Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Dilema


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama, kedua gadis itu pun belum juga sadarkan diri membuat Shen Long sedikit kesal.


" Haaahh, berapa lama lagi kedua wanita itu sadar? Jika seperti ini, aku bisa kelaparan." Shen Long mendengus kasar.


Dia ingin sekali membangunkan kedua gadis itu secara paksa, namun hal yang dia takutkan adalah jika gadis bercadar itu akan menuduhnya macam-macam karena berani menyentuhnya.


Hari sudah mulai gelap, kedua gadis itu sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan bangun hingga Shen Long langsung bangkit berdiri dan berniat untuk membangun paksa kedua gadis itu.


" Kwuuuk."


" Kwuuuk."


" Kwuuuk."


Tiba-tiba muncul lima ekor burung hantu birahi masuk ke dalam goa tersebut, terbang dengan kecepatan tinggi.


" Burung hantu? Apa goa ini tempat tinggal mereka?" Shen Long menatap kelima burung hantu tersebut yang terbang di atas mereka.


Burung hantu birahi memang hanya hewan biasa, namun memiliki perlindungan khusus untuk melindungi diri dengan sebuah ilusi.


Merasa ada manusia yang tinggal di goa tersebut, kelima burung hantu birahi langsung menggunakan pelindung khusus mereka yaitu dengan menjatuhkan serbuk berwarna merah muda.


" Sialan, racun apa ini?" Shen Long menyadari ada sesuatu yang aneh dari bubuk yang berwarna merah muda itu.


Dengan sigap, Shen Long melakukan lompatan untuk menangkap burung hantu tersebut hingga berhasil membunuh satu.


Namun ada sesuatu yang salah pada Shen Long, dimana dia mulai merasakan pusing.


" Kwuuuk."


Keempat burung hantu birahi yang tersisa yang melihat teman mereka telah dibunuh, mereka pun memperkuat kepakan sayap mereka untuk menyebarkan serbuk berwarna merah muda itu sehingga hampir memenuhi Goa.


" Brruuk." Shen Long tersungkur sambil memegang kepalanya dimana burung hantu birahi yang berhasil dia tangkap langsung terlepas.


" Kwuuuk."

__ADS_1


Keempat burung hantu birahi yang melihat rekan mereka sudah terlepas, dengan buru-buru mengambil mayat rekannya lalu terbang meninggalkan goa.


Di sisi lain Shen Long yang terkena serbuk merah muda, kini mulai berfantasi sambil menatap kedua gadis yang berada di depannya.


Karena di dalam kendali serbuk merah muda, Shen Long mendekati Yan Rou Lie sambil memegang kedua gunung kembarnya penuh dengan nafsu.


Merasa ada sesuatu yang menyentuh kedua gunung kembarnya, Yan Rou Lie langsung terbangun dimana dia juga terkena imbas serbuk merah muda.


Meskipun Yan Rou Lie tidak bisa melihat sosok yang menyentuh kedua gunung kembarnya, namun dia juga meraba tubuh Shen Long dengan penuh nafsu.


Karena Shen Long dan Yan Rou Lie saling menyentuh bagian tubuh lawan jenisnya, tanpa sengaja kaki Yan Rou Lie menyentuh tubuh Cang Li Yuan yang membuat gadis tersebut juga terbangun.


Cang Li Yuan yang juga terhirup serbuk merah muda, juga meremas gunung kembarnya sendiri meskipun efek racun buta belum sembuh.


Shen Long yang melihat tingkah Cang Li Yuan yang sudah memperlihatkan bagian gunung kembarnya lebih besar dari milik Yan Rou Lie, Pemuda itu pun menelan ludah langsung mendaratkan wajahnya di dada Cang Li Yuan.


Karena wajah Shen Long sudah mendarat di kedua gunung kembarnya, Cang Li Yuan begitu bersemangat menenggelamkan wajah Shen Long di gunung kembarnya membuat pemuda itu kesulitan bernapas.


Satu-persatu ketiga sosok tersebut mulai melepaskan pakaiannya sehingga mereka begitu tenggelam dalam nafsunya masing-masing akibat efek serbuk merah muda.


Pada keesokan pagi Shen Long terlihat murung sambil menatap kedua gadis tersebut yang sudah tidak menggunakan sehelai kain pun.


