
Karena konsentrasinya sudah terganggu, Shen Long lebih memilih untuk menutup Kitab itu kembali, lalu membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.
" Kenapa kamu berhenti membaca Kitab?" Cang Li Yuan merasa heran, tanpa sadar karena ulahnya konsentrasi Shen Long terganggu.
" Kamu pikirkan sendiri!" Shen Long sedikit kesal karena gadis tersebut seakan tidak merasa bersalah.
" Jangan marah-marah. Lebih baik kita istirahat." Cang Li Yuan tersenyum lebar sambil memeluk tubuh Shen Long di sampingnya.
Kini Shen Long hanya bersikap pasrah sambil menatap gadis tersebut yang memiliki kesenangan tersendiri.
" Yuan'er, aku minta maaf." Shen Long menurunkan sikap egonya juga membalas pelukan gadis tersebut.
" Long'gege, aku harap kamu cepat melamarku." Cang Li Yuan tidak sabar agar seluruh kamarnya dihiasi aroma keringat dari Shen Long.
" Aku tidak berani berjanji dalam waktu dekat. Tapi suatu saat aku akan melamar mu. Yuan'er, kamu tau sendiri kondisiku sekarang? Jika aku melamarmu dalam waktu dekat, maka pasti akan banyak penolakan." Jawab Shen Long yang tidak segan lagi untuk mencium kening gadis tersebut.
" Aku akan selalu menunggu hari itu tiba." Ucap Cang Li Yuan penuh dengan kebahagiaan.
Entah siapa yang memulai, kini dua sejoli itu telah hanyut dalam kesenangan mereka masing-masing hingga layaknya suami-istri.
Meskipun mulai berpengalaman, namun tetap saja Shen Long kesulitan bernapas saat gadis tersebut meminta untuk menjelajahi gunung kembarnya.
Pada keesokan pagi, Cang Li Yuan dengan buru-buru meninggalkan kamar Shen Long dan kembali ke kamarnya.
Di sisi lain, Shen Long terus mempelajari Kitab yang dia baca sebelumnya.
Tiga hari berturut-turut, Shen Long hanya keluar dari kamar saat mencari makanan. Selebihnya Shen Long terus mempelajari Kitab maupun berlatih.
Namun saat selesai mengikuti seleksi, Cang Li Yuan terus tinggal di kamar Shen Long yang kadang membawa beberapa makanan untuk mereka berdua.
Tentu untuk mengisi kebersamaan mereka, Shen Long dan Cang Li Yuan bertukar pemahaman tentang seni Pedang yang mereka miliki.
Hingga gabungan dari dua pemahaman seni Pedang mereka berdua semakin meningkat, namun tetap pada jalur masing-masing.
__ADS_1
*******
( Kekaisaran Ming )
Terlihat seorang gadis berambut putih dihiasi dengan gaun putih biru laut sebagai pakaian kebesarannya sedang berdiri di depan sosok Pria paruh baya yang terlihat sangat berwibawa dan berkharisma yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
" Ayah, aku ingin mencari seorang pemuda yang pernah ada dalam mimpiku. Aku sangat yakin bahwa pemuda itu berada di daratan Sangay ini." Ucap sosok gadis tersebut yang tidak lain adalah Ming Yue Liang.
Ming Yue Liang adalah Putri tunggal dari Kaisar Ming Xuihan yang berpegang teguh pada pesan leluhur mereka.
" Liang'er, apa kamu yakin bahwa pemuda itu adalah pesan dari leluhur?" Ming Xuihan sedikit ragu dengan apa yang disampaikan oleh Putrinya.
Ming Xuihan sangat memahami watak dari putrinya yang sangat pandai bermain kata-kata.
" Benar ayah... Kali ini aku sama sekali tidak berbohong." Ming Yue Liang dengan terpaksa harus berbohong, karena dia masih penasaran dengan pemuda yang dia anggap pernah hadir dalam mimpinya.
" Lalu apa ada hal yang lain disampaikan oleh leluhur kepadamu?" Ming Xuihan kembali bertanya kepada putrinya.
Mendengar pertanyaan tersebut, Ming Yue Liang sedikit khawatir jika kebohongannya diketahui. Namun berusaha untuk tetap tenang.
" Leluhur juga meminta kepadaku untuk menemui Naga Shenrong." Jawab Ming Yue Liang dengan dalih Naga Shenrong yang merupakan pelindung keluarga Kekaisaran Ming.
