Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 419. Mendatangi Perguruan Naga Kabut


__ADS_3

Apalagi untuk satu bulan, murid luar hanya mendapatkan 10.000 Pil Inti Emas, tentu para murid di tempat itu tidak memiliki Pil Inti Emas sebanyak yang Shen Long inginkan.


" Aku hanya bisa bertaruh 500 Pil Inti Emas saja. Sisanya sudah aku gunakan untuk pelatihanku." Murid tersebut merasa kesal karena Shen meminta taruhan yang tidak masuk akal.


Shen Long terdiam sejenak, karena sekaya apapun para murid luar, tentu mereka juga memiliki keterbatasan.


Beberapa murid luar yang mengetahui bahwa Long Yutian adalah pelayan Long Chieyu, kini memasang wajah masam karena kekayaan mereka bisa dikalahkan oleh seseorang pelayan.


Semua murid Perguruan Naga Tunggal belum mengetahui bahwa Shen Long sudah menikah dengan Long Chieyu dan Long Qianxue, sehingga mereka menganggap bahwa status Long Yutian tetap sebagai pelayan.


" Jika semua murid luar hanya mampu bertaruh 500 Pil Inti Emas, sepertinya aku harus mengalahkan lebih dari 200 murid untuk mencukupi kebutuhanku." Gumam Shen Long, sambil menatap beberapa murid yang berdiri di pinggir arena.


Meskipun Shen Long memiliki kekuatan besar, namun untuk menghadapi ratusan murid sekaligus, itu hal yang mustahil, sehingga dia memutar otaknya untuk mencari cara agar bisa mendapatkan Pil Inti Emas sebanyak mungkin.


Itupun jika para murid luar mau bertaruh Pil Inti Emas sebanyak itu, karena tidak menutup kemungkinan bahwa para murid sangat enggan untuk mengeluarkan hartanya.


" Bagaimana jika aku melakukan latih tanding dengan 20 murid sekaligus dengan tingkat Kultivasi yang sama. Sedangkan murid yang lain juga bisa ikut taruhan denganku." Meskipun dalam aturan latih tanding, sangat dilarang bagi semua murid untuk bertaruh di luar, Namun Shen Long sama sekali tidak peduli.


" Sombong sekali pemuda itu, aku tidak sabar ingin mencincang tubuhnya."


" Benar saudara, aku ingin merobek mulutnya."


" Aku akan memberikan Pil milikku, asalkan pemuda itu berlutut dan meminta maaf kepada kita."


Satu-persatu beberapa murid meluapkan kekesalan mereka kepada Shen Long yang memandang rendah mereka.


Beberapa murid saling berdiskusi tentang siapa yang yang diutus untuk melawan Shen Long di atas arena.


Tidak lama kemudian 20 murid yang mencapai Pendekar Raja tingkat 6 langsung naik ke atas arena dengan membawa jumlah taruhan sebesar 30.000 Pil Inti Emas dari hasil patungan para murid.


" Bersiaplah saudara. Aku tidak segan mengerahkan seluruh kekuatanku." Ucap salah satu dari murid yang berdiri di atas arena.


" Patahkan kakinya!"


" Potong ***********!"


" Tidak! Aku ingin dia mencium kaki kita."

__ADS_1


Para murid yang berdiri di pinggir arena memberi dukungan kepada 20 murid yang berdiri di atas arena.


Shen Long tersenyum lebar, meskipun jumlah taruhan tidak sesuai harapan, namun masih cukup membantu kekurangannya.


" Sekarang majulah!" Shen Long yang sudah berada di posisi siap bertarung, langsung menggunakan kekuatan penuh.


Shen Long berpikir bahwa 20 murid itu akan menyerangnya satu-persatu sehingga Shen Long memiliki celah untuk memenangkan pertandingan.


Jika 20 murid menyerang secara bersamaan, harapan bagi Shen Long untuk menang sangat tipis.


Itu artinya Shen Long harus melumpuhkan mereka dalam satu kali pukulan, sehingga masih sempat menyerang yang lain.


" Sekarang kita serang dia secara bersamaan." Salah satu murid tidak sabar ingin menghajar Shen Long.


" Tidak perlu! Kita harus menyerangnya satu-persatu saja." Murid yang lain berpikir jika menyerang Shen Long secara bersamaan, terlalu berlebihan.


