
Setelah beberapa hari melakukan perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di Ibu kota Dahyan, yang kebetulan tidak jauh dari Sekte Pedang Suci.
Tujuan mereka singgah di kota Dahyan karena untuk membeli perbekalan dan menjual Inti Roh hasil buruan mereka.
Di depan pintu gerbang kota Dahyan, terlihat beberapa penjaga sedang memeriksa para pengunjung yang datang ke kota tersebut.
Kota Dahyan sendiri sangat luas dimana mencakup beberapa Sekte kecil dan menengah termasuk Sekte Seribu Pedang dan Sekte Pedang Suci.
Tidak jarang anggota Sekte yang lain berkunjung ke Kota Dahyan dimana tujuan mereka tidak lain untuk berkunjung di rumah Sumberdaya yaitu Assosiasi Menara Obat.
Assosiasi Menara Obat cukup terkenal di seluruh wilayah Kekaisaran Wei, dimana banyak menyediakan berbagai macam Sumberdaya, Pil dan Senjata.
Tidak ada yang mengetahui siapa pemilik dari Assosiasi Menara Obat, namun mereka hanya mengetahui bahwa manager dari setiap cabang Assosiasi Menara Obat di seluruh Kota wilayah Kekaisaran Wei, semua berasal dari keluarga Klan Zhang.
Jadi, banyak orang menganggap bahwa pendiri Assosiasi Menara Obat adalah Klan Zhang yang kebetulan mereka banyak melahirkan para Alkemis.
Setelah menunggu antrian yang panjang, kini giliran Lin Kun dan yang lain maju ke depan untuk diperiksa.
" Senior... Silahkan tunjukkan pengenalnya!" Ucap penjaga gerbang sambil memperhatikan ketujuh sosok tersebut.
" Penjaga, Ini pengenal kami." Jin Song memperlihatkan lencana Sekte Seribu Pedang.
Melihat lencana tersebut, penjaga sedikit mengerutkan kening karena Sekte Seribu Pedang sudah lama tidak terdengar di telinga penduduk wilayah Kota Dahyan, karena tidak pernah muncul di setiap turnamen.
" Silahkan masuk Senior." Ucap penjaga tersebut lalu mengembalikan lencana tersebut.
Dengan sebuah anggukan, Jin Song membawa mereka untuk masuk ke dalam Kota Dahyan dimana di dalamnya terlihat sangat ramai pengunjung.
" Tetua, Guru... Apakah kita akan menjual Inti Roh terlebih dulu?" Tanya Shen Long. karena dia tidak memiliki apapun dan berniat untuk membeli beberapa lembar pakaian dan jika memungkinkan membeli Pil pengumpul Qi dan Cincin penyimpanan.
" Baiklah, kita akan ke Assosiasi Menara Obat terlebih dulu. Mungkin aku juga akan menjual beberapa Inti Roh." Ucap Jin Song.
Meskipun hal itu untuk seorang Tetua atau Guru sangat memalukan, namun mengingat situasi Sekte mereka yang sudah tidak layak dikatakan Sekte lagi. Tetua Jin Song dan Guru Lin Kun menurunkan gengsi mereka untuk menjual hasil buruan mereka.
Di dalam perjalanan banyak sekali para Kultivator Muda dari berbagai Sekte yang dimana tujuan mereka ikut dalam turnamen.
__ADS_1
Beberapa kelompok yang mengenal pakaian Sekte Seribu Pedang, kini saling berbisik satu sama lain.
" Saudara... Bukankah mereka dari Sekte Seribu Pedang?" Tanya seorang Guru dari Sekte Bambu Kuning kepada rekannya.
" Benar Saudara... Sepertinya tahun ini Sekte Seribu Pedang ikut berpatisipasi dalam turnamen itu. Tapi aku tidak yakin mereka bisa lulus seleksi." Jawab Guru yang lain.
" Kalian dari Sekte Aliran Putih, tapi kalian selalu meremehkan orang lain." Ucap salah satu Guru Sekte Harimau Putih yang kebetulan tidak jauh dari tempat tersebut.
Sekte Harimau Putih merupakan Sekte terbesar aliran Netral di Kerajaan Qing, dimana banyak melahirkan para Kultivator yang jenius.
" Saudara... Bukannya aku meremehkan mereka, tapi itu kenyataan." Ucap salah satu Guru Sekte Bambu Kuning.
Meskipun terlihat marah, namun mereka tidak berani menyinggung Sekte Harimau Putih yang merupakan kekuatan mereka setara dengan Sekte Pedang Suci.
Sedangkan Sekte Bambu Kuning berada di urutan kedua dibawah Sekte Pedang Suci.
Melihat kejadian tersebut, Jin Song dan Lin Kun hanya tersenyum sambil berjalan menuju Assosiasi Menara Obat.
