
"Lama banget kalian?" tanya Aldo kepada Raditya dan Kiki ketika motornya baru saja memasuki halaman rumah Raditya.
"Diajakin sarapan dulu sama keluarganya Kiki",jawab Raditya sambil mematikan motornya lalu melepas helmnya.
Kiki pun turun dari motor Raditya.Kali ini Kiki memakai helm,karena Raditya tadi membawakannya helm.Padahal di rumah Kiki ada helm kepunyaannya.Tapi berhubung Raditya membawakannya helm,jadi lebih baik Kiki memakai helm yang dibawakan Raditya.
Flashback
Di teras rumah,mama,papa dan Kevin kini berdiri mengantarkan Kiki dan Raditya yang akan berangkat kerja kelompok.
Raditya dan Kiki berdiri di sebelah motor Raditya yang di parkir di halaman rumah Kiki.
Raditya memasangkan helm yang sengaja dibawa Raditya dari rumah ke kepala Kiki.
Sontak saja Kiki kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari Raditya.Perlakuan kecil yang begitu manis layaknya sepasang kekasih.
Setelah itu Raditya memakai helmnya sendiri.
Mama,papa dan Kevin hanya tersenyum melihat perlakuan manis Raditya kepada Kiki.
Setelah Kiki dan Raditya menaiki motor,segera Raditya menyalakan mesinnya,kemudian membunyikan klakson sebelum motornya keluar dari halaman rumah Kiki.
"Gayanya kalau dibonceng pakai motorku gak mau,giliran dibonceng Raditya pakai motor yang sama kayak punyaku mau-mau aja dia,pakai pegangan lagi.Yakin mereka gak pacaran ma?" tanya Kevin pada mamanya sambil berjalan di belakang mama dan papanya,karena mereka kini sedang berjalan masuk ke dalam rumah.
"Kayaknya enggak deh,soalnya Kiki gak cerita ke mama.Biasanha kan selalu cerita",jawab mama.
"Belum pacaran mungkin ma.Mungkin aja mereka saling suka,cuma masih butuh waktu untuk meyakinkan perasaan mereka",sahut papa.
"Bisa jadi.Tapi Raditya anaknya sopan ya pa? Baik anaknya",sambung mama.
"Iya,kita lihat aja nanti gimana selanjutnya",jawab papa.
"Kevin setuju,Raditya kayaknya cocok sama Kiki",sahut Kevin.
Main setuju-setuju aja.Pacar kamu mana? Sini kenalin ke mama sama papa",seru mama pada Kevin.
"Masih otw ma.Kemarin Kevin tanya pada Allah,pas Kevin cek statusnya masih otw",jawab Kevin sekenanya sambil jalan mendahului mama papanya dan duduk di sofa,seperti biasa kegiatannya yaitu main game online di ponselnya.
Mama dan Papa hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Kevin yang tidak masuk akal.
Mama dan papa Kevin memang tidak tahu jikalau Kevin LDR dengan pacarnya.Mama dan Papanya kira Kevin sudah putus,karena dia sudah tidak pernah bercerita tentang pacarnya lagi sebelum mereka pindah ke kota ini.
Memang kira-kira satu bulan sebelum kepindahan mereka ke kota ini,Kevin dan pacarnya sudah putus,namun satu bulanan Kevin berada di kota ini,pacar Kevin meminta untuk balikan.Dengan berbagai alasan pacar Kevin meminta dan memohon pada Kevin untuk mereka bisa kembali berpacaran meskipun dia tahu kalau mereka dalam keadaan LDR.Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Kevin pun menyetujui untuk kembali berpacaran dengannya,Tania namanya.Kevin sudah menjelaskan bahwa mereka mungkin saja LDRan dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.Tania pun menyetujui.Kevin hanya percaya jika mereka memang berjodoh,pasti mereka kelak akan bersatu.Jadi,Kevin percaya saja pada Tania.Bukannya Kevin tidak sayang atau tidak posesif dengan Tania,hanya saja Kevin sadar jika dia tidak bisa menjaga Tania dari dekat.Jadi Kevin hanya bermodalkan kepercayaan saja.Sedangkan Tania tidak pernah khawatir pada Kevin,karena meskipun Kevin termasuk cowok good looking,ramah dan most wanted tapi dia selalu saja setia pada Tania,tidak bisa digoda cewek mana pun meskipun cewek itu cantik.Karena mama dan papanya selalu mengingatkannya untuk setia pada pasangan.
Flashback end
"Cieee yang sarapan bersama camer",goda Aldo pada Raditya.
__ADS_1
"Camer...camer...ngadi-ngadi nih anak",jawab Kiki.
Raditya hanya tersenyum menanggapi.
Riri yang sedari tadi duduk di kursi teras akhirnya bangkit dan berjalan ke arah mereka bertiga.
"Jadi berangkat sekarang?" tanya Riri pada mereka bertiga.
"Yok ah nanti kesiangan",jawab Kiki.
"Kamu sih pake ngajak dia sarapan,kan jadi lama",ucap Aldo sambil menunjuk Raditya dengan dagunya.
