Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Sekte Giok Hitam


__ADS_3

Jika saja Hao Tian membuka Kitab tersebut dan membaca isinya, mungkin dia akan mengutuk pria sepuh itu.


" Senior, kalau begitu aku pamit dulu. Aku akan mencari keponakanku." Hao Tian tidak ingin terlalu lama langsung menggunakan kecepatan penuh untuk mengejar Shen Long.


Di sisi lain pria sepuh dan Jin He hanya melihat kepergian sosok tersebut. Sesaat pria sepuh menoleh ke arah Jin He.


" Anak muda... Meskipun kamu bukan berasal dari Klan Yan, tapi pendahulu mu selalu setia kepada Sekte Seribu Pedang. Bisa dibilang leluhurku dan pendiri Sekte Seribu Pedang memiliki satu Guru."


" Hanya saja dua leluhur kita berbeda pemahaman sejak ribuan tahun yang lalu. Sekte Seribu Pedang yang sebenarnya semua berasal dari Klan Yan."


" Meskipun berbeda pemahaman, bukan berarti harus bermusuhan."


Pria sepuh mengakui kesetiaan anggota Sekte Seribu Pedang, meskipun diambil dari kalangan biasa dari berbagai Klan yang tidak diakui oleh Ketua Klan mereka.


Banyak Klan besar yang mengabaikan anggota Klan mereka, bahkan mengeluarkan anggotanya dari Klan dan menganggap mereka sebagai warga biasa.


Tentu itu terjadi karena orang tersebut tidak dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan Klan mereka.


Mulai dari segi kekuatan, ataupun harta benda.


" Maksud senior?" Tanya Jin He yang terlihat kebingungan.


" Nanti kamu akan tau sendiri. Sekarang aku akan membawamu ke Sekte Seribu Pedang yang sebenarnya. Masih ada beberapa Sekte raksasa yang berdiam diri di kedalaman Hutan yang kekuatannya setara dengan Akademi Pagoda Suci. Bahkan lebih kuat lagi." Ucap pria sepuh sambil menatap ke arah lingkaran cahaya di atas udara yang terletak sekitar 20 meter dari permukaan tanah.


" Baik Senior." Meskipun Jin He masih belum mengerti, namun dia hanya mengangguk.


Tentu Jin He berniat ingin lebih kuat lagi untuk mengejar ketertinggalannya dari Shen Long, Yan Rou Lie, Jun Yun dan Jun Mei Yin.


" Mmmm... Tapi sebelumnya kita akan mengubur mayat mereka dengan layak." Pria sepuh mengeluarkan Qi miliknya hingga terlihat tanah bergetar dan menciptakan galian di berbagai tempat.


Kini satu-persatu mayat anggota Sekte Seribu Pedang terangkat dan masuk ke dalam galian memanjang tersebut.


" Kekuatan yang sangat mengerikan." Jin He bergumam sambil memperhatikan apa yang dilakukan pria sepuh itu.


Setelah mayat Anggota Sekte Seribu Pedang sudah dikuburkan, pria sepuh langsung membakar mayat yang berasal dari Sekte Giok Hitam.


Pria sepuh itu pun berjalan mendekati Jin He, lalu kembali menatap lingkaran cahaya di atas mereka.


Tidak lama kemudian lingkaran cahaya itu seakan menghisap tubuh pria sepuh dan Jin He, hingga tubuh mereka melayang dan masuk ke lingkaran cahaya.


Bersamaan dengan hilangnya kedua sosok itu, lingkaran cahaya juga ikut menghilang dari pandangan.


*******


Di tempat lain, terlihat Shen Long terus mengikuti Tetua yang berlari menuju Sekte Giok Hitam.

__ADS_1


Tetua tersebut tidak menyadari bahwa ada orang lain yang sedang mengikutinya, karena Shen Long menjaga jarak dengannya.


Setelah terbang dengan kecepatan penuh, tidak lama kemudian Tetua itu sudah hampir sampai di pintu gerbang Sekte Giok Hitam.


" Cepat bukan pintu!" Perintah Tetua tersebut dengan suara lantang sambil mendekati pintu gerbang.


Kini terlihat sebuah senyuman dari wajah Tetua tersebut karena merasa sudah selamat, meskipun sudah banyak mengeluarkan Qi untuk mencapai Sekte.


