiki adalah orang yang dikenal oleh Linda.
Raditya menghubungi kembali orang suruhannya tempo hari yang mengambil bukti perselingkuhan Linda. Kini dia ditugaskan untuk mencari tahu rencana Linda dan membuntuti Linda dimanapun dan kapanpun.
Kedatangan Linda di pagi hari membuat Aydin uring-uringan berlanjut sampai siang hari. Ketika jam makan siang, Aydin menjemput Kiki di rumah sakit dalam keadaan kesal.
Dengan sigapnya, Kenan tadi memberikan laporan pada Kiki tentang kedatangan Linda ke kantor Aydin hingga bisa masuk ke lantai ruangan milik Aydin.
Kiki heran dengan apa yang dilaporkan oleh Kenan, tapi dia mengerti jika Kenan khawatir akan Aydin yang mood nya berubah menjadi buruk. Dia khawatir jika dengan kedatangan Linda ke kantor Aydin bisa berimbas pada hubungan Aydin dengan Kiki.
"Mbak, yang namanya Kiki ya?" suara seorang laki-laki menghentikan langkah kaki Kiki.
Kiki pun menoleh dan dia mendapati seorang laki-laki yang dia tidak kenal.
Kenapa dia bisa tau namaku? Kiki mengernyitkan dahinya sambil mengingat-ingat barangkali dia mengenali laki-laki yang sedang menyapanya.
"Maaf siapa ya?" Kiki bertanya dengan sopan.
"Kenalkan, saya-"
"Maaf, ada perlu apa? Apa anda salah satu pasien saya?" tanya Kiki tegas, sesuai dengan yang dikenal oleh rumah sakit ini, Kiki seorang dokter yang tegas, karena dia yang diserahi mertuanya untuk mengelola rumah sakit tersebut.
Kiki hanya melihat saja uluran tangan Riko tanpa mau menjabatnya.
"Maaf, jika tidak ada perlu dengan saya, lebih baik saya permisi dulu," ucap Kiki tegas dan membalikkan tubuhnya.
Riko menghalangi jalan Kiki ketika Kiki akan berjalan.
"Maaf, anda ini siapa, kenapa anda menghalangi jalan saya?" seru Kiki kesal.
Tidak tahu saja mood Kiki sedang buruk karena Linda dan sekarang datang laki-laki yang benar-benar menyebalkan bagi Kiki.
"Kan saya cuma ingin kenalan," jawab Riko sambil tersenyum menggoda.
"Dan saya tidak mau berkenalan dengan anda. Minggir!" seru Kiki dengan wajah galaknya.
Tiba-tiba ada tangan yang mencekal tangan Riko, dan pemilik tangan itu adalah Aydin. Dia paling tidak suka jika ada yang mengganggu istrinya. Tadi Aydin akan mendatangi ruangan Kiki untuk menjemputnya makan siang, namun dia melihat ada pemandangan yang membuatnya marah.
"Ada perlu apa dengan istri saya? tanya Aydin dengan tatapan bengis.
__ADS_1
"Tidak, hanya bertanya saja," ucap Riko dengan tersenyum.
Kemudian Riko menghempaskan tangan Aydin dan berjalan menjauhi Aydin dan Kiki.
"Sialan, kenapa dia bisa ada di sini? Bagaimana kerjanya si Linda?" lirih Riko seiring langkah kakinya.
Riko menghubungi Linda saat berada di parkiran rumah sakit dan mengajaknya bertemu di sebuah cafe.
"Kenapa dia bisa ke rumah sakit? Bukannya kamu datang ke kantornya?" tanya Riko menyelidik.
"Udah, dan dia langsung mengusirku. Dan parahnya lagi aku diusir dengan beberapa keamanan. Parah pokoknya, aku malu, aku gak mau lagi," ucap Linda.
"Kok bisa sih? Kamu kan dibantu temanku masuk ke sana, kenapa bisa diusir?" tanya Riko heran.
"Kak Aydin tuh gak mau ketemu sama aku, bahkan tanganku akan menyentuhnya saja dia langsung berteriak jijik sama aku dan menghindariku," Linda menjelaskan dengan tampang sedih karena mengingat kejadian tadi dimana tatapan Aydin sangat jijik padanya.
"Aku juga gagal gara-gara Aydin datang pada saat aku sedang ngobrol dengan Kiki. Tapi mungkin saja mereka akan bertengkar nanti karena aku," dengan percaya dirinya Riko mengatakannya.
"Lebih baik kita batalkan saja rencanamu itu Sayang," ucap Linda sambil meraih tangan Riko.
"Tidak akan, kita udah maju gak bisa mundur lagi. Ini hanya permulaan, nanti kita akan susun lagi rencana selanjutnya. Dan rencana kita kali ini tidak boleh batal," Riko menyeringai licik.
Tanpa mereka sadari di dekat mereka duduk seorang yang mendengarkan dan merekam percakapan mereka. Rencana licik sepasang pendosa yang masih saja ingin menyakiti orang lain dengan merusak rumah tangga mereka.
Riko memang ahlinya menjadi pembinor dan sampai saat ini belum ada yang berhasil dia kuasai hartanya. Sampai sekarang dia hanya bisa mendapatkan tubuh dari istri orang lain dan uang dari mereka, namun itu tidak banyak dan belum bisa dikatakan berhasil karena Riko belum mendapatkan harta mereka.
"Sayang, kamu kenal orang tadi?" tanya Aydin ketika makan bersama dengan Kiki di ruangannya.
Kiki menggeleng dan berkata di sela kunyahan makanannya,
"Enggak, orang iseng kali. Tapi kok kayak mukanya gak asing ya?"
Aydin mencoba mengingat kembali wajah laki-laki tadi, namun hasilnya nihil, dia tidak ingat apapun. Akhirnya dia menghubungi pihak keamanan CCTV rumah sakit untuk mengirimkan rekaman CCTV dimana Kiki tadi diganggu oleh Riko.
Setelah Aydin mendapatkan rekamannya, dia segera mengirimkan video rekaman tersebut ke grup dimana anggotanya adalah semua sahabat Kiki dan sahabat Aydin.
Aydin : [ Apa kalian mengenali laki-laki ini?]
Raditya : [ Riko]
Kenan : [ Riko ]
__ADS_1
"Sialan!!!" ucap Aydin, Raditya dan Kenan di tempat yang berbeda.