Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 337. Penghormatan Terakhir


__ADS_3

Melihat para komandan dan para prajurit yang masih ingin setia kepada Kerajaan Ling, Shen Long hanya menggelengkan kepala karena mereka tidak ingin kehilangan pekerjaan.


Tentu jika mereka tidak mengabdi kepada Kerajaan Ling, maka siapa yang membiayai hidup mereka dan memberikan sokongan Sumberdaya untuk perkembangan mereka.


" Baiklah jika itu keputusan kalian. Jadi jangan salahkan aku." Ucap Shen Long, sambil menunggu kedatangan anggota keluarga Kerajaan Ling.


" Hei, jaga bicaramu! Kau pikir kamu siapa?" Ucap salah satu komandan sambil menunjuk ke arah Shen Long, lalu menoleh ke arah para Jenderal yang berkhianat kepada Kerajaan Ling.


" Kalian tunggu saja kematian kalian." Komandan itupun melanjutkan pembicaraannya, karena dia merasa yakin bahwa pengawal Kerajaan Ling dengan mudah mengalahkan Shen Long.


Tidak lama kemudian Raja Ling Minghao, Ling Mudan dan Ling Yi Hua bersama dengan dua pengawal pribadi Kerajaan Ling yang mencapai Pendekar Suci tingkat 9.


" Yang Mulia Raja." Ucap para prajurit yang masih setia kepadanya, lalu melaporkan bahwa semua Jenderal telah berkhianat kepada Kerajaan Ling.


Mendengar ucapan tersebut, Ling Minghao memasang wajah memerah padam karena tidak menyangka bahwa para Jenderal yang sudah lama bekerja dengannya, kini memihak kepada Shen Long.


Di sisi lain Ling Yi Hua terlihat pucat karena posisi tempat Shen Long yang sekarang, persis seperti mimpinya dengan menunggang seekor Naga Emas.


" Pengawal, bunuh pemuda itu!" Ling Minghao memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab kedua pengawal, lalu melesat ke arah Shen Long yang masih berada di atas punggung Naga Emas.


" Jangankan Kerajaan Ling, Kekaisaran Wei saja aku tidak takut." Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long langsung mengeluarkan Pedang Kesunyian, lalu melompat ke arah kedua pengawal.


Traaang! Traaang!


Dalam satu kali tebasan, pedang dari kedua pengawal langsung patah, membuat mereka langsung pucat.


Craaakk! Craaakk!


Dengan kecepatan yang tidak terbaca, Shen Long menusuk jantung kedua pengawal tersebut hingga jatuh ke tanah hingga kehilangan nyawa.


Melihat kejadian tersebut, para Jenderal menelan ludah kasar. Beruntung mereka memilih untuk menyerahkan diri.


Di sisi lain, Ling Minghao dan para petinggi Istana Kerajaan Ling memasang wajah pucat seperti kapas, karena kedua pengawal yang menjadi jagoan mereka kini mati tanpa perlawanan berarti.


Wuush! Wuush! Wuush!


Tanpa membuang waktu, Shen Long langsung mengeluarkan keempat Hewan Kontrak milik Istrinya lalu menoleh ke arah Naga Emas.


" Bersenang-senanglah sepuasnya." Ucap Shen Long, lalu melesat ke arah Raja Ling Minghao.

__ADS_1


Di sisi lain Guang Louzhy, Long Yurou, Longlie, Shenyin dan Qinglong langsung melesat ke arah para prajurit yang berada di halaman depan Istana Kerajaan Ling.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Guang Louzhy dan Shenyin mengaum keras membuat gendang telinga para prajurit mendengung.


Kwaaaak!


Longlie juga tidak tinggal diam, langsung terbang ke arah para prajurit dimana setiap kepakan sayapnya menjatuhkan Hujan Petir.


Rrraawr! Rrraawr! Rrraawr!


Qinglong yang memiliki kelincahan yang tinggi, kini melesat cepat dan menerkam para prajurit yang berada di depannya.


Kini keempat Hewan Kontrak tersebut terus memburu dan membunuh para prajurit yang kini mulai berlarian karena tidak ada harapan untuk menang.


Di sisi lain Shen Long seringai lebar sambil menatap ke arah salah satu sosok yang pernah berkunjung ke Akademi Pagoda Suci dengan membuat saksi palsu di hadapan utusan dari Kekaisaran Wei.


