
Setelah mengambil semua point milik tuan muda dan bawahannya, Shen Long kembali berjalan mendekati meja pengambilan misi.
Di sisi lain, Tetua yang berjaga di tempat itu hanya menggelengkan kepala karena pemandangan tersebut sudah biasa.
Namun hal yang sedikit berbeda, yaitu Shen Long melakukannya seorang diri.
Sedangkan tuan muda dan bawahannya memasang wajah masam karena pamor mereka sebagai penguasa di Kelas Perunggu telah diduduki oleh Shen Long.
" Tetua, aku ingin mengambil misi ini!" Shen Long yang sudah membaca semua jenis misi, langsung tertuju pada lembaran misi kelas B.
" Apa kamu memiliki kelompok? Untuk menyelesaikan misi ini, setidaknya sudah mencapai Pendekar Bumi tingkat 5 dan memiliki anggota minimal 20 orang." Tetua tersebut sedikit menaikkan alisnya, karena misi yang diambil Shen Long diperuntukkan bagi murid Kelas Emas.
Meskipun Tetua tersebut mengetahui bahwa Shen Long sudah mencapai Pendekar Bumi tingkat 1, namun misi yang diambil Shen Long adalah membunuh Hewan Roh Rubah Giok yang setara dengan Pendekar Bumi tingkat 1.
Meskipun Rubah Giok masih setara dengan Pendekar Bumi tingkat 1, mereka memiliki kemampuan penyamaran dan ilusi yang mampu mengalahkan para Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Bumi tingkat 5 karena bisa membuat lawan terkecoh.
" Tetua... Aku sangat yakin. Terlebih Point yang ditawarkan sangat tinggi." Meskipun Shen Long sedikit ragu, namun dia ingin cepat meninggalkan murid Kelas Perunggu secepat mungkin.
" Baiklah... Karena point dari setiap Rubah Giok senilai 500 point, maka kamu harus membunuh Rubah Giok sebanyak 20 ekor agar bisa diusulkan menjadi murid Kelas Perak." Tetua tersebut sedikit membual karena Shen Long begitu percaya diri.
Bahkan Tetua tersebut sangat yakin bahwa Shen Long hanya memiliki dua kemungkinan, yaitu mati terbunuh atau mampu membunuh satu Rubah Giok dimana dia juga akan mengalami luka berat.
" Aku akan melakukannya." Jawab Shen Long dengan singkat, lalu memberikan plakat miliknya untuk ditulis.
Mendengar ucapan tersebut para Kultivator yang berada di tempat itu yang ingin menjadikan Shen Long sebagai ketua kelompok mereka, langsung mengurungkan niatnya karena misi yang diambil Shen Long diluar kemampuan mereka.
Setelah itu Tetua itupun mencatat misi yang diambil Shen Long yang memiliki nama Guang Louzhy dan berkata " Point yang kamu jarah sebelumnya tidak dihitung untuk kontribusi." Tetua memberikan kembali Plakat milik Shen Long.
" Terimakasih Tetua." Shen Long mengambil kembali plakat miliknya, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju kediamannya.
__ADS_1
Di sisi lain para Kultivator pria maupun wanita yang ingin berkenalan dengan Shen Long dengan buru-buru mengikutinya.
" Saudara Louzhy, apa kamu memiliki kelompok?" Tanya Kultivator wanita sekedar basa-basi untuk mendekati Shen Long.
Tentu mereka mengetahui nama Guang Louzhy, karena nama yang terdaftar di Balai misi langsung ditempelkan nama tersebut.
" Saudara Louzhy, apa kamu ingin pergi ke Balai Sumberdaya? Aku bisa menemanimu" Banyak sekali para Kultivator pria dan wanita menawarkan diri dimana tujuan mereka adalah sama.
Hal yang wajar jika ada Kultivator muda yang berbakat, pasti akan banyak orang yang sangat tertarik.
Di sisi lain Shen Long sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut, karena dia menganggap bahwa sekelompok tersebut layaknya anjing penjilat.
Shen Long berfikir jika saja dia masih seperti dulu yang disebut sebagai sampah, pujian dan sanjungan tersebut tidak pernah terjadi padanya, melainkan hanya mendapatkan cacian dan tatapan jijik.
