
Kera Naga Iblis yang melihat anggota muda Klan Gui sedang berlarian, kini terlihat marah langsung melepaskan naga hitam yang sudah tidak berdaya lalu melompat ke arah mereka.
Bboooom!
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Beberapa anggota muda Klan Gui yang terkena injakan kaki raksasa Kera Naga Iblis, langsung remuk.
Ggooooaaarr!
Buussshh!
Kera Naga Iblis menyatukan kedua telapak tangannya, hingga tercipta angin puyuh yang diselimuti Petir Naga Surgawi ke arah anggota muda Klan Gui yang lainnya.
Aarrgggh!
Aarrgggh!
Aarrgggh!
Sapuan angin puyuh membuat tubuh anggota muda Klan Gui terangkat ke udara hingga tersedot ke dalam pusaran angin puyuh.
Seketika tubuh mereka terkena luka sayatan di sekujur tubuhnya akibat keganasan angin puyuh.
" Gawat! Sebaiknya aku cepat pergi." Gui Lie terlihat pucat karena tenaganya berkurang secara drastis karena melakukan pertarungan melawan Long Wufang, sehingga dia tidak akan mampu bertahan lama.
Ggooooaaarr!
Gui Lie langsung berubah wujud menjadi naga merah, langsung terbang untuk melarikan diri dengan sisa kekuatannya.
Kera Naga Iblis yang menyadari bahwa ada yang ingin melarikan diri, kini menoleh ke arah naga merah yang terbang menjauhi pertarungan.
Wuush!
Kera Naga Iblis melompat tinggi-tinggi seakan menghilang dibalik awan ke arah naga merah.
Wuush!
Tap!
Bersamaan dengan kemunculannya, Kera Naga Iblis , menangkap ekor naga merah, membuat mata Gui Lie melotot hampir keluar.
Wuush!
Dengan cepat, Kera Naga Iblis melemparkan tubuh naga merah ke hutan yang berada dibawah mereka.
Bboooom!
Tubuh raksasa naga merah menabrak tanah, hingga membentuk kawah besar.
__ADS_1
Kera Naga Iblis yang sudah berada di atas tanah, kini kembali menangkap ekor naga merah.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Kera Naga Iblis menghempaskan tubuh naga merah di tanah hingga berkali-kali, sampai Gui Lie sudah tidak berdaya lagi.
Saat naga merah sudah tidak berdaya, kini ukurannya mulai mengecil hingga berubah wujud seperti semula.
Di sisi lain anggota muda Klan Long yang juga terlihat ketakutan, kini hanya berdiri mematung seakan lupa untuk bernafas.
Begitupun dengan anggota muda Klan Gui yang hanya tersisa sedikit, kini terlihat pucat tidak ada niat lagi untuk melarikan diri.
Mereka berpikir jika melarikan diri, justru akan membuat Kera Naga Iblis semakin murka dan menyerang mereka.
Di sisi lain Shen Long yang sudah kelelahan, kini secara perlahan tubuhnya mulai menyusut hingga kembali ke wujud semula.
" Bunuh mereka semua!" Teriak Long Wufang, sambil melesat ke arah anggota muda Klan Gui yang tersisa.
Kini semua anggota muda Klan Long yang awalnya tidak berani bergerak, kini mulai tersadar saat mendengar teriakkan dari Long Wufang.
" Baik." Jawab mereka serempak, lalu melesat ke arah anggota muda Klan Gui.
Anggota muda Klan Gui yang juga sudah tersadar, kini mengumpat dalam hati karena kali ini anggota Klan Long telah memburu dan membunuh mereka.
Di sisi lain Shen Long yang sudah tersadar dari amukannya, kini menarik napas dalam-dalam sambil menatap ke arah Gui Lie yang dalam kondisi menggenaskan.
Shen Long mengambil mutiara jiwa, langsung meletakkan di mulut Gui Lie lalu kembali mengeluarkan Pedang Seribu Bintang.
Craaakk!
Ggooooaaarr!
Bersamaan dengan Shen Long menusuk bagian perut Gui Lie, jiwa naga merah meraung keras untuk melarikan diri.
Wuush!
Secara bersamaan mutiara jiwa juga menarik jiwa naga merah, hingga jiwa naga merah tidak bisa melarikan diri dan tersedot ke dalam mutiara jiwa.
