Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
26


__ADS_3

Aydin menggandeng tangan Kiki menuju ke parkiran untuk mengambil motornya.


"Ke rumah Abang dulu ya,mampir bentar",


Aydin menoleh ke arah Kiki dengan senyum kebahagiaan yang sedari tadi belum luntur.


"Ke rumah Abang? Ngapain?" kebingungan Kiki semakin bertambah.Pikirannya traveling kemana-mana karena diajak cowok tampan ke rumahnya.


"Mau ambil sesuatu buat kamu,tadi ketinggalan",jawab Aydin sambil memakai helmnya.


"Tadi kan udah dikasih Bang.Nih masih ada di tas Kiki"Kiki menunjuk tas nya dan menaiki boncengan motor Aydin.


"Masih ada dua paper bag lagi,tadi gak bisa bawanya,kan pakai motor",Aydin menjawab sambil meletakkan tangan Kiki ke pinggangnya.


Syok banget Kiki ketika tangannya dieratkan ke pinggang Aydin.


"Pegangan yang kuat.Jangan dilepas",perintah Aydin sambil menyalakan motornya.


Kiki hanya bisa menurut karena pikirannya amat sangat bingung dengan apa yang terjadi.


Dia merasa terkejut,takut,bimbang,namun sekaligus senang.Kiki pun tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang ini.


Mereka mampir ke rumah Aydin dan mengambil dua paper bag yang dia persiapkan sebagai kado untuk Kiki.Pada saat tiba di rumah Aydin,Kiki sangat terkejut karena dia tidak menyangka bahwa rumah Aydin begitu besar dan mewah.Entah apa pekerjaan orang tua Aydin,Kiki tidak tahu apa-apa tentang Aydin dan keluarganya.Dan anehnya besok dia akan menikah dengannya.


Kali ini Aydin membawa mobil,karena takut Kiki kewalahan dan tidak nyaman membawa banyak barang dengan menaiki motor.


Dan kini mereka menuju rumah Kiki.


Di rumah Kiki,Kevin mondar-mandir di teras rumah sambil mengutak-atik ponselnya.Sejak tadi dia menelepon dan mengirim pesan pada Kiki dan Aydin namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkat telepon dan menjawab pesannya.


Mobil Aydin masuk ke halaman rumah Kiki.


Aydin membukakan pintu mobil untuk Kiki dan memberikan telapak tangannya untuk membantu Kiki turun.


Mereka menghampiri Kevin yang sedang berkacak pinggang menatap ke arah mereka.Tangan mereka berdua masih bergandengan.Kevin bingung melihat mereka bergandengan tangan.Karena pemandangan di depannya ini sangat langka sekali menurutnya,biasanya mereka berdua saling mengolok dan beradu mulut.Kini tangan mereka malah bergandengan erat sedari turun mobil sampai sekarang ini.Namun segera dienyahkan lah sejenak pikirannya itu,karena rasa penasaran ingin tahu kemana saja mereka sedari tadi hingga baru pulang sekarang.


Tangan kiri Kiki digandeng oleh Aydin,dan tangan kanan Kiki membawa beberapa paper bag yang berisi kado dari Aydin.


"Dari mana aja kalian,jam segini baru pulang.Ditelepon gak ada yang ngangkat,dikirimi pesan gak ada yang bales.Lagi sibuk pacaran kalian?Lagian tadi kan bawa motor,lah kok sekarang jadi bawa mobil? Jangan-jangan kalian dari tadi berduaan di rumah Aydin ya? Terus itu bawa apaan kok banyak banget,abis belanja?" Cecar Kevin dengan mengeluarkan banyak pertanyaan yang ada di kepalanya.


"I-i-itu kak,tadi....."Kiki menjawab gugup,namun segera dipotong oleh Aydin.


"Kita masuk dulu aja Bro,sekalian aku mau ngomong sama mama papa kamu juga",sela Aydin yang langsung menyeret masuk Kiki ke dalam rumah.


Kevin melongo melihatnya,namun tak ayal dia juga ikut masuk ke dalam rumah.


