
Shen Long juga menyadari bahwa Kitab Tinju Naga Penghancur bukanlah miliknya, terlebih saat mendengar bahwa Je Bo berasal dari Kuil Cahaya Buddha, pasti ada hubungannya dengan Wihara Cahaya Buddha.
" Adik kecil... Apa kamu berasal dari daratan Tibet?" Shen Long yang sudah memahami bagaimana kuatnya para Kultivator yang berada di daratan murni, pasti memiliki perbedaan yang sangat jauh.
" Apa kakak mengetahui tentang daratan Tibet?" Tanya Je Bo sambil menatap ke arah Shen Long, karena jarang sekali para Kultivator dari daratan Sangay yang mengetahuinya.
" Hanya pernah mendengar. Tapi tidak pernah kesana." Shen Long berkata dengan jujur.
Sesaat Je Bo memeriksa Shen Long dengan cermat, sehingga dia sedikit menaikkan alisnya, karena Shen Long memiliki fisik yang sangat kuat, meskipun memiliki garis keturunan darah Fana.
" Seandainya kakak terlahir di daratan Tibet, mungkin tidak ada yang menandingi kemampuan fisik kakak." Je Bo sangat menyayangkan jika Shen Long berada di daratan Sangay.
" Adik, tapi kamu lebih kuat dariku." Shen Long mengakui kehebatan Je Bo, meskipun masih kecil.
" Heheee... Kakak, sebenarnya akulah murid paling lemah diantara murid lainnya di Kuil Cahaya Buddha. Itulah sebabnya aku mendapatkan hukuman dari guru pergi kesini untuk mencari Kitab Tinju Naga Penghancur." Je Bo menjelaskan kepada Shen Long bahwa dia baru saja datang ke daratan Sangay.
Je Bo bahkan berkata dengan polos bahwa selama beberapa jam Je Bo hanya menangis, karena baru pertama kali keluar dari Kuil Cahaya Buddha.
Sebelumnya Je Bo sering bermain dan melanggar aturan Kuil Cahaya Buddha, sehingga gurunya memberi hukuman untuk mencari keberadaan Kitab Tinju Naga Penghancur yang kebetulan sudah diketahui keberadaannya dari salah satu petinggi Kuil Cahaya Buddha yang secara diam-diam mencarinya.
Shen Long yang mendengar ucapan tersebut, merasa tidak enak karena seorang guru begitu tega membiarkan seorang anak kecil pergi seorang diri ke daratan Sangay.
" Kakak, aku tidak bisa pulang jika belum mendapatkan Kitab Tinju Naga Penghancur. Itu artinya selama satu hari lagi, garis keturunan darah murni akan menghilang." Je Bo berkata dengan nada sedih, layaknya anak kecil yang sangat takut jika berada di alam liar.
Sesaat Je Bo teringat dengan sebuah Kitab terlarang milik keluarganya karena bertolak belakang dengan ajaran Kuil Cahaya Buddha.
" Jika tidak keberatan, kakak percayakan padaku Kitab Tinju Naga Penghancur itu. Kakak tenang saja, aku akan menggantikannya dengan Kitab Seribu Raga." Je Bo berniat untuk menukar Kitab Tinju Naga Penghancur yang ada pada Shen Long.
Kitab Seribu Raga adalah Kitab yang pernah ditemukan oleh keluarganya sebelum Je Bo menjadi murid Kuil Cahaya Buddha.
__ADS_1
Karena mempelajari Kitab Seribu Raga itulah Je Bo mendapatkan hukuman, karena mempelajari Kitab Seribu Raga mengharuskan menyatukan darahnya dengan cara meminumnya.
" Kitab Seribu Raga?" Shen Long sedikit mengerutkan kening, sambil menatap ke arah Je Bo.
" Baiklah kakak. Kebetulan sekali disana ada Hewan Roh, aku akan menunjukkan sebuah teknik yang ada pada Kitab Seribu Raga." Je Bo melompat ke sebuah arah, dimana Shen Long langsung mengikutinya.
Ggooooaaarr!
Rrraawr! Rrraawr!
Sekelompok Beruang yang merupakan Hewan Roh tingkat 10 sedang berlari ke arah Je Bo dan Shen Long.
