Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 479. Tombak Penyangga Langit


__ADS_3

Clone Shen Long mengangguk pelan, tanpa merasa malu sedikitpun, karena dia juga membutuhkan senjata.


" Baiklah, aku akan membawamu menuju ke danau pedang, untuk memilih senjata yang cocok untukmu."


" Tapi kakak harus berjanji untuk membantuku untuk mencari senjata untukku."


Song Xiaxia meminta kepada Shen Long untuk menjaganya selama dalam perjalanan, sampai mendapatkan senjata pusaka yang dia inginkan.


" Tentu saja aku akan membantu gadis cantik sepertimu." Clone Shen Long membungkukkan badannya seraya mempersilahkan kepada Song Xiaxia untuk menuntun jalan.


Meskipun merasa risih dengan tingkah Shen Long, Song Xiaxia berusaha untuk tersenyum, karena dia berpikir bisa memanfaatkan pemuda itu untuk membantu tugasnya.


Tanpa membuang waktu, Song Xiaxia melangkahkan kakinya menuju ke arah danau pedang yang kebetulan tidak jauh dari tempat itu.


Tidak lama kemudian mereka telah berada di sebuah danau yang bergerak liar membentuk pusaran air, dimana terlihat beberapa senjata mengikuti aliran pusaran air.


Di tempat itu juga terdapat beberapa sosok Kultivator yang juga sedang mencari senjata yang cocok untuk mereka.


" Kakak, disinilah danau pedang. Kakak bisa memilih pedang yang sangat cocok untuk kakak." Ucap Song Xiaxia, sambil menunjuk ke arah pusaran air di danau pedang.


Song Xiaxia juga menjelaskan bahwa semakin ke tengah danau pedang, maka kualitas senjata di tempat itu juga semakin tinggi.


Clone Shen Long mengangguk kecil, lalu menoleh ke arah pusaran air yang seakan terhisap ke bagian tengah dasar danau.


Banyak sekali para Kultivator yang mengalirkan Qi hingga membentuk tali energi, untuk mengambil senjata yang berada di pusaran air.


" Kenapa mereka tidak berani masuk ke dalam pusaran air ini? Apa itu terlalu berbahaya?" Shen Long merasa heran, karena para Kultivator hanya berjejer di pinggir danau sambil memilih senjata untuknya.


" Di dalam danau pedang ini memiliki energi pedang yang bisa membunuh seorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 1 dalam waktu singkat." Ucap Song Xiaxia, sambil menggelengkan kepala, karena Shen Long sama sekali tidak mengetahui rahasia dari danau pedang.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long berpikir sejenak bahwa ada senjata yang sangat kuat yang berada di tengah pusaran air.


" Sepertinya aku harus menyelam ke dasar danau ini."


Buussshh!


Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long langsung menceburkan dirinya di pusaran air, lalu menyelam di bagian tengah dasar danau.

__ADS_1


" Apa yang pemuda itu lakukan? Apa dia ingin bunuh diri?"


" Dasar orang gila. Apa dia tidak tau jika danau pedang ini bisa membuat tubuhnya menjadi potongan daging?"


Beberapa Kultivator yang menyaksikan kejadian tersebut, kini begitu terkejut karena Shen Long telah berani melompat ke dasar danau.


Bahkan Song Xiaxia membuka tutup mulutnya lebar-lebar, karena Shen Long terlalu berani mengambil resiko.


" Dasar orang bodoh, tidak berguna." Song Xiaxia mendengus kesal, karena jika Shen Long mati, maka dia tidak bisa mencari pusaka milik Klan Song dengan mudah.


" Mati saja sana!" Song Xiaxia memasang wajah masam, lalu meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu, Shen Long yang sedang menyelam ke dasar danau, kini merapatkan giginya, karena tekanan aura pedang seakan mengoyak kulitnya.


Namun Shen Long sama sekali tidak peduli dengan luka sayatan di sekujur tubuhnya, karena dia berpikir bahwa ada sesuatu yang berharga di dasar danau.


" Sialan... Tekanan energi ini sangat kuat." Shen Long mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyelam ke dasar danau.


