
Shen Long yang merasa sudah kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan tenaga, kini tanpa memperdulikan wanita itu, langsung berjalan keluar arena.
" Hei, Yutian... Apa kamu tuli?" Gadis itu semakin kesal karena Shen Long tidak menanggapinya.
Sementara itu Tetua Agung langsung melesat ke arah Shen Long, namun langsung dihadang oleh Tetua Ketiga.
Tentu Tetua Agung merasa tidak terima jika pusaka pemberiannya harus jatuh ke tangan Shen Long.
" Tetua Ketiga, jangan halangi aku." Tetua Agung yang terlihat marah, kini menatap tajam ke arah Tetua Ketiga.
" Apa kamu ingin mencampuri urusan para murid?" Tanya Tetua Ketiga.
" Dia sudah mengambil pusaka milik murid yang lain. Jadi dia harus mengembalikannya." Jawab Tetua Agung sambil menunjuk ke arah Shen Long.
Kini satu-persatu para Tetua melesat ke arah Tetua Agung untuk melerai pertikaian antara keduanya yang kapan saja bisa pecah.
Sedangkan beberapa Tetua yang berasal dari Klan Gui, tidak berani mengambil tindakan, meskipun mereka tidak rela jika pusaka dari generasi muda Klan Gui telah diambil Shen Long.
" Apa kamu tau aturan di arena? Murid yang memenangkan pertandingan berhak untuk mengambil harta murid yang kalah."
" Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Tetua Ketiga menatap ke arah Tetua Agung, membuat para murid saling berpandangan.
Kini para murid saling berbisik satu sama lain, karena Tetua Agung seakan memihak kepada sebagian murid dan berlaku tidak adil.
Tetua Agung yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, kini menoleh ke arah para Tetua yang lain yang kini mulai mencurigai bahwa murid yang sedang terluka adalah bukan murni dari keluarga Klan Long.
Tetua Agung tidak bisa berkata apa-apa lagi karena jika dia bersikeras, maka status Klan Gui yang berada di tengah Klan Long akan ketahuan.
Tanpa berkata apapun, Tetua Agung langsung meninggalkan tempat itu, karena situasi mereka sangat tidak menguntungkan.
" Tetua... Selidiki keluarga generasi muda yang bertarung sebelumnya." Saat Tetua Agung sudah pergi, Tetua Ketiga meminta kepada Tetua Naga Kabut untuk pergi ke kota asal para murid untuk menyelidiki kasus tersebut.
__ADS_1
" Baik Tetua senior." Jawab Tetua Naga Kabut.
Di sisi lain para Tetua yang berasal dari Klan Gui saling berpandangan karena kasus itu tidak sesederhana yang dipikirkan.
Mereka tidak berani mengambil tindakan untuk memberikan pertolongan kepada para murid yang dalam kondisi menggenaskan, karena para Tetua yang lain pasti akan curiga.
Terlebih kondisi belasan para murid yang sudah tidak bisa lagi Berkultivasi dan membutuhkan Sumberdaya yang tidak sedikit untuk merawat mereka agar tubuh mereka bisa kembali seperti semula.
" Pemuda itu benar-benar merepotkan." Beberapa Tetua dari Klan Gui mengumpat dalam hati karena untuk mengembalikan tulang-tulang yang patah bahkan kaki yang putus tentu akan menguras harta Klan Gui.
" Tidak ada cara lain, kita harus membunuh mereka saja!" Bisik salah satu Tetua, meskipun dengan berat hati.
" Jangan bertindak gegabah. Bagaimanapun mereka adalah generasi muda Klan Gui." Bisik Tetua yang lainnya.
" Tapi mereka semua sudah tidak bisa Berkultivasi lagi, itu hanya pemborosan untuk Klan Gui."
" Kita harus bicarakan masalah ini kepada Tetua Agung dan Tetua yang lain, sebelum mengambil keputusan."
Para Tetua dari Klan Gui berbicara dengan nada pelan, meskipun hati mereka sangat sakit saat melihat kondisi generasi muda mereka.
