Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
136


__ADS_3

Esok harinya pertemuan antara perusahaan Aydin dan para klien proyek yang sedang berlangsung tersebut kembali diadakan. Mereka mengadakan pertemuan tersebut di hotel Cindy yang mereka atur melalui Kenan.


Cindy tersenyum bahagia karena tidak lagi ada penolakan dari Aydin untuk diajak melakukan pertemuan di hotelnya meskipun berkedok masalah bisnis.


Beberapa rencana sudah disusun rapi oleh Cindy. Dia tidak menginginkan kembali rencananya gagal seperti waktu itu.


"Selamat siang," salam yang diucapkan oleh seseorang yang masuk ke dalam ruang VIP yang disediakan untuk rapat hari ini.


"Selamat siang," ucap semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Cindy menoleh ke arah pintu, dia melihat seorang pria seumuran dengan Papanya berjalan di depan dengan diikuti dua orang laki-laki muda dan salah satunya adalah Kenan.


Cindy mencari keberadaan Aydin melalui matanya yang masih melihat ke arah pintu meskipun Ayah Aydin, Ferdi sekertaris dari Ayah Aydin dan juga Kenan sudah duduk di tempat yang disediakan untuk Aydin.


"Maaf, mana Pak Aydin?" Cindy bertanya pada Kenan.


"Pak Aydin sudah digantikan oleh saya. Jadi jika ada apa-apa silahkan bertanya pada saya melalui sekertaris saya, Pak Ferdi ataupun Pak Kenan," ucap Ayah Aydin dengan tegas.


Ekspresi kaget yang ditampilkan oleh wajah Cindy membuat Ayah Aydin dan Kenan tersenyum penuh kemenangan. Mereka sudah menduga bahwa Cindy akan melakukan hal lain untuk mendapatkan Aydin.


Ayah Aydin memerintahkan seseorang untuk mengawasi gerak-gerik Cindy, dan mereka mendapatkan fakta bahwa dipertemuan kali ini Cindy akan menjebak Aydin telah melecehkannya sehingga dia menuntut Aydin untuk menikahinya, dengan begitu Aydin pasti akan terpaksa menikahinya karena dia pasti akan malu dan mempermalukan perusahannya jika menolaknya.


"Bagaimana Bu Cindy, apa ada yang dipertanyakan atau kurang jelas mengenai proyek kita?" tanya Ayah Aydin dengan senyum namun dalam hatinya tersenyum wapenuh kemenangan.


"Bu Cindy, bagaimana?" tanya kembali Kenan pada Cindy karena Cindy hanya terdiam dan tidak merespon pertanyaan dari Ayah Aydin.


"Oh apa? Ada apa? Maaf saya tidak mendengarnya," ucap Cindy gugup sehingga terlihat sangat kikuk di hadapan semua orang.


Akhirnya Papa Cindy mewakilinya untuk menjawab pertanyaan dari pihak perusahaan Aydin.


"Maaf, sepertinya Cindy sedang tidak enak badan. Saya kira tidak ada yang perlu ditanyakan lagi. Sudah cukup jelas semuanya dan menurut saya ide dari Pak Aydin kemarin sangat bagus. Kami setuju," Papa Cindy menyetujui kerja sama mereka tanpa adanya permintaan apa-apa sebagai syaratnya.


"Pa, tapi...," ucapan Cindy tidak berani dia teruskan.


"Kenapa? Ada apa Cindy?" tanya Papa Cindy dengan tegas.


"Itu, tapi... apa benar tidak ada yang perlu di revisi ulang?" tanya Cindy pada Papanya berniat untuk meyakinkan Papanya agar merevisi ulang beberapa bagian.


"Papa sudah baca berkali-kali dan tidak ada yang perlu diubah menurut Papa. Semuanya bagus dan jelas. Sudahlah lebih baik kamu istirahat saja jika kamu merasa tidak enak badan," ucap Papa Cindy membuat Cindy seketika diam tidak berani membantah karena akan sangat memalukan di hadapan semua orang.


"Baiklah, sekarang kita lanjutkan saja untuk bahasan kita yang selanjutnya," Ayah Aydin menyela perdebatan Cindy dan Papanya.


Kemudian mereka membahas bahasan mereka selanjutnya yang merupakan bahasan terakhir setelah mereka menyetujui kesepakatan kerja sama tersebut.


Mereka semua berjabat tangan setelah menandatangani perjanjian kerja sama mereka, dan Cindy hanya bisa memandang kertas perjanjian itu dengan penuh kekesalan.

