
Di sisi lain Shen Long dan kedua istrinya terus berlatih, hingga puluhan pedang yang Shen Long gunakan untuk latihan semuanya patah.
Tentu itu terjadi karena Qi yang disalurkan oleh Shen Long ke dalam pedang, tidak mampu ditampung oleh pedang biasa.
" Haaahh... Kenapa bisa seperti ini." Shen Long mendengus kesal karena pedang yang dia kumpulkan semuanya patah.
Di sisi lain Guang Louzhy yang sudah keluar dari tubuh Shen Long juga merasa khawatir jika Shen Long tidak menemukan pedang yang sesuai untuknya.
Tentu Guang Louzhy sangat marah karena dia juga mendengar percakapan dari Hao Tian, saat dia masih berada di tubuh Shen Long.
' Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan seluruh kekuatanku untuk mencari Pedang Kesunyian.' Pikir Guang Louzhy, lalu masuk ke tubuh Shen Long.
Melihat hal itu, Shen Long hanya berdiam agar istrinya tidak curiga bahwa ada sosok lain yang berada di tubuhnya.
Jika saja Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie bisa melihat Guang Louzhy, mungkin Shen Long akan memperkenalkan mereka.
' Long'er, berikan aku sedikit kekuatanmu untuk menarik Pedang Kesunyian yang ada di tempat aneh ini.' Guang Louzhy mengirim pesan melalui pikiran Shen Long.
Tanpa menjawab apapun, Shen Long langsung mengambil tempat duduk bersila untuk menyalurkan Qi miliknya kepada Guang Louzhy.
Melihat tingkah suami mereka, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie hanya menoleh sesaat, lalu melanjutkan latihannya.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, Shen Long merasakan getaran yang hebat di tubuhnya.
Meskipun tidak mengetahui apa yang terjadi pada tubuhnya, Shen Long berpikir bahwa Guang Louzhy telah berhasil mengambil Pedang Kesunyian.
" Hah hah hah... Sekarang Pedang Kesunyian itu bisa kamu gunakan. Hah... Baru saja aku keluar, aku harus Istirahat lagi untuk memulihkan diri." Guang Louzhy yang keluar dari tubuh Shen Long dengan nafas memburu.
Meskipun sedikit kesal, Guang Louzhy sangat senang bisa membantu adiknya lalu kembali ke tubuh Shen Long.
' Terimakasih kak.' Shen Long mengirim pesan jiwa kepada Guang Louzhy, lalu mengambil Pedang Kesunyian.
Melihat hal itu, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tidak terlalu memikirkannya, karena mereka menganggap bahwa Shen Long sudah memiliki pedang tersebut sejak awal.
" Sekarang kita lanjutkan!" Gumam Shen Long, lalu bangkit berdiri untuk melanjutkan latihan.
*******
__ADS_1
Tepat pada hari yang ditentukan, kini banyak sekali anggota Klan Hao yang ingin menonton latih tanding tersebut di sebuah bangunan besar yang membentuk tribun.
Mereka sangat penasaran dengan dua sosok wanita yang ingin dipersunting oleh dua Tuan muda Klan Hao.
Tidak lama kemudian rombongan Shen Long juga hadir di tempat itu, dimana Shen Long menggandeng tangan lentik dari kedua istrinya.
Di depan Shen Long terdapat Hao Tian yang menuntun jalan, dan di belakang mereka adalah Yu Yangmi, Hao Mingzi dan Hao Xiang diikuti kedua wanita yang sebagai kekasih mereka.
" Saudara, apakah kedua wanita itu yang ingin direbut oleh Tuan muda Hao Zhu dan Hao Cai?" Tanya beberapa sosok yang melihat kedatangan mereka sambil menunjuk ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.
" Tidak salah lagi. Sungguh mata yang indah."
" Pantas saja kedua Tuan muda itu menginginkan mereka."
Terdengar percakapan dari beberapa sosok yang melihat kedua wanita itu, meskipun menggunakan pakaian serba tertutup.
