Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 249. Kelompok Berpakaian Hitam


__ADS_3

Namun setelah mengetahui rekam jejak Shen Long yang sudah banyak menyelesaikan misi yang sulit, Tetua tersebut langsung memeriksa aura Shen Long.


' Bocah ini? Bagaimana dia bisa bertahan dengan Aura Pembunuh yang sangat pekat?' Batin Tetua tersebut yang baru saja menyadari bahwa Shen Long menyembunyikan auranya.


Tetua tersebut menelan ludah kasar, membayangkan berapa banyak jumlah korban di tangan Shen Long.


Seumur hidupnya, Tetua itu tidak pernah menemukan seorang Kultivator yang memiliki Aura Pembunuh seperti yang dimiliki Shen Long.


Bahkan sering bertemu dengan para Kultivator yang senang membunuh sekalipun tidak seperti yang dimiliki Shen Long.


Jika saja Tetua itu mengetahui bahwa Shen Long sudah mengolah Aura Pembunuh menjadi Aura Naga Ilahi, maka dia akan muntah darah, karena sebagian Aura Pembunuh sudah dihilangkan.


Tentu Shen Long tidak bisa mengolah Aura Pembunuh menjadi Aura Naga Ilahi sekaligus, karena korban yang mati di tangannya sudah tidak terhitung jumlahnya.


' Kenapa dia masih terlihat tenang? Apa Aura Pembunuh sebanyak ini tidak menggangu pikirannya?' Tetua tersebut begitu sangsi jika dia mengumpulkan Aura Pembunuh seperti Shen Long, dapat dipastikan pikirannya akan terganggu.


Meskipun tidak merasakan Aura Naga Ilahi dari Shen Long, Tetua tersebut merasa yakin bahwa pemuda itu tidak membual ingin membunuh sekelompok orang yang menatapnya dengan sinis.


" Junior Louzhy... Kamu tunggu disini! Biar kami yang menjemput kedua wanita itu." Tetua tersenyum canggung, karena sosok pemuda yang di depannya tidak bisa dianggap remeh.


" Terimakasih Tetua." Shen Long menundukkan kepala, meskipun sedikit canggung karena keberadaan Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin diketahui.


Dengan sebuah anggukan, Tetua tersebut meninggalkan tempat tersebut menuju kediaman Shen Long sebelumnya untuk menjemput Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


Shen Long yang sudah berada di rumah kediamannya, kini duduk bersandar di sebuah kursi sambil menunggu kedatangan Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


Para murid Kelas Berlian yang melihat Shen Long setenang itu, kini mengumpat dalam hati berniat ingin memberi pelajaran kepada Shen Long.


" Bocah... Kamu begitu sombong sekali." Beberapa Kultivator yang tidak tahan melihat Shen Long setenang itu, kini langsung mendekati kediaman Shen Long.


" Sombong? Bukankah ini rumahku? Apa kalian tidak punya pekerjaan lain, selain melihat apa yang aku lakukan?" Shen Long merasa heran karena sejak awal mereka selalu memperhatikannya.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, semua menggerutu dalam hati karena Shen Long masih bersikap santai, bahkan berani mengejek mereka.


" Bubar! Apa yang kalian lakukan disini?" Terdengar suara dari arah belakang, dimana Tetua yang sebelumnya yang mengantar Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


Sesaat mereka menoleh ke arah sumber suara, dimana terlihat dua sosok wanita berdiri di belakang Tetua.


" Salam Tetua." Ucap mereka serempak, lalu menoleh ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


Dengan kehadiran kedua wanita itu, beberapa sosok, seakan melupakan kemarahan kepada Shen Long, saat melihat kecantikan Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


" Apa yang kalian lihat? Atau aku congkel mata kalian." Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin merasa risih karena bola mata beberapa sosok tersebut hampir keluar saat menatap ke arah mereka.


Mendengar ancaman tersebut, semua menelan ludah, karena kedua wanita itu jauh lebih kuat dari mereka.


