
Meskipun tidak tau apa yang terjadi pada Yan Rou Lie, Jun Mei Yin hanya bisa membalas pelukan gadis tersebut.
" Saudari Rou Lie, apa yang terjadi padamu?" Tanya Jun Mei Yin sambil mengusap punggung Yan Rou Lie.
Ingin sekali Yan Rou Lie menceritakan tentang apa yang terjadi padanya, namun berusaha untuk menahan diri karena itu akan membuatnya lebih malu.
Di sisi lain Cang Li Yuan yang melihat gadis itu menangis sejadinya, dia juga tidak mampu menahan diri juga meneteskan air matanya membuat ketiga rekannya semakin kebingungan.
Setelah menunggu waktu yang cukup lama kini Yan Rou Lie mulai lega lalu melepaskan pelukannya dari Jun Mei Yin.
" Saudari Rou Lie, Yin'er... Sebaiknya kita mencari yang lain." Shen Long tidak ingin terlalu lama di tempat itu, apalagi anggota Sekte Pedang Suci juga belum beranjak dari tempat mereka.
" Mmmm." Kedua gadis itu mengangguk lalu berjalan mengikuti Shen Long yang sudah melangkahkan kakinya.
" Saudari Li Yuan, kenapa kita masih berada disini?" Salah satu rekannya kini bersuara karena Cang Li Yuan masih berdiam diri.
" Saudari Li Yuan, sebaiknya kita tidak ikut campur urusan Sekte Seribu Pedang." Ye Duan juga mengingatkan kepada Cang Li Yuan.
Sejenak Cang Li Yuan tersadar apa yang telah dilakukannya, tanpa dia sadari bahwa dia telah ikut campur urusan murid Sekte Seribu Pedang.
" Apa kalian sudah menemukan rumput sinar?" Tanya Cang Li Yuan.
" Kami belum berhasil menemukan rumput sinar itu." Jawab Ye Duan.
Mendengar ucapan tersebut, Cang Li Yuan berpikir sejenak. Dia sebenarnya tidak terlalu berharap bersama rekannya.
Namun setelah mengingat kejadian sebelumnya, dia merasa khawatir jika kedua wanita yang merupakan murid dari Sekte Pedang Suci mengalami nasib yang dia alami.
Cang Li Yuan meminta kepada Ye Duan berjalan lebih depan, karena dia tidak ingin terlalu dekat dengan seorang Pria.
Sebagai seorang Pria, Ye Duan juga tidak keberatan untuk berjalan di depan, lalu menuntun mereka untuk mencari rumput sinar.
*******
Di tempat lain, Shen Long, Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin juga sedang berjalan untuk mencari keberadaan Jun Yun dan Jin He.
Meskipun masih dalam keadaan merasa bersalah, Shen Long berusaha untuk tetap tenang. Sesekali dia melirik ke arah Yan Rou Lie yang terlihat murung, meskipun gadis itu berusaha untuk menyembunyikannya.
__ADS_1
" Saudari Mei Yin, ada apa dengan rambutmu bisa putih seperti itu?" Yan Rou Lie sambil menatap rambut gadis tersebut.
" Aku juga tidak tau dengan jelas. Tapi setelah aku menemukan sebuah harta warisan, rambutku berubah seperti ini." Jun Mei Yin berkata jujur, namun tidak semuanya dia ceritakan.
" Kedengarannya cukup bagus. Bahkan sekarang kamu terlihat lebih cantik, bagian itu juga lebih berisi." Yan Rou Lie berbisik di telinga Jun Mei Yin.
" Benarkah? Tapi kenapa Long'gege masih terlihat cuek kepadaku?" Jun Mei Yin terlihat senang, namun kembali murung karena pujaan hatinya tidak peduli dengan penampilan barunya.
Mendengar ucapan tersebut, Yan Rou Lie terdiam sejenak karena moodnya sedang tidak baik untuk mengerjai gadis itu.
" Saudari Rou Lie, kamu juga terlihat lebih menarik dengan rambut merahmu. Aku yakin banyak pria yang menyukaimu." Jun Mei Yin berkata dengan polos membuat gadis tersebut kembali murung.
Dirinya yang sudah tidak suci lagi, tentu akan berdampak buruk di kehidupan selanjutnya.