" Apa yang terjadi pada Tetua? Kenapa dia seperti sedang buru-buru? Lalu keman yang lain?" Tanya salah satu penjaga kepada rekannya yang merasa heran.


" Sudah, lebih baik kita buka pintu sekarang! Untuk masalah itu kita bisa tanyakan nanti." Ucap penjaga yang lain.


Para penjaga itupun langsung membuka pintu gerbang ketika Tetua tersebut hanya berjarak 10 meter dari tempat para penjaga.


Wuush!


Sebuah bayangan merah berukuran besar melesat cepat ke arah pintu gerbang.


Slaaash!


Kepala Tetua tersebut terpotong dengan sempurna bersamaan dengan berdirinya sosok mengerikan di tempat tersebut.


" Gluug." Para penjaga menelan ludah berkeringat dingin saat melihat Tetua mereka dikalahkan dengan mudah oleh sosok monster tersebut.


Bboooom!


Sebuah terpaan angin tornado memporak porandakan di sekitar pintu gerbang hingga para penjaga itu mati seketika.


" Ada serangan!" Teriak beberapa anggota Sekte Giok Hitam yang mendengar suara dentuman dari arah pintu gerbang.


" Cepat laporkan kejadian ini kepada para Tetua!" Sosok yang sudah mencapai Pendekar Langit tingkat 2 memberi perintah.


" Baik senior." Ucap sosok yang mendapatkan perintah tersebut.


Straaing!


Shen Long kini berpindah tempat ke kumpulan anggota Sekte Giok Hitam.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Tanpa peringatan apapun, Shen Long langsung membunuh semua anggota Sekte Giok Hitam yang berada di tempat itu.


" Monster apaan ini?" Beberapa sosok yang melihat kejadian itu semakin ketakutan saat melihat Shen Long membunuh semua yang berada di dekatnya.


Wuush!

__ADS_1


Shen Long mengibaskan tangannya mengarah ke kelompok yang berdatangan.


Bboooom!


Sebuah angin tornado setinggi 20 meter menyapu bersih semua yang dia lewati.


Wuush!


Shen Long berpindah ke tempat yang lain untuk menyandarkan tubuh Yan Rou Lie, karena dia tidak ingin wanita itu mendapatkan imbas serangan dari pihak lawan.


" Lie'er, aku akan membunuh mereka semua." Shen Long mengusap wajah gadis itu dengan lembut, lalu menoleh ke arah anggota Sekte Giok Hitam yang ingin menyerangnya.


Straaing...!


Shen Long langsung menyambut kedatangan mereka dengan sebilah Pedang Kesunyian yang berwarna keemasan bercampur merah.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Dalam satu kali tebasan Pedang Kesunyian, empat hingga enam orang mati dengan kondisi tubuh terpisah beberapa bagian.


Melihat kekuatan yang tidak masuk akal, anggota Sekte Giok Hitam lari kocar-kacir berniat untuk menyelamatkan diri.


" Kalian tidak akan bisa lari dariku." Shen Long bersuara lantang sambil mengejar dan membunuh mereka yang berlarian.


Kini Patriak dan para Tetua Sekte Giok Hitam mulai berdatangan merasa ngeri atas pembantaian sepihak oleh sosok monster yang menggunakan Pedang yang kini berubah dengan motif api berwarna merah bercampur kuning.


" Patriak, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu Tetua yang terlihat khawatir.


Bahkan Patriak dan para Tetua yang lain juga merasa khawatir jika mereka tidak bisa mengalahkan monster yang berada di depan mereka.


" Tidak ada cara lain. Kita harus menyerangnya secara bersama-sama." Patriak juga merasa sangsi jika mereka bisa mengalahkan sosok monster, meskipun dengan menggabungkan kekuatan.


Kini pandangan para Tetua menjadi gelap, karena sosok monster seakan menikmati pertarungannya.


Bukan pertarungan, melainkan pembantaian sepihak dimana tidak ada yang luput dari serangan sosok monster.


Wuush!


Shen Long dengan kecepatan tinggi melewati Patriak dan para Tetua Sekte.


" Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Tebasan demi tebasan terdengar dari arah belakang Patriak dan para Tetua Sekte Giok Hitam.


Kini pandangan Patriak dan para Tetua memerah padam karena melihat siapa yang menjadi korban keganasan monster itu.

__ADS_1


__ADS_2