Sebuah penyesalan dari hati Shen Long, dimana dia telah menodai kesucian kedua gadis tersebut.


Terlebih untuk Yan Rou Lie yang seharusnya dia lindungi, malah dia sendiri yang mengotori gadis tersebut.


Dalam pikiran kita berkecamuk, Shen Long berusaha untuk menghadapi situasi tersebut.


Di sisi lain Shen Long ingin bertanggung jawab kepada Yan Rou Lie, namun bagaimana dengan Cang Li Yuan.


Jika dia mengakui perbuatannya itu, sama saja dia menyerahkan nyawa dimana Sekte Pedang Suci tidak akan memaafkan perbuatan Shen Long yang tentu akan berimbas pada Sekte Seribu Pedang.


" Lie'er, maafkan aku. Tapi aku berjanji, jika aku sudah kuat aku akan melamar mu." Shen Long tidak mungkin mengakui perbuatannya untuk sekarang, karena disampingnya ada Cang Li Yuan yang memiliki latar belakang yang kuat.


Shen Long berfikir wanita itu adalah suatu ancaman untuknya, karena sebelumnya gadis itu dengan dingin mengarahkan pedangnya di leher Shen Long.

__ADS_1


Di sisi lain Shen Long tidak tega untuk membunuh gadis itu untuk menutupi perbuatannya.


Tiba-tiba Shen Long merasakan ada dua sosok yang sedang masuk ke goa tersebut, sehingga dengan buru-buru dia memasang kembali pakaiannya lalu memeriksa ke arah mulut goa dengan sikap waspada.


Tidak lama kemudian terlihat dua sosok pemuda sedang berjalan dengan tertatih mendekati mulut goa, sedangkan Shen Long sendiri sedang bersembunyi.


" Sialan. Beruang itu sangat kuat. Hampir saja kita terbunuh." Ucap sosok pemuda kepada temannya sambil memegang dadanya yang terluka.


" Ini semua karena kita harus berpencar untuk mencari gadis yang memiliki tubuh Dewi Phoenix itu." Lanjut pemuda tersebut.


" Syukurlah kita bisa selamat! Lebih baik kita masuk ke goa ini untuk memulihkan diri. Setelah itu kita akan mencarinya lagi, aku rasa ada harga yang pantas jika kita menikmati tubuh gadis itu." Ucap yang lain yang kondisinya jauh lebih parah.


Kedua pemuda yang merupakan murid dari Sekte Bambu Kuning itu langsung berjalan dengan sekuat tenaga untuk masuk ke dalam goa.


Di sisi lain Shen Long yang mendengar percakapan kedua pemuda itu begitu marah, diikuti kepanikan karena kedua gadis masih berada di dalam goa.


" Tidak ada cara lain, aku harus membunuh mereka dalam satu kali serangan agar tidak ketahuan oleh kedua wanita itu. Lagi pula mereka ingin berniat jahat kepada Lie'er." Shen Long yang masih berada di tempat persembunyian sambil mengumpulkan Qi di kepalan tangannya.


Saat kedua pemuda itu sudah dekat dari persembunyian Shen Long, mereka dikagetkan dengan kemunculan sosok yang sedang melompat ke arah mereka.


' Tinju Naga Penghancur.'


Dari sisi kiri kedua pemuda itu, Shen Long melompat sambil mengarahkan tinjunya di leher kedua pemuda itu.


Kraaack...!


" Aaarrrggghhhh." Pemuda yang berada di sisi kiri berteriak keras karena lehernya patah hingga mati seketika.


Kraaack...!


" Aaarrrggghhhh." Pemuda yang kedua juga mengalami nasib yang sama dimana lehernya juga patah hingga mati seketika.


" Siapa itu?" Terdengar suara dari dalam goa karena suara dari kedua pemuda itu begitu keras.


" Gawat. Jika kedua wanita itu mengetahui bahwa aku yang melakukannya, maka tamatlah riwayatku." Shen Long berkeringat dingin sambil berlari meninggalkan tempat tersebut untuk bersembunyi.

__ADS_1


Sedangkan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang baru saja terbangun karena mendengar teriakkan yang begitu keras, kini tersadar dengan kondisi mereka hingga kedua wanita itu saling berpandangan dengan memasang wajah memerah padam.


__ADS_2