
Pemuda itu tidak lain adalah salah satu dari generasi muda yang tidak senang jika Long Yutian begitu dekat dengan Long Chieyu.
" Aku rasa pedang di punggungmu begitu berharga, jadi kamu tidak cocok untuk menggunakan pedang itu." Pemuda yang berada di atas arena mempertaruhkan semua hartanya demi mendapatkan pusaka tingkat langit.
" Benar saudara. Pelayan itu tidak cocok menggunakan pedang yang begitu berharga."
" Aku yakin dia telah menipu Patriak di Daifang untuk mendapatkan pedang itu."
" Sungguh tidak tau malu. Sudah menumpang di Klan Long, tapi memanfaatkan kebaikan Patriak Long Yaohan."
Beberapa sosok pemuda yang membenci Long Yutian, kini mengeluarkan sumpah serapah untuk meluapkan kekesalan mereka.
Shen Long menyipitkan matanya, sambil menatap ke arah beberapa sosok yang mengutuk dirinya.
Bahkan para Tetua yang mendengar ucapan tersebut, hanya menggelengkan kepala karena apa yang dikatakan mereka sudah keterlaluan.
" Baik... Aku mempertaruhkan pedang ini." Ucap Shen Long, lalu meletakkan pedangnya di atas sebuah meja yang di sediakan di atas arena bagian pinggir.
" Pilihan yang bijak. Baiklah, aku juga mempertaruhkan harta yang aku miliki." Pemuda itu terlihat senang, karena Shen Long merasa terpancing.
Meskipun pemuda itu tidak rela mempertaruhkan semua hartanya, namun dia sangat yakin bisa mengalahkan Shen Long dengan mudah, sehingga dia meletakkan buntalan kain miliknya di atas meja.
Pemuda itupun berjalan ke tengah arena, lalu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar untuk mengalahkan Shen Long dalam satu kali pukulan.
" Matilah pelayan itu!"
" Aku yakin dia tidak akan selamat."
" Saudara jangan terlalu berlebihan! Pelayan itu tidak hanya mati, tapi tubuhnya akan hancur."
Terdengar sebuah diskusi dari para penonton, karena pemuda yang menjadi lawan Shen Long telah mengerahkan semua kemampuannya.
Di sisi lain Shen Long menyipitkan matanya, karena sosok yang menjadi lawannya memiliki teknik yang mematikan.
Namun Shen Long sama sekali tidak gentar, langsung menggunakan teknik Tapak Naga dengan mengalirkan Qi pada jarinya.
" Matilah!" Bersamaan dengan ucapannya, pemuda itupun langsung melesat ke arah Shen Long, sambil melancarkan serangan tinju.
Wuush! Wuush! Wuush!
Setiap serangan tinju dari pemuda itu, tidak ada satupun yang mengenai tubuh Shen Long.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Beberapa sosok yang sebelumnya menganggap bahwa Shen Long akan mati dalam satu kali serangan, justru dengan mudah menghindari serangan dari pihak lawan.
__ADS_1
Bahkan Shen Long tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri, membuat pemuda itu memasang wajah jelek seakan dipermalukan.
Aksi Shen Long yang dengan mudah menghindari serangan dari pemuda itu tanpa bergeser sedikitpun, membuat para Tetua yang menonton memasang wajah serius.
" Sampai kapan kamu terus menghindar?" Pemuda itu semakin geram, karena dia yakin jika Shen Long terkena tinjunya, maka dia akan mati.
" Baik." Jawab Shen Long, lalu mengarahkan tangannya untuk mempertemukan serangan tinju dari pihak lawan.
Baaang!
Kraaack!
Pertemuan tinju dan tapak menciptakan gelombang kejut yang menyebar ke seluruh arena.
Aarrgggh!
Pemuda itu berteriak kesakitan, karena tulang tangannya langsung retak, dimana dia langsung terlempar ke pinggir arena.
Langkah Naga Petir!
Wuush!
Shen Long bergerak cepat ke arah pemuda yang masih tersungkur di atas arena.
Baaang!
Kraaack!
Beberapa sosok yang bertugas langsung melesat ke arah pemuda itu agar bisa memberikan pertolongan, karena dapat dipastikan pemuda itu mengalami luka serius.
