
( Ruang rapat Sekte Pedang Suci )
Terlihat beberapa sosok yang sedang berada di tempat itu, termasuk Tetua Jin Song yang mewakili Sekte Seribu Pedang.
Rapat dadakan tersebut dilaksanakan karena desakan dari Tetua Sekte Bambu Kuning dan beberapa anggota Klan yang lain.
" Mohon maaf sebelumnya Matriak... Saya hanya menyampaikan pendapat dari beberapa petinggi Klan dan Tetua Sekte yang ikut serta dalam seleksi ini." Ucap Tetua Sekte Bambu Kuning yang memiliki rencana licik untuk menyingkirkan murid Sekte Seribu Pedang.
Mereka tergabung dalam lima kelompok petinggi yang merasa tidak terima karena beberapa Murid mereka tidak lolos seleksi.
" Tetua Jie Hai, langsung saja! Apa yang ingin kamu bicarakan." Ucap Jun Lixing sambil menatap beberapa sosok yang ada di tempat itu.
" Seperti pada lima tahun sebelumnya, semua Sekte ataupun Klan yang tergabung dalam seleksi bisa mengeluarkan pendapat dan memberi usulan. Bukankah kita semua sudah mengetahui bahwa Sekte Pedang Suci memiliki Hutan Dimensi yang merupakan tempat latihan anggota muda. Aku pikir tidak ada salahnya jika peserta turnamen dilatih untuk berburu Hewan Roh disana." Ucap salah satu perwakilan dari Klan Wang.
" Itu terlalu berbahaya, karena disana banyak Hewan Roh memiliki kemampuan menciptakan Ilusi. Bahkan para Junior Sekte Pedang Suci juga tidak mampu menangkal ilusi tersebut." Jun Lixing tidak mau calon jenius muda mendapatkan masalah.
" Mohon maaf Matriak... Sepertinya apa yang diusulkan oleh perwakilan Klan Wang memang benar. Sekalipun tempat itu sangat beresiko, namun ini semua demi perkembangan calon jenius muda." Salah satu Tetua Sekte Pedang Suci yang berasal dari Klan Yang ikut menimpal.
" Begini saja, bagaimana kalau kita mencari suara terbanyak? Bukankah lima Sekte terbesar di Kerajaan Qing selalu melakukan sistem rotasi untuk tempat dijadikan tuan rumah sebagai panitia pelaksana seleksi. Sekarang kebetulan yang menjadi tuan rumah adalah Sekte Pedang Suci, jadi aku harap Sekte Pedang Suci memberikan pelayanan terbaik untuk peserta turnamen." Tetua Sekte Giok Hitam memberi usul.
Jun Lixing yang mendengar ucapan tersebut, merasa terhina karena seolah Sekte Pedang Suci tidak memberikan pelayanan terbaik untuk tamu undangan.
" Baik, jika itu yang kalian inginkan. Tapi aku tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada peserta." Jun Lixing yang tidak bisa mengelak lagi, kini bersikap pasrah.
" Baiklah, sekarang siapa yang ingin peserta hanya melakukan latih tanding dan siapa yang ingin melakukan perburuan di Hutan dimensi?" Tanya Cang Mu yang berusaha untuk menengahi permasalahan tersebut.
Seketika hampir lebih dari separuh, para petinggi Klan dan Sekte mulai mengeluarkan pendapat dimana mereka semua setuju untuk melakukan perburuan.
__ADS_1
Tujuan mereka tidak lain adalah untuk menyingkirkan murid Sekte Seribu Pedang, karena mereka tidak ingin murid mereka tersaingi untuk masuk ke turnamen yang digelar di Kekaisaran Wei.
Jika murid mereka berhasil mendapatkan 20 besar di Kekaisaran Wei, maka sekte ataupun Klan mereka akan lebih baik karena bisa mendapatkan Sumberdaya dari pihak Istana.
Sedangkan Sekte Seribu Pedang yang sudah tidak dianggap sebagai salah satu Sekte yang diakui, maka sangat mudah untuk mereka menyingkirkan Sekte tersebut, karena tidak memiliki kekuatan yang besar.
Jika Sekte Seribu Pedang tidak lolos seleksi, maka Sekte tersebut tetap tidak diakui dan tidak diberikan bantuan dari pihak Istana.
Di sisi lain Jin Song sangat geram dengan keputusan tersebut, karena dia mengetahui bahwa mereka berencana untuk membunuh kelima muridnya.