Membutuhkan waktu dan tenaga yang besar, kini Shen Long berhasil mencapai dasar danau, dimana tatapannya tertuju pada sebuah tombak yang menancap di tanah dasar danau.


Tombak tersebut memiliki bilah yang cukup lebar, berwarna biru laut dimana ujung tombaknya mengarah ke atas.


Meskipun tidak mahir dalam menggunakan tombak, namun Shen Long berpikir bahwa tombak tersebut adalah senjata yang dimiliki kualitas paling tinggi diantara senjata yang lainnya.


Tanpa membuang waktu, Shen Long berpijak di depan tombak tersebut, lalu mencabutnya dengan kekuatan penuh.


Namun tombak itu sama sekali tidak bisa terangkat, membuat Shen Long terlihat panik karena dia mulai kehabisan nafas.


" Aku akan mencobanya dengan menggunakan darahku." Pikir Shen Long, lalu melukai jarinya sendiri pada bilah tombak tersebut.


Buussshh!


Seketika tombak tersebut mendapatkan respon, hingga mengeluarkan cahaya berwarna biru laut, lalu masuk ke dalam kening Shen Long.


" Tombak Penyangga Langit?" Gumam Shen Long, saat mendapatkan informasi dari cahaya yang masuk ke keningnya.


Buussshh!

__ADS_1


Tombak Penyangga Langit menciptakan gelembung udara menyelimuti tubuh Shen Long, hingga pusaran air di danau pedang semakin liar.


" Apa yang terjadi?"


Beberapa Kultivator yang berdiri di pinggir danau, memasang wajah serius, karena akibat dari pusaran energi yang sangat liar, membuat tali energi yang mereka ciptakan langsung terputus, tidak sempat untuk mengambil pedang yang mereka ambil.


Song Xiaxia yang awalnya pergi menjauhi danau pedang, kini membalikkan badannya karena dia dapat merasakan bahwa energi pedang yang berada di danau pedang semakin kuat.


Bboooom!


Sebuah ledakan di tengah danau pedang, hingga menyemburkan air ke atas udara, dimana tubuh Shen Long terpental puluhan meter ke daratan bersama dengan Tombak Penyangga Langit di tangannya.


" Uhuuuk." Shen Long terbatuk-batuk, karena hampir kehabisan nafas, membuatnya meneguk air danau.


" Sialan... Pemuda itu mengganggu konsentrasi kita." Para Kultivator terlihat kesal, karena Shen Long menggagalkan proses pengambilan senjata di danau pedang.


Kini beberapa Kultivator yang ahli menggunakan tombak, kini menatap ke arah tombak yang berada di tangan Shen Long.


" Senjata pusaka tingkat langit?"


Beberapa Kultivator memasang wajah serius, penuh dengan keserakahan karena Shen Long mendapatkan senjata yang sangat berharga.


Kini beberapa Kultivator, menatap ke arah Shen Long, untuk merebut senjata yang berada di tangannya.


" Berikan tombak itu kepadaku, maka aku akan mengampuni nyawamu." Salah satu sosok langsung berdiri di depan Shen Long.


" Tidak, tombak itu milikku."


Satu-persatu para Kultivator mendekati Shen Long, karena tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk merebut Tombak Penyangga Langit dari Shen Long, karena dia sedang terluka.


Melihat beberapa Kultivator yang ingin merebut Tombak Penyangga Langit, Shen Long merapatkan giginya karena dia tidak akan mampu melawan mereka, karena dia sudah kelelahan.


" Apa yang kalian lakukan? Sungguh memalukan, hanya bisa berani mengambil senjata milik orang lain tanpa usaha." Song Xiaxia menatap tajam ke arah para Kultivator yang ingin merebut tombak milik Shen Long.


" Kamu tidak perlu ikut campur. Tombak itu milikku."


Beberapa Kultivator bersikeras untuk mengambil tombak tersebut, tanpa memperdulikan ucapan dari Song Xiaxia.

__ADS_1


" Tuan putri." Gumam beberapa sosok yang menggunakan pakaian biasa yang kebetulan berada di tempat yang tidak jauh dari danau pedang.


Beberapa sosok itupun saling berpandangan, lalu melesat ke arah Song Xiaxia, karena takut jika penyamaran mereka diketahui orang lain.


__ADS_2