Dan kini mereka semua berada di ruang tamu.

__ADS_1


Mama,Papa dan Kevin diam menanti apa yang akan disampaikan oleh Aydin hingga mengumpulkan semua orang disini.


Kiki teramat gugup,tangannya memainkan ujung bajunya.Aydin yang melihat kegugupan Kiki berusaha menenangkannya dengan meletakkan telapak tangannya di atas telapak tangan Kiki.


Kiki terkejut dan menoleh ke samping dimana Aydin duduk di sampingnya sekarang ini,dan dia menatap mata Kiki dengan diiringi senyuman dan kepalanya mengangguk.Seolah mengatakan semua akan baik-baik saja.


Padahal saat ini Aydin benar-benar sangat gugup.Karena yang dibahas adalah tentang pernikahan dan itu dilaksanakannya besok,mendadak sekali bukan.Pasti semua orang akan terkejut.


Mama,Papa dan Kevin merasa heran melihat tangan Aydin yang berada di atas tangan Kiki.


Mereka bertiga saling pandang dan Kevin menggeleng ke arah Mama Papanya seolah menjawab pertanyaan mereka bahwa Kevin tidak tahu.


"Begini Om,Tante,Kevin,tadi kami mampir ke rumah sakit dulu,karena tadi pada saat saya menjemput Kiki,Bunda telepon mengabarkan bahwa Ayah sedang dirawat di rumah sakit.


Maaf,saya tadi tidak mengantarkan Kiki pulang dulu karena saya terburu-buru dan jarak ke rumah sakit lebih dekat dari pada kesini.Jadi saya membawa Kiki ke rumah sakit sebentar dan berniat akan mengantarnya setelah itu", Aydin menjelaskan keadaan mereka tadi.


Mama,Papa dan Kevin masih diam menanti kelanjutan cerita Aydin.


Setelah menghela nafas dalam,Aydin melanjutkan penjelasannya.


Hufft....


"Begini Om,Tante,Kevin,saya kesini ingin meminta ijin untuk menikah dengan Kiki besok.


Semoga kalian semua bisa merestui",sambung Aydin mantap dengan menatap mereka semua.


"Hah...?!?!?! " Mama,Papa dan Kevin terhenyak kaget mendengarnya.


"Kamu gak salah Bro? Kamu mau menikah dengan si Boncel ini?" tanya Kevin ragu pada Aydin sambil menunjuk Kiki.


Kiki menatap tajam kakaknya itu.


Aydin tersenyum dan mengangguk.


"Iya Bro,saya cinta sama Kiki dari awal kita ketemu.Saya janji akan membahagiakannya.


Kebetulan tadi Ayah meminta kita untuk segera menikah besok.Tapi Ayah masih dirawat di rumah sakit.Kata Ayah dan Bunda,kita nikahnya besok dan setelah itu kita urus semua hal ke KUA dan kemudian baru kita rencanakan pestanya.Gimana Om,Tante?" Aydin menatap wajah Mama dan Papa Kiki dengan perasaan was-was.Takut ditolak lamarannya.


"Wah gercep lu Bro",canda Kevin dengan tawanya.


Mama dan Papa ikut tertawa,Aydin tersenyum malu.Sedangkan Kiki terdiam,masih bingung dengan apa yang terjadi dan pastinya bingung dengan perasaannya.


"Kalau Kiki setuju,kami sebagai orang tua juga pasti setuju.Kita merestui kalau Kiki mau.Gimana Ki?" Papa kini yang berkomentar.


"Kiki tadi sudah setuju Om pada saat Ayah Bunda bertanya dan pada saat pulang tadi saya tanya Kiki lagi dan dia setuju",jawab Aydin yang masih dengan senyumnya menggantikan Kiki menjawab pertanyaan Papanya.


"Udah pasti mau itu Pa,liat tuh si Boncel diem aja gak jawab,pasti malu,mana dari tadi gandengan mulu lagi",sela Kevin menggoda adiknya.

__ADS_1


Mulut Kiki sudah mangap hendak menjawab,namun Mama menyelanya.


