Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 162. Peran Seorang Adik


__ADS_3

Namun apa yang dilihat Shen Long pada saat dia berada di depan rumahnya, dimana terlihat banyak sekali taburan bunga.


" Apa kalian menganggapku sudah mati?" Shen Long memasang wajah jelek sambil menatap kalungan bunga di halaman depan kediamannya.


Dengan amarah yang memuncak, Shen Long langsung mengobrak-abrik semua rangkaian bunga tersebut hingga matanya tertuju pada ikat bunga yang paling mencolok dari yang lain.


Shen Long langsung mengambil bunga tersebut yang bertuliskan ' SEMOGA TENANG DI ALAM LELUHUR........'


" LU QUAN!!!" Shen Long dengan nada marah sambil melempar semua bunga belasungkawa tersebut.


Beruntung rubah mungil di bahunya tidak jatuh, dengan sekuat tenaga Guang Louzhy bertahan di bahu Shen Long.


Kini emosi Shen Long menyurut saat melihat Guang Louzhy yang bersusah payah bertahan di bahunya.


" Maaf kak." Shen Long menurunkan nadanya sambil menoleh ke arah rubah mungil.


" Sudahlah... Lebih baik kita masuk. Aku harus memulihkan diri terlebih dulu. Apalagi besok kamu akan pindah tempat." Guang Louzhy tidak ingin membahas tentang bunga yang berada di tempat itu, namun dia lebih fokus pada kondisinya.


" Mmmm." Shen Long mengangguk lalu mengeluarkan Plakat miliknya untuk membuka pintu.


Setelah itu Shen Long meletakkan rubah mungil di bagian pojok kamarnya yang dia lapisi dengan beberapa kain.


" Kakak bisa tinggal disini. Nanti aku akan memberikan selimut untukmu." Shen Long yang membuat tempat tidur sederhana untuk ukuran tubuh Guang Louzhy layaknya seorang bayi.


" Terimakasih Long'er." Guang Louzhy sama sekali tidak marah, karena jika berada di luar maka tubuhnya akan kedinginan karena penyatuan tubuhnya belum sempurna.


" Mmmm." Shen Long mengangguk, lalu memberikan semua Inti Roh Rubah Giok hingga menumpuk di samping Guang Louzhy.


" Long'er, ini terlalu banyak." Guang Louzhy menatap ke arah tumpukan Inti Roh yang diberikan Shen Long.


" Semuanya untuk kakak. Jika tanpa bantuan kakak, mungkin aku sudah menjadi santapan Rubah Giok itu." Ucap Shen Long, lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tidak lama kemudian Shen Long keluar dari kamar mandi, langsung beristirahat karena masih kelelahan.


*******


Pada keesokan pagi, Shen Long yang sudah bangun, kini matanya tertuju pada Ratu Rubah Giok yang masih menyerap Inti Roh.


" Sepertinya kakak tidak mampu menyerap Inti Roh itu sekaligus." Shen Long menatap ke arah Guang Louzhy yang hanya mampu menyerap satu inti Roh.

__ADS_1


Karena mereka akan pindah tempat, Shen Long langsung meminta kepada Guang Louzhy untuk menghentikan penyerapan karena terlalu lama.


" Long'er, kenapa kamu menghentikan ku?" Guang Louzhy merasa heran karena Shen Long langsung mengangkat tubuhnya ke bahu adiknya.


" Biar aku yang membantu kakak." Shen Long langsung mengambil posisi duduk bersila dimana di depannya terdapat tumpukan Inti Roh Rubah Giok.


Wuush!


Sosok bayangan Naga Emas keluar dari punggung Shen Long, dimana Guang Louzhy langsung faham dengan tujuan adiknya.


Tentu Guang Louzhy mengetahui bahwa Shen Long pernah menggunakan teknik tersebut saat dia menerobos Pendekar Bumi tingkat 1.


" Kakak, seraplah energi yang terhubung denganku. Aku tidak bisa menggunakan Inti Roh itu, karena sama sekali tidak berfungsi." Ucap Shen Long sambil menoleh kepada Guang Louzhy yang berada di bahunya.


" Ya." Jawab Guang Louzhy dengan singkat, lalu mengambil posisi Berkultivasi.


Kraaack!


