Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
117


__ADS_3

Sudah dua minggu Riko dan Tere berada di pulau Lombok untuk bersenang-senang. Tapi hari ini, mereka harus merelakan kesenangan mereka karena suami Tere sedang perjalanan pulang dari luar negeri.


Sontak saja Tere mengajak Riko kembali ke Jakarta karena Tere tidak mau jika perbuatannya ini diketahui oleh suaminya. Bagaimanapun suaminya merupakan sumber keuangannya, jadi dia tidak boleh sampai ketahuan selingkuh dari suaminya.


Sesampainya di Jakarta, Riko segera berpisah dengan Tere di bandara. Setelah itu Riko segera pulang ke kos-kosannya karena dia akan menjenguk Linda. Bagaimanapun Riko merasa harus melindungi Linda karena Linda sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, terutama karena Linda merupakan teman serumahnya.


Ceklek!


"Linda? Sayang... ini benar kamu?" Riko merasa tidak percaya jika wanita di depannya yang sedang memegang banyak lembaran kertas adalah Linda yang sebelumnya masih ada di dalam sel tahanan.


"Iya, aku Linda wanita yang kamu tinggalkan sendirian di dalam jeruji besi. Wanita yang telah kamu janjikan kebebasannya. Wanita yang kamu janjikan akan kamu lindungi selamanya," Linda menatap Riko penuh kesal dan amarah.


"Maafkan aku Sayang, aku gak berniat seperti itu. Aku hanya perlu waktu untuk mencari uang yang dipergunakan untuk membebaskanmu Sayang. Kamu jangan seperti ini," Riko meraih tubuh Linda dan memeluknya.


Linda mencoba memberontak, dia mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Riko. Namun semakin besar usaha Linda untuk memberontak, semakin erat Riko memeluknya.


"Sayang, percayalah....," Riko mengiba penuh penyesalan memeluk Linda.


Linda hanya diam saja, dia tidak tahu harus berbuat apa. Apakah dia harus percaya pada Riko kembali, ataukah dia harus meninggalkan Riko? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar dibenak Linda.


"Lalu kenapa kamu tidak menemuiku sama sekali? Kamu tau, aku menunggumu berapa lama? Aku... aku... aku...," air mata Linda sudah tidak bisa terbendung lagi, bahunya bergetar dan suaranya pun bergetar menahan tangisnya.


"Maaf Sayang, maaf... aku harus keluar kota untuk mendapatkan uang yang akan digunakan untuk membebaskanmu," Riko mengusap lembut punggung Linda.


Kemudian dia mengurai pelukannya ketika Linda sudah tidak memberontak lagi. Tangan Riko memegang dagu Linda, menatap manik matanya dengan intens, setelah itu mereka larut dalam suasana.


Bibir mereka menyatu, lama-kelamaan ciuman mereka menuntut dan lebih dalam. Tangan Riko tidak menganggur, tangannya membuat Linda terbuai dengan sentuhan-sentuhannya. Hingga Linda lupa akan kemarahan dan kekesalannya pada Riko.


Pintar sekali memang Riko mengambil hati Linda. Dari dulu sampai sekarang pun Riko mampu membuat Linda bertekuk lutut dan menyerahkan segalanya untuknya.

__ADS_1


Kini mereka berdua sudah larut dalam gairah mereka. Pergerakan badan mereka mulai mengarah pada kegiatan intim yang sudah berminggu-minggu tidak mereka lakukan.


Kamar yang berminggu-minggu hening tidak berpenghuni dan tidak bersuara, kini memiliki suara khas mereka berdua yang sedang memadu kasih.


Ranjang yang sudah berminggu-minggu terasa dingin, kini menjadi panas bercampur peluh karena pergulatan panas mereka yang dilakukan dengan penuh gairah.


Apa yang mereka lakukan tidak mempengaruhi hubungan mereka. Riko tetap saja masih mencari alasan jika Linda memintanya untuk menikahinya.


Linda selalu ingat janji-janji yang diberikan oleh Riko, namun setiap Linda menagih janji-janji tersebut, selalu saja Riko bisa mengelak dengan cara bujuk rayunya dan berakhirlah mereka di ranjang.


"Sayang, kamu tetap tinggal di sini kan?" Riko bertanya setelah ritual yang mereka lakukan selesai.