Namun dari perkataan beberapa Kultivator muda tersebut, Shen Long merasa tertarik dengan Balai Sumberdaya karena dia sudah banyak mengumpulkan point dari hasil jarahan.
" Semoga saja di Balai Sumberdaya ada sesuatu yang menarik." Shen Long bergegas menuju Balai Sumberdaya tanpa memperdulikan beberapa sosok yang berada di belakangnya.
Tetua yang bertugas di tempat itupun sedikit mengerutkan kening saat melihat kedatangan Shen Long, lalu bersikap seperti biasa.
" Tetua, aku ingin mencari Sumberdaya untuk keperluanku." Ucap Shen Long sambil mengeluarkan Plakat miliknya.
" Guang Louzhy... Baru saja menjadi murid Kelas Perunggu, kamu sudah mendapatkan point sebanyak ini. Apa kamu baru saja merampok murid Kelas Perunggu?" Tetua yang berjaga di tempat itu menggelengkan kepala sambil mencatat nama Guang Louzhy.
" Maaf Tetua... Mereka yang terlebih dulu menyerangku." Jawab Shen Long dengan jujur.
" Haaahh... Sebuah kesalahan dari Tetua Lu Quan telah menaruh seekor hewan buas di kumpulan para semut." Tetua tersebut memberikan kembali Plakat milik Shen Long.
Tanpa berkata apapun, Shen Long mengambil Plakat miliknya, lalu melihat beberapa jenis Sumberdaya yang berada di tempat itu.
__ADS_1
" Carilah sesuatu yang menarik untukmu! Kamu bisa kembali kesini setelah menemukan yang kamu inginkan." Ucap Tetua tersebut lalu memposisikan dirinya senyaman mungkin di kursinya.
" Baik Tetua." Shen Long bergegas ke tempat tertentu untuk mencari Sumberdaya yang cocok untuknya.
Setelah memeriksa cukup lama, Shen Long tidak menemukan sesuatu yang menarik untuknya, lalu bergegas ke lantai dua.
Di lantai dua Shen Long juga masih belum menemukan hal yang dia cari, kemudian menuju lantai berikutnya.
Beberapa Kultivator yang berada di tempat itu merasa heran karena Shen Long belum menemukan sesuatu yang dia cari.
Bahkan ada beberapa Kultivator menganggap Shen Long orang yang tidak memahami tentang Sumberdaya, karena jelas-jelas Sumberdaya di tempat itu sangat berharga.
" Apa yang dilakukan pemuda itu? Apa dia tidak tau bahwa semakin tinggi lantai yang dia tempati, maka harganya semakin mahal." Bisik beberapa Kultivator yang melihat Shen Long sudah berada di lantai empat.
" Mungkin dia Kultivator yang bodoh, karena disini masih banyak Sumberdaya yang berharga." Ucap Kultivator yang lain.
" Ya... Itu sama saja dengan pemborosan."
Banyak tanggapan miring dari para Kultivator yang memperhatikan apa yang dilakukan Shen Long.
Shen Long yang tidak mengetahui percakapan mereka, terus mencari sesuatu yang berharga untuknya.
" Ini sangat cocok untukku." Gumam Shen Long sambil membuka sebuah Kitab tentang teknik Akupunktur, lalu kembali memeriksa rak-rak yang berjejer rapi di tempat tersebut.
Di lantai lima, mata Shen Long tertuju pada sebuah kotak kecil yang terlihat sangat menarik untuknya.
" Hmmm... Jarum Akupunktur." Shen Long terlihat senang karena sesuatu yang dia inginkan sudah ada di tangannya.
Sesaat Shen Long tersenyum pahit karena saat melihat total harga dari Kitab dan jarum akupunktur yang ada di tangannya.
__ADS_1
Namun Shen Long sama sekali tidak merasa kecewa karena point yang dia gunakan adalah sumbangan dari murid Kelas Perunggu.
Karena point yang dia miliki hanya mampu membeli kedua benda tersebut, Shen Long langsung menuruni tangga untuk membayar Kitab dan jarum akupunktur tersebut ke meja sebelumnya.