__ADS_1


Dadanya bergemuruh penuh emosi mengingat rencananya yang telah dia susun sangat rapi dan tidak mungkin gagal menurutnya.


"Pa, aku ingin menikah dengan Aydin. Jika tidak bisa, batalkan saja kerja sama ini," Cindy mengutarakan keinginannya pada Papanya ketika semua orang sudah pergi meninggalkan ruangan pertemuan tersebut.


"Kau gila? Aydin sudah punya istri. Dan Papa dengar dari Ayahnya jika Aydin sangat mencintai istrinya. Dia bisa melepaskan apapun tapi dia tidak bisa melepaskan istrinya. Kamu yau kan apa artinya itu? Artinya Aydin tidak akan menduakan istrinya dengan berbagai alasan," Papa Cindy menghentikan kegiatannya untuk merapikan berkas-berkasnya ketika menjelaskan pada Cindy.


"Bisa saja dia akan sangat mencintaiku ketika kami sudah menikah? Apa Papa meragukan kecantikanku?" ucap Cindy yang masih saja menolak untuk percaya perkataan semua orang tentang fakta cinta Aydin pada Kiki.


"Lupakan saja Aydin. Sebaiknya kamu cari saja yang lain Cindy. Akan lebih indah dan bahagia rumah tangga kalian jika dilandasi rasa saling mencintai," tutup Papa Cindy kini dengan suara lebih lembut agar anaknya itu bisa mendengar penuturannya.


"Tapi aku maunya Aydin Pa," suara Cindy meninggi.


"Papa tidak akan menyetujuinya karena Papa tidak ingin keluarga dan perusahaan kita malu karena tingkah bodoh mu itu.


"Tapi aku mencintainya Pa," ucap Cindy tidak mau kalah dengan Papanya.


"Cinta? Sejak kapan? Sejak beberapa hari ini? Itu bukan cinta Cindy, kamu hanya mengaguminya dan terobsesi padanya. Sudah lupakan Aydin atau Papa akan mengirim mu ke negara lain yang lebih jauh," Papa Cindy mengancam Cindy agar Cindy tidak lagi mengharapkan Aydin.


Cindy pun terbawa emosi, hingga gelas yang berada di depannya dia banting di lantai. Papa Cindy sangat kaget dan memanggil pihak keamanan agar memegangi tubuh Cindy dan dimasukkan ke dalam mobil.


Papa Cindy membawa Cindy kepada dokter yang menangani emosinya mulai dari kecil dulu.Memang seorang Cindy yang bergelimang harta tidak sebahagia itu, karena tuntutan menjadi orang hebat dari orang tua dan kakeknya, Cindy pernah mengalami stres sehingga harus dirawat untuk menghilangkan rasa tertekan dan stres berkepanjangan.


Dan selama beberapa bulan saja dia berhasil menghilangkan stres dan tekanan itu. Namun sikapnya pada benda kesayangannya menjadi obsesi. Begitupula dengan rasa yang dia klaim sebagai rasa cinta pada Aydin itu. Dia terobsesi karena yang dia sukai harus jadi miliknya, apapun yang terjadi.


Semalam, Ayah Aydin sempat meminta bertemu pada Papa Cindy. Ayah Aydin mengatakan ingin bersilaturahmi padanya. Ternyata Ayah Aydin mempunyai niat lain terhadap pertemuannya pada Papa Cindy.


Ayah Aydin menceritakan tentang keluarganya, terutama tentang Aydin yang sangat mencintai Kiki. Papa Cindy pun juga menceritakan tentang keluarganya. Sampai pada titik Ayah Aydin merasa harus diluruskan, Ayah Aydin menceritakan tentang perbuatan Cindy pada Papa Cindy.


Tentu saja Papa Cindy sangat malu. Dia meminta maaf pada Ayah Aydin dan Aydin setelah ditunjukkan rekaman CCTV dari ruang pertemuan waktu itu pada Papa Cindy.


Sebenarnya tidak mudah mendapatkan rekaman CCTV itu karena hotel tersebut dikelola oleh Cindy, namun orang yang disuruh oleh Ayah Aydin merupakan agen profesional yang bisa melakukan apa saja asalkan mereka dibayar sesuai dengan pekerjaan mereka.


......................


Di hotel tempat Aydin dan Kenan menginap, mereka semua sedang melakukan makan malam di restoran pilihan Kiki dan mereka membahas tentang Cindy.


Bunda tidak ikut ke Jepang karena Bunda bersama Mama Kiki bersama-sama mengurus Ken yang semakin aktif dan membuat kewalahan dua neneknya itu.


"Ayah akan pulang kapan?" tanya Aydin di sela makannya.