Shen Long yang terus menyaksikan kedua wanita itu, kini berinisiatif untuk menghibur Yan Rou Lie dan memberi perhatian kepadanya.
Bagaimanapun juga di masa depan dia juga ingin melamar gadis tersebut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
" Lie'er, Yin'er... Apa kalian sudah menemukan rumput sinar?" Tanya Shen Long kepada kedua wanita tersebut.
Mendengar panggilan dari Shen Long yang sudah berubah padanya, Yan Rou Lie terdiam sejenak.
" Aku belum menemukan sama sekali." Jun Mei Yin terlihat murung.
" Aku hanya menemukan rumput sinar berwarna putih. Karena sebelumnya aku memberikan kepada Saudari Li Yuan." Ucap Yan Rou Lie.
" Kalian tenang saja! Aku sudah mencarinya untuk kita." Shen Long mengeluarkan rumput sinar dari tiga jenis, lalu memberikan kepada Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin.
" Terimakasih Long'gege." Jun Mei Yin terlihat senang lalu mengambil rumput sinar tersebut.
" Terimakasih L... Long'gege." Lidah Yan Rou Lie terasa kaku saat menggunakan panggilan tersebut.
" Hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita istirahat. Kalian tunggulah disana, aku ingin mencari sesuatu yang bisa kita makan." Shen Long menunjukkan sebuah tempat yang terdapat tanah lapang.
Dengan anggukan kecil, kedua wanita itu berjalan mendekati tanah lapang untuk beristirahat.
Sedangkan Shen Long langsung mencari kayu kering untuk membuat api unggun sekaligus berburu hewan liar.
__ADS_1
Tidak butuh lama, Shen Long sudah mengumpulkan kayu kering dan tiga ekor ayam hutan.
Kebetulan jalur yang dilewati Shen Long terdapat sungai kecil, sehingga dia langsung membersihkan buruannya itu dan tentu juga membersihkan diri.
Karena hari sudah mulai gelap, tanpa ragu Shen Long melepaskan pakaiannya lalu berendam di sungai kecil tersebut dimana dia merasa segar kembali.
Setelah puas mandi, Shen Long kembali ke tempat Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin berada lalu membuat api unggun.
Meskipun dengan bumbu sederhana, Shen Long memanggang ayam hutan tersebut, namun aromanya begitu menggugah selera.
Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin yang sedang duduk bermeditasi, kini langsung membuka mata saat mencium aroma panggang ayam hutan yang dimasak Shen Long.
" Hmmm... Wangi sekali." Jun Mei Yin menarik napas dalam-dalam untuk mencium aroma panggangan tersebut.
Kedua wanita itu pun berjalan mendekati Shen Long penuh semangat untuk menikmati ayam panggang yang ada di tangan Shen Long.
" Sepertinya sudah masak. Ambillah!" Shen Long membagikan ayam panggang tersebut kepada Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin.
Tanpa ragu, kedua wanita itu langsung mengambil ayam panggang tersebut lalu memakannya dengan lahap.
" Lie'er, Yin'er... Pelan-pelan." Shen Long menatap kedua wanita itu yang tidak sabar ingin segera menghabiskan ayam panggang itu.
Kedua wanita itu pun merasa malu, lalu menikmati ayam panggang secara perlahan.
Setelah selesai makan, Shen Long menatap kedua wanita itu yang terlihat kelelahan karena melakukan perjalanan jauh.
" Kalian Istirahat saja! Biar aku yang berjaga." Ucap Shen Long.
" Mmmm." Kedua wanita itu mengangguk kecil, lalu mencari tempat untuk menyandarkan tubuhnya.
Sedangkan Shen Long langsung melompat ke atas pohon untuk memastikan keamanan mereka.
Dibawah cahaya api unggun, Shen Long dapat melihat bahwa Yan Rou Lie begitu gelisah.
Shen Long mengetahui perasaan gadis tersebut, namun dia sendiri tidak bisa berbuat apapun karena dia sendiri masih lemah.
Jika harus mengatakannya sekarang, maka secara tidak langsung Cang Li Yuan akan mengetahui siapa pelakunya.
__ADS_1
Dengan begitu Sekte Pedang Suci pasti akan membalas penghinaan tersebut yang berdampak pada Sekte Seribu Pedang.