Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 200. Pendekar Pisau Terbang


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Terlebih setiap tendangan dari kedua kaki Gu An'an menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat.


Bahkan Shen Long sendiri yang menangkis setiap tendangan tersebut merasakan kedua tangannya menjadi memar.


Terlebih Shen Long yang tidak pernah belajar bertarung dengan tangan kosong, membuatnya sedikit kesulitan.


" Jika seperti ini terus, maka aku bisa kalah." Gumam Shen Long sambil mengeluarkan Qi di kedua tangannya untuk mengimbangi kekuatan dari pihak lawan.


" Aku akui kehebatanmu saudara Louzhy. Sepertinya kamu bukan petarung tangan kosong, tapi kamu masih bisa menghindari setiap seranganku." Ucap Gu An'an di sela pertarungannya.


Di sisi lain Shen Long memasang wajah serius sambil membaca setiap gerakan dari pihak lawan dan berusaha untuk mencari celah untuk melakukan serangan balik.


Setelah cukup lama melakukan pertukaran serangan, kini Shen Long mulai memahami dari setiap gerakan Gu An'an.


" Pemuda ini... Kenapa dia bisa membaca setiap gerakanku?" Gu An'an memasang wajah serius karena situasi mulai mulai terbalik.


Shen Long yang merasa sudah menemukan celah, langsung mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada kedua tangan dan kakinya.


Tap! Tap!


Shen Long menangkap kedua kaki Gu An'an, membuat wanita itu tersungkur hingga kedua tangannya harus bertumpu di lantai arena.


" Lepaskan kakiku!" Gu An'an memasang wajah jelek karena dalam posisi seperti itu sangat memalukan.


Baaam!


Aaarrrggghhhh!


Shen Long tidak peduli apapun, langsung menendang bokong Gu An'an hingga terlempar ke udara.


Bruuuuk!


Gu An'an langsung terjatuh di atas arena, meringis kesakitan sambil memegang bokongnya.


" Sialan... Kenapa kamu menendang bokongku yang indah ini?" Gu An'an terlihat kesal sambil bangkit berdiri.


" Siapa suruh melakukan serangan dengan kedua kaki?" Ucap Shen Long dengan santai.


Para penonton yang menyaksikan kejadian tersebut sedikit marah kepada Shen Long, namun mereka cukup terhibur dengan adegan sebelumnya.


" Baik..." Gu An'an yang masih memegang bokongnya yang terasa sakit, kini langsung mengambil sikap bertarung.


" Ilusi Penggoda."

__ADS_1


Duuung!


Sesaat tubuh Shen Long bergetar hebat, dimana tatapannya tertuju pada tiga sosok Gu An'an yang tidak menggunakan sehelai kain.


" Sayang... Kemarilah!" Terdengar suara yang begitu menggoda di telinga Shen Long, diikuti suara tawa yang khas.


" Gluug." Shen Long menelan ludah saat melihat pemandangan tersebut.


Baaam!


Sebuah tendangan keras bertumpu pada bokong Shen Long, membuatnya meringis kesakitan.


Baaam!


Baru saja Shen Long bangkit berdiri, kini sebuah tendangan keras bertumpu pada bokongnya.


Namun Shen Long tidak mampu melihat siapa yang melakukannya, dimana hanya terlihat tiga sosok Gu An'an yang terus menggodanya.


" Ilusi... Ini pasti Ilusi." Shen Long yang sudah berkali-kali mendapatkan serangan pada bokongnya, kini langsung meningkatkan kewaspadaan.


" Mata Dewa."


Duuung!


Bersamaan dengan Mata Dewa diaktifkan, Shen Long menatap tiga sosok Gu An'an, hanyalah sebuah uap berwarna merah muda, dimana Gu An'an yang asli telah bersiap untuk melancarkan serangan selanjutnya.


" Langkah Naga Angin."


Bboooom!


Shen Long melesat cepat ke arah Gu An'an sambil mengayunkan kakinya untuk melakukan tendangan.


Aaarrrggghhhh!


Gu An'an berteriak keras merasakan bokongnya kembali ditendang oleh Shen Long.


Kini Gu An'an memasang wajah jelek, tidak menyangka bahwa Shen Long bisa mematahkan ilusi ciptaannya.


