Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 552. Bau?


__ADS_3

Memakan waktu yang cukup lama, kulit Shen Long yang awalnya membiru, kini mulai cerah, setelah Gui Hua menarik kembali racun yang dia miliki.


Gui Hua tidak menyangka jika insiden sebelumnya dia memiliki raga beracun, sehingga dari setiap serangannya saat bertarung, secara otomatis mengeluarkan racun.


" Syukurlah guru bisa diselamatkan." Gui Hua bernafas lega, karena Shen Long masih bisa bertahan selama semalaman saat bersentuhan dengannya.


Jika itu terjadi pada Kultivator lainnya, maka dapat dipastikan tubuh mereka akan meleleh akibat racun dari tubuh Gui Hua.


Sesaat wajah Gui Hua memerah seperti kepiting rebus, saat mengingat kejadian sebelumnya. Membuat Gui Hua tersipu malu.


Gui Hua dengan buru-buru berjalan ke sebuah tempat untuk memakai pakaiannya.


Setelah menggunakan pakaian yang baru, Gui Hua kembali berjalan mendekati Shen Long yang kini sudah sadar.


" Bagaimana kondisimu?" Tanya Shen Long, sambil menatap ke arah Gui Hua.


" Kondisiku sudah pulih total. Maaf telah membuat guru sampai terkena racun." Gui Hua berlutut di hadapan Shen Long.


Merasa bersalah karena Shen Long terlalu mengambil resiko besar.


" Tidak masalah. Yang penting sekarang semua sudah teratasi." Shen Long tidak ingin membahas terlalu jauh, karena dia sendiri tidak menyangka jika akibat kejadian sebelumnya, Gui Hua secara tidak sengaja membangkitkan Raga Beracun.


Jika saja Shen Long tidak memiliki api pemurnian, maka dapat dipastikan tubuhnya akan meleleh karena terlalu lama bersentuhan dengan Gui Hua.


" Sebelum kita melanjutkan perjalanan, lebih baik kamu menyatukan teknik yang kamu miliki dengan Raga Beracun yang kamu dapatkan." Shen Long meminta kepada Gui Hua untuk menyempurnakan teknik yang dia miliki, karena gadis itu sekarang telah memiliki Raga Beracun.


Gui Hua mengangguk kecil, lalu mengambil tempat untuk duduk bersila untuk menyempurnakan teknik yang dia miliki.


*******


Di tempat yang lain, anggota Sekte Naga Langit sudah banyak mendapatkan harta yang berada di beberapa tempat wilayah kaki gunung.

__ADS_1


Anggota Sekte Naga Langit yang awalnya terpisah, kini mulai bergabung bersama kelompok yang lain, agar tidak terjadi kendala.


Meskipun berbeda dari kelompok sebelumnya, anggota Sekte Naga Langit tidak mempermasalahkan hal itu, asalkan bisa berkumpul bersama anggota Sekte Naga Langit.


Hanya Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang saja yang tidak ingin bergabung bersama anggota Sekte Naga Langit, karena tujuan mereka adalah mencari keberadaan Shen Long.


Meskipun keempat wanita itu sudah banyak bertemu dengan anggota Sekte Naga Langit, namun mereka memilih untuk menjauhkan diri untuk mencari keberadaan Shen Long, sekaligus mencari Sumberdaya untuk perkembangan mereka.


" Kali ini penciumanmu tidak bisa diandalkan." Ucap Yan Roulie, sambil melirik ke arah Cang Liyuan.


" Mungkin saja suami kita berada di tempat yang jauh. Jadi penciumanku tidak berfungsi." Cang Liyuan langsung menyela, karena dia tidak ingin penciumannya diremehkan.


" Aku rasa suami kita belum sampai ke gunung disana. Lebih baik kita mencarinya ke arah sana." Ucap Guang Louzhy, lalu menunjuk ke sebuah arah.


Tanpa membuang waktu, Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang langsung melesat ke sebuah arah untuk mencari keberadaan Shen Long.


Di sisi lain, terlihat beberapa murid Sekte Seribu Pedang yang sedang berjalan menuju arah kaki gunung.


" Kebetulan sekali. Cepat kejar mereka." Pemimpin dari murid Sekte Seribu Pedang langsung melesat ke arah Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang yang terbang ke sebuah arah.


