
Tidak ingin terlalu lama, Shen Long langsung melakukan serangan tebasan kepada ketiga Tetua itu.
" Sialan." Ketiga Tetua itu menggerutu sambil menghalau serangan dari Shen Long dengan pedang di tangan mereka.
Traaang!
Pedang Kesunyian bertemu dengan ketiga pedang milik tiga Tetua terpotong dengan sempurna.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Kini kepala ketiga Tetua terlepas dari tubuhnya.
Kini tatapan Shen Long tertuju pada sosok yang seharusnya dia lindungi, lalu berpindah tempat ke tempat tersebut.
Saat melakukan pertarungan, Shen Long mulai menyadari bahwa ada sesuatu di dalam tubuhnya yang seakan menyedot energi dari sosok mengerikan tersebut.
Bahkan sosok mengerikan itu juga menyadari sesuatu yang aneh pada tubuh Shen Long, dimana dia juga sedikit terkejut dengan sesuatu yang membentuk lobang hitam di dantian Shen Long.
' Anak ini? Apa dia ada hubungannya dengan Klan pemburu itu?' Sosok mengerikan terlihat khawatir, namun tidak bisa membatalkan perjanjian dengan Shen Long.
Di sisi lain Shen Long tidak ingin terlalu memikirkan keanehan tersebut karena semakin lama dia meminjam kekuatan sosok mengerikan itu, maka tingkat Kultivasinya turun secara drastis.
" Lie'er, maafkan aku." Shen Long memeriksa keadaan Yan Rou Lie dimana dia masih merasakan ada tanda kehidupan dari wanita itu.
Tanpa menunggu lama, Shen Long langsung membawa Yan Rou Lie lalu terbang untuk menyusul Tetua sebelumnya.
*******
( Sebelum Shen Long berubah wujud )
Karena lima sosok menjadi lawan Yan Rou Lie rata-rata Pendekar Alam, tentu dia merasa kesulitan untuk menghadapi mereka sekaligus.
Traaang! Traaang! Traaang!
Yan Rou Lie yang sudah kehilangan kendali, terus melancarkan serangannya kepada kelima Kultivator itu meskipun sudah mengalami banyak luka sayatan.
" Teman, gadis ini benar-benar sangat menggiurkan." Ucap salah satu sosok sambil menatap ke arah Yan Rou Lie yang kini sudah mendapatkan banyak robekan pada pakaian yang dia pakai.
Meskipun tubuh Yan Rou Lie sudah terluka parah, namun keindahan tubuhnya masih terlihat jelas.
Sehingga siapapun yang melihatnya tentu tidak bisa menahan diri untuk menikmati keindahan tubuh Yan Rou Lie.
__ADS_1
" Benar teman. sungguh keindahan yang sangat sempurna." Keempat sosok yang lain juga tergiur dengan kulit putih Yan Rou Lie.
Kelima sosok itu merasa tidak tega untuk membunuh Yan Rou Lie, karena sangat disayangkan jika sebuah keindahan dibiarkan begitu saja.
" Tangkap gadis itu! Jangan sampai dia mati." Perintah salah satu Tetua yang juga tertarik dengan keindahan tubuh Yan Rou Lie.
Bahkan tiga Tetua yang lain juga menatap ke arah Yan Rou Lie sambil menjilati bibir mereka.
" Baik Tetua." Kelima sosok tersebut mengembalikan Pedang mereka, lalu menyerang Yan Rou Lie dengan tangan kosong.
Baaam!
Sebuah tendangan bersarang di bagian perut Yan Rou Lie dimana dia sudah tidak berdaya lagi.
" Uhuuk." Yan Rou Lie memuntahkan darah segar dimana pandangannya semakin kabur.
" Long'gege." Yan Rou Lie yang sudah tersungkur di atas tanah dengan suara lembutnya menatap ke arah Shen Long.
Sesaat Yan Rou Lie melihat samar-samar Shen Long berubah menjadi sosok mengerikan dengan Aura yang sangat kuat.
Kini Pandangan Yan Rou Lie menjadi gelap, bahkan suara tertawa dari kelima sosok yang menjadi lawannya sudah tidak terdengar lagi.
*******
( Sebelum Shen Long terbang membawa Yan Rou Lie )
Terlihat sosok pria paruh baya sedang berjalan di wilayah Sekte Seribu Pedang.