Begitupun dengan Jun Lixing, dia merasa khawatir dengan keselamatan kedua anaknya, namun dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena harus mengikuti suara terbanyak.
Hanya tiga Sekte yang tidak menyetujui hal tersebut, yaitu Sekte Harimau Putih, Sekte Gunung Persik, dan Sekte Bunga Sakura.
Apalagi Sekte Bunga Sakura yang merupakan beranggota wanita, Tetua Sekte Bunga Sakura sangat khawatir akan keselamatan kelima muridnya. Bukan tidak mungkin kelima muridnya mendapatkan perlakuan atau pelecehan dari Sekte yang lain saat berada di Hutan dimensi.
Mendapatkan isyarat tersebut Tetua Sekte Bunga Sakura mengangguk kecil, sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan muridnya yang semua wanita.
" Sekarang saya anggap rapat ini telah selesai. Silahkan kembali ke kediaman masing-masing." Cang Mu yang tidak kalah khawatir karena keponakannya juga ikut serta.
Mereka pun satu-persatu meninggalkan tempat tersebut kembali ke tempat masing-masing yang telah disediakan oleh Sekte Pedang Suci.
Jin Song yang sudah sampai di kediamannya, kini langsung menuju ke kamar Shen Long karena dia tidak ingin terjadi apapun pada muridnya.
" Salam Tetua." Shen Long yang sedang meditasi kini harus menghentikan aktivitasnya karena kedatangan Jin Song.
" Long'er... Aku hanya berpesan kepadamu agar melindungi temanmu yang lain. Terlebih untuk Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin." Jin Song merasa yakin kalau Shen Long bisa menjaga muridnya yang lain.
__ADS_1
" Memangnya ada apa Guru?" Shen Long merasa heran.
" Besok kamu akan mengetahuinya sendiri. Ingat pesanku!" Ucap Jin Song lalu kembali ke kamarnya.
Meskipun Shen Long belum mengerti, namun dia bisa merasakan bahwa ada orang yang ingin melakukan hal buruk kepada mereka karena dia bisa melihat kekhawatiran dari Tetua Jin Song.
" Kita lihat saja nanti." Gumam Shen Long lalu menutup pintu dan melanjutkan meditasi untuk menyerap Pil pengumpul Qi yang tersisa satu.
*******
Pada keesokan pagi, kini semua peserta sudah berada di dalam arena dimana mereka semua terlihat lebih bersemangat.
" Selamat datang semuanya, hari ini adalah hari seleksi yang kedua. Dimana semua peserta akan dikirim ke Hutan dimensi. Saya harap agar semua peserta tidak saling membunuh, apalagi melakukan hal yang tidak terpuji." Cang Mu menatap ke arah peserta, meskipun tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi saat berada di Hutan dimensi.
" Tetua Mu... Bukankah kamu sudah mengetahui bagaimana kejamnya dunia Kultivator. Membunuh atau dibunuh itu adalah hal biasa. Agar mereka bisa bertahan hidup, maka jangan sampai lengah. Orang yang lemah tidak pantas untuk ikut kompetisi ini, lebih baik dia mengundurkan diri dari sekarang! Menjadi seorang Kultivator yang hebat, tidak hanya mengandalkan keberuntungan. Tetapi membutuhkan usaha dan kerja keras." Ucap Tetua Sekte Bambu Kuning tersenyum penuh makna.
" Ya, itu benar... Lebih baik keluar dari arena sekarang agar tidak terbunuh!"
" Jangan mengecewakan Kerajaan Qing! bagaimana mungkin orang lemah bisa mewakili Kerajaan Qing."
Kini suara terdengar dari berbagai arah para tamu undangan yang seakan menyetujui apa yang dikatakan Tetua Sekte Bambu Kuning.
" Baiklah jika itu yang kalian inginkan! Sekte Pedang Suci tidak akan bertanggung jawab jika ada peserta yang mati." Cang Mu yang terlihat geram berusaha untuk menahan diri.
Jun Lixing dan tiga Sekte yang lain memang tidak menyetujui jika antar peserta harus saling membunuh, namun mereka juga tidak bisa berkata apa-apa.
Jika menentang keputusan tersebut sama saja menentang Sekte dan Klan lainnya.
__ADS_1
Di sisi lain Jin Song dan Lin Kun berharap kepada Shen Long agar bisa melindungi rekannya, karena hanya dia yang memiliki tingkat Kultivasi yang tinggi.