"Sepertinya besok kalau memang urusannya sudah selesai. Bagaimana dengan kalian?" kini Ayah Aydin yang berbalik tanya pada Aydin dan Kiki.


"Kami masih ingin di sini, boleh kan Yah? Jarang-jarang kita bisa berduaan berlibur seperti honeymoon," ucap Aydin meminta persetujuan Ayahnya.


"Boleh saja asalkan Kenshin tidak mencari kalian. Dan jika bisa, berikan Kenshin adik buatan jepang bias mereka nanti tidak iri jika bertanya tentang asal usul pembuatan mereka," Ayah Aydin mengeluarkan ledekan serta candaannya membuat suasana makan malam itu menjadi menyenangkan.

__ADS_1


"Oiya, Kenan di mana?" tanya Ayah Aydin.


"Kenan ditawan istrinya Yah," ucap Kiki sambil memakan makanannya.


"Ditawan? Maksudnya?" tanya Ayah bingung.


"Renita hamil Yah, dia tidak ingin jauh dari Bang Ke, dan yang menjadi masalah, Renita maunya Bang Ke jika tidak memakai atasan jadi dia bisa mencium aroma tubuh Bang Ke," ucap Kiki sambil terkekeh menceritakan sambil membayangkan wajah kesal Kenan yang sebenarnya sangat ingin menikmati suasana Jepang bersama dengan Renita, namun sekarang dia terjebak hanya di dalam kamar saja.


"Bukannya Kenan tambah suka?" tanya Ayah yang mengerti sifat Kenan.


"Awalnya iya Yah, kemarin Renita gak mau dekat sama Bang Ke, jadi sebel kan dia, eh besoknya Renita berubah dangat manja bahkan gak mau pisah dari Bang Ke, tapi Bang Ke harus melepas baju atasannya. Nah Bang Ke seneng banget tuh Yah. Dam sekarang lama-lama dia jadi bosan karena Renita tidak bisa diajak kemanapun. Kalaupun mereka keluar kamar, Bang Ke harus jauh-jauh dari Renita, karena bukan parfumnya yang membuat di mual, tapi karena dia hanya ingin mencium aroma tubuh suaminya," Kiki menceritakan semuanya pada Ayah mertuanya dan ceritanya itu membuat Ayah Aydin dan Aydin menjadi terhibur.


Beda lagi dengan suasana restoran yang ditempati oleh Ayah Aydin, Kiki dan Aydin. Di dalam kamar Kenan merasa bosan dan ingin sekali keluar dari kamar hotel untuk berjalan-jalan menikmati kota Jepang. Sayangnya Renita tidak bisa diajak berjalan-jalan dengannya. Sedangkan di dalam kamar dia juga tidak bisa melakukan apapun.


"Sayang, bosen... jalan yuk," Kenan merengek pada Renita.


"Mau tanpa baju?" tanya Renita pada Kenan.


"Ya pakai lah," jawab Kenan.


"Kalau gitu jalannya jauh-jauh, gak boleh dekat-dekat," ucap Renita.


"Yaelah Sayang, masa' gitu sih. Kita kan honeymoon," ucap Kenan.


"Yaudah di dalam kamar aja, kan honeymoon," ucap Renita.


"Percuma dong kalau gak ngapa-ngapain. Kita ngapa-ngapain yuk Sayang," Kenan merayu Renita agar mau menuruti permintaannya.


"Aku gak mood gituan Sayang, lain kali aja ya," Renita menolak permintaan Kenan dengan tetap mengeratkan tangannya di pinggang Kenan dan meletakkan kepalanya di dada Kenan.


Kenapa jadi terbalik begini? Kemarin gak mau deket tapi aku bisa kemana-mana, sekarang gak mau jauh tapi gak bisa kemana-mana. Huuffft.... Sabar.. sabar... Kenan, sabar ya..., Kenan membatin sambil melihat arah miliknya yang meronta meminta jatahnya.


"Auuuw...," tiba-tiba lidah Kenan tergigit ketika memakan keripik kentang sambil menonton tayangan TV dengan Renita yang tetap menempel padanya.


"Kenapa Sayang?" tanya Renita.


"Kegigit lidahku," jawab Kenan dengan agak sedikit cadel karena lidahnya masih sakit.


"Ada yang ngomongin kali," ucap Renita.


"Siapa?" tanya Kenan.


Renita hanya menggelengkan kepalanya sambil ikut menikmati keripik kentang tersebut.


Pasti Aydin dan Kiki yang ngetawain aku sekarang ini. Awas aja mereka. Dasar sahabat lucknut! umpat Kenan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2