" Tebasan Naga Penghancur."


Ggooooaaarr!


Shen Long yang sudah menggunakan Pedang Kesunyian, kini langsung melompat dan mengayunkan pedangnya.


Bboooom!


Gu An'an yang tidak sempat menghindar, kini terpental ke pinggir arena, akibat serangan yang dilepaskan Shen Long.

__ADS_1


" Aku menyerah." Gu An'an dengan buru-buru mengangkat tangan kanannya.


Meskipun Gu An'an bisa menciptakan Ilusi yang lain, namun dia tidak yakin bahwa Shen Long bisa terkena Ilusi karena dia sudah menyadari bahwa pemuda tersebut memiliki mata khusus.


Dua pria yang merupakan Kultivator bergelar, kini langsung bangkit berdiri seakan tidak percaya bahwa Shen Long dengan mudah mematahkan ilusi milik Gu An'an.


Dengan kata lain kedua pria itu merasa tidak yakin bisa mengalahkan Shen Long, karena mereka tidak sekuat Pendekar Tubuh Baja.


Hanya saja keuntungan mereka bisa mematahkan ilusi milik Gu An'an, sedangkan Pendekar Tubuh Baja tidak mampu menangkal Ilusi, meskipun sangat kuat.


" Aku sudah menang, sekarang serahkan Cincin Ruang milikmu!" Shen Long yang sudah berdiri di depan Gu An'an sambil menadah tangannya.


" Baik. Tapi kamu harus bantu aku dulu!" Gu An'an memasang wajah memelas sambil mengangkat tangannya.


Melihat tingkah Gu An'an, Shen Long menggelengkan kepala sambil mengulurkan tangannya membantu wanita itu untuk berdiri.


" Terimakasih." Gu An'an tersenyum lebar, meskipun bokongnya ditendang berkali-kali, namun dia sangat puas bisa membalas dendam dengan menendang bokong Shen Long juga.


Dengan sebuah anggukan, Shen Long kembali menadah tangannya seakan meminta hasil taruhan.


" Cciiihhhh..." Gu An'an terlihat cemberut sambil mencabut Cincin miliknya lalu memberikan kepada Shen Long.


Tanpa basa-basi, Shen Long mengambil Cincin tersebut lalu memeriksanya dengan teliti hingga membuatnya sontak kaget.


" Apa-apaan ini." Shen Long sangat kesal karena isi dari Cincin Ruang tersebut hanya terdapat beberapa lembar pakaian dari Gu An'an dan sebuah lukisan Gu An'an itu sendiri.


Melihat Shen Long yang sangat kesal, Gu An'an justru terlihat senang, karena rencananya telah berhasil.


Tentu Gu An'an telah memindahkan Sumberdaya miliknya pada Cincin Ruang yang lain, dan hanya menggunakan Cincin Ruang yang menyisakan beberapa lembar pakaiannya juga sebuah lukisan sebagai kenang-kenangan untuk Shen Long.


" Sekarang kamu telah memiliki pemilik lukisan itu." Gu An'an bicara dengan santai, namun mengandung Qi agar semua penonton bisa mendengarnya.


Kini para wanita yang sebagai pengagum dadakan Shen Long mengutuk keras karena Gu An'an telah mengklaim pangeran berkuda mereka.


Di sisi lain Shen Long yang tidak peduli dengan itu, langsung mengembalikan Cincin Ruang milik Gu An'an lalu berjalan mendekati Tetua yang bertugas.


" Hmmm." Tetua tersebut menoleh ke arah Gu An'an yang masih berada di atas arena.


Mendapatkan isyarat tersebut, Gu An'an dengan buru-buru meninggalkan tempat tersebut dengan wajah senang karena berhasil membuat para wanita menelan kekecewaan.


" Selanjutnya." Setelah Shen Long sudah memulihkan diri, Tetua yang bertugas langsung menatap ke sebuah kursi.


Wuush!


Sosok pria yang menduduki posisi Ke-3 dengan julukan Pendekar Pisau Terbang, langsung melesat ke arah atas arena.


Pendekar Pisau Terbang adalah Kultivator jarak jauh yang memiliki kemampuan khusus untuk mengendalikan senjata.

__ADS_1


__ADS_2