Naga Shenrong juga tinggal di Gunung larangan keluarga Kekaisaran Ming yang merupakan simbol kekuatan Kekaisaran Ming.
" Apa? Bagaimana mungkin? Bukankah Naga Shenrong hanya memilih secara langsung untuk pewarisnya?" Ming Xuihan membulatkan mata karena menurutnya hal itu sudah tidak masuk akal.
Naga Shenrong hanya memilih seorang Putra Mahkota pewaris Kekaisaran Ming saja untuk memberikan kekuatannya.
Sedangkan dari generasi ke generasi, Naga Shenrong tidak pernah keluar dari gunung larangan, yang menandakan bahwa tidak ada yang cocok untuk mewarisi kekuatannya.
Sedangkan sekarang leluhur Klan Ming malah meminta kepada seorang wanita untuk mendatangi Naga Shenrong. Hal itu memang sangat sulit dipercaya.
Namun di sisi lain Ming Yue Liang dengan terpaksa melakukan itu karena dia menyadari bagaimana ganasnya saat berada di luar Istana.
__ADS_1
Tentu Ming Yue Liang harus memiliki kekuatan besar untuk melewati segala rintangan saat melakukan petualangan.
" Apa ayah meragukan pesan dari leluhur?" Tanya Ming Yue Liang yang kini tekadnya sudah bulat untuk mendapatkan kekuatan.
Tentu itu bukan perkara mudah, karena saat mewarisi kekuatan Naga Shenrong, maka dia akan mengalami penyiksaan.
Mendengar perkataan dari putrinya, Ming Xuihan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena pesan dari leluhur adalah hal yang mutlak.
" Baiklah, aku tidak bisa menolaknya lagi." Ucap Ming Xuihan, lalu memejamkan matanya.
Sesaat kemudian kini muncul dua sosok Pria sepuh ke ruangan tersebut.
" Salam Yang Mulia Kaisar. Apa ada hal yang sangat mendesak?" Kedua sosok tersebut memberi hormat lalu bertanya.
" Putriku telah mendapatkan pesan dari leluhur untuk menemui Naga Shenrong. Antar putriku ke Gunung larangan." Ming Xuihan memberi perintah kepada kedua sosok tersebut.
Mendengar perkataan dari Ming Xuihan, kedua sosok tersebut saling berpandangan. Namun tidak ada yang berani berkomentar, karena perintah Kaisar adalah hal mutlak.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab kedua pria sepuh tersebut, lalu berjalan mendekati Ming Yue Liang.
" Putriku, ini adalah gelang giok yang merupakan tanda bahwa kamu adalah keturunan Kekaisaran Ming. Tunjukkan gelang giok ini kepada Naga Shenrong." Ming Xuihan memberikan gelang giok kepada putrinya.
" Terimakasih ayah." Ming Yue Liang mengambil gelang giok tersebut, lalu memakainya.
" Tuan Putri, bersiaplah! Kami hanya bisa mengantarmu ke Gunung larangan menggunakan portal dimensi. Kamu tidak berani menginjak kaki gunung tersebut." Ucap salah satu pria sepuh dimana mereka berdua langsung menciptakan sebuah lingkaran teleportasi.
" Terimakasih senior." Ucap Ming Yue Liang lalu masuk ke dalam lingkaran teleportasi.
Sesaat Ming Yue Liang telah berpindah tempat ke puncak gunung larangan, dimana terlihat sosok Naga berwarna putih yang melingkari tubuhnya di gunung tersebut.
" Mmmm.... Sudah lama tidak ada yang datang kesini. Lalu kenapa hanya seorang gadis kecil yang mendatangi kediamanku?" Tanya Naga Shenrong dimana matanya masih terpejam.
" Salam leluhur... Aku mendatangimu karena leluhur tidak pernah lagi berkunjung ke Istana Kekaisaran Ming." Ming Yue Liang berkata selembut mungkin agar Naga Shenrong mempercayainya.
__ADS_1
" Jadi begitu? Tapi sepertinya kamu memiliki keinginan lain. Katakan apa yang kamu inginkan?" Ucap Naga Shenrong sambil membuka mata.
Meskipun ukuran tubuh Ming Yue Liang hanya seukuran hidung Naga Shenrong, namun gadis tersebut sama sekali tidak merasa takut.