
Setelah membagikan Plakat kepada masing-masing perwakilan Klan, petugas itupun menjelaskan bahwa Plakat yang ada di tangan 20 perwakilan Klan, untuk menghitung jumlah Hewan Iblis yang mereka bunuh.
" Plakat itu tidak bisa di manipulasi, sehingga kalian akan bersaing dengan kemampuan kalian sendiri."
" Jika Hewan Iblis itu dibunuh oleh rekan kalian, maka Plakat itu tidak akan menghitungnya." Petugas kembali mengingatkan kepada 20 perwakilan Klan agar tidak ada kecurangan.
Mendengar ucapan tersebut, semua mengangguk mengerti, dimana perwakilan Klan Lin begitu yakin bisa mengalahkan perwakilan Klan yang lain.
" Sekarang kalian boleh masuk ke portal teleportasi yang telah disediakan." Ucap Petugas, sambil menunjuk ke arah cincin raksasa di samping mereka.
Tanpa membuang waktu, 20 perwakilan Klan langsung berjalan menuju portal teleportasi, hingga tubuh mereka telah berpindah tempat ke dunia tersembunyi.
" Tetua... Mari kita bertaruh siapa yang mampu membunuh Hewan Iblis yang paling banyak?" Tetua Klan Shi membuka suara, saat perwakilan Klan sudah masuk ke dunia tersembunyi.
" Aku yakin perwakilan Klan Long akan keluar sebagai pemenang." Tetua Pertama penuh percaya diri, karena dia sangat yakin bahwa kelima perwakilan bisa dipercaya.
Mendengar ucapan tersebut, ketiga Tetua yang lain tertawa lepas, karena Tetua Klan Long terlalu percaya diri.
Terlebih perwakilan yang mereka utus memiliki kemampuan khusus yang tidak bisa dianggap enteng.
" Tetua terlalu berlebihan. Kamu pikir dengan adanya dua inang jiwa naga dan wanita yang menggunakan topi tudung itu, kalian bisa memenangkan seleksi ini?" Tetua Klan Chu menggelengkan kepala, karena di dunia tersembunyi tidak bergantung pada tingkat Kultivasi, melainkan sebuah bakat.
" Biarkan saja dia berharap penuh pada wanita yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 1 itu. Sekarang kita bicarakan tentang taruhan saja." Tetua Klan Shi tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk meraup keuntungan dari Klan Long.
Di sisi lain, Tetua Pertama hanya menggelengkan kepala karena apa yang dikatakan Patriak sebelumnya telah terjadi.
Oleh karena itu Patriak Klan Long meminta kepada Tetua Pertama untuk membawa semua harta Klan Long bersamanya.
" Aku bertaruh denganmu sebesar 10 milyar Pil Inti Emas untuk perwakilan Klan Shi." Ucap Patriak Klan Shi, karena dia begitu yakin bahwa perwakilan Klan Shi jauh lebih kuat dari perwakilan Klan Long.
" Itu terlalu sedikit. Bagaimana kalau kita taruhan 700 milyar Pil Inti Emas?" Meskipun sedikit ragu, namun Tetua Pertama memilih untuk percaya kepada apa yang dikatakan Patriak, meskipun harus mengorbankan semua harta Klan Long.
Mendengar ucapan tersebut, ketiga Tetua saling berpandangan karena jumlah yang ditawarkan oleh Tetua Klan Long sangatlah banyak, hingga muncul di pikiran mereka untuk mengambil semua harta Klan Long.
Tentu Klan Long memiliki tambahan harta Klan, karena mereka sebelumnya sudah menguras harta milik Klan Gui.
" Apa masih kurang? Aku bisa menambahnya hingga tiga kali lipat." Ucap Tetua Pertama yang berusaha untuk tetap tenang, meskipun tangannya sudah gemetar.
Tanpa membuang waktu, Tetua Klan Shi mengeluarkan 700 milyar Pil Inti Emas dari harta Klan mereka yang dititipkan oleh Patriak Klan Shi.
__ADS_1
Begitupun dengan Tetua Klan Chu juga mengeluarkan 700 milyar Pil Inti Emas yang juga menghabiskan harta Klan Chu.
Hanya Tetua Klan Lin saja yang bertaruh 300 milyar Pil Inti Emas, karena dia tidak memperkirakan bahwa akan ada taruhan sebanyak itu.