" Kita harus bersabar sambil menunggu Gui Duanjun keluar dari latihan tertutup. Dengan demikian kita akan mengambil tindakan." Bisik Tetua yang lain, karena mereka baru mengetahui bahwa Long Duanjun adalah hasil hubungan gelap Klan Gui.
Itupun mereka mengetahui dari ibu Long Duanjun yang sudah menceritakan bahwa nenek Long Duanjun yang berasal dari Klan Gui yang menikah dengan Klan Long, namun di dalam janinnya milik salah satu anggota Klan Gui.
Hasil hubungan gelap itu terlahir ibu Long Duanjun yang menikah dengan salah satu Tetua cabang Klan Long namun kembali melakukan hubungan gelap dengan anggota Klan Gui.
" Ya... Kita tidak memiliki pilihan lain, kecuali Gui Duanjun saja yang mampu mengalahkan Long Yutian." Jawab Tetua yang lain.
Di sisi lain, Shen Long yang tidak peduli dengan masalah internal mereka, kini langsung berjalan mendekati kedua Istrinya.
" Hei, Yutian... Urusan kita masih belum selesai." Gadis itu terus bersikeras untuk melakukan latih tanding kepada Shen Long.
__ADS_1
" Aku masih banyak keperluan lain. Lagi pula aku sudah kelelahan." Jawab Shen Long, lalu melanjutkan langkahnya.
Shen Long kemudian mengambil pakaiannya dari Cincin miliknya lalu memakai pakaian yang baru.
" Baik, aku akan menunggumu satu bulan lagi." Ucap gadis itu, lalu turun dari atas arena, meskipun sedikit kesal.
Di sisi lain Long Zhenhua langsung melesat ke arah Shen Long, lalu mengangkat kerah bajunya dan membawanya pergi dari tempat itu.
" Lepaskan! Aku masih ada urusan lain." Shen Long berusaha memberontak, meskipun hanya sia-sia.
" Bocah... Kamu sangat nakal. Baru saja kamu turun gunung, para Tetua mendatangiku untuk melapor." Long Zhenhua tidak peduli dengan kedua Istri Shen Long, langsung membawa pemuda itu ke Perguruan Naga Tunggal.
" Beri aku waktu sebentar! Aku ingin menjenguk kakakku yang dantiannya dihancurkan oleh gerombolan sampah itu." Shen Long tidak mungkin membiarkan Long Wujin mengalami kemalangan, sehingga dia harus memberikan pertolongan kepada kakaknya.
Mendengar penjelasan dari Shen Long, Long Zhenhua kembali turun ke tanah, lalu menoleh ke arah Long Chieyu dan Long Qianxue yang mengejar mereka.
Kedua wanita itupun mengangguk pelan, yang menyatakan bahwa Shen Long sama sekali tidak berbohong.
" Baiklah, kita akan menemui kakakmu." Long Zhenhua menghela nafas panjang lalu mengikuti keinginan muridnya.
Shen Long berjalan di depan, dimana Long Chieyu dan Long Qianxue langsung menggandeng tangan suami mereka.
" Ciiih... Bocah-bocah ini." Long Zhenhua mendengus dingin, karena kedua wanita itu selalu menempel pada suaminya.
Sesaat terlintas di pikiran Long Zhenhua untuk membawa kedua wanita itu untuk berlatih kepadanya agar bisa memberikan hukuman berat.
" Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Long Yuanzhi yang tiba-tiba muncul di samping Long Zhenhua yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Kakak, aku akan melatih kedua gadis itu agar tidak selalu memikirkan percintaan." Jawab Long Zhenhua, karena dia ingin mendisiplinkan kedua wanita itu.
" Mereka adalah muridku, jadi kamu tidak bisa bertindak semena-mena. Kamu boleh mengajarkan mereka, tapi harus dibawah pengawasanku." Long Yuanzhi sama sekali tidak keberatan jika kedua muridnya dilatih oleh Long Zhenhua, agar kedua wanita itu tidak tertinggal dari suami mereka.
__ADS_1
Namun Long Yuanzhi tidak membebaskan begitu saja, karena cara pelatihan dari Long Zhenhua terlalu berbahaya.
Long Zhenhua pun mengangguk setuju, karena dia juga sudah bosan hanya melatih satu murid.