
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]
*******
Mendengar perkataan dari Xiao Ai Qing, bola mata Jun Mei Yin hampir keluar, seakan tidak percaya dengan ucapan tersebut.
Namun Jun Mei Yin dengan cepat mengendalikan keterkejutannya, agar Shen Long tidak kecewa.
" Long'gege... Kami akan menunggumu di mulut goa." Bersamaan dengan ucapannya, Jun Mei Yin keluar dari kolam Tetesan Stalaktit.
Namun saat Jun Mei Yin ingin melangkah, kakinya tergelincir sehingga dengan refleks Shen Long memegang pinggangnya.
Deeeg! Deeeg! Deeeg!
Jantung Jun Mei Yin berdetak cepat, sambil menatap ke arah Shen Long hingga beberapa saat Jun Mei Yin menutup matanya dengan perasaan yang hangat, berharap agar pemuda itu menciumnya.
" Yin'er, lain kali hati-hati." Ucapan Shen Long membuat Jun Mei Yin tersadar kembali, dengan buru-buru memperbaiki diri.
" Ma... Maaf." Jun Mei Yin terlihat gugup, lalu berlari kecil menuju mulut goa dengan wajah memerah.
Melihat tingkah Jun Mei Yin, Xiao Ai Qing menggelengkan kepala lalu memberikan Inti Roh Serigala dan laba-laba kepada Ratu Rubah Giok.
" Berkultivasi lah! Sepertinya kita akan cukup lama disini, karena aku ingin melatih kemampuan baruku." Ucap Xiao Ai Qing, lalu berjalan menuju mulut goa.
Sedangkan Ratu Rubah Giok, terlihat senang karena dengan dua Inti Roh tersebut, dia bisa naik satu tingkat.
" Semoga saja mereka tidak kesini." Gumam Shen Long, lalu menggunakan teknik Naga Pelahap untuk menyerap Tetesan Stalaktit.
Satu bulan telah berlalu, kini Tetesan Stalaktit sudah kering, dimana Shen Long bisa menerobos Pendekar Langit tingkat 6. Namun hanya memakan waktu beberapa menit pada waktu yang sebenarnya.
" Dantian menyebalkan ini hanya bisa membuatku mencapai Pendekar Langit tingkat 6 dengan Tetesan Stalaktit sebanyak itu." Shen Long tersenyum pahit karena dantian miliknya seperti lobang hitam yang haus akan energi alam.
__ADS_1
Walaupun demikian, Shen Long sama sekali tidak mengeluh meskipun untuk menerobos satu tingkat lagi, dia membutuhkan Sumberdaya lima kali lipat dari sebelumnya.
Itu artinya Shen Long membutuhkan lima kali lipat luas kolam tersebut, jika menggunakan Tetesan Stalaktit pada tingkat yang sama.
Berkat dantian seperti itu juga Shen Long mampu mengalahkan seorang Kultivator yang dua tingkat diatasnya, asalkan Teknik Tinju Naga Penghancur ada padanya.
" Hampir saja lupa. Sudah saatnya untuk membangkitkan akar spiritual yang kedua." Gumam Shen Long, lalu mengeluarkan satu Jamur Darah Naga dan Inti Roh Serigala Petir.
Tanpa membuang waktu, Shen Long kembali duduk bersila untuk menyerap khasiat kedua benda tersebut.
Di cabang akar spiritual milik Shen Long yang kedua, kini secara perlahan diselimuti elemen Petir.
Sesaat akar spiritual yang kedua mulai bercahaya bersamaan dengan elemen petir yang mulai masuk ke akar spiritual miliknya.
Di alam jiwa Shen Long juga terlihat lautan Qi yang kedua juga mulai mengeluarkan cahaya keemasan.
Sosok Naga Emas yang sejak awal hanya berdiam diri, kini mulai bergerak seperti sedang bermain dengan lautan Qi yang kedua tersebut.
Dengan kata lain Shen Long harus mengisi lautan Qi tersebut dengan menggunakan Sumberdaya.
" Semoga saja bisa menemukan Tetesan Stalaktit lagi. Dengan demikian lautan Qi ini bisa terisi penuh, sebelum menerobos kembali." Ucap Shen Long, lalu keluar dari alam jiwa.