"Lah dia yang makannya lama",sanggah Kiki yang tidak mau disalahkan.
"Gak enak lah nolak diajak makan bareng sama orang yang lebih tua",jawab Raditya.
Mereka ngobrol sambil berjalan ke luar halaman Raditya menuju sawah.
Letak sawah dan empang Abah memang tidak jauh dan tidak dekat dari rumah Raditya.Cuma lebih enak dengan berjalan kaki dari pada menggunakan kendaraan.
Karena tugas mereka mengamati ekosistem jadi lebih baik jika berjalan sambil mengamati sekitar.
"Enak makannya bro?" tanya Aldo pada Raditya dengan nada menggoda.
"Mantaplah dikasih susu juga",jawab Raditya sambil tertawa.
"Kamu kasih susu juga dia Ki?" tanya Aldo pada Kiki yang berjalan bersama Riri di belakang Raditya dan Aldo.
"Iya,udah kebiasaan di rumahku kalau sarapan dan makan malam harus minum susu juga",jawab polos Kiki.
"Susu kamu",tanya Aldo sambil tersenyum jahil.
"Sembarangan",jawab Kiki sambil memukul punggung Aldo yang berada di depannya.
"Udah...udah...yuk buruan jalannya",lerai Raditya sambil menarik tangan Kiki untuk berjalan di sebelahnya.
Kiki yang ditarik tangannya kaget dan hanya bisa mengikuti Raditya.
"Gandengan aja kayak truk",sindir Aldo pada Raditya yang masih betah menggandeng tangan Kiki.Entah sengaja atau memang dia lupa melepaskan tangan Kiki setelah menariknya tadi.
Seketika Kiki melepaskan tangannya dari genggaman tangan Raditya.
"Kamu mau sendirian di belakang?" tanya Aldo pada Riri sambil menoleh ke belakang.
"Eh...",kaget Riri mendengar pertanyaan Aldo.
Dia bingung mau pindah dimana.
__ADS_1
Jalan berdampingan dengan Kiki,takut ganggu Kiki dan Raditya meskipun kini mereka jalan bertiga bersama dan hanya Riri yang di belakang mereka,tapi tetap saja Riri merasa tidak enak berjalan di samping mereka berdua.Maklum saja Riri mengira Kiki dan Raditya pacaran.
Dan jika dia pindah berjalan berdampingan dengan Aldo,dia merasa canggung dan malu.
Maka dari itu sedari tadi dia tetap berjalan di belakang mereka bertiga.
"Sini,pindah sini...",ajak Aldo pada Riri dengan menunjuk sebelahnya seolah dia menyuruh Riri untuk berjalan di sebelahnya.
"Atau mau dekat Kiki? Gak takut ganggu?" tanya Aldo kembali.
Seketika Riri berjalan menuju sebelah kiri Aldo karena disebelah kanan Aldo ada Raditya dan sebelah Raditya ada Kiki.
Kini mereka berada di sawah Abah.Mereka berempat melihat-lihat sekitar sawah dan mengamati setiap makhluk hidup dan habitatnya.Tak lupa juga mereka menulis semua apa yang ada di sana dan bagaimana situasinya.Mereka mengamati dan mendiskusikan satu per satu objek yang ada hubungannya dengan tugas mereka.
"Kesan yuk,ketengah sawah,lihat yang ada di sana",ajak Kiki kepada mereka bertiga.
Abah tadi pagi sudah berada di sawah,dan sekarang yang ada disini hanya para pekerja saja,Abah sekarang berada di empangnya.
"Yuk....",jawab Riri.
"Beneran,gak takut jatuh atau jijik gitu?" tanya Aldo.
"Ih ngapain takut atau jijik? Ya gak Ri?" ucap Kiki.
Riri hanya mengangguk setuju.
"Ya kali aja cewek-cewek kan kebanyakan gak mau ke sawah,apa lagi becek-becek ke tengah sawah",jawab Aldo.
"Bukan aku ya",seru Kiki.
"Yuk ah...",ajak Kiki kemudian.
Raditya memimpin jalan mereka.Hingga saat melompati pematang sawah,Raditya mengulurkan tangannya untu membantu Kiki melompat.Kiki pun menerima uluran tangan Raditya.
"Kamu punya asuransi kan Ki?" tanya Raditya disaat memegang telapak tangan Kiki sambil membantu Kiki melompat.
"Asuransi?"buat apaan?" tanya Kiki heran.
"Kali aja kamu jatuh di sawah atau empang kan lumayan bisa di klaim",canda Raditya disertai tawanya.
Aldo dan Riri ikut tertawa mendengar apa yang dikatakan Raditya.
"Do'a mu loh elek",ucap Kiki sambil memukul lengan Raditya ketika sudah melompat dan melepas tangan Raditya.
"Aww...hobi bener neng nyiksa abang",ucap Raditya sambil meringis seolah-olah kesakitan menerima pukulan dari Kiki yang bertubi-tubi.
Setelah selesai mereka mengamati di sawah dan menuliskan hal-hal yang penting untuk dijadikan laporan,mereka pindah ke empang abah yang letaknya tidak jauh dari sawah.
__ADS_1
Di empang....