Pada akhirnya semua mengangguk setuju, dimana mereka akan menyerang Shen Long mulai dari barisan paling kanan.


" Sesuai dengan dugaanku." Shen Long tersenyum lebar, karena 20 murid itu terlalu meremehkan kemampuannya.


" Kamu, serang dia terlebih dulu." Murid yang berbaris di bagian tengah, memberi isyarat kepada rekannya di barisan paling kanan.


Shen Long yang sudah berada di posisi bersiap, kini langsung menyambut pukulan dari pihak lawan.


Tap!


Bboooom!


Shen Long menangkap tangan murid itu, lalu membantingnya ke lantai arena, membuat murid itu tidak berdaya karena sudah mengalami patah tulang.


Wuush! Wuush! Wuush!


Satu-persatu murid yang lain melesat ke arah Shen Long, dengan jeda waktu beberapa detik, karena mereka ingin memukul Shen Long satu-persatu.


Tap! Bboooom!


Tap! Bboooom!

__ADS_1


Tap! Bboooom!


Satu-persatu Shen Long menangkap mereka lalu membantingnya ke lantai arena dengan kekuatan penuh, dimana organ tubuh mereka seakan remuk.


" Tidak mungkin." Para murid yang menyaksikan dari pinggir arena seakan tidak percaya bahwa Shen Long bisa melumpuhkan satu-persatu lawannya hanya dalam satu kali serangan.


Dengan ketangkasan Shen Long, dia mampu menghalau serangan dari para murid, meskipun harus menggunakan Qi dalam jumlah besar.


" Sialan... Kita sudah meremehkan pemuda ini." Salah satu murid berkeringat dingin karena satu-persatu rekannya tergeletak di lantai arena.


Kini hanya tersisa tiga murid yang masih belum bergerak, karena mentalnya sudah ciut, saat melihat rekannya sudah bertumbangan.


" Cepat lari! Dia seorang monster." Ketiga murid dengan buru-buru meninggalkan arena, karena jika harus melawan, dapat dipastikan nasib mereka sama seperti para murid yang lain.


Di sisi lain para murid yang terbaring di atas arena, kini merasa seluruh tubuhnya seakan remuk, sambil menatap ke arah Shen Long seperti menatap seorang monster.


Jika saja mereka menyerang Shen Long secara bersamaan, maka harapan mereka untuk menang sangat banyak.


" Terimakasih karena sudah mengalah." Shen Long tersenyum lebar, lalu berjalan mendekati meja taruhan dan mengambil Pil Inti Emas taruhan mereka.


Shen Long turun dari atas arena dengan santai, dimana para murid langsung memberi jalan kepada Shen Long, karena tidak ada yang berani mendekati pemuda itu.


Saat Shen Long sudah tidak terlihat lagi, barulah para murid bisa bernafas lega, karena sebelumnya mereka sebelumnya sangat kesulitan untuk bernafas.


" Cepat bantu mereka ke Paviliun Obat." Salah satu murid meminta kepada rekannya yang lain untuk memapah 17 murid yang tidak berdaya di atas arena.


Di sisi lain Shen Long yang sudah menuruni Gunung Tunggal, kini langsung menuju ke Perguruan Naga Kabut untuk bertemu dengan kedua Istrinya.


" Mungkin beberapa hari aku harus tinggal bersama kedua Istriku untuk melepas rindu." Gumam Shen Long, lalu melanjutkan langkahnya.


Saat berada di Perguruan Naga Kabut, Shen Long berpapasan dengan para murid luar yang sedang berlatih.


Namun tidak ada yang berani mendekatinya karena sebelumnya Shen Long telah menunjukkan kemampuannya di hadapan para murid luar.


" Suamiku, akhirnya kamu datang kesini." Long Chieyu dan Long Qianxue berlari ke arah Shen Long saat melihat kedatangan suami mereka.


Long Yuanzhi yang melihat kejadian itu, hanya menggelengkan kepala karena pasangan muda-mudi itu lagi panas-panasnya.

__ADS_1


Namun Shen Long meminta kepada kedua istrinya untuk menyelesaikan latihan mereka terlebih dulu, sehingga Long Yuanzhi bernafas lega.


__ADS_2