"Apa kamu benar mencintaiku?" bukannya Linda menjawab pertanyaan Riko, Linda malah bertanya balik pada Riko.


"Kamu meragukanku Sayang?" Riko menatap Linda dengan tatapan seperti biasanya dia berikan pada Linda, tatapan yang mampu membuat Linda pasrah dan mau menuruti permintaannya.


"Aku hanya ingin kepastian. Aku ingin kita menikah, bukan hanya jadi partner ranjang semata dan bukan jadi teman serumah, tapi aku ingin menjadi istrimu," suara Linda semakin melemah, dia tidak punya kekuatan untuk meneruskan ucapannya.


"Kita pasti akan menikah Sayang, percayalah padaku," Riko kembali memohon pada Linda dan tentu saja Riko kembali memulai aksinya agar Linda tidak kembali bertanya dan agar pikiran Linda tentangnya akan kembali seperti dulu.


......................


Di restoran Aydin mereka semua kini berkumpul. Sahabat-sahabat Kiki dan sahabat-sahabat Aydin membahas tentang pembebasan Riko dan Linda.


Pengacara Aydin sudah mengurus semuanya, sehingga Riko dan Linda tidak bisa berulah kembali untuk mendekati mereka.


Jika Riko dan Linda masih saja mengganggu mereka, bisa dipastikan jika mereka akan mendekam di jeruji besi lebih lama lagi.


Raline sangat sayang pada Kenshin, dia sudah menganggap Kenshin sebagai miliknya. Setiap ada yang membuat Kenshin menangis, pasti Raline yang akan memarahinya.

__ADS_1


Tentu saja Raline sangat dekat dengan Kiki, hingga Raline tidak merasakan kekosongan peran seorang ibu dari hidupnya.


Raline benar-benar beruntung. Ditinggal ibunya tidak menjadikan Raline kurang perhatian dan kasih sayang, karena banyak sekali orang-orang disekitarnya yang sangat peduli padanya dan tentunya sangat menyayanginya.


"Maaf Bang, Riko dan Linda bisa bebas sekarang," Raditya menyesal dengan pembebasan Riko dan Linda meskipun mereka bebas bersyarat.


"Itu bukan salah kamu Di, kenapa jadi kamu yang minta maaf?" Kiki menenangkan hati Raditya agar dia tidak merasa bersalah.


"Tapi Ki-"


"Udahlah Bro, semuanya udah ada yang menangani, kita hanya cukup waspada saja pada mereka," Aydin pun ikut menenangkan hati Raditya.


"Kita semua harus hati-hati pada mereka berdua. Riko dan Linda memang bukan orang yang nekat sejauh ini, tapi tidak ada salahnya jika kita waspada pada mereka, karena mereka bisa saja nekat jika mereka dalam kesulitan," Kevin mengeluarkan pendapatnya.


"Bukannya semua orang begitu?" tanya Dion heran.


"Ya mangkanya itu kita harus hati-hati, karena semua orang akan nekat jika mereka sedang dalam kesulitan," Sofyan menambahkan ucapan Kenan.


"Baiklah, semuanya sekarang kita harus saling memberitahu jika ada apapun yang menimpa kita dan jangan sungkan meminta bantuan kita untuk membantu, karena kita akan sekuat tenaga membantu sahabat kita. Ok?" Kenan mengeluarkan pendapatnya, namun disambut tepukan tangan dari mereka semua sehingga bukannya mereka terharu, namun mereka membuat suasana menjadi riuh, semua tertawa karena Kenan si somplak kini mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat mereka memberikan dua jempolnya untuk mengakuinya.


"Kalian jahat banget deh, Abang kan jadi terluka," Kenan si somplak telah kembali, kini ucapan dan tingkah sok imutnya membuat semua orang menjadi bergidik ngeri.


"Hiiii..."


"Jijay...."


"Huwekkk...."


Reaksi-reaksi mereka ini membuat Raline menjadi bingung.

__ADS_1


"Om-om kenapa? Apa Om Kenan hamil kok tadi muntah-muntah," dengan polosnya Raline bertanya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya sangat lucu sekali sehingga membuat semua orang menjadi tertawa karena tingkah Raline.


__ADS_2