Melihat sekelompok Beruang tersebut, Je Bo membulatkan mata, karena tidak menyangka bahwa sebanyak itu.
" Adik, ayo cepat lari!" Shen Long menelan ludah kasar, karena tidak mungkin baginya untuk melawan Hewan Roh tingkat 10 sebanyak itu.
Di sisi lain Je Bo tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang kini berdiri mematung karena tidak pernah bertemu dengan Hewan Roh yang sangat banyak.
" Pukulan Seribu Bayangan."
Wuush! Wuush! Wuush!
Ratusan bayangan kepalan tangan keluar dari ruang kosong, melesat ke arah kelompok Beruang tersebut.
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Ratusan bayangan kepalan tangan bersarang di tubuh kelompok Beruang, hingga mati dalam kondisi tubuh remuk diikuti gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.
Shen Long yang melihat kejadian itu dari kejauhan, kini membulatkan mata sambil menelan ludah kasar.
__ADS_1
Di sisi lain Je Bo juga seakan tidak percaya dengan apa yang dia lakukan, karena bisa membunuh kelompok Beruang dengan mudah.
" Adik, kamu hebat sekali." Shen Long berdecak kagum melihat kemampuan Je Bo yang bisa membunuh semua Hewan Roh tingkat 10 hanya dalam satu kali serangan.
" Heheee... Sebenarnya teknik itu tadi saat berada di tempat asalku, aku hanya bisa mengeluarkan satu bayangan tinju." Je Bo menggaruk kan kepalanya yang tidak gatal, karena di daratan Tibet, hasilnya tidak seperti itu.
Shen Long yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Je Bo, kini menatap ke arah anak kecil tersebut seperti berhadapan dengan seorang monster.
" Kakak... Aku tidak berbohong. Di tempatku, untuk menangkap ayam hutan saja aku tidak mampu." Je Bo tersenyum canggung, karena apa yang dia katakan memang benar.
Sesaat Je Bo mulai melemah, karena tubuhnya mulai terkontaminasi dengan energi alam yang berada di daratan Sangay.
" Adik, ada apa denganmu?" Shen Long terlihat khawatir karena Je Bo yang kini terlihat pucat.
" Kakak, sepertinya aku tidak bisa bersama denganmu. Perbedaan energi alam kita terlalu jauh. Aku tidak bisa memulihkan kondisiku di daratan ini." Ucap Je Bo sambil berjalan mendekati salah satu pohon, lalu menyandarkan tubuhnya.
Sesaat Shen Long terdiam sejenak, karena apa yang dikatakan anak kecil itu memang benar.
Dengan berat hati, Shen Long mengeluarkan Kitab Tinju Naga Penghancur, lalu memberikan kepada Je Bo, mengingat Kitab tersebut berasal dari Kuil Cahaya Buddha.
Terlebih saat melihat Je Bo yang masih terlihat polos dan baik kepadanya. Jika saja Je Bo merebut Kitab Tinju Naga Penghancur dari tangannya, maka dapat dipastikan bahwa Shen Long akan kehilangan nyawa.
" Terimakasih kakak. Sesuai janjiku, aku akan memberikan Kitab Seribu Raga untukmu." Je Bo mengambil Kitab Tinju Naga Penghancur, lalu memberikan Kitab Seribu Raga kepada Shen Long.
Setelah itu Je Bo berpamitan kepada Shen Long, karena dia tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk bersama dengan Shen Long.
" Aku tidak menyangka bahwa para Kultivator yang berada di daratan Tibet begitu kuat. Untung saja daratan Sangay tidak cocok untuk mereka, sehingga mereka tidak berani terlalu lama disini." Gumam Shen Long sambil menatap ke arah mayat Beruang yang berserakan dimana anggota tubuh mereka tidak ada yang utuh.
Tanpa menunggu lama, Shen Long langsung mengumpulkan Inti Roh tersebut, lalu menyimpannya di Cincin miliknya.
__ADS_1
Setelah mengumpulkan Inti Roh, Shen Long terlihat senang karena dengan adanya 120 Inti Roh tingkat 10 ditangannya, maka dia mendapatkan 1200 Point secara gratis.