Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Mimpi Buruk Yan Rou Lie


__ADS_3

( Alam mimpi Yan Rou Lie )


Tidak jauh dari gerbang Sekte Seribu Pedang, terlihat kepulan asap tebal dari berbagai tempat di dalam Sekte.


Jin Song, Lin Kun, Shen Long, Jin He dan Yan Rou Lie yang baru saja ingin masuk ke Sekte Seribu Pedang telah disambut dengan pemandangan dimana seluruh anggota Sekte Seribu Pedang dibantai oleh ratusan kelompok misterius.


Teriakkan demi teriakan kini terdengar dari berbagai arah, Jin Song dan yang lain yang menyaksikan kejadian itu langsung bergegas masuk ke dalam Sekte.


Yan Rou Lie yang baru saja muncul di dalam kediaman Sekte Seribu Pedang, kini disambut oleh pemandangan mayat anggota Sekte Seribu Pedang yang berserakan.


Jin Song dan yang lain juga tidak tinggal diam, mereka langsung membantu anggota Sekte Seribu Pedang.


Namun karena kalah dalam jumlah, mereka juga kewalahan menghadapi kelompok misterius itu.


Tidak lepas dari pandangan Yan Rou Lie, bagaimana ayahnya, para Tetua Sekte, Guru dan para Murid dibunuh di depan matanya.


Bahkan Yan Rou Lie sendiri tidak lepas dari serangan dari beberapa sosok misterius itu yang membuatnya banyak mengalami luka.


" Lie'er, Cepat pergi dari sini!" Terdengar suara dari Yan Ran yang juga mengalami banyak luka.


Pandangan Yan Rou Lie yang mulai gelap, kini terlihat samar-samar sosok Pria berbadan kekar telanjang dada yang memiliki tanduk hitam yang memiliki sepasang sayap kelelawar di punggungnya.


Sosok tersebut terlihat menyeramkan, seakan turun dari langit membantai semua kelompok misterius.


Saat itu pandangan Yan Rou Lie menjadi gelap, karena banyak mengalami luka. Namun saat gadis itu terbangun, dia sudah berada di dekapan sosok Pria bertanduk yang membawanya terbang ke suatu tempat.


Meskipun sosok tersebut sangat menyeramkan, namun Yan Rou Lie sama sekali tidak merasa takut pada sosok yang membawanya.


" Lie'er, Aku akan membalas perbuatan mereka yang telah menghancurkan Sekte Seribu Pedang untukmu." Suara menyeramkan dari sosok tersebut.


Seketika pandangan Yan Rou Lie kembali menjadi gelap dan kembali membuka mata dimana sudah berada di suatu tempat seperti sebuah Sekte.


Yan Rou Lie dapat melihat bahwa sosok bertanduk itu membantai semua orang yang berada di tempat itu hingga tidak tersisa.


Sosok pria bertanduk itupun menatap ke arahnya " Lie'er, Pria tua itulah yang dibalik kehancuran Sekte Seribu Pedang dan yang membunuh ayahmu." Sosok bertanduk menunjuk ke arah Pria sepuh yang banyak dipenuhi luka berusaha untuk melarikan diri.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, Yan Rou Lie yang amarahnya memuncak langsung melompat ke arah Pria sepuh lalu memotong tubuhnya hingga menjadi beberapa bagian.


" Aaarrrggghhhh."


Sosok bertanduk yang masih berada di udara, kini berteriak keras sambil memegang kepalanya.


Sosok itupun terus terbang ke berbagai arah seperti kehilangan kendali terus berteriak entah apa yang terjadi pada dirinya.


" Long'gege."


Yan Rou Lie berlari sekuat tenaga menuju arah sosok bertanduk yang terjatuh menabrak sebuah bangunan.


Namun saat Yan Rou Lie sudah berada di tempat itu, dia tidak menemukan orang yang dia cari dimana hanya melihat sosok Naga berwarna keemasan sambil menatap ke arahnya.


Setelah beberapa menit Naga Emas menatap ke arahnya, Naga itupun meneteskan air matanya lalu menatap ke langit.


Naga itupun melesat cepat ke udara hingga menghilang dari pandangan, dimana Yan Rou Lie terus mengejar Naga tersebut tanpa arah dan tujuan.