" Hari ini anggota Klan Long benar-benar akan jatuh miskin." Pikir Tetua Klan Shi dan Tetua Klan Chu, karena mereka begitu yakin bisa memenangkan taruhan.
Lain dari Tetua Klan Lin yang merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Tetua Klan Long, meskipun dia juga sangat tertarik dengan taruhan mereka.
" Baiklah, karena semua sudah setuju, maka taruhan kita akan disaksikan oleh para petugas dari Kerajaan Xing, jadi tidak bisa dikembalikan lagi." Ucap Tetua Klan Shi, sambil meminta pengakuan dari pihak Kerajaan Xing.
" Baiklah. Kami sebagai petugas akan menjadi saksi." Jawab salah satu petugas, diikuti anggukan dari rekannya.
*******
Di sisi lain, Shen Long yang sudah berada di dunia tersembunyi, kini memeriksa keadaan sekitar, karena merasa berpindah tempat secara acak.
" Aku merasakan ada banyak darah di sisi kanan." Tiba-tiba Jian Qianxing bersuara di alam pikiran Shen Long.
Tentu berkat jiwa naga hitam, Jian Qianxing bisa merasakan aura kematian dari jarak jauh, membuatnya semakin bersemangat.
" Kamu cukup membantuku." Gumam Shen Long, lalu melesat ke arah kanan.
" Jadi ini yang dimaksud Hewan Iblis?" Gumam Shen Long, sambil menatap ke arah kecoa yang berwarna hitam pekat, juga mengeluarkan uap hitam dari tubuhnya.
Kyeeeek!
Menyadari kehadiran Shen Long, puluhan kecoa raksasa yang sedang memakan beberapa Kultivator yang mereka bunuh sebelumnya, kini menghentikan aksinya lalu menoleh ke arah Shen Long.
" Sepertinya aku harus cepat membunuh mereka." Gumam Shen Long, karena dia sadar bahwa dia membutuhkan Sumberdaya yang lebih besar dari yang lain.
" Teknik Pembelah Raga."
Buussshh!
Shen Long membelah diri menjadi empat sosok, lalu melesat ke arah belasan kecoa raksasa.
Craaakk!
Craaakk!
__ADS_1
Craaakk!
Tubuh Shen Long yang menggunakan Pedang Seribu Bintang, kini menebas satu-persatu kecoa raksasa.
Baaang!
Baaang!
Creeessh!
Ketiga tubuh Shen Long yang lain juga menggunakan serangan tapak dan cakar untuk membunuh satu-persatu kecoa raksasa, karena Pedang Seribu Bintang tidak bisa terbagi.
Begitupun dengan Cincin Ruang tingkat Surgawi miliknya, juga masih berada di tubuh utama Shen Long.
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu mayat kecoa raksasa mengeluarkan benda seukuran kelereng berwarna hitam transparan, lalu masuk ke dalam tubuh utama Shen Long.
" Cukup menarik." Gumam Shen Long, saat merasakan efek dari benda berwarna hitam transparan masuk ke dalam dantian miliknya.
" Pecahan tubuhmu sangat payah. Kamu harus mencari senjata untuk mereka juga." Jian Qianxing yang sudah terkontaminasi oleh ketiga jiwa naga, kini merasa kesal karena tiga pecahan tubuh Shen Long hanya membunuh sedikit.
Shen Long sedikit mengerutkan kening, karena roh Pedang Seribu Bintang sekarang justru seperti haus darah.
" Mereka berdua yang payah, hanya mampu membunuh dua kecoa raksasa ini saja."
" Jangan salahkan aku! Aku tidak bisa bertarung dengan serius jika tidak ada wanita."
" Kecoa raksasa ini terlalu lemah. Aku ingin mencari lawan yang kuat."
Ketiga pecahan tubuh Shen Long saling mengejek satu sama lain, seakan memiliki pemikiran tersendiri.
Tubuh utama Shen Long membuka tutup mulutnya lebar-lebar, karena ketiga raganya yang lain tidak bisa akur.
Meskipun ketiga raga juga adalah Shen Long sendiri, namun sifat mereka sangat berbeda.
" Diam! Cepat selesaikan pertarungan ini." Shen Long membentak ketiga pecahan tubuhnya.
Tanpa berkata apapun, ketiga pecahan tubuh Shen Long mengangguk kecil, lalu kembali melanjutkan pertarungan mereka.
__ADS_1