" Kau..." Beberapa sosok pemuda terlihat geram karena Shen Long terlalu berlebihan.
" Apa? Bukankah sebelumnya kalian menginginkan kematianku?" Shen Long menatap tajam ke arah beberapa sosok yang memiliki niat membunuh kepadanya.
Beberapa Tetua yang ingin menegur Shen Long, kini langsung dicegah oleh Tetua Naga Kabut.
" Ada apa Tetua? Bukankah pemuda itu sudah berlebihan?" Tanya salah satu Tetua yang merasa heran karena Tetua Naga Kabut menghentikan mereka.
" Jika kalian berada di posisi Long Yutian, apa kalian diam saja jika lawanmu ingin membunuh kalian?" Tanya Tetua Naga Kabut, karena dia ingin para generasi muda bisa memetik pelajaran dari kejadian tersebut.
Terlebih kondisi Klan Long tidak dalam keadaan baik-baik. Jika Shen Long tidak diperlakukan dengan baik, maka pemuda itu bisa menjadi duri dalam daging.
" Maaf Tetua." Beberapa Tetua itupun kembali ke tempat duduknya, karena apa yang dikatakan Tetua Naga Kabut memang benar.
__ADS_1
Jika tiga perguruan yang lain mengetahui hal itu, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan merekrut Long Yutian agar berada di pihak mereka.
Di sisi lain beberapa murid yang terlihat marah, kini berusaha menahan diri, karena sosok yang berada di atas arena tidak semudah yang dibayangkan.
" Kamu, kamu, kamu, kamu... Jika masih menginginkan pedangku, silahkan maju semua!"
" Oh, jangan lupa tinggalkan taruhan kalian di atas meja disana." Shen Long menunjuk beberapa murid yang berada di pinggir arena, agar bertarung dengannya sekaligus.
Shen Long juga menunjuk ke arah meja taruhan yang berada di pinggir arena.
" Apa yang kita takutkan? Kita memiliki jumlah banyak. Aku yakin kita bisa mengalahkannya dengan mudah."
" Ya... Aku yakin Qi miliknya sudah habis terkuras saat bertarung sebelumnya."
Beberapa murid menganggap bahwa Shen Long pasti sudah kelelahan yang berusaha menyembunyikan rasa lelahnya.
Sebagai pemilik darah Dewa Naga yang memiliki kesombongan, beberapa murid itupun satu-persatu naik ke atas arena, lalu meletakkan harta mereka di atas meja taruhan.
Para Tetua yang menyaksikan hal itu, langsung menepuk jidatnya karena anggota muda Klan Long seperti seperti sekelompok bandit dan sudah kehilangan jati dirinya.
" Sepertinya tugas kita semakin berat untuk mendidik generasi muda ini." Tetua Naga Kabut memasang wajah masam, karena generasi muda Klan Long memiliki sifat yang masih kekanak-kanakan.
Long Qianxue hanya melirik sebentar ke arah Shen Long yang berdiri di atas arena, lalu menoleh ke arah Long Duanjun yang sudah berkali-kali memenangkan pertandingan.
Enam murid yang sudah berada di atas arena, kini saling berpandangan lalu menyerang Shen Long secara bersamaan dengan kekuatan penuh.
Langkah Kabut!
Tapak Naga Kabut!
Cakar Naga Kabut!
Tinju Naga Kabut!
Naga Kabut Pembunuh Langit!
Keenam murid satu-persatu melancarkan serangan terkuat mereka, berniat untuk melumpuhkan Shen Long dalam satu kali serangan.
Tarian Seribu Naga Suci!
Shen Long langsung menyambut serangan dari keenam murid, dengan menggunakan serangan tapak dan cakar, hingga terlihat samar-samar Naga Emas mengelilingi tubuhnya.
" Armor Energi tahap Roh?" Para Tetua memasang wajah serius, karena Shen Long memahami pengembangan energi yang sangat sulit untuk dipelajari.
__ADS_1
Bahkan pada generasi muda, yang bisa Armor Energi dapat dihitung dengan jari. Itupun mereka dilatih secara khusus yang berbeda dari murid yang lain.