Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 217. Klan Hu


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Karena itulah bangsawan Klan Hu menghancurkan Wihara Cahaya Buddha, karena peta tersebut sudah hilang.


" Aku tidak mau tau. Bagaimanapun caranya, kalian harus mencari Kitab itu! Jika tidak, maka kalian tau sendiri akibatnya." Ucap pria botak dengan nada mengancam.


" Baik Biksu agung. Kami akan berjanji untuk mencarinya." Jawab Patriak Klan Hu dengan cepat.


" Bagus... Aku tidak bisa terlalu lama disini, jika tidak kekuatanku akan berkurang seperti penghuni daratan Sangay ini." Ucap pria botak, sambil memberikan tumpukan Koin, lalu menggunakan batu dimensi agar bisa kembali ke daratan Tibet.


Batu dimensi adalah benda seperti jimat yang diukir dengan cara tertentu agar bisa digunakan untuk berpindah tempat dalam jarak yang lebih jauh lagi.


Namun cara pembuatannya tidak sesulit jimat yang ada pada Shen Long, karena batu dimensi adalah benda yang memiliki kemampuan khusus.


" Biksu Tao memang sangat kaya. Bagaimana dia bisa memberikan koin sebanyak ini kepada kita." Para Tetua yang melihat tumpukan koin hanya bisa menggelengkan kepala.


" Ya... Tapi sekarang tugas kita adalah mencari keberadaan Kitab Tinju Naga Penghancur itu. Jika Biksu Tao kembali lagi kesini, kita bisa mendapatkan masalah." Ucap Patriak Klan Hu.


" Patriak... Bagaimana kalau kita menyewa Kultivator yang memiliki kemampuan khusus untuk mencari keberadaan Kitab Tinju Naga Penghancur? Aku dengar ada tiga Kultivator yang bisa mencium benda dalam jarak yang sangat jauh. Bukankah Biksu Tao mengatakan bahwa Kitab Tinju Naga Penghancur terbuat dari bilah bambu." Salah satu Tetua memberi usul.


" Benar Patriak... Aku dengar tiga Kultivator itu bisa mencium sesuatu, meskipun benda itu terkubur dalam tanah. Hanya saja bayarannya sangat tinggi." Tetua yang lain ikut menimpal.


" Cari tiga Kultivator itu! Aku tidak peduli dengan bayarannya. Jika kita berhasil menemukannya, maka Biksu Tao akan memberikan hadiah sepuluh kali lipat dari ini. Jika kita tidak bisa menemukannya, kelangsungan hidup Klan Hu ada di tangannya." Patriak Klan Hu memberi perintah.


Patriak Klan Hu tidak ingin terjadi sesuatu pada Klannya, karena ancaman Biksu Tao tidak main-main meskipun terlihat sangat ramah.


" Baik Patriak." Jawab salah satu Tetua, lalu meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Daratan Sangay sebenarnya adalah tempat pelarian para Kultivator tingkat tinggi untuk mengasingkan diri dari dunia luar.


Meskipun daratan Sangay sangat terpencil dan sangat lemah, namun peninggalan kuno dari Kultivator tingkat tinggi banyak tersimpan di tempat itu.


Sebagai contoh batu roh, batu spiritual, batu formasi, Pedang Taring Serigala dan Pedang Kesunyian yang ada pada Shen Long sebagai bukti peninggalan kuno dari Kultivator tingkat tinggi.


Namun seiring berjalannya waktu, Shen Long akan mengetahuinya terlebih untuk Pedang Kesunyian. Siapa pemilik pertamanya? Siapa Kultivator Iblis? Dan kenapa Pedang Kesunyian belum menunjukkan kemampuan khusus?


*******


Di sebuah bangunan kecil terlihat dua sosok wanita yang sedang berbincang tentang keberadaan Shen Long.


Kedua sosok itu tidak lain adalah Jun Mei Yin dan Lan Nalan yang berniat untuk membuat Pil khusus.


" Kakak... Apa kamu yakin dengan kemampuan Pil itu?" Jun Mei Yin yang sekarang selalu memanggil Lan Nalan sebagai kakaknya.


" Ya... Pil itu sangat khusus, tapi untuk membuatnya membutuhkan waktu selama satu tahun hanya satu Pil. Semua bahannya juga sangat langka. Tapi demi adikku tercinta, aku akan membantumu." Ucap Lan Nalan.