Mereka tidak ingin berurusan dengan Sekte Bambu Kuning, mengingat Sekte Seribu Pedang hanya Sekte kecil.
" Long'er... Lebih baik kita fokus pada tujuan kita." Lin Kun yang menyadari perubahan sikap dari Shen Long.
" Baik Guru." Shen Long tersadar dengan apa yang baru dia lakukan, sehingga dia menyesal atas tindakannya.
Di sisi lain, salah satu Guru Sekte Harimau Putih yang menyadari tatapan dari Murid Sekte Seribu Pedang tersebut, seperti melihat sosok yang menakutkan.
Secara diam-diam sosok tersebut memeriksa tingkat Kultivasi Shen Long, seketika langsung kaget karena tidak bisa mengukur tingkat Kultivasi Pemuda botak itu.
' Siapa Pemuda itu? Mengapa dia berbeda dengan yang lain? Apakah dia hanya seorang Biksu? Tapi kenapa dia memakai pakaian Sekte?.' Berbagai pertanyaan dari sosok tersebut saat melihat Shen.
Hanya dua kemungkinan jika tidak bisa mengukur tingkat Kultivasi. Pertama, sosok tersebut memiliki tingkat Kultivasi yang lebih tinggi darinya dan kemungkinan yang kedua tidak memiliki tingkat Kultivasi sedikitpun.
" Saudara... Lebih baik kita lanjutkan perjalanan! Lagi pula mereka sudah meninggalkan tempat ini." Ucap sosok yang sebelumnya dari Sekte Harimau Putih.
" Mmmm." Guru yang tadi berdebat dengan anggota Sekte Bambu Kuning mengangguk lalu meninggalkan tempat tersebut membawa Murid mereka.
__ADS_1
Setelah cukup jauh dari tempat sebelumnya, Guru dari Sekte Harimau Putih mengingatkan kepada kelima Muridnya agar lebih berhati-hati ketika berhadapan dengan Murid Sekte Seribu Pedang.
" Guru... Bukankah mereka hanya berasal dari Sekte kecil?" Tanya salah satu dari Murid yang bernama Hu Lao.
Dia adalah Murid paling jenius di Sekte Harimau Putih yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 1.
" Lao'er... Sekte Seribu Pedang tidak sesederhana yang kamu pikirkan. Terlebih untuk Pemuda Botak itu." Ucap Gurunya.
" Baik Guru, Murid akan mengingatnya." Ucap Hu Lao.
Pemuda tersebut tidak berani membantah ucapan Gurunya, karena Gurunya sendiri memiliki insting yang kuat. Meskipun menurutnya itu tidak masuk akal.
Keempat Murid yang lain juga mengangguk mengerti, jika Guru mereka sampai mengingatkan seperti itu, maka Pemuda Botak tersebut bukan masalah sepele.
Di sisi lain dimana tempat rombongan anggota Sekte Bambu Kuning, seakan tidak terima atas perlakuan Sekte Harimau Putih.
Kedua Guru tersebut meminta kepada Murid mereka untuk memberi perhitungan kepada Murid Sekte Seribu Pedang untuk membuktikan bahwa ucapan mereka benar.
" Chai Wong, Zing Yutian, Fan Lee... Jika kalian berhadapan dengan Murid Sekte Seribu Pedang itu, aku ingin kalian memberi muka kepada Gurumu ini." Ucap Salah satu dari Guru tersebut.
" Guru tenang saja, atas nama Sekte Bambu Kuning, aku akan memberi pelajaran kepada mereka." Ucap Chai Wong dengan angkuh.
" Bagus... Itu baru namanya Muridku." Sosok tersebut tersenyum lebar karena dia ingin mempermalukan Sekte Seribu Pedang di hadapan orang banyak.
Di sisi lain Shen Long yang sudah berada di depan bangunan Assosiasi Menara Obat, kini langsung masuk ke dalam bangunan tersebut yang disambut oleh salah satu Pelayan wanita.
" Selamat datang Tuan-tuan dan Nona semua, apa yang bisa aku bantu?" Tanya pelayan tersebut.
" Pelayan, kami ingin menjual Inti Roh." Ucap Jin Song sambil mengisyaratkan kepada kelima Muridnya.
" Bisa Tuan." Ucap Pelayan dimana Shen Long dan yang lain langsung maju kedepan dengan membawa buntalan kain mereka masing-masing.
Pelayan itupun meminta bantuan kepada rekannya untuk melayani pelanggan mereka dimana masingmasing satu pelayan.
" Silahkan lewat sini Tuan!" Salah satu Pelayan yang kebetulan melayani Shen Long.
__ADS_1
Sementara Lin Kun dan Jin Song juga dilayani oleh Pelayan yang sebelumnya di meja yang lain, begitupun dengan Jun Mei Yin dan yang lain.