"Wah...kita bisa cepat dapat cucu nih Pa.Mama udah gak sabar",binar kebahagiaan tersirat di mata dan senyum Mama.


Papa pun tersenyum dan mengangguk.


Kiki berfikir mungkin memang ini yang terbaik,jika Mama dan Papa bahagia,pasti dia juga akan bahagia.Lagi pula Kiki tidak punya pacar yang bisa menahannya untuk membatalkan pernikahan.


"Udah....restuin aja Pa,mumpung ada yang mau sama si Boncel ini",sahut Kevin sambil mengacak gemas rambut Kiki.


"Baiklah kita merestui kalian.Teru ini gimana nikahnya,mau besok?" Mama kali ini yang berbicara.


"Sebaiknya kita ke rumah sakit aja Ma,jenguk Ayah Aydin sekalian bahas soal pernikahan mereka",sambung Papa kemudian.


"Ya udah Pa,kita ke sana sekarang aja",Mama menyetujui usulan Papa.Kemudian mereka masuk ke kamar untuk bersiap-siap.


Selang beberapa menit Mama dan Papa sudah siap untuk berangkat.Dan Kevin diperintahkan untuk di rumah saja untuk menemani Kiki dan Aydin yang masih mengobrol.


Kevin,Kiki dan Aydin memutuskan untuk membeli makan secara delivery.


Beberapa menit kemudian,Kevin berada di teras untuk menunggu delivery makanannya datang.


Sekalian dia memberikan ruang kepada sahabatnya itu untuk lebih dekat dengan adik kesayangannya itu.Sebenarnya Kevin sangat heran dan sangat penasaran dengan keputusan mereka untuk menikah,karena setahunya mereka baru saja dekat hari ini,biasanya juga cuma bercanda dan bersama dengan sahabatnya yang di lain.


Lamunan Kevin terhenti ketika mendengar suara motor yang masuk ke halaman rumahnya.Pikirannya si Kang Delivery yang datang,tak tahunya malah si Raditya yang datang membawa bungkusan makanan.


"Loh Bro,dikirain delivery makanannya yang dateng,eh gak taunya....hahaha.....",ucap Kevin menyambut kedatangan Raditya.


"Mau nganter ini Bang,tadi Kiki belum sempat bawa,mangkanya ini disuruh Ambu nganter kesini",jawab Raditya sambil menyodorkan bungkusan makanan yang lumayan banyak.Kali ini dia membawa motor matic Kang Suta.


"Waah...tau gitu tadi gak usah delivery order",


Kevin mengambil bungkusan makanan itu dari tangan Raditya.


"Ki...Kiki....Ki....Bonceeeel.....",teriak Kevin dari teras depan.


"Dasar tiang listrik berjalan,bisanya teriak-teriak ae,kasian yang jadi tetanggamu kak,bisa-bisa telinganya budek.Ada apaan sih?" Kiki keluar dari dalam rumah besungut kesal sambil menggerutu.Aydin mengikuti Kiki dibelakangnya.


"Nih dari Raditya,tau gitu tadi gak usah delivery order",Kevin memberikan bungkusan itu pada Kiki.


"Duduk dulu Bro,eh tapi disini aja ya sambil nunggu makanan datang",Kevin mengajak semuanya duduk di kursi teras.


"Eh Bang,masih disini?" Raditya bersalaman dengan Aydin.


"Kamu sih gak nganterin Kiki pulang kayak biasanya,jadinya Kiki - " ucapan Kevin terhenti oleh sahutan Kiki.


"Udah punya istri.Jangan diganggu dia",ucap Kiki sambil berlalu ke dalam rumah membawa bungkusan makanan dari Raditya.

__ADS_1


"Hah?! Udah punya istri? Beneran? Kapan?" Kevin kaget dan bertanya dengan penuh penasaran.Bagaimana bisa Raditya dan Kiki yang sudah seperti sepasang kekasih yang kemana-mana bersama mendadak punya pasangan sendiri-sendiri Begitu banyak pertanyaan di benak Kevin saat ini.


__ADS_2