" Adik... Kamu tidak perlu khawatir. Jika Shen Long meminum Pil pemikat itu, maka dia sendiri yang mendekatimu. Hanya saja jika kamu ingin bermain-main dengannya, dia bisa gila jika kamu tidak ada di sampingnya." Lan Nalan mengingatkan kepada Jun Mei Yin, karena Pil pemikat sangat berbahaya jika disalah gunakan.


" Kakak tenang saja, aku akan selalu mendampingi Long'gege selamanya." Jun Mei Yin berangan-angan, tidak sabar lagi untuk berada di samping Shen Long.


" Baiklah, sekarang aku pergi dulu untuk menemui Alkemis itu. Tinggallah disini sampai aku kembali. Aku rasa tempat ini sangat aman." Ucap Lan Nalan sambil memasukkan botol giok yang berisi tetesan darah Jun Mei Yin sebagai pelengkap Pil pemikat.


Dengan sebuah anggukan, Jun Mei Yin menatap kepergian Lan Nalan lalu menutup pintu agar tidak ada gangguan saat Berkultivasi.


......Satu Tahun Kemudian :......


Shen Long yang masih berada di Akademi Pagoda Suci, kini terus menjalankan misi untuk menghancurkan cabang Sekte Kalajengking Hitam bersama Ratu Rubah Giok.

__ADS_1


Sudah 50 cabang Sekte Kalajengking Hitam yang berhasil Shen Long hancurkan dimana semuanya memiliki seorang Patriak yang hanya mencapai Pendekar Bumi.


Mendapatkan situasi tersebut, Patriak utama Sekte Kalajengking Hitam menarik semua cabang agar kembali ke Sekte utama Kalajengking Hitam karena ingin berfokus pada penyerangan terhadap Sekte Naga Langit dan Klan Yang.


Begitupun dengan Bing Ziyun, dimana dalam satu minggu sekali dia selalu mendatangi Shen Long untuk bertarung.


Itu semua karena dia ingin menuntut balas kepada Shen Long yang menyentuh kedua gunung kembarnya.


Hal itu juga yang membuat murid Kelas Emas akan datang untuk melihat pertarungan antara Shen Long dan Bing Ziyun dalam seminggu sekali.


Namun dalam empat minggu terakhir, Bing Ziyun tidak memiliki dendam lagi kepada Shen Long. Melainkan saat mereka bertarung, Bing Ziyun mengalami peningkatan pesat dalam pemahaman seni pedang.


" Saudara Louzhy... Aku tunggu kedatanganmu di tempat murid Kelas Berlian! Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang sebelum aku memotong tangan cabulmu." Bing Ziyun dengan nada tinggi, meskipun hatinya sangat senang karena pemahamannya semakin meningkat berkat pertarungannya dengan Shen Long.


" Aku harap kita tidak bertemu lagi. Meskipun kamu sudah mencapai Pendekar Langit tingkat 1, tapi kamu selalu saja kalah denganku." Ucap Shen Long sambil menatap Bing Ziyun.


" Bilang saja kalau kamu takut!" Bing Ziyun yang sekarang memiliki kebiasaan bertarung dengan Shen Long, tidak akan membiarkan pemuda itu menghindar darinya agar dia lebih kuat lagi.


" Takut? Bukankah selama ini kamu selalu kalah dariku." Ucap Shen Long dengan tatapan dingin.


Tanpa menjawab apapun, Bing Ziyun meninggalkan tempat tersebut kembali ke kediamannya.


" Kakak, mari kita pergi dari sini." Ucap Shen Long sambil menatap ke arah Ratu Rubah Giok yang selama ini menemaninya dalam menjalankan misi.


Seakan mengerti apa yang dikatakan Shen Long, Ratu Rubah Giok langsung berjalan di samping Shen Long layaknya rekan tim.


Saat berada di Faksi Pendekar Naga, Shen Long langsung duduk di kursi kerjanya dengan sabar menanti pelanggan yang memiliki Racun Api.


" Haaah... Kenapa sulit sekali untuk mencari pemilik Racun Api." Shen Long tersenyum pahit karena tempatnya sepi pengunjung.

__ADS_1


Tentu saja itu terjadi karena Shen Long hanya melayani pemilik Racun Api yang sangat langka.


__ADS_2