Bersamaan dengan Shen Long memejamkan mata, bayangan Naga Emas langsung melahap tumpukan Inti Roh tersebut dimana Guang Louzhy langsung menyerap energi yang disalurkan oleh adiknya.


Kini tubuh Guang Louzhy dengan lahap menyerap energi dari Inti Roh tersebut, namun tidak merusak dantiannya.


Udara di sekitar mereka juga bergerak liar, namun bangunan tersebut seakan mampu menahan amukan dari angin kencang.


Wuush!


Semua perabotan yang berada di kamar tersebut terangkat dan berputar membentuk angin puyuh.


Wuush!


Tubuh Ratu Rubah Giok terangkat ke udara, bersamaan dengan energi dari tumpukan Inti Roh sudah menjadi abu.


Aaarrrggghhhh!


Guang Louzhy berteriak keras merasakan seluruh tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum panas.


Shen Long yang mendengar teriakan tersebut tidak bisa berkata apa-apa, karena dia juga sedang menahan amukan angin agar tubuhnya tidak terseret.


Beberapa jam kemudian, teriakan dari Guang Louzhy terus menggema di kamar tersebut membuat Shen Long bisa merasakan apa yang dialami kakaknya.

__ADS_1


Baaam! Baaam! Baaam!


Semua isi kamar yang berterbangan, kini terjatuh ke lantai, diikuti Ratu Rubah Giok juga terjatuh ke lantai.


Aaarrrggghhhh!


Meskipun udara di sekitar sudah kembali normal, namun Guang Louzhy terus merasa kesakitan.


" Kakak." Shen Long yang membuka mata berniat untuk mendekati Guang Louzhy.


Namun langkah Shen Long terhenti karena tubuh Ratu Rubah Giok perlahan mulai membesar dan mengeluarkan bau menyengat.


Setelah beberapa saat, tubuh Ratu Rubah Giok membentuk tubuh layaknya manusia normal dimana dari wajahnya seperti Guang Louzhy yang Shen Long kenal.


Namun tatapan mata Guang Louzhy begitu tajam dengan bulu mata lentik dengan bibir mungil hingga bagi siapapun yang melihatnya pasti tergoda.


Apalagi kondisi tubuh Guang Louzhy sama sekali tidak menggunakan busana sedikitpun, dimana dari kepala hingga kaki terlihat sangat jelas.


" Kakak." Shen Long yang melihat pemandangan tersebut langsung tertegun, namun berusaha mengendalikan diri.


" Hah Hah Hah... Long'er, bantu kakak. Tubuh kakak tidak mampu digerakkan." Guang Louzhy yang dalam posisi tubuh terlentang seakan bersikap pasrah jika Shen Long melakukan apapun kepadanya.


" Baik kak." Shen Long langsung mengangkat tubuh Guang Louzhy, tanpa memperdulikan pemandangan yang dia lihat.


Karena tubuh Guang Louzhy mengeluarkan lendir berwarna hitam pekat yang mengeluarkan aroma tidak sedap, Shen Long langsung membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh kakaknya.


Di sisi lain Guang Louzhy yang tidak mampu bergerak sedikitpun hanya bersikap pasrah saat Shen Long membersihkan tubuhnya.


' Long'er, apa kamu tidak tertarik pada tubuhku? Bahkan kamu sudah melihat semuanya.' Guang Louzhy berkata dalam hati sambil merasakan kulitnya disentuh oleh Shen Long.


Di sisi lain Shen Long terus fokus untuk membersihkan tubuh kakaknya, yang kini tidak merasakan apapun lagi pada dirinya, karena dia benar-benar menganggap bahwa sosok tersebut adalah kakaknya.


" Kakak, apa kamu masih belum bisa bergerak?" Tanya Shen Long yang melihat Guang Louzhy tidak bisa melakukan apapun.


Tanpa menjawab apapun, Guang Louzhy hanya mengangguk kecil merasakan dirinya seperti menemukan seorang adik yang sangat peduli.


Jika saja Shen Long memiliki niat untuk menikmati tubuhnya, Guang Louzhy tidak bisa menolaknya.


Namun kali ini Shen Long benar-benar sudah menganggap dirinya sebagai adik yang berbakti.

__ADS_1


Melihat Guang Louzhy masih belum mampu bergerak, Shen Long mengangkatnya lalu membaringkan tubuh kakaknya di tempat tidur yang kini berpindah tempat karena terpaan angin.


__ADS_2