Shen Long pun bangkit berdiri, lalu berjalan menuju mulut goa, dimana Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin berada.
" Selamat Long'gege." Jun Mei Yin terlihat senang dengan pencapaian Shen Long, tanpa memperdulikan banyaknya Sumberdaya yang pemuda itu butuhkan.
" Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Aku yakin banyak para Kultivator yang menelusuri tempat ini." Xiao Ai Qing tidak ingin membuang waktu, jika terlambat sedikit maka Sumberdaya yang langka akan jatuh ke tangan Kultivator lainnya.
Tanpa membuang waktu kelompok Shen Long bergegas dari tempat tersebut untuk mencari berbagai Sumberdaya yang lainnya.
Saat menempuh perjalanan selama tiga hari, kini Shen Long mendengar suara pertarungan dari kejauhan.
__ADS_1
" Sembunyikan aura kalian!" Shen Long memberi isyarat kepada Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin, lalu memasukkan Ratu Rubah Giok ke Cincin miliknya.
Hanya itu yang bisa Shen Long lakukan kepada Ratu Rubah Giok, karena mereka tidak melakukan ikatan kontrak jiwa.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di tempat pertarungan, sambil menyembunyikan keberadaan mereka dan memperhatikan dari kejauhan.
Di dalam pertarungan, terlihat 80 sosok yang menggunakan pakaian Akademi Pagoda Suci, sedang membunuh kelompok Kultivator lainnya.
Pemandangan tersebut bukanlah sebuah pertarungan, melainkan pemerkosaan yang dilakukan oleh para Kultivator dari Akademi Pagoda Suci.
Lebih dari 50 Kultivator wanita dimana tangan mereka terikat tanpa menggunakan sehelai kain pun, karena sudah dilepaskan secara paksa.
" Kalian tidak lebih dari binatang." Ucap salah satu sosok pria yang tidak lain adalah Yi Hao dari Sekte Harimau Putih.
Kelompok Yi Hao berniat ingin menolong Kultivator wanita yang mereka sekap, namun karena perbedaan kekuatan, justru mereka mengalami kekalahan.
" Binatang? Kalian tau sendiri hanya kekuatanlah yang berbicara." Ucap Yang Yuchen, sambil menjilati bibirnya menatap ke arah beberapa sosok wanita yang berasal dari Sekte Harimau Putih.
" Kalian tidak pantas untuk hidup." Kultivator wanita dari anggota Sekte Harimau Putih sangat marah, langsung melesat ke arah Yang Yuchen sambil mengayunkan pedangnya.
Begitupun dengan rekannya yang lain, juga tidak tinggal diam langsung menyerang kelompok Yang Yuchen dengan amarah yang memuncak, meskipun kondisi mereka tidak dalam keadaan baik-baik.
Sebagai seorang wanita, tentu beberapa wanita dari Sekte Harimau Putih tidak terima atas perlakuan Kelompok Yang Yuchen yang telah memperkosa puluhan wanita yang mereka sekap.
" Oh... Ternyata kalian punya nyali juga. Sepertinya kamu terlihat cantik. Baiklah, aku masih sanggup memuaskan hasratmu." Ucap Yang Yuchen sambil menatap ke arah wanita yang menjadi lawannya dengan penuh nafsu.
" Bagaimana ini? Patriak telah menitipkan keselamatan nona Mu Rong kepadaku. Tapi kenapa harus seperti ini?" Yi Hao terlihat panik karena tidak ada harapan bagi mereka untuk mengalahkan kelompok Yang Yuchen, meskipun mereka sudah mengalami terobosan masal saat menemukan Tetesan Stalaktit.
" Kalian harus ketahui bahwa Sekte Harimau Putih tidak akan membiarkan kalian hidup, karena telah berani bertindak macam-macam kepada putri Patriak." Yi Hao menggunakan nama Sekte mereka untuk menakuti pihak lawan.
" Klan Yang tidak pernah takut pada siapapun, terlebih Sekte Naga Langit adalah pendukung kami." Yang Yuchen bicara dengan lantang, tidak takut dengan ancaman tersebut.
__ADS_1
Jun Mei Yin yang mendengar dari kejauhan nama Sekte Naga Langit, kini amarahnya memuncak langsung melesat ke arah pertarungan.