Wuush!


Satu-persatu para murid Sekte Seribu Pedang terbang dengan kecepatan penuh, untuk mengejar keempat wanita yang menjadi buronan Sekte Seribu Pedang.


Menyadari ada yang mengikuti mereka, Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang langsung mendarat di tanah lapang, sambil menatap ke arah beberapa sosok yang terbang di udara.


" Tidak menyangka secepat ini kita bisa menemukan mereka." Ucap salah satu wanita yang menjadi pemimpin murid Sekte Seribu Pedang, sambil menatap ke arah keempat wanita di depan mereka.


" Bukankah kamu lebih senang jika aku keluar dari Sekte Seribu Pedang, karena kamu tidak ada saingan lagi? Yan Yi'yi..." Ucap Xiao Aiqing yang mengenali wajah wanita itu.


Saat Xiao Aiqing berada di Gunung Merah, Yan Yi'yi tidak menyukainya, karena keberadaan Xiao Aiqing lebih populer darinya.

__ADS_1


Sebelum Xiao Aiqing tinggal di Sekte Seribu Pedang, Yan Yi'yi adalah salah satu gadis tercantik di devisi Pedang Merah, sehingga banyak sekali para murid pria yang mendambakan dirinya.


Namun saat Xiao Aiqing menjadi murid devisi Gunung Pedang Merah, kepopuleran Yan Yi'yi langsung pudar, sehingga dia sangat membenci Xiao Aiqing.


" Meskipun aku tidak menyukaimu, tapi nilai kalian seharga satu juta Batu Roh kelas menengah." Ucap Yan Yi'yi, langsung melesat ke arah Xiao Aiqing.


Melihat Yan Yi'yi sudah bergerak, semua murid Sekte Seribu Pedang yang tergabung, langsung melesat ke arah Guang Louzhy dan yang lainnya.


" Kamu pikir dengan kemampuanmu sekarang bisa mengalahkanku?" Xiao Aiqing seringai lebar, lalu melesat ke arah Yan Yi'yi, sambil mengayunkan pedangnya.


" Aku sudah berlatih keras demi mengalahkanmu. Dengan tingkat Kultivasiku sekarang, aku bisa mengalahkanmu." Yan Yi'yi yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat tiga, begitu percaya diri langsung menyambut serangan dari Xiao Aiqing.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan pedang dari kedua belah pihak, menciptakan percikan api, hingga menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke berbagai arah.


" Karena Patriak ingin membawamu kembali, maka paling tidak aku akan melukai wajahmu." Yan Yi'yi yang begitu membenci Xiao Aiqing, ingin sekali melukai wajah Xiao Aiqing, agar kecantikannya tidak tersaingi.


" Benarkah? Baiklah, aku akan mengikuti keinginanmu." Xiao Aiqing yang sedang bertukar serangan dengan Yan Yi'yi, langsung mempercepat gerakannya.


Di sisi lain, Cang Liyuan yang sudah bertarung melawan Yan Hui yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat dua bersama dua rekannya, kini melayang di udara sambil bertukar serangan.


" Adik Liyuan... Lebih baik kamu menyerah saja! Jika kamu mau menjadi istriku, aku akan meminta kepada Ketua Klan untuk membebaskan mu dari hukuman." Ucap Yan Hui, sambil bertukar serangan pedang dengan Cang Liyuan.


" Kamu ingin membandingkan dirimu dengan suamiku? Wajahmu tidak hanya jelek, tapi juga sangat bau." Cang Liyuan menatap ke arah Yan Hui dengan tatapan jijik, sambil bertukar serangan dengan Yan Hui dan kedua rekannya.


Mendengar perkataan dari Cang Liyuan, Yan Hui memasang wajah masam, lalu mencium aroma tubuh dan nafasnya sendiri.


" Tidak ada yang bau." Yan Hui mengerutkan kening, karena apa yang dikatakan Cang Liyuan, sama sekali tidak benar.


" SEKALI BAU TETAP SAJA BAU." Cang Liyuan meninggikan suaranya, sambil menambah kecepatan serangan seni pedangnya.

__ADS_1


__ADS_2