Sosok itu tidak lain adalah Hao Tian yang sedang mencari keberadaan Shen Long.
" Hmmm... Sepertinya ada pertarungan. Apa aku harus memeriksanya?" Hao Tian bergumam sambil menatap ke arah pintu gerbang Sekte Seribu Pedang yang sekitar seratus meter dari tempatnya.
Namun karena tujuannya hanya mencari keberadaan Shen Long, Hao Tian mengurungkan niatnya untuk mencampuri urusan Sekte orang lain.
" Tapi kenapa perasaanku mengatakan bahwa aku harus memeriksa Sekte itu?" Hao Tian kembali bertanya kepada dirinya sendiri.
" Hais, kenapa aku harus mencampuri urusan orang lain." Hao Tian membelokkan arah menuju pintu perbang Sekte Seribu Pedang.
Tidak lama kemudian Hao Tian telah berada di pintu gerbang Sekte, dimana dia melihat pemandangan yang sangat mengerikan.
" Siapa yang melakukan tindakan sekeji ini." Hao Tian terlihat geram sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Hao Tian melesat masuk ke dalam Sekte Seribu Pedang, namun tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan.
Wuush!
Terlihat sosok mengerikan dengan sepasang sayap kelelawar terbang melewatinya sambil merangkul seorang gadis.
" Mo... Monster." Hao Tian berkeringat dingin dengan tangan gemetar sambil menatap ke arah sosok tersebut, namun sosok itu hanya menatapnya dengan wajah datar.
Sosok bersayap kelelawar itupun terbang menjauhi tempat tersebut, tanpa memperdulikan Hao Tian yang kini berdiri mematung.
" Kenapa monster itu terlihat ramah kepadaku?" Hao Tian terlihat kebingungan sambil mencerna situasi tersebut.
Sesaat terlihat sebuah lingkaran cahaya berwarna keemasan muncul di atas udara.
Lingkaran cahaya itu seperti terbentuk dari bayangan ribuan pedang, hingga sesaat terlihat sosok pria sepuh berambut putih dengan jenggot memanjang berwarna putih dan menggunakan pakaian serba putih.
Pria sepuh itupun seolah-olah keluar dari lingkaran cahaya, lalu turun ke tanah sambil menatap ke arah Hao Tian.
Hao Tian yang melihat sosok itu langsung meningkatkan kewaspadaan, meskipun dia menyadari bahwa sosok tersebut bukanlah tandingannya.
" Auranya sangat kuat." Hao Tian bergumam sambil menatap ke arah sosok tersebut yang berjalan mendekatinya.
Namun Hao Tian bisa merasakan bahwa pria sepuh itu tidak memiliki niat membunuh sedikitpun, sehingga dia sedikit bernafas lega.
" Hmmm... Ternyata Sekte Seribu Pedang sudah hancur." Pria sepuh menoleh ke arah tumpukan mayat yang berada di tempat itu.
" Senior, bukan aku yang melakukannya." Hao Tian dengan cepat mengambil tindakan, karena dia berpikir bahwa pria sepuh itu menuntut balas kepadanya.
Tentu sebagai seorang yang sudah lama hidup sebagai Kultivator, dengan Instingnya Hao Tian bisa merasakan bahwa pria sepuh tersebut bisa mengalahkannya dengan mudah.
" Ya, aku sudah tau itu. Mereka dihancurkan oleh segerombolan semut." Ucap pria sepuh sambil mengusap jenggotnya.
" Sekte Seribu Pedang tidak hancur, namun hanya berpindah tempat." Pria sepuh melanjutkan pembicaraannya.
" Ma... Maksud senior?" Tanya Hao Tian yang terlihat penasaran.
" Suatu saat kamu akan mengetahuinya sendiri. Sekte Seribu Pedang yang sesungguhnya tidak akan pernah turun tangan untuk menghancurkan sekumpulan semut." Pria sepuh tersenyum pahit saat melihat tumpukan mayat tersebut.
Meskipun terlihat santai, Pria sepuh sedikit merasa khawatir seperti memiliki ketakutan tersendiri.
Mendengar perkataan dari pria sepuh tersebut, Hao Tian tidak ingin bertanya terlalu jauh lagi. Karena hal itu menyangkut rahasia Sekte Seribu Pedang itu sendiri.
__ADS_1