" Apa kabar perdana menteri?" Tanya Shen Long, sambil memainkan pedang di tangannya.


" Tu... Tuan Pendekar... Aku hanya menjalankan perintah." Perdana menteri terlihat pucat sambil menyeka keringatnya.


Slaaash!


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Satu-persatu para petinggi Istana Kerajaan Ling kehilangan nyawa, karena mereka berusaha untuk melarikan diri.


Kini hanya tersisa Raja Ling Minghao, Ratu Kerajaan Ling, Ling Mudan dan Ling Yi Hua, dimana keempat sosok tersebut tidak bisa melarikan diri karena Shen Long dengan mudah mendatangi mereka.


" Apa kabar ayah mertua, kakak ipar, Ibu mertua dan...." Shen Long menatap ke arah keempat sosok tersebut secara bergantian hingga tertuju pada Ling Yi Hua.


" Oh... Dimana kesopananku? Seharusnya aku menghormati kedua mertuaku. Terlebih untuk tunanganku Ling Yi Hua." Shen Long melanjutkan ucapannya sambil berjalan mengelilingi keempat sosok tersebut yang hanya berdiam mematung.


Meskipun terlihat ketakutan, Ling Minghao secara diam-diam mengeluarkan pedang pendek dari balik bajunya berniat untuk menusuk Shen Long.


' Pedang pendek ini adalah warisan dari leluhur. Tidak ada yang bisa selamat jika terkena tusukan pedang ini.' Pikir Ling Minghao, sambil mencari waktu yang tepat untuk menyerang Shen Long.


" Tunanganku... Apa kamu memiliki usul dari mana aku mengucapkan salam?" Tanya Shen Long, sambil menatap ke arah Ling Yi Hua.

__ADS_1


" Suamiku... Aku minta maaf. Seharusnya aku tidak mengikuti keinginan anggota Sekte Naga Langit pada waktu itu." Ling Yi Hua langsung berlutut di hadapan Shen Long, karena tidak ada harapan bagi mereka untuk melakukan perlawanan kepada Shen Long.


" Kedua orang tuaku sangat menyayangimu, sehingga mereka menginginkanmu untuk menemui mereka." Ucap Shen Long, sambil melirik ke arah Ling Minghao yang terlihat sedang merencanakan sesuatu.


Shen Long tertawa dalam hati karena Ling Minghao begitu percaya diri bisa mengalahkan Shen Long dengan benda yang berada di balik pakaiannya.


Traaang!


Saat Ling Minghao berpikir bahwa Shen Long sudah lengah, kini langsung menusuk pedang pendek tersebut ke arah pinggang Shen Long, hingga terlepas dari tangannya.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Ling Minghao seakan tidak percaya jika pedang pendek warisan leluhur mereka tidak mampu menembus kulit Shen Long.


" Oh... Sepertinya aku harus memberikan penghormatan terakhir kepada ayah mertua terlebih dulu." Ucap Shen Long, lalu mengalirkan Qi pada kepalan tangannya.


Bboooom!


Sebuah pukulan keras bersarang di tubuh Ling Minghao, hingga membuatnya terpental membentur dinding Istana.


" Salam Ibu mertua."


Bboooom!


Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long meninju wajah wanita yang menggunakan mahkota, hingga kepalanya langsung remuk.


" Ayah, ibu." Ling Mudan dan Ling Yi Hua berteriak histeris saat menyaksikan kedua orang tuanya mati dalam kondisi menggenaskan.


" Kakak ipar."


Bboooom!


Sebuah tendangan keras bertumpu pada tubuh Ling Mudan, hingga mati seketika.


" Kau... Kamu terlalu jahat." Ling Yi Hua yang awalnya sangat ketakutan, kini berganti dengan kemarahan langsung menyerang ke arah Shen Long.


Tap! Tap!


Shen Long dengan mudah menangkap kedua tangan Ling Yi Hua, lalu menekannya hingga membuat wanita itu tersungkur ke tanah dengan posisi berlutut.


Kraaack!


" Aarrgggh, lepaskan tanganku!" Ling Yi Hua berteriak kesakitan karena tulang tangannya seakan remuk karena ditekan oleh Shen Long.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan melepaskanmu."


Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long langsung mencekik leher Ling Yi Hua, membuat wanita itu tidak mampu bersuara.


__ADS_2