Namun saat melihat Shen Long, Xiao Ai Qing dan Jun Mei langsung berubah drastis, dimana sebuah senyuman mengembang di wajah mereka, lalu berjalan mendekati Shen Long.


Melihat kejadian tersebut, beberapa murid Kelas Berlian mengumpat dalam hati. Tidak menyangka bahwa Pemuda yang terlihat lemah sudah memonopoli dua keindahan sekaligus.


Melihat hal itu, kelompok tersebut semakin panas, karena kedua wanita itu seakan jinak dan penurut kepada Shen Long.


" Tetua... Tolong usir orang-orang dari sini!" Shen Long menatap ke arah Tetua tersebut, dimana Tetua itu langsung melotot ke arah beberapa sosok yang berada di tempat tersebut.


Melihat reaksi dari Tetua, semua langsung terdiam lalu meninggalkan tempat tersebut, meskipun hati mereka belum puas sebelum memberi pelajaran kepada Shen Long.


" Junior Louzhy... Sebaiknya kamu tidak menunjukkan kemampuanmu disini. Berhati-hatilah, karena semua bangunan untuk murid Kelas Berlian tidak dilindungi Formasi lagi." Tetua mengingatkan kepada Shen Long, karena untuk murid Kelas Berlian diwajibkan untuk waspada setiap saat.


Tujuan tersebut untuk melatih murid Kelas Berlian agar siap dalam kondisi apapun, sebelum berhadapan dengan para Kultivator diluar sana.


" Terimakasih senior." Shen Long memahami maksud dari Tetua tersebut, karena beberapa sosok sebelumnya memiliki niat membunuh tertuju kepadanya.


" Kalau begitu, aku pamit dulu." Ucap Tetua tersebut, lalu meninggalkan tempat tersebut

__ADS_1


Setelah kepergian Tetua tersebut, Shen Long langsung masuk ke dalam rumah, dimana Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin terlihat sedang Berkultivasi.


" Sepertinya malam ini aku harus berjaga." Gumam Shen Long, lalu menuju lantai dua dan memilih kamarnya sendiri, karena Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin tinggal di kamar lantai dasar.


Saat berada di kamarnya, Shen Long mengambil posisi duduk bersila untuk berlatih di alam jiwa, namun tidak lepas dari sikap waspada.


Pada saat tengah malam, Shen Long kembali membuka mata, karena dari pendengarnya dia dapat merasakan bahwa ada beberapa sosok yang sedang berjalan di atap rumahnya.


" Sekumpulan idiot ini sangat keras kepala." Shen Long bergegas dari tempatnya, melesat ke atap rumahnya.


Sesaat Shen Long melihat beberapa sosok berpakaian serba hitam dengan penutup wajah seakan sedang mencari sesuatu.


Di dalam kegelapan malam, Shen Long dengan mudah melihat aksi mereka, karena Mata Dewa miliknya Shen Long dengan bebas untuk bergerak.


" Dimana kamar kedua wanita itu?" Tanya salah satu dari yang sedang mencari keberadaan Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


" Aku yakin mereka tinggal di rumah ini."


" Cepat cari keberadaan mereka! Aku tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh kedua wanita itu."


" Bagaimana dengan pemuda itu?"


" Pemuda itu sangat lemah, dalam sekali pukulan saja dia akan mati. Jadi yang kita khawatirkan adalah kedua wanita itu."


Sebuah diskusi dengan nada pelan dari beberapa sosok tersebut, sambil mencari keberadaan Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


Tentu mereka tidak memperhitungkan keberadaan Shen Long, karena mereka berpikir bahwa pemuda itu sangat lemah.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Satu-persatu kelompok berpakaian serba hitam mati tanpa mengeluarkan suara, dimana Shen Long dengan bebas untuk membunuh mereka di dalam kegelapan malam.

__ADS_1


Satu kesalahan dari kelompok berpakaian serba hitam itu adalah dengan berani masuk ke kandang sosok yang bisa dikatakan sebagai penguasa malam.


__ADS_2