Namun karena sudah banyak kehilangan tenaga, Yan Rou Lie kembali jatuh terkapar hingga pandangannya menjadi gelap.


Tanpa merasa takut sedikitpun, Yan Rou Lie mendekati Naga tersebut bahkan mengusap kepalanya yang sangat besar.


" Lie'er, Pergilah! Tempatmu bukan disini." Ucap sosok Naga Emas.


" Long'gege, apapun yang terjadi padamu, aku akan selalu bersamamu." Yan Rou Lie terus mengusap kepala Naga Emas tersebut.


" Seharusnya kamu berada di kediaman Ras Manusia, bukan tinggal disini. Karena disini tempat tinggal Ras Hewan Buas." Ucap Naga Emas.


" Long'gege, aku akan berjanji akan mencari cara untuk menyembuhkan mu. Bagaimanapun caranya." Yan Rou Lie memeluk kepala Naga Emas tersebut.


Naga Emas itupun kembali membawa Yan Rou Lie ke sebuah goa yang sangat besar.


Di goa tersebut Naga Emas membaringkan diri dengan tubuh besarnya, dimana Yan Rou Lie juga menyandarkan tubuhnya pada kepala Naga Emas tersebut hingga tertidur pulas.


Seketika Yan Rou Lie telah berpindah tempat dimana dia telah berada di hadapan sosok wanita berambut putih.

__ADS_1


" Saudari Rou Lie, Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya sosok wanita berambut putih yang tidak lain adalah Jun Mei Yin.


" Aku ingin kamu membantuku untuk menyembuhkan Long'gege." Yan Rou Lie mengeluarkan sosok Naga Emas dari ruang hampa.


" Apa kamu bilang? Dia adalah Long'gege?" Jun Mei Yin menatap tajam ke arah Yan Rou Lie, lalu menoleh ke arah Naga Emas.


" Long'gege, tolong bicaralah!" Yan Rou Lie menatap ke arah Naga Emas.


Namun Naga Emas tidak mengucapkan sepatah kata pun yang membuat Yan Rou Lie merasa heran.


" Pengawal, Tangkap Naga Emas ini! Aku ingin menjadikannya sebagai tunggangan ku." Jun Mei Yin memberi isyarat hingga dalam hitungan detik para Kultivator bermunculan mengelilingi mereka.


" Panah!" Teriak salah satu sosok memberi instruksi kepada yang lain.


Kini Hujan panah mengarah kepada Naga Emas, membuat Naga tersebut mengaum kesakitan.


Namun seberapa keras Yan Rou Lie melindungi Naga Emas, dia tidak mampu menghalau ribuan panah yang menancap di tubuh Naga tersebut.


Bahkan dirinya sendiri tidak lepas dari panah tersebut yang membuatnya terluka parah.


Dalam keadaan setengah sadar, Yan Rou Lie melihat Jun Mei Yin mengarahkan pedangnya untuk memenggal kepala Naga Emas yang sudah kehilangan tenaga.


" TIDAK!!!" Yan Rou Lie berteriak keras sehingga dia terbangun dari tidurnya.


" Lie'er, Apa yang terjadi padamu?" Shen Long yang baru saja turun dari atas pohon langsung mendekati gadis tersebut.


" Long'gege." Yan Rou Lie terlihat ketakutan berkeringat dingin langsung memeluk erat Shen Long.


Gadis itupun seakan tidak ingin kehilangan sosok yang ada di pelukannya itu, karena dalam mimpinya begitu nyata.


" Saudari Rou Lie, Apa kamu bermimpi?" Tanya Jun Mei Yin yang baru saja terbangun saat Yan Rou Lie berteriak keras.


Tanpa menjawab apapun, Yan Rou Lie menatap ke arah Jun Mei Yin penuh dengan berbagai pertanyaan.


Di sisi lain, Shen Long yang melihat sebuah ketakutan pada gadis itu. Dia hanya menghela napas, seakan menerima pelukan gadis tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Jun Mei Yin, kini merasa kesal karena Yan Rou Lie begitu berani memeluk pujaan hatinya di depan matanya sendiri.


__ADS_2