Bahkan Hao Zhiggy dan Hao Cao juga memaklumi kenapa sampai kedua Tuan muda Klan Hao menginginkan kedua wanita tersebut.
Kini Hao Xiong dan para Tetua yang lain juga mengangguk-angguk seperti ayam yang sedang mematuk saat melihat Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.
Meskipun hanya melihat dari kejauhan, mereka masih mampu melihat jelas wajah dari kedua wanita itu dengan menggunakan kekuatan spiritual mereka.
Kini tatapan Shen Long seperti hewan buas saat melihat banyak pasang mata tertuju pada kedua istrinya.
" Suamiku." Yan Rou Lie menggelengkan kepala, memberi isyarat agar suaminya tidak bertindak gegabah.
Meskipun Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie merasa risih dengan tatapan yang tertuju pada mereka.
" Sungguh memalukan." Hao Tian mengeluarkan suara dengan menggunakan Qi, sehingga bisa didengar oleh semua orang.
Mendengar suara yang mengandung penekanan, anggota muda Klan Hao langsung memperbaiki sikap lalu mengalihkan pandangan mereka.
" Dengarkan semuanya." Salah satu sosok yang berada di atas arena mengeluarkan suara dengan menggunakan Qi.
Sesaat para penonton langsung terdiam sambil menatap ke arah arena.
" Sejak seratus tahun lebih, Klan Hao tidak pernah melakukan Sansana. Namun kali ini Tuan muda Hao Zhu dan Hao Cai akan menantang Shen Long untuk merebut Sansana." Ucap sosok tersebut sambil menatap para penonton.
__ADS_1
Sansana adalah ritual khusus bagi Klan Hao, yang ingin mengambil Istri orang lain dengan cara latih tanding.
Aturannya pun sangat ketat, dimana tidak ada seorangpun yang bisa melanggar. Jika itu terjadi, maka tubuhnya akan hancur berkeping-keping.
" Untuk junior Shen Long dan kedua Tuan muda, silahkan maju kedepan." Pemandu mempersilahkan kepada mereka.
" Suamiku, hati-hatilah." Cang Li Yuan terlihat cemas sambil mengingatkan Shen Long.
" Mmmm." Shen Long mengangguk lalu berjalan menuju arena.
Sementara Hao Zhu dan Hao Cai tersenyum lebar karena sosok yang mereka lawan jauh dibawah tingkat Kultivasi mereka.
" Aku jelaskan sekali lagi, tidak boleh saling membunuh." Ucap pemandu sambil menatap mereka bergantian.
Tanpa menjawab apapun Shen Long langsung mengeluarkan Pedang Kesunyian, seperti hewan buas yang tidak memberi ampun kepada mangsanya.
Di sisi lain Hao Zhu dan Hao Cai terlihat santai karena mereka berpikir dengan mudah untuk mengalahkan Shen Long.
" MULAI!" Pemandu langsung memberi instruksi.
Straaing!
Shen Long bergerak cepat ke arah kedua sosok tersebut tanpa memiliki keraguan sedikitpun.
" Cepat sekali." Gumam kedua pemuda tersebut langsung mengangkat pedang mereka untuk menangkis tebasan pedang dari Shen Long.
Traaang! Traaang! Traaang!
Pertemuan pedang dari kedua belah pihak membuat percikan api kecil hingga menciptakan gelombang kejut.
Kini pandangan para Tetua terlihat serius sambil menatap ke arah pertarungan.
Bahkan Hao Tian sendiri tidak menyangka bahwa Shen Long telah merahasiakan sesuatu pada dirinya.
Awalnya Hao Tian menganggap Shen Long dengan mudah dikalahkan hanya dengan satu kali serangan.
Namun kali ini tanggapan tersebut terpatahkan, karena Shen Long mampu mengimbangi kedua Tuan muda.
__ADS_1
" Hebat sekali pemuda itu. Semoga saja dia kalah." Bisik dari anggota muda wanita Klan Hao yang begitu kagum dengan seni Pedang yang Shen Long lancarkan.
Tentu beberapa wanita itu menginginkan Shen Long kalah, agar mereka memiliki kesempatan untuk mendekatinya.