Tanpa membuang waktu, Shen Long mengambil Cincin Ruang milik Gui Lie, lalu melesat ke arah Gui Zihay yang juga sedang terkapar.
Shen Long langsung mengambil jiwa naga hitam di dantian milik Gui Zihay, juga mengambil Cincin Ruang milik pemuda itu.
" Haaah. Akhirnya selesai juga." Shen Long menghela nafas panjang, lalu berjalan menuju ke arah Long Wufang dan para murid yang lain.
Meskipun anggota muda Klan Long berada di pihak yang menang, namun akibat pertarungan sebelumnya, beberapa dari mereka harus kehilangan nyawa.
__ADS_1
" Kuburkan mereka dengan layak! Sedangkan bagi yang sedang terluka, pulihkan diri kalian!" Long Wufang memberi perintah kepada rekannya.
" Baik." Jawab para murid serempak.
Sambil menunggu para murid memulihkan diri, Shen Long dan Long Wufang ikut membantu mengubur mayat rekan mereka.
Sedangkan untuk mayat anggota muda Klan Gui, mereka kumpulkan untuk dibakar, lalu mengambil tempat untuk beristirahat.
" Senior, ini bagianmu." Shen Long memberikan Cincin Ruang milik Gui Lie kepada Long Wufang.
Sedangkan Shen Long hanya mengambil bagian dari Cincin Ruang milik Gui Zihay.
Karena hanya mereka berdua saja yang memiliki Cincin Ruang, Shen Long memberikan Cincin Ruang yang sudah kosong kepada Long Wufang untuk diberikan kepada murid yang pantas mendapatkannya.
Tentu tidak semua murid yang menggunakan Cincin Ruang, meskipun hanya tingkat dasar. Bahkan Long Wufang sendiri hanya memiliki Cincin Ruang tingkat Dasar.
" Terimakasih atas pemberian Kak Yutian." Ketiga murid yang mendapatkan Cincin Ruang, sangat senang dengan cincin pemberian dari Shen Long.
" Mmmmm." Shen Long mengangguk kecil, lalu menoleh ke arah beberapa murid yang sedang memulihkan diri.
Karena tenaganya juga berkurang, Shen Long mengambil tempat untuk memulihkan diri, begitupun dengan murid yang lain.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini satu-persatu para murid membuka mata, lalu berkumpul kembali.
Shen Long yang sudah memulihkan diri dengan bantuan Pil, kini kembali berkumpul bersama rombongan.
Kini semua murid semakin kagum dengan Shen Long, karena pemuda itu memiliki kekuatan besar.
Bahkan beberapa murid wanita memiliki pandangan yang berbeda kepada Shen Long, meskipun mereka sudah mengetahui bahwa pemuda itu sudah memiliki Istri.
" Kak Yutian... Aku ingin meminta petunjuk ketika sedang bertarung." Salah satu murid wanita berjalan mendekati Shen Long, untuk mencari perhatian.
" Kak Yutian... Aku juga ingin meminta petunjuk."
Beberapa murid wanita yang lain juga ikut bersuara, membuat para murid pria yang lain hanya menggelengkan kepala.
Tentu mereka mengetahui maksud dari para murid wanita, karena seorang yang memiliki bakat diatas rata-rata pasti akan banyak mendapatkan perhatian.
" Ketika sedang bertarung, yang perlu diperhatikan adalah mencari titik lemah lawan kita."
" Misalnya, kamu. Ketika lawan menyerang dari samping kanan, maka pertahananmu terbuka lebar." Shen Long menunjuk salah satu murid sebagai contoh, karena setiap Kultivator pasti ada titik kelemahannya.
Mendengar ucapan tersebut, murid itupun tersipu malu, karena dia juga menyadari, ketika pihak lawan menyerang dari arah kanan, maka dia akan kesulitan untuk bertarung.
Shen Long tidak keberatan untuk memberikan pengalamannya kepada murid yang lain, agar suatu saat mereka bisa sama-sama bertambah kuat.
Sambil melangkahkan kakinya, Shen Long juga menjelaskan kepada mereka agar memahami kelemahan mereka sendiri, sebelum mencari tau kelemahan lawannya.
*******
__ADS_1
Terimakasih kepada para pembaca yang sudah mengingatkan ketika ada kesalahan pengetikan dari saya, biar cepat diperbaiki.
Jika lewat dari 30 Bab, maka author akan kesulitan untuk revisi